
"Sayang udah siap??"tanya Rio menyadari Ayraa mendekatinya.
"Hubby bagaimana okay??"tanya Ayraa gelisah pemakaiannya tidak cantik.
"Kamu kok cantik banget sayang.Kamu bikin aku mengurungmu seharian di sini"gemas Rio mengecup singkat bibir Ayraa.
"Hubby"ancam Ayraa membuat Rio terkekeh.
"Iya iya aku berhenti"balas Rio.
"Ya udah ayo sayang"ajak Rio membukakan pintu kamar untuk Ayraa .Mereka berjalan menuju ke tempat di mana telah disediakan.
...****************...
Henri dan yang lain telah menunggu mereka.Ayraa dan Rio menyusul mereka setelah lama bersiap.Erudian udah cemberut karena menunggu mereka dengan sangat lapar.
"Ayo mulakan"seru Rio tanpa memandang Erudian yang ingin protes.
"Udah aaa Dian.Makan aja.Diam"bisik Albert memberi teguran kepada Erudian.
Mereka memulakan makan malam mereka dengan tenang.Hanya Ayraa dan Rio yang kelihat berbisik tentang makanan mereka.Rio tersenyum melihat Ayraa yang lahap.
"Aku harus makan banyak.Pasti malam ini hubby akan menyerangku lagi"gumam Ayraa menatap Rio di sebelahnya.
"Sayang makan pelan pelan.Ini masih banyak kok"tutur Rio melihat Ayraa makan dengan cepat.
Ayraa mengangguk dan mulai pelan mengunyah.Alea mengelengkan kepalanya melihat itu.Dia senang Ayraa bahagia seperti ini tanpa segala beban yang ditanggungnya.
Setelah selesai dengan makan malamnya,Rio menyuruh Ayraa masuk ke kamar duluan karena ada hal yang ingin dibicarakan sama Henri.Tetapi Ayraa menolak dan ingin menunggunya di tempat santai yang ada di sana.
"Aku tunggu di sini aja ya hubby.Kamu pergi aja"pinta Ayraa disetujui Rio.
"Baiklah.Aku hanya bentar.Dan ini jaketmu pakailah nanti masuk angin"setuju Rio mengelus kepala Ayraa sebelum meninggalkannya.
"Raa aku mahu ke kamar bentar.Nanti aku kembali ya.Ponselku di kamar jadi bentar ya"tutur Alea membuat Ayraa terkekeh.
"Pergi aja gapapa kok aku di sini"tutur Ayraa tersenyum.
"Baiklah aku pergi.Jangan lakukan hal yang mengancam nyawaku Raa"pesan Alea sebelum meninggalkan Ayraa sendirian.
Seperginya Alea,Ayraa duduk di sana dengan menunduk.Dia sungguh merindui keluarganya tetapi dia menyembunyikannya karena nggak mahu Rio mengkhawatirkannya.
"Dad apa kamu benar benar kesal kepada aku??Maafin aku dad.Aku terpaksa memilih Rio suamiku karena dia segala untukku sekarang"lirih Ayraa tanpa sadar dirinya menangis.
Ayraa tersedu sedu menangis mengingat sikap dingin daddynya sekarang.Sungguh rasa sangat menyakitkan.Dia hanya bisa memendamnya agar tidak kelihatan lemah di hadapan Rio dan yang lain.
"Ya tuhan apa aku nggak berhak bebas dari apa apa masalah??Apa aku pembawa sial??Apa karena itu keluarga kandung ku sendiri membuang aku??Aku bingung"lirih Ayraa semakin keras menangis dalam hujan.Ya hujan mulai turun sedari tadi.Seperti hujan merupakan saksi kesedihan dan kerapuhan Ayraa masa ini.
"Apa hujan??Ya tuhan Ayraa??"cemas Alea yang masih berada di kamar.Melihat keadaan yang hujan membuat Alea berlari keluar kamarnya dan menuju di mana Ayraa berada.
__ADS_1
Setibanya di sana,Alea kaget dengan Ayraa yang meringkuk di balik kedua kakinya.Ayraa memeluk kedua kakinya dan melepaskan semua emosinya.
"Ayraa kamu kenapa??"cemas Alea mendekati Ayraa yang menangis.
"Alea"lirih Ayraa memandang sahabatnya itu.
"Ayraa sadar Raa jangan begini.Please kuat jangan terlihat begini.Di mana sahabatku yang selalu gembirakan aku saat aku terpuruk.Ayraa please come back"marah Alea mengoyangkan badan Ayraa yang menunduk.
"Aku lemah Leaa.Aku capek.Apa aku sial??Semua yang berada di sisi ku selalu ditimpa masalah.Aku harus pergi.Yaa aku harus pergi"tutur Ayraa bangun dari sana dan berusaha untuk meloncat ke laut yang terhalang besi penyangga di sana.
Alea yang kaget sekaligus panik menahan tindakan Ayraa.Alea sekuat tenga menjerit meminta tolong dari sesiapa yang berada di sana.
"Tuan Muda tolong.Henri bantuin aku.Ayraa jangan gila kamu.Bertenanglah babe.Jangan terlarut begini"tangis Alea pecah melihat kedaaan Ayraa bertambah dengan keadaan yang hujan.
Sedangkan Rio yang masih berbincang dengan Henri menghentikan perbincangan mereka sebaik aja seorang anak buahny datang memaklumkan aksi nekat Ayraa.Rio dan yang lain di situ tidak mendengarkan pekikan Alea karena keadaan hujan lebat.
Rio segera berlari keluar untuk mendekati Ayraa yang masih tidan mengawal dirinya.Dia melihat Ayraa yang ditahan Alea dari meloncat sedangkan anak buahnya yang lain menatal cemas ke arah Ayra tanpa adaa yang berani mendekatinya karena takut ancaan sang singa.
Rio segeraa berlari ke arahnya dan memeluknya dengan erat.Dia memgeratkan pelukannya apabila Ayraa memberontak melepaskan diri darinya.
"Sayang tenang please jangan begini.Aku mohon"pinta Rio yang tidak tega dengan keadaan Ayraa.Alea menangis di pelukan Henri yang cuba menenangkannya sedangkan Albert memanggil dokter yang telah disediakan untuk apa apa kecemasan yang mungkin terjadi.
"Sayang please kawal dirimu.Aku mohon"pinta Rio membuat Ayraa mulai melemah.
"H-hubby"panggil Ayraa dengan lirih.Dia mulai mengawal emosinya.
"Iya sayang ini aku"balas Rio memegang wajah Ayraa dengan lembut.Dia menatap mata teduh Ayraa.
"Aku pembawa sial.Yaa aku harus melepaskanmu.Lepaskan aku hubby.Aku nggak mahu kamu terkena imbasan sial aku"lirih Ayraa melepaskan pelukan Rio.
"Dengarin aku.Aku nggak akan lepaskan kamu walau apapun yang terjadi dan camkan itu.Simpan di memorimu karena aku nggak akan melepaskanmu.Dan berhenti mengatakan kamu pembawa sial karena aku nggak menyukainya.Please kawal emosimu sayang"lirih Rio memgecup pelan kening Ayraa.Ayraa mulai tenang mendengar ucapan Rio.
Tidak lama kemudian,Albert datang bersama dokter yang telah dipanggil.Dokter itu menyuruh Rio meletakkan Ayraa duduk dengan baik untuk memeriksanya tetapi Ayraa nggak mahu melepaskan pelukan Rio karena takut dengan tatapan orang yang ada di sana.
"Begini hyung di kamar aja"cadang Erudian diangguki Rio yang segera bangun dan mengendong Ayraa yang masih menyembunyikan wajahnya di bahu Rio.
"Ayo dokter"ajak Henri sambil mengandeng tangan Alea yang masih terpukul tanpa sadar.
Rio membawa Ayraa ke kamar mereka dan meletakkannya dengan pelan di atas kasur.Ayraa awalnya enggan melepaskan Rio namun Rio memaksanya dengan ancaman.
"Sayang biarkan dokter memeriksamu ya.Aku khawatir kamu akan terluka di mana.Jika tidak aku akan meninggalkanmu di sini"ancam Rio membuat Ayraa tertunduk.
"Percayalah hanya bentar"lirih Rio yang tidak tega melihat wajah Ayraa yang basah akibat tangisannya.Ayraa mengangguk dan perlahan melepaskan pelukannya.
Dokter Miko segera memeriksa keadaan Ayraa.Rio mati matian menahan kesalnya melihat dokter lelaki itu memegang miliknya namun dia sedar hanya Dokter Miko yang bisa menyelamatkan Ayraa waktu ini.Sungguh dia takut apa apa akan terjadi lagi kepada Ayraa.
"Bagaimana??"tanya Rio cemas.
"Bisa kita bicara di luar aja??"tanya Miko memberanikan diri karena nggak mahu Ayraa mendengar ucapan mereka.
"Baiklah.Sayang aku keluar bentar ya.Kamu sama Alea di sini.Aku hanya sebentar dan akan kembali secepatnya.Tidurlah duluan.Kamu pasti capek seharian bermain"tutur Rio dengan lembut memberi pahaman kepada Ayraa yang menatapnya dengan sedih.
__ADS_1
"H-hubby jangan tinggalkan aku"kelu Ayraa menahan tangan Rio.
"Sayang dengarin aku.Aku hanya bentar.Tunggu di sini.Aku janji akan kembali secepatnya.Janji"tutur Rio memberikan pengertian kepada Ayraa.Ayraa mengelengkan kepalanya karena nggak mahu ditinggal Rio.
"Sayang please.Hanya bentar Aku janji"pujuk Rio.
"Ayraa biarkan Tuan muda keluar ya.Kamu sama aku ya babe"pujuk Alea menambah karena dia tahu Dokter Miko ada hal pentung sama Rio yang berkaitan Ayraa semestinya.
Akhirnya setelah dipujuk,Ayraa mengangguk dan melepaskan genggamannya pada Rio.Rio tersenyum dan mengelus rambut Ayraa sebelum keluar dari kamar meninggalkan Ayraa dan Alea karena Henri yang bersama Alea ikuti Rio keluar dari sana.
"Ada apa??"dingin Rio.Sungguh dia nggak mahu mendengarkan hal buruk tentang Ayraa lagi.
"Maafkan aku Rio tetapi kamu harus ekstra menjaga istrimu.Emosinya sangat terganggu yang membuat dia bisa berbuat nekat bila bila masa jadi jagalah dia sebaik mungkin.Aku khawatir dia akan kembali kambuh seperti ini lagi"keluh Miko memandang Rio yang terdiam.
"Dan saranku,selesaikkanlah secepat mungkin yang menjadi beban kepada istrimu Rio.Jika kamu ada hal yang mendesak dan istrimu sendirian kamu nggak takut hal ini terjadi lagi??Fikirkanlah ucapan aku Rio"nasehat Miko.
"Sebelum aku berundur,ini obat itu istrimu.Ini hanya antibiotik.Darahnya kambuh jadi berikan kepada ini.Tenangkan dia semampu.Dia sangat bahaya karena kelihatan Ayraa mempunyai tekanan darah rendah"sambung Miko lalu pamit kepada Rio selepas memberikan obat Ayraa kepadanya.
"Henri di mana ponselku??"tanya Rio dingin.Henri segera memberikannya.Rio mengambilnya dan mulai menghubungi seseorang.
Sedangkan di kamar,Alea memeluk Ayraa dengan deretan air mata yang mengalir.Sungguh dia tidak tega melihat keadaan sahabatnya kali ini.
"Ayraa jangan terlalu mikirin masalah mu.Ingatlah suaminya ada bersamamu.Aku,Alesya,Anna.Kami selalu di sisi kamu.Tenang jangan pikirkan apa apa lagi ya.Please babe.Jangan bikin aku sakit dengan keadaanmu begini"tutur Alea memeluk Ayraa.
Ayraa hanya diam menatap kosong ke arah balkon yang tertutup.Dia hanya memikirkan suaminya sekarang.Dia sangat ingin memeluk Rio dan aromanya Rio membuat dirinya temang.
"Sayang"panggil Rio yang baru memasuki kamar itu.Alea segera bangun dan pamit kepada Ayraa dan Rio.Ayraa segera berlari memeluk Rio dengan erat membuat Rio sedikit terhuyung ke belakang.
"Sayang ayo di kasur"ajak Rio mengandeng Ayraa ke kasur.Ayraa menurutinya.Rio membaringkan Ayraa dengan pelan.
"H-hubby aku...."lirih Ayraa.
"Shutt ayo makan obatmu lalu tidurlah.Jnagan mikirin apa apa lagi sayang.Stop ya"cegah Rio mengambil obat yang diberikan Miko tadi.Dia memberikannya kepada Ayraa bersama segelas air kepadanya.Dengan patuh,Ayraa menelannya dengan hati hati walaupun terasa sedikit pahit.
"Udah??"tanya Rio diangguki Ayraa.
"Okay sekarang kamu tidur.Stop mikirin apa apa"seru Rio menarik Ayraa untuk berbaring dengan tenang.
"H-hubby temani aku"pinta Ayraa dengan lirih.Rio tersenyum dan mendekatinya.
"Apa yang nggak untukmu sayangku.My beautiful angel"puji Rio mengecup singkat bibir Ayraa dan berbaring di sebelahnya dan memeluknya.
"Makasih"tulus Ayraa menutup matanya dan menghirup aroma menenangkan dari tubuh Rio.Rio sangat menikmatinya.
Rio mengelus kepala Ayraa dan menidurkannya.Dia sangat menyukai Ayraa yang tertidur pulas itu.Dia juga menyusul Ayraa dengan menutup kedua matanya.Sungguh hari ini hari ekstrim untuk Rio dan Ayraa.
...Bersambung🍭...
Hello semuanya aku udah update untuk hari ini.Apa kalian sennag??Komentar di bawah ya.Berikan aku dukungan dan semangat juga untuk aku makin bersemangat intuk sentiasa upnya.Kalian yang hanya membaca tanpa meninggalkan jempol dan komen di komentar membuatku sedikit kurang bersemangat.Aku perlukan dukungan dari kalian.
__ADS_1
Jangan khawatir aku akan sentiasa up jika kalian bersemangat dan sentiasa mengevote aku.Oh ya jangan lupa berikan like di akhir membaca dan juga hadiah kepadaku ya..Akan ku tunggu dari kalian ya.Semoga kalian menikmati perjalanan ceritanya ini.
Love u alls💜💜