
Tidak lama kemudian,mereka tiba di apartment.Ayraa yang masih tertidur membuat Rio berinsiatif memgendongnya.
Henri berjalan diikuti yang lain.Alea berjalan di samping Henri.Alea melihat persekitaran mereka yang sunyi sepi.
"Tempat ini sudah diamankan Rio"ucap Henri yang melihat reaksi Alea.
"Ohhh begitu"balas Alea.
Tiba di apartment,Henri membukakan pintu dan Rio berjalan masuk ke dalam kamarnya.Gin dan Leon yang berada di ruang tengah segera bangun melihat Rio mengendong Ayraa yang matanya bengkak.
Mereka cemas akan keadaan Ayraa sama Rio.Henri menghentikan mereka yang akan ikiti Rio.
"Di sini aku akan terangkan segalanya"ajak Henri.Sebelum duduk Henri mengambil fist aid kit untuk mengobati luka Alea.
Mereka mengambil tempat duduk masing masing.Karena hanya Ditrain dan Henri serta Alea yang tahu kejadian sepenuhnya.
"Ada apa??"tanya Gion masih penasaran.
Ditrain menceritakan kejadian dari awal hingga akhir kepada mereka semua.Henri mengobatinya tangan Alea yang terluka.
"Kenapa Alea terluka??"tanya Albert penasaran.
"Di waktu Ayraa diserkap,Alea berada di kamar mandi.Dia keluar lalu memukul dan tidak sengaja tergores pisau di tangan pria itu"jelas Henri.
"Di mana mereka??"tanya Gion penuh emosi.
"Di markas"balas Henri santai.
"Aku akan ke sana"ucap Gion lalu bangun dari duduknya.Henri tidak menghalanginya.
Ditrain,Leon serta Albert mengikuti Gion emosi.Erudian dan Charles tetap di situ jika ada kecemasan nanti.
"Kami di sini aja.Kalian baik baik.Ingat Rio nggak beri pelajaran lagi sama mereka"pesan Charles.
"Tenangkan dirimu hyung"pesan Erudian kepada Gion.
Mereka berempat akhirnya keluar dari apartment dan membawa mobil Rio.Gion hanya kelihatan menahan amarahnya yang tinggi.
Sejak dulu,Gion pasti akan emosi jika salah seoarang dari mereka sakit atau teraniaya.Nggak ada satu pun terbebeas dari amarahnya.
Sedangkan di kamar Rio
Rio berbaring di sebelah Ayraa sambil mencuci makeup Ayraa yang masih melekat di wajahnya.Semasa mencucinya,Rio nggak sengaja melihat darah di tangannya.
Rio membuka dan melihat tangan Ayraa terluka.Dengan cepat Rio mengambil obat dan mengobatinya.Rio sekarang hanya bisa menunggu Ayraa sedar.Rio menemaninya tidur dengan memeluknya dengan lembut dan penuh kasih sayang.
"Ayraa sayang maafin aku.Karena aku kamu jadi korbannya"lirih Rio lalu memejamkan matanya.Rio seakan pusing di kepalanya.Rio memilih untuk tidur sambil memeluk Ayraa.Mereka berdua terlelap dan dibuai mimpi.
Di luar kamar Rio
Alea yang baru diobati Henri pamit ke kamar untuk membersihkan badannya.Kiara mengikutinya.
Henri,Erudian dan Charles berdiam di ruang tengah.Mereka memikirkan siapa dalamg sebernanya karena hanya Ayraa mengetahuinya.
"Hyung apa kata kita siapin untuk barbeque nanti malam??"cadang Erudian.
"Boleh juga tapi kata Hyung Ditrain masih ada keperluan yang kurang.Coba telefonnya dan tanya samanya apa itu?"jawab Charles.
Erudian menelefon Ditrain di atas suruhan Charles.Panggilan tersambung.
^^^^^^Erudian^^^^^^
^^^Hallo Hyung!Aku mahu nanya katamu ada peralatan yang kurang untuk barbeque nanti malam.Aku sama yang laim magu persiapkannya.Apa bisa kalian pulang aja sekarang??^^^
Ditrain
Si Gion masih mengamuk di sini.Tunggu aja aku akan dekatinya.Kalain siapin aja apa yang ada.Nanti kurangnya aku beliin sebelum pulang.
^^^Erudian^^^
^^^Baiklah Hyung!!Cepat pulang.Agar nanti Ayraa bisa makan nanti bangun.Ingat emosi Rio masih tidak stabil.^^^
Ditrain
Baiklah aku akan cepat.
Erudian memutuskan panggilan selepas mendapat jawaban.Dia menoleh ke Charles.
"Katanya kita siapin aja apa yang ada.Kurangnya dia akan beliin sebelum pulang"balas Erudian.
"Ya udah ayo"ajak Charles lalu menuju ke dapur diikuti Henri sama Erudian.
Di markas Dragon Night
Ditrain mendekati Gion yang emosi.Dia menenangkannya.
"Gion ayo pulang.Udah mahu dekat makan malam.Rio pasti marah jika tiada makan malamnya.Kita udah janjian akan barbeque malam ini.Ayo"ajak Ditrain.
"Huhh!!Ayo"balas Gion menendang pria itu lalu pergi.
Leon dan Ditrain mengikutinya.Mereka menaiki mobil yang dibawanya.Gion masih mengontrol emosinya.
__ADS_1
"Bian nanti berhenti di supermarket ya.Ada keperluan harus dibeli"ucap Ditrain.
"Baik Tuan Ditrain"jawab Bian dengan sopan.
*Sekilas info*
Bian adalah orang kepercayaan Rio sama seperti Dion.
Mereka berhenti di supermarket.Ditrain dan yang lain memakai masker duluan sebelum turun dan masuk ke dalam.Ditrain memilih beberapa bahan dan minuman untuk nanti malam.
Mereka akhirnya keluar dari supermarket selepas membayarnya.Mereka memutuskan untuk pulang agar tidak terlambat untuk malam nanti.
Sedangkan di kamar Rio,Ayraa yang telah terjaga menangis dalam diam karena rasa takutnya.Ayraa memang nggak bisa bohongin dirinya yang masih trauma dengan pria jahat.
Rio yang terdengar suara tangis Ayraa membuka matanya dan melihat Ayraa menangis.Rio mengusap air mata Ayraa membuat si empunya kaget.
"Sayang jangan nangis please.Aku nggak tega lihat kamu begini.Aku rasa bersalah karena ini juga idea aku"lirih Rio.
"Aku takut"tangis Ayraa.
"Maafkan aku sayang"balas Rio.
"Aku akan coba kuat untuk kamu"ucap Ayraa menghentikan tangisannya.
"Sayang apa kamu sudah tahu siapa yang mengirim mereka???"tanya Rio selepas Ayraa berhenti menangis.
"Hemm.Tapi nanti aja ya aku bagitahu sekalian semua terus"tolak Ayraa karena dia sendiri masih syokk dengan hal ini.
"Okay aku nggak akan maksa kamu sayang"balas Rio tersenyum.
"Bisa ambilin pakaian aku di kamar sebelah??Ambilin yang sesuai dengan baju yang akan kamu pakai.Bisa nggak??"tanya Ayraa.
"Iya tapi kamu mahu warna apa??"jawab Rio.
"Malam ini kita barbeque jadi warna pink pastel aja"seru Ayraa.
"Tapi sayang aku nggak punya baju warna itu"balas Rio.
"Minta aja sama Alea di dalam kamar dalam tas belanja kemarin"suruh Ayraa.
"Okay baiklah.Kamu di sini ya"seru Rio lalu keluar dari kamar untuk memgambil pakaian mereka.
Ayraa tersenyum melihat sisi lembut Rio.Tetapi mengingat tentang hal yang berlaku membuatnya murung.Segitunya mommynya Rio benci sama dirinya.
"Auchhh"ringis Ayraa karena tidak sengaja terkena luka di tangannya.
Rio yang baru tiba mendekat ke arah yang kesakitan.
"Nggak ada.Luka ku hanya berdarah"jawab Ayraa.
"Sini aku lihat"paksa Rio melihat Ayraa menyembunyikan tangannya.
"Ya sayang!!Ini darahnya banyak.Sebentar aku obati luka mu"balas Rio panik.
"Iya sayang tapi pelan.Ini perih"ucapnya.
"Iya iya aku pelan aja ya"balas Rio.
Rio mengobatinya dengan penuh perhatian dan hati hati agar tidak menyakiti Ayraa.Ayraa tersenyum melihat Rio.
"Okay udah siap"serunya.
"Aku mahu bersihkan diri duluan"pamit Ayraa.
"Aku bantuin kamu ya.Lukamu masih belum sembuh.Aku khawtir sama kamu"seru Rio.
"Tapii...."ragu Ayraa.
"Aku jangan nggak macam macam"ujar Rio.
"Janji"pastikan Ayraa.
"Iya sayangkuhh"balas Rio tersenyum geli.
Rio membawa Ayraa ke kamar mandi.Dia membantu Ayraa membersihkan dirinya.Rio menahan nafsunya memuncak.Ayraa yang awalnya takut akhirnya tenang apabila Rio kelihatan tidak mendekatinya.
"Sayang tenang aku nggak akan macam macam sama kamu"tegas Rio.Ayraa mengangguk dan membiarkan Rio membersihkan dirinya.
Ayraa meringis kesakitan apabila tangannya terkena tangan Rio.Rio cemas memegangnya.
"Maaf aku nggak sengaja"sesal Rio.
"Ini sedikit aja nggak usah khawatir"balas Ayraa tersenyum.
Tidak lama kemudian,Ayraa telah siap mandi dan juga memakai baju pilihannya.Rio pamit untuk mandi dan tidak lupa menggoda Ayraa sebelum masuk ke kamar mandi.
Ayraa tersenyum malu melihat godaanRio.Dia menggelengkan kepalanya melihat tingkah Rio.
Rio telah siap ganti pakaian keluar dari kamar mandi.Dia mendekati Ayraa sambil memngeringkan rambutnya.
"Sini aku bantuin kamu"tawar Ayraa.
__ADS_1
"Gapapa.Tangan mu masih terluka jadi biarka aku sendiri aja ya"tolak Rio.
"Baiklah"pasrah Ayraa.
Selepas selesai,Rio mendekati Ayraa.Ayraa tersenyum dan menatap mata Rio.
"Ayo kita keluar.Mereka pasti menunggu kita"ajak Rio.
"Tapi...."ragu Ayraa.
"Tapi apa??"tanya Rio.
"Ponsel aku sama tas di mana???"tanya Ayraa.
"Di ruang ganti.Bentar aku ambilin"balas Rio.Ayraa mengangguk.Rio memberikan tas Ayraa kepadanya.
"Sayang apa di ponselmu kamu rakamin suara masa di kamar mandi tadi??"tanya Rio.
"Mungkin"balas Ayraa mengeceknya kembali.Selepas dipastikan ada Ayraa menganggukkan kepalanya.
"Siapa??"tanya Rio penuh penasaran.
"Ermm nanti aja aku bagitahu ya"tolak Ayraa untuk memberitahu Rio.
"Ya udah.Ayo keluar"ajak Rio.Ayraa memegang tangan Rio dan berjalan bersamanya.
"Sayang apa kamu janji nggak akan tinggalin aku??"ucap Ayraa membuat Rio menghentikan langkahnya.
"Ya sayang janji"balas Rio tersenyum.
Ayraa kembali tersenyum dan memeluk Rio.Rio mengusap lembut kepala Ayraa.
"Udah ya ayo"ajak Rio kembali.
"Okey"mereka berjalan menuju ke ruang tengah yang hanya ada Charles,ErudianE dan Albert.
"Rio"panggil Albert.
"Di mana yang lain??"tanya Rio.
"Hyung Ditrain,Gion sama Leon keluar beli bahan barbeque.Henri ke kamarnya mungkin mandi"balas Charles.
"Ooo okay"seru Rio.
"Hye kakak ipar"sapa Albert yang ingin menyentuh Ayraa.Namun disebabkan traumanya Ayraa menjauhinya dan memeluk Rio.Mereka di situ kaget dengan reaksi Ayraa.
"Sayang apa kamu gapapa??"tanya Rio cemas.
"A....aku okayy"lirihnya.
"Kenapa kamu takut sama Albert??"tanya Rio.
"M...maaaaf a...ku tidak sengaja"ucap Ayraa terbata bata.
"Its okay"balas Albert.
"Ayraa trauma sama lelaki"gumam Rio.
"Tenang okay.Mereka teman aku"yakin Rio.
"Maaf"cicit Ayraa pelan.
"Take it easy mann"tegur Charles.
"Ya udah.Ayraa apa kamu makan apa apa??"tanya Albert mencairkan susana.
"Hemm mungkin aku mahu bikin puding aja"balas Ayraa.
"Nggak usah biar aku aja yang bikinkan untuk kamu"cegah Rio.
"Tapi aku nolong kamu bisa??"Ayraa memelas.
"Baiklah ayo"ajak Rio.
"Makasih sayang"gembira Ayraa sehingga mengecup pipi Rio membuat Albert,Charles,Erudian dan Rio kaget.
Ayraa menyadarinya dan malu lalu berlari ke dapur.Rio tersenyum dan mengusap pipinya lalu mengikuti Ayraa.
"Ya ampun segitu bucinnya Rio sama Ayraa"gumam Albert disetujui Charles.
Tiba tiba..........
...***BERSAMBUNG🌸...
Penasaran dengan apa yang akan terjadi??Kekal bersama When Ceo Fall In Love!Akan banyak perselisihan dan konflik yang akan mencabar mereka berdua.Adakah Ayraa dan rio akan kekal hingga akhir atau sebaliknya??Ayo terus beri aku dukungan ya..
Jangan lupa berikan jempol kalian di akhir membaca ya.Itu sangat membantu aku sebagai seorang author..Terus ya beri sokongan buat aku.
Maafin aku karena MC tiga hari...Aku baru aja keluar dari rumah sakit...Maaf sekali lagi ya..Aku akan berusaha lakukan yang terbaik untuk para readersku.Jangan lupa berikan vote kalian juga.Tinggalkan jejak kalian di komentar ya...
WHEN CEO FALL IN LOVE***.....
__ADS_1