
Di Aprtment
Ayraa udah tiba di apartment beberapa waktu yang lalu.Jam menunjukkan pukul 4 30 petang.Ayraa bergegas ke kamarnya untuk menukar pakaian.
"Kiara Alea kalian bantuin aku masak ya"ajak Ayraa.
"Oke"balas Alea dan Kiara.
"Kita tukar baju duluan"ajak Ayraa.
Selepas menukar pakaian mereka,mereka bergegas ke dapur dan mengeluarkan bahan masakan.Rio yang terlihat mereka mendekati Ayraa.
"Apa kamu mahu masak??"tanya Rio.
"Iya"balas Ayraa.
"Hemm ya udah aku mahu berbincang dengan Henri di ruang tamu.Ada apa apa panggil aku"ucap Rio lalu mengucup kening Ayraa dab berlalu.
Ayraa tersenyum lalu mula memasak.Alea dam Kiara membantu Ayraa dengan mendengar arahan Ayraa.Ayraa memotong bahan bahan yang akan digunakan.Tanpa sengaja,jari Ayraa terluka terkena pisau semasa memotong.
"Auchh"Ayraa meringis membuat Alea dan Kiara melihat ke arahnya.
"Ya ampun Ayraa"panik Alea.
"Relax.Kiara tanya Henri dimana first aid kit.Dan bawain ke sini"perintah Ayraa.
"Hemm baiklah Kak Ayraa"jawab Kiara lalu bergegas ke ruang tamu.
Di ruang tamu,Rio berbincang dengan Henri tentang masalah di perusahannya tempoh hari dan Henri memberikan beberapa saran kepada Rio bagi menangani masalah ini.
"Kak Henri apa di sini ada kotak first aid kit??"tanya Kiara tiba tiba.
"Ada di dalam almari di bawah TV itu"jawab Henri.
"Kamu mahu bikin apa??"tanya Rio.
"Kak Ayraa terluka"balas Kiara sambil mengambil first aid kit lalu bergegas ke dapur.
Rio mendengar itu bangkit lalu ke dapur untuk melihat Ayraa yang terluka.Ayraa kaget dengan Rio yang datang tiba tiba.Dia menyembunyikan jarinya yang terluka.
"Sayang apa kamu baik baik aja??"tanya Rio panik.
"Okay aja.Jariku hanya terhiris pisau"balas Ayraa tersenyum.
"Aku udah bilang jangan masak.Kamu degil banget sihh"marah Rio.
"Heyy aku hanya terluka sedikit.Nggak usah marah begitu"lirih Ayraa.Rio menenangkan emosinya dan mendekati Ayraa.Dia mengambil jari Ayraa yang terluka lalu membalutnya.
Ayraa hanya diam dan menerima semua perlakuan Rio.Kiara dan Alea sambung memotong bahan yang ditinggal Ayraa.
"Kamu nggak usah masak ya??"pujuk Rio.
"Aku cuma terluka.Nggak usah khawatir.Alea dan Kiara akan tolong aku.Aku akan berikan arahan aja kepada mereka"balas Ayraa.
"Ya udah kalau gitu aku di sini aja nemanin kamu"cadang Rio.
"Nggak usah.Kamu nunggu di ruag tamu aja"tolak Ayraa membuat Rio pasrah lalu pamit.
"Baiklah aku pamit duluan.Awas aja kalian kalau Ayraa terluka lagi"pasrah Rio memberikan peringatan kepada Alea dan Kiara.
"Iya iya"jawab Kiara.
Ayraa dan yang lain memulakan masakan mereka yang terhenti tadi.Ayraa menolong sdikit aja serta memberikan arahan kepada Kiara dan Alea karena mereka berdua menolak Ayraa menolong takut dimarahi Rio.
Tidak lama kemudian,bakso mereka udah siap dan tinggal dihidangkan.Memandangkan masa masih ada mereka memutuskan untuk bersihkan diri dahulu sebelum makan malam.Ayraa,Alea dan Kiara masuk ke dalam kamar mereka dan bergantian bersihkan diri.
Ayraa menggunakan dress yang dipilih Rio tadi.Ayraa mengoles sedikit lipbalm agar bibirnya tidak kelihatan terlalu pucat.
Setelah selesai,mereka keluar dan menuju ke ruang tamu dimana Rio dan Henri sedang berkumpul dengan temanan Rio.
__ADS_1
"Hye sayang"sapa Ayraa membuat Rio dan yang lain memgalihkan pandangan mereka.
Rio dan temanan Rio terpaku melihat keindahan dan kecantikan Ayraa.Rio yang menyadari temannya memandang Ayraa segera menarik Ayraa ke pelukannya.
"Awas ya.Ini calon istriku"ancam Rio.
"Serius Rio ini calonmu.Pass aja ke aku"canda Charles temanan Rio.
"Berani mati itu,Les"celetuk Albert.
"Hai Kak Albert,Kak Charles,Kak Gion,Kak Ditrain,Kak Erudian dan Kak Leon"sapa Kiara tersenyum.
"Heyyo girl.Kiara kakak kangen sama kamu"canda Albert.
"Mengada sihh kalian"geram Gion.
"Sayang lepasin pelukannya aku mahu siapin makan malamnya"bisik Ayraa.
"Hemm ya udah pergi aja"balas Rio.
"Kiara Alea ayo ke dapur"ajak Ayraa.
"Waittt Kakak Ipar.Kami nggak perkenalkan diri lagi"cegah Ditrain.
"Nggak usah nggak penting"tolak Rio.
"Tega kamu Rio"lirih Albert dibuat buat.
"Hai Kakak Ipar aku Albert,ini Leon.terus di sebelah Leon,Ditrain manakala di sebelah Ditrain,Erudian.Di sebelah Rio itu Gion dan sebelah Henri itu Charles"jelas Albert.
"Hai semua.Aku Ayraa Adelia.Panggil aja Ayraa"sapa Ayraa tersenyum manis membuat Rio melirik tajam ke arahnya.
"Udah kenalannya.Kiara Alea bantuin Ayraa siapin makan malamnya"ketus Rio.
"Makasih sayang.I love you"bisik Ayraa membuat Rio tersenyum.
"Adu apa Si Kulkas udah berubah Hen??"tanya Ditrain.
"Dasar ya kalian"ketus Rio.
"Rio ada apa kamu panggilin kami ke sini??"tanya Gion.
"Aku mahu minta kalian urusin perusahan aku untuk sebulan kedepan sama Henri karena aku ingin meluangkan masa sama istriku nanti nikah.Untuk dua hari kedepan kalian yang urusin sendiri karena Henri aku minta bantuim temanannya Ayraa"jelas Rio.
"Bisa dongg.Apa yang nggak untuk kamu"jawab Erudian.
"Gion aku serahin kepada kalian untuk kawal mereka semua terutama Erudian,Ditrain dan Albert"ucap Rio.
"Baik Rio"balas Gion.
Tidak lama kemudian,Mike tiba di apartment dan menyapa Rio dan yang lain.Mike pamit ke kamar untuk membersihkan diri diikuti Rio dan Henri.
Setelah selesai,Rio kembali ke ruang tamu untuk kembali berkumpul dengan temannya.Walaupun Rio kelihatan ketus dengan temannya namum dia sangat menyayangi mereka karena mereka telah bersama sejak awal dulu.
"Kakak Kak Ayraa manggil untuk dinner"ajak Kiara yang baru tiba dari dapur.
"Okay.Kalian ayo ke meja makan duluan"ajak Rio.
"Oke ayo"semangat Ditrain.
"Dasar ya dengar makanan aja cepat mulu"gerutu Albert.
"Iya iya lah aku udah lapar dari tadi.Emang kamu nggak penasaran sama masakan kakak ipar?"tanya Ditrain.
"Ya penting masakanku lebih enak"sambungnya.
"Udah udah.Rio udah pergi nanti dimarahin baru tahu"ajak Henri.
Mereka bergegas ke meja makan.Kelihatan bakso telah dihidang.Nampaknya menyelerakan.Mereka mengambil tempat duduk masing masing.Ayraa duduk di sebelah Rio sementara Alea dan Kiara di sebelahnya.Mike duduk di sebelah Kiara.
__ADS_1
"Wah wah wah.Kakak Ipar apa ini masakanmu??"tanya Erudian.
"Ini masakan Kiara dan Alea.Aku cuma beri arahan aja nanti ade orang memarahiku"sindir Ayraa membuat semua mata melihat ke arah Rio.
"Iya lah aku memarahimu.Kamu mencelakai dirimu sendiri"bela Rio.
"Tapi itu cuma jariku sedikit aja.Nggsk usah lebayy"balas Ayraa.
"Tapi Kak Erudian ini resepi Kak Ayraa.Kami hanya mengikuti arahannya"balas Kiara.
"Ya udah.Makan aja.Nggak usah komentar"ketus Rio.
"Sayang kamu suapi aku ya"ucap Rio membuat temanannya melihat ke arahnya.
"Apa aku nggak salah dengar nih???"tanya Ditrain memastikan.
"Heyy Rio sejak kapan kamu jadi manja begini"tanya Gion menahan senyum.
"Sibuk aja kalian.Bilang aja sirik sama aku"balas Rio.
"Udah udah Rio.Diam dan kalau nggak aku nggak mau suapin kamu"ancam Ayraa mulai jengah dengan perdebatan mereka.
"Tapi sayang mereka yang mulai dul....."bela Rio terpotong melihat tatapan tajam Ayraa.Rio diam membuat semua orang memberikan jempol kepada Ayraa karena bisa menundukkan sang ketua mafia yang kejam.
"Ya udah ayo semuanya makan"ucap Ayraa mendekati Rio untuk menyuapinya.
Rio hanya diam sambil menerima suapan Ayraa.Tidak jarang juga Rio menyuapi Ayraa dan mengelap sisa makanan di bibir Ayraa.
Mereka menghabiskan makanan mereka dengan tenang dan tidak lupa juga mereka menambah makanan mereka akibat candu dengan keenakan makanan itu.
Ayraa tersenyum melihat Rio akur dan nggak berdebat lagi.Rio membalas senyuman Ayraa dengan memeluk pinggangnya.
Setelah selesai makan malam,Ayraa bangun untuk membersihkan sisa makanan mereka dan juga mencuci piring mereka namun Rio mencegahnya.
"Nggak usah sisa ini tinggal aja.Besok ada maid yang aku panggil membereskannya.Sekarang ayo kita berkumlul di ruang tamu"ajak Rio.
"Hemm baiklah.Aku akan membawa dessert untuk kalian"balas Ayraa bangun diikuti Kiara dan Alea.Yang lain bangun dan menuju ke ruang tamu untuk berborak meluangkan masa bersama.
...Bersambung🐣...
RIO ADRIAN...
AYRAA ADELIA...
DITRAIN...
GION...
LEON....
CHARLES....
ALBERT..
__ADS_1
ERUDIAN...