When CEO Fall In Love

When CEO Fall In Love
Belanja


__ADS_3

"Di mana Ayraa??"tanya Alea mencari keberadaan Ayraa.


"Di kamar sama Tuan muda"jawab Henri tanoa memandang Alea.Alea hanya diam tanpa membalas lagi.Dia memilih untuk membaca novelnya daripada harus mati kebosanan di situ.


Skip ke kamar Rio.


"Hubby,tempat apa ini??"tanya Ayraa bengong.


"Ini kamar pribadiku yang ada khusus di sini untuk aku.Aku sering bolak balik ke sana ke sini jadi aku harus ada kamar untuk selesakan diri aku dan rehatkan diri aku"jelas Rio.


Rio merebahkan kepalanya di pangkuan Ayraa menbuat Ayraa mengusap kepalanya dengan pelan dan lembut.


"Apa kamu masih capek hubby??"tanya Ayraa kasian melihat Rio.


"Nggak.Asalkan kamu di sisi aku capek aku hilang begitu aja"ujar Rio membuat Ayraa tersipu malu.


"Apa kamu pernah membawa sesiapa ke sini kecuali aku??"tanya Ayraa yang melihat sesuatu.


"Maksud kamu??"bingung Rio.Ayraa mengarahkan pandangannya kepada satu tempat membuat Rio mengikuti arah pandangannya.Dirinya seketika bangun melihat barangan itu.


Ayraa terdiam sambil menatap barang itu.Rio cemas melihat Ayraa karena takut Ayraa akan memarahinya lagi.


...****************...


Tetapi,Ayraa memegang tangan Rio untuk menyuruh Rio jujur tentang hal itu kepadanya agar dirinya tidak terlalu sakit jika ditipu lagi.


"Jujur hubby.Aku nggak suka kebohongan"pinta Ayraa.


"I...itu milik mantanku.Aku sumpah nggak tahu mengapa itu bisa di sini.Karena aku jarang guna jet ini.Jangan marah ya sayang"jelas Rio membuat Ayraa sedikit kecewa namum ditutupinya agar tidak menambahkan apa apa masalah.


"Sayang jangan marah.Aku mintaa maaf"pinta Rio.


"Iya aku gapapa.Nggak usah ketakutan.Aku mggak makan orang"balas Ayraa tanpa menatap Rio.


"Kalau kamu nggak marah kenapa kamu nggak tatap wajah aku seperti biasanya???"tanya Rio mengalihkan pandangan Ayraa agar melihatnya.


"Aku capek.Bisa aku tidur di sini??"tanya Ayraa mengendahkan Rio.


"Bisa ayo.Aku juga mahu berehat di sini.Mumpung masih ada masa.Ayo"ajak Rio menarik Ayraa dan berbaring di ranjangnya.


Ayraa berbaring membelakangi Rio membuat Rio sadar Ayraa marah samanya namun dia nggak mahu mendesak Ayraa membiarkan posisi itu tetapi dirinya yang akan memeluk Ayraa dari arah belakang.Ayraa tidak protes hanya membiarkannya.


"Aku nahu aja tanya apa kasur ini pernah ditiduri Fiola dan dirinya"gumam Ayraa yang tanpa sadar menangis karena kecewa Rio masih menyimpan barangan Fiola sang mantan.Namun Ayraa nggak mahu memperkeruhkan keadaan yang masih nggak kelar.


Rio memejamkan matanya karena terlalu mengantuk dan berjanji akan menjelaskan segalanya nanti saat dirinya bangun.


"Nanti aku jelaskan sayang.Jangan fikir macam macam ya"bisik Rio dari belakang Ayraa.Ayraa diam tanpa ingin menjawabnya.Ayraa akhirnya memutuskan untuk tiduran sama karena mahu menenangkan fikirannya yang lagi kacau.


"Maaf jika suatu saat nanti aku terlanjur kecewa sama kamu hubby"gumam Ayraa yang nggak akan didengari Rio yang telah nyenyak di alam mimpinya.


Setelah beberapa jam jet pribadi berlepas akhirnya mereka tiba di lokasi yang diinginkan.Henri memutuskan untuk segera membangunkan Ayraa dam Rio yang masih terlelap di kamar mereka.


Sedangkan di kamar,Ayraa telah pun bangun karena nggak bisa tidur lagi selepas terjaga beberapa waktu yang lalu.Dia menatap wajah Rio yang kelihatan tenang dan sangat tampan.Dia menelisik wajah tampan itu dengan senyuman.


"Aku harap kamu jodoh terbaikku hubby"lirih Ayraa sambil menatap Rio.



Rio yang lagi tiduran.


Tiba tiba,pintu kamar mereka diketuk dari luar membuatkan Ayraa segera berpura pura tidur agar tidak ketahuan sama Rio.


Rio yang tersadar akibat ketukan pintu itu membuka mata dan melihat punggung Ayraa di hadapannya.Rio berinsiatif untuk bangun duluan karena nggak menganggu Ayraa yang masih tidur.Dia berjalan ke arah pintu selepas membasuh mukanya di kamar mandi.


"Henri ada apa??"tanya Rio.


"Kita udah sampai.Saya hanya mahu membangunkan Tuan Muda dan Nona Muda"jawab Henri menunduk hormat.


"Hemm tunggu bentar.Aku mahu membangunkan istriku"balas Rio lalu menutup kembali pintu kamar itu dan berjalan ke arah Ayraa yang masih berpura pura tidur.


"Apa dia menangis semalam??"gumam Rio melihat mata Ayraa yang sembap.


"Sayang bangun.Kita udah sampai di Jakarta"tutur Rio dengan lemah lembut sambil mengelus pelan kepala Ayraa.


Ayraa yang pura pura tidur itu membuka matanya dengan pelan dan segera bangun tanpa membalas ucapan Rio.


"Ayo basuh muka kamu duluan.Mereka udah menunggu kita"ajak Rio menarik tangan Ayraa menuju ke kamar mandi.Ayraa membiarkannya karena menurutnya nggak perlu mengingat hal semalam.


Rio dengan telaten mengelap muka Ayraa dengan handuk basah.Ayraa diam tanpa mengucapkan apa apa.Selepas selesai,Rio menarik Ayraa keluar dari kamar mandi dan mengambil semua barang mereka untuk keluar.

__ADS_1


Sebelum keluar,Rio mengecup pelan bibir Ayraa dan juga pipinya membuat Ayraa terdiam karena kaget.


"Wake up kiss sayang.Jangan terlalu mikirin hal semalam please"bisik Rio yang mengetahui Ayraa masih marah dengannya.


"Ayo"ajak Rio selepas melihat Ayraa yang tidak bergerak dari tempatnya.


Mereka berjalan keluar mendekati yang lain.Dion menunduk hormat di hadapan Rio dan Ayraa.


"Bagaimana??Apa udah selesai??"tanya Rio.


"Iya tuan muda"jawab Dion.


"Ya udah ayo berangkat aja"ajak Rio mengandeng tangan Ayraa dan berjalan keluar dari sana.


Mereka menuju ke pintu hadapan bandara itu yang telah diamankan Henri dan Dion sebelum mereka tiba.Rio mengandeng Ayraa dan membawanya masuk ke dalam mobil sportnya.Dia menyuruh Henri memandunya karena dia masih mahu bersama Ayraa.


"Drii kamu bawain mobil ini.Aku di belakang aja sama Ayraa"perintah Rio.


"Baiklah tuan muda"balas Henri lalu membukakan pintu untuk Rio dan Ayraa sebelum dirinya menarik Alea ke sisi pemandu.


"Ayo kamu duduk di sebelah aku"ajak Henri.


"Baiklah"balas Alea lalu masuk ke mobil.


Henri segera memasuki mobil dan menghidupkan enjin mobil dan bergegas meninggalkan bandara itu.Gion dan yang lain mengikuti mereka dari arah belakang.


"Kita mahu pulang ke mana??"tanya Rio karena melihat jalan yang dilaluinya.


"Ke apartment Tuan Muda bersama temanmu"ujar Henri.


"Apartment itu??Apa Hyung yang menyuruh??"tanya Rio karena dia sudah lama nggak ke apartment itu.


"Ya tuan muda"balas Henri lalu kembali melihat ke jalanan fokus dengan pemanduannya.



Mobil yang dinaiki Rio menuju ke apartment....


"Apa dia mahu ke apartment yang masih ada barang mantannya itu??Apa benar aku yang sedang berada di hatimu tuan muda??"gumam Ayraa yang diam diam menatap Rio.


"Ada apa sayang??"tanya Rio yang melihat Ayraa meliriknya.Ayraa tidak menjawab dan diam karena nggak mahu pergaduhan berlaku di sini.


"Sayang jawab aku please.Jangan diamim aku kayak gini.Aku janji aku akan jelasin semuanya"pinta Rio memegang tangan Ayraa.


"Kenapa benda itu masih di kamar itu???Bukankah aku telah nyuruh Henri membuangnya sebelum naik??"batin Rio sambil memikirkannya.


"Tunggu sampai aja.Aku akan jelasin semuanha sayang"tutur Rio lalu kembali melihat ponselnya karena nggak mahu merusak mood Ayraa.


"Apa hanya segitu usaha kamu hubby??"gumam Ayraa yang kecewa dengan Rio.


"Baiklah jika itu keputusan kamu.Lebih baik aku nggak pulang aja.Seharusnya aku nggak lalai sama keromantisannya"lirih Ayraa.


"Henri berhenti di supermarket di depan sana"perintah Ayraa membuat Rio melihatnya.


"Kamu mahu beli apa sayang??"tanya Rio.


"Henri berhenti aja ya di depan sana.Terus kamu pulang aja ke apartment nanti aku menyusul kalian"tutur Ayraa membuat Henri bingung.Rio menghelakan mafasnya untuk meredakan emosinya agar tidak terbawa emosi.


"Henri berhenti aja"ujar Rio.


"Aku izinin kamu pergi ke supermarket itu tetapi aku akan temanin kamu dan kita akan pulang sama sama.Dan untuk ini aku nggak mahu apa apa bantahan"tegas Rio membuat Ayraa menatap jengah.


"Suka hati kamu aja"kesal Ayraa.Rio tersenyum lalu mengacakkan rambutnya membuat Ayraa kesal.


"Ishhh jangan rosakin rambut aku"kesal Ayraa.


"Salah kamu sihh.Siapa nyuruh kamu terlalu gemas"tutur Rio.Ayraa menatap malas lalu kembali merapikan rambutnya.


"Sampai kapan aku harus salah faham begini sama istriku sendiri???Apa aku salah menyembunyikan beberapa fakta agar dia nggak cemas"gumam Rio memandang ke luar.


Tidak lama kemudian,Henri memberhentikam mobil karena sudah berada di supermarket yang diingini Ayraa.


Aydaa turun dan mengajak Alea bersamanya.Dia nggak mahu berlarutan marah sama Rio akhirnya menawarkan Rio untuk menemaninya dan Alea masuk ke dalam.


"Hubby apa kamu mahu ikut??"tanya Ayraa dengan lembut membuat Rio bersemangat lalu mengangguk.Dia sungguh senang melihat Ayraa kembali lembut dengannya dan tidak dingin lagi.


"Iya aku temani kamu"seru Rio segera keluar dari mobil.Mereka memasuki supermarket itu ditemani Gion,Albery,Henri dan Alea karena Ayraa nggak mahu dikawali sama anak buahnya.


"Kamu mahu beli apa??"tanya Rio dengan lembut.

__ADS_1


"Cemilan.Pasti di sana aku bakalan lapar jadi yahh aku mahu cemilan dan juga beberapa cereal untuk breakfast aku dan kamu"jawab Ayraa.


"Hemm baiklah.Kamu tinggal milih aja mahu apa.Ambillah semua yang kamu ingini"balas Rio tersenyum.Ayraa dengan bersemangat memilih semua cemilan yang diingininya dan tidak lupa mengambil beberapa aiskrim pelbagai rasa.


"Udah??"tanya Rio melihat Ayraa berjalan ke arahnya dengan troli yang dibawanya hampir penuh dengan pelbagai cemilan.


"Ehmm nggak.Aku mahu minta kamu ambilin susu di rak sana .Aku nggak sampai"tutur Ayraa.


Setelah puas membeli cemilannya,Ayraa mendekati Rio yang sedang memerhatinya dari jauh.Rio tersenyum melihat Ayraa.


"Udah??"tanya Rio.


"Iya tapi hubby aku nggak beliin bahan masakan kita"tutur Ayraa membuat Rio tersenyum gemas.


"Nggak usah khawatir.Henri dan yang lain telah membelinya"gemas Rio.


"Benar??Ya udah kita bayar aja.Aku udah capek"keluh Ayraa.


"Drii kamu bayarin ya.Aku dan Ayraa tunggu di mobil"tutur Rio karena Henri memegang kartunya.Henri mengangguk lalu menghampiri Rio untuk mengambil troli belanjanya.


"Pastikan semua diambil.Awas aja kalau aku kehilangan satu cemilan aku"ancam Ayraa.


"Sayang ayo ke mobil"cegah Rio.Ayraa mengangguk dan mengikuti Rio.


"Hubby kenapa Henri bayarinnya??"tanya Aydaa


"Dia memegang kartuku"jelas Rio.Ayraa mengangguk lalu kembali cuek.


"Sayang dengarin aku ya.Aku cinta sama kamu dan semua yang aku lakukan ini untuk dirimu juga.Aku nggak kamu kenapa kenapa.Kamu sangat berharga untuk aku.Jadi aku mohon jangan salah faham ya"tutur Rio sebelum mereka memasuki mobil.Ayraa mengangguk tanpa melihat Rio.


"Baiklah kita masuk aja"ajak Rio.Ayraa dan Fio memasuki mobil dan menunggu yang laim siap.


Tidak lama kemudian,Henri dan Alea memasuki mobil selepas memasukkan semua belanjaannya di bagasi.Henri melajukan mobil sebaik aja semuanya udah dipastikan aman.


"Alea hidupkan radionya.Sepi banget begini"tutur Ayraa membuat Ayraa kaget.


"Aku nggak tahu Raaa.Ini bukan mobil aku"cicit Alea.


"Drii pasangiin radionya"perintah Rio membuat Henri segera menghidupkannya.


Ayraa menikmati lagu yang diputar di radio itu sepanjang perjalanan ke apartment.Lagunya berjudul Happy by Mikha Tambayong X Randy Panggalila.


...Kar’na kamu ku ingin happy happy...


...Kar’na kamu aku ada disini...


...Kar’na kamu ku ingin happy happy...


...Kar’na kamu hdup tak pernah sepi...


...Seperti embun di pagi hari kan selalu datang setiap pagi...


...Bila waktunya pun tiba untuk apa kau tunggu tunggu tunggu tunggu lagi...


...Jangan kau bilang diriku tak perduli...


...Jangan kau bilang diriku tak perhatian...


...Bila ku cinta ku katakan cinta...


...Bila ku sayang ku katakan sayang...


...Jangan kau bilang diriku tak perduli...


...Jangan kau bilang diriku tak perhatian...


...Bila kau cinta kau katakan cinta...


...Bila kau sayang tell me tell me tell me tell me that you love me...


Ayraa terlihat menikmati lagu itu dengan saksama.Dia sangat menyukai lagu itu karena lagu itu seperti mengambarkan perasaannya saat ini.


Beberapa waktu kemudian,mereka tiba di tujuannya.Ayraa turun selepas Rio membukakN pintu untuknya.Ayraa mengandeng Rio dengan mesra dan keluar dari sana.


Henri dan yang lain membawa keluar belanjaan mereka di supermarket tadi.Alea mengikuti mereka dari belakang karena Henri mggak mahu Ayraa membantu membawa belanjaan.


...Bersambung🐣...


__ADS_1


Belanjaan cemilan Ayraa😫


*bayangin aja ya😅*


__ADS_2