
Di apartment Rio
Rio menjumpai Henri di ruangan kerjanya dan menyuruhnya mengemas pakaiannya untuk besok dan lusa.Henri yang awalnya bingung hanya menuruti perintah tuan mudanya.
Rio kemudian menuju ke kamarnya untuk mengemas pakaiannya.Di tengah perkemasannya,Ayraa menelefonnya.Dia menerima panggilan tersebut.
Ayraa menyuruhnya untuk membawa baju couple warna sama dengannya.Rio hanya menurutinya tanpa bantahan dan untungnya Rio memiliki baju yang berwarna yang dipilih Ayraa.
Ayraa mematikan panggilannya apabila dia selesai menyuruh Rio.Rio mulai mengemas pakaian di koper miliknya.Dia mengemas dengan sendiri tidak seperti biasanya.Biasanya jika Rio keluar negeri anak buahnya atau Henri akan mengemas pakaiannya namun kali ini dia sendiri mengemasnya.
Selepas selesai Rio bersiap untuk bergerak ke mansion Ayraa karena mereka udah janjian bahwa Rio akan ke sana dan berangkat bareng dengan yang lain.
Henri yang disuruh mengemas pakaiannya merasa heran namun dilakukan olehnya.Selepas selesai dia menunggu Rio di ruang tamu.Melihat kedatangan Rio Henri bangkit dan menuju ke arahnya untuk mengambil koper milik Rio.
“Nggak usah.Bawain kopermu saja.Aku bisa membawa sendiri”tolak Rio.
“Ayo kita berangkat”ajak Rio yang diikuti Henri yang berada di belakangnya denganmembawa kopernya.
“Henri kita berangkat dengan Pak Mun aja lebih senang.Kita nggak usah repotin Pak Mun buat ambilin mobil nanti”perintah Rio kepada Henri.
“Baiklah tuan muda”jawab Henri sambil menelefon Pak Mun supaya menghantar mereka ke mansion Ayraa terlebih dahulu sebelum ke bandara.
Setelah beberapa menit kemudian Pak Mun tiba di apartment Rio dengan mobil Rio yang telah diambil di mansion William yang tidak didiami oleh Rio kerna Rio nggak mahu mengenang kisah silam kematian kedua orang tuanya di rumah tersebut.
Mereka berangkat sekitar jam 10:30.Rio sebernanya mempunyai agenda yang penting untuk lusa namum ditangguhnya agar dia dapat meluangkan masa bersama sang kekasih hatinya.
Henri yang masih tidak tahu hendak ke mana memberanikan dirinya untuk bertanya kepada Rio dengan pelan.
__ADS_1
“Maafkan saya karena lancang tuan muda.Namun bisa saya nanya kita mahu ke mana??”tanya Henri pelan.
“Kita akan bercuti di Bali sama Ayraa dan keluarga serta sahabatnya mungkin”jawab Rio acuh.
Henri hanya diam selepas mendapatkan jawapan dari tuan mudanya.Namun tiba tiba dia teringat akan jadual padat mereka besok dan lusa.
“Tuan muda bukankah jadual kita padat pada besok dan lusa??”tanya Henri perlahan.
“Bagi aku sekarang Ayraa penting untuk aku.Jadi aku nggak kesah sama jadualku yang padat dan aku juga telah nyuruh Karin untuk tangguhin semua agenda aku besok dan lusa”jawab Rio santai.
“Baiklah Tuan Muda”kata Henri sopan.
Henri tidak membantah karena dia tahu akan sia sia jika dia membantah dan memaksanya.Henri hanya diam di sepanjang perjalanan ke mansion Ayraa.
Sedangkan di mansion Ayraa
Ayraa yang sudah selesai mengemas kopernya membawa turun kopernya dan berkumpul dengan yang lain di ruang tamu.
“Mom Dad apa kalian udah siapin semuanya??”tanya Ayraa mendekati mereka berdua.
“Kami udah sayang.Ini lagian nunggu kamu siap aja”jawab Sri tersenyum.
“Apa bisa kita nunggu Rio duluan??Temanku yang lain juga akan berangkat terus ke bandara”tanya Ayraa.
“Bisa aja lagian jadual penerbangan kita masih lama dah sekitar 3 jam lagi.Mommy nggak masalah jika menunggu Rio kok”jawab Sri.
“Thank you mommy cayangg”manja Ayraa.
__ADS_1
“Anak perempuannya mommy kok manja begini??Ntar udah mahu nikah,malah kok masih manja!!”canda Sri.
“Hehehehe mommy.Aku juga akan tetap menjadi anak mommy selamanya”kata Ayraa.
“Iyaa kamu tetap akan jadi anak kesayangan mommy”kata Sri membenarkan ucapan Ayraa.
“Oh ya mom.Apa kakak udah berangkat duluan??”tanya Ayraa kepada Sri.
“Udah kok,kak Rico pamit duluan karena dia mahu menjemput Tania duluan jadi sebab itu dia berangkat duluan”jelas Sri.
“Oooo”jawab Ayraa.
Tidak lama kemudian,Rio tiba ke pekarangan mansion Ayraa.Ayraa yang mengetahui itu bangun dan berjalan mendekati mobil sang kekasih.
Ayraa mendekati Rio dan berlari ke arahnya.Rio menyambut Ayraa dengan mesra.Rio mengusap rambut Ayraa dengan lembut.
“Sayang kamu udah siap??Kalau udah ayo kita berangkat aja.Panggilin om dan tante duluan gihh.Apa mahu aku teman??”tanya Rio.
“Ayo kita masuk duluan.Keberangkatan kita masih lama lagi”ajak Ayraa.
Rio hanya mengikuti Ayraa tanpa membantah.Ayraa menarik mereka karena dia tidak mendapat sebarang penolakan daripada Rio.
Sedangkan lagi lagi Henri diabaikan oleh dua sejoli itu.Henri menghelakan nafasnya lalu kembali ke dalam mobilnya untuk menunggu Rio.
...Bersambung✨...
Maaf ya karena udah lama nggak updatenya.Aku sedikit sibuk dengan tugasan harian aku.Maafin ya semuanya.Aku akan berusaha untuk updatenya lebih kerap lagi ya.Sekali lagi aku minta maaf ya.
__ADS_1
Jangan lupa untuk tinggalkan jempol kalian di akhir membaca ya.Terima kasih atas semua dukungan ya🙃
Syzlnnfzhh💜