
Ayraa diam dan menangis dalam diam.Dia tidak membalas perkataan Alea yang terakhir karna merasakan dia benar benar salah karna telah meragukan suaminya sendiri.
"Maafkan aku hubby"lirih Ayraa sebelum menutup kedua matanya.
"Ayraaa"pekik Alea karna kaget Ayraa yang tiba tiba ngga sadar.
...****************...
Alea menjerit meminta bantuan dari dalam.Pengawal yang mendengar jeritan Slea segera masuk ke dalam.
"Apa yang terjadi??"tanya pengawal itu.
"Nona Muda pengsan.Panggilin dokter dan tuan muda.Cepatan"gesa Alea membuat para pengawal berlari mencari keberadaan tuan mudanya dan yang tersisa memanggil dokter dan juga menjaga pintu kamar Ayraa.
"Tapi dokter ngga boleh masuk.Tunggu Tuan Muda duluan karna Tuan Henri udah melarang siapapun yang masuk"tegas Felix membuat seorang yang di situ mengeluh kesal.
Tidak lama kemudian,kedengaran derap kaki dari arah bertentangan kamar Ayraa.Rio berlari ke arah kamar tersebut diikuti yang lain.
"Cepatan masuk dan periksa istriku"marah Rio karna dia sudah khawatir apa apa terjadi sama istrinya.
"Rio tenang"pujuk Henri.
Rio mengendahkannya dan memilih memasuki kamar Ayraa tanpa mempedulikan tatapan dokter dan perawat.
Dokter di dalam kamar itu merasakan tekanan yang luar biasa karna mereka sedar akan kedudukan mereka akan terancam jika salah sedikit aja.
"Bagaimana??"tanya Rio dengan datar.
"Nona Muda baik baik aja tetapi sesuatu yang aneh telah terjadi.Keadaan sedikit kritis.Jadi bisa kita bercakap berdua saja??"jawab sang dokter dengan mengedipkan matanya agar Rio tahu akan keberadaan musuhnya di dalam ini.
"Baiklah.Kalian semua tinggalkan aku di sini.Sekarang"perintah Rio yang ngga bisa digugat oleh siapapun.
"Dasar emang apa yang terjadi?"batin seseorang di kamar itu.Dia menantikan kondisi Ayraa ketika ini namun diurungkan karna harus keluar dari sini.
Semua orang menurut perintah Rio ysng ngga bisa digugat sama sekali.Tinggalkan Rio,Ayraa dan Dokter Neo.
Untuk sekilas info,Dokter Neo adalah rakan baik kepada Dokter Miko dan dialah bertanggungajawab menjaga kondisi mereka semua selama bercuti.Neo juga rapat sama Rio walaupun ngga serapat yang lain sih karna Neo dari dulu dia belajar berlainan sama yang lainnya.
"Jelaskan"datar Rio menatap ke arah Ayraa masih terbaring.
"Salah seorang perawat tadi ada yang menyamar.Karna itu aku menyuruh kamu mengusir semua keluar agar dia ngga tahu aku telah menyadarinya.Keadaan Nona Muda masih di bawah pemantauan bukan karna obat itu tapi tentang mentalnya.Rio kamu harus usahain jangan bikinnya emosi terus.Dia tertekan malah dia ngga bisa berfikir jernih jika terus begini.Kamu harus mengerti keadaannya sebelum ketemu kamu bagaimana dan apa yang harus dia lakuin sekarang.Itu jelas mahh beda Rio.Kamu harus berikan perhatian tentang mentalnya.Aku tahu kamu pasti mengerti jadi yaa bisa kamu jaga dia baik baik"jelas Neo panjang lebar membuat Rio melamun jauh.Dia bukannya ngga mahu fahami Ayraa tetapi kejadian ini bukannya kehendaknya.
"Iya aku mengerti.Selain itu apa ada lagi??"tanya Rio.
"Ngga hanya itu jadi aku mahu kamu fokus sama keadaannya.Fikirin lah keadaannya"jawab Neo lalu pamit untuk keluar.
"Kamu nyuruh mereka carikan makanan untuk semua.Minta mereka pergi sekali dan tinggalkan beberapa pengawal dan selebihnya bawalah bersama"perintah Rio sebelum Neo keluar dari sana.Neo mengangguk lalu keluar dan memyampaikan perintah Rio kepada Henri lalu pamit untuk mengerjakan tugasnya di sini.
"Tuan muda nyuruh kita untuk mencari makanan untuk semua dan bawain beberapa pengawal bersama dan selebihnya tinggalkan di sini untuk berjaga"seru Henri mendekati Albert,Erudian dan Alea.
__ADS_1
"Hurm baiklah.Aku ngga masalah samanya"setuju Erudian karna dia memang merasakan lapar dari tadi hanya aja dia menahannya.
"Aku ngga punya pilihan"pasrah Alea karna dia memang ngga mahu ikutan mereka karna malu dia seorang perempuan di antara mereka.
"Ayo kita berangkat"ajak Albert lalu mereka memutuskan untuk berangkat segera agar tidak mengambik waktu yang lama.
Di kamar Ayraa
Ayraa terjaga karna merasakan haus.Dia bangun dan mencoba melihat seklilingnya.Rio yang memyadari itu segera mendekati Ayraa.
"Sayang.Kamu udah sadar"sapa Rio.
"Hubby....Aku haus"pinta Ayraa lirih.
"Bentar yaa aku tuangkan"seru Rio lalu segera memgambil gelas dan menuangkan air lalu memberikannya kepada Ayraa.Ayraa menerima dan meneguknya tanpa sisa.Dia kemudian memberikannya kembali kepada Rio.
"Kamu kemana tadi??"tanya Ayraa karna seingatnya Alea yang menemaninya.
"Aku keluar untuk bereskan sesuatu hal"jawab Rio dengan lemah lembut sambil mengusap pipi Ayraa.
"Im sorry"lirih Ayraa tiba tiba.
"Emang kenapa sayang"balas Rio mengecup bibir Ayraa singkat.
"Karna marah marah sama kamu"lirih Ayraa menunduk.
"Udah udah jangan mikirin terlalu berat.Aku ngga mahu kamu terbebani lagi.Aku ngerti sama kamu.Udah udah sayang ngga usah mikir"tegur Rio tersenyum.Ayraa mendongak ke arah Rio dengan mata berkaca kaca.Dia memeluk Rio dengan erat.
"Maafkan aku hubby"lirih Ayraa.
"Sayang udah.Jangan nangis mulu.Aku beneran ngga marah sih sama kamu.Stop nangisnya"pujuk Rio memeluk Ayraa selepas mengecup singkat bibir Ayraa.Setelah puas menangis Ayraa akhirnya tenang di pelukan Rio.Dia melihat kawasan ruanganya yang kelihatan hening.
"Jadi di mana yang lain??"tanya Ayraa memandang ruangannya yang kosong.
"Aku nyuruh mereka beliin makanan untuk semua orang.Kenapa??Kamu mahu apa apa??"balas Rio.
"Ngga hanya aja bingung.Tadinya seingat aku ada Alea yang menemani aku kok jadi kamu.Dan kenapa aku diinfus"seru Ayraa tidak mengingati dirinya pengsan karna kelelahan.
"Kamu ngga ingat apa apa sayang??"tanya Rio bengong.
"Ngga aku ngga tahu kenapa aku bisa diinfus segala.Bisa cabut ngga??Risih"pinta Ayraa memelas karna dia memang ngga suka diinfus.
"Kamu baru aja pengsan.Dan infus itu pentung buat kamu.Badan kamu lagi lemah"jelas Rio membuat Ayraa merengek minta dilepaskan infus.
"Hubby please cabutin infus ini.Aku ngga nyaman"rengek Ayraa membuat Rio tersenyum dan mengelus rambutnya pelan.
"Ngga sayang.Kamu masih lemah jadi kamu perlukan infus dan cecair itu.Jangan nakal kalau ngga mahu sakit lagi"pujuk Rio.
"Tapi hubby....."rengek Ayraa membuat Rio menghela nafasnya dan mulai mendekati Ayraa dan ******* bibir Ayraa dan menikmati bibit mungil itu.
__ADS_1
"Ihh apaan??"malu Ayraa menolak dada Rio menjauhinya.
"Diam.Jangan begitu lagi.Kamu bikin aku ngga tahan"goda Rio membuat Ayraa merona malu.
"Hubbyy!!"pekik Ayraa memukul pelan dada Rio.
"Aduh aduh...Iya iya maafin aku.Kamu sih gemasnya minta ampun"kalah Rio membuat Ayraa tertawa.Mereka berdua tertawa bahagia.Setidaknya Rio gembira karna Ayraa udah mulai tenang.
Skip di tempat lain....
"Bagaimana bisa terjadi???"marah lelaki itu yang dikenali sebagai bos mereka.
"Maafkan kami Tuan Muda.Mereka bergerak dari dalam.Kali ini mereka mengincar Nona Muda William sebagai tebusan untuk Tuan Muda William serahkam semua hartanya dan juga kedudukan di dunia mafia"tunduk anak buahnya menerangkan apa yang telah terjadi.
"Bantuin mereka dari jauh dan pastikan aman.Jangan membahayakan salah seorang dari mereka.Jangan kecolongan lagi"perintah lelaki itu memendam amarah.
"Dan sepertinya kedua hyungnya mengikuti mereka dan menyusul mereka dengan membawa beberapa pengawal sebagai keselamatan"ujar anak buahnya.
"Gion??"tanya lelaki itu.
"Bukan Tuan Leon dan Tuan Ditrain"ujar anak buahnya itu.
"Baiklah kamu bisa berundur dan pastikan semuanya aman aman aja tanpa kendala.Jika ada apa apa maklumkan SEGERA kepadaku"tekan lelaki itu lalu mengusir mereka dari sana.
"Apa ini masa yang sesuai untuk aku tunjukkan diri aku??"tanya lelaki itu pada dirinya sendiri.
Skip kepada mansion utama William.
"Mommy bisa ngga mom stop sama rencana mommy untuk misahin kakak sama istrinya???Mereka udah bahagia mom.Ngga seharusnya mom campur tangan begini!!"tegur Mike karna dia ngga sengaja mendengar perbualan Julia sama Audrey sebelum mendekati sang Mommy.
"Kamu ngga tahu mommy lakuin ini untuk kakak mu juga.Mom ngga mahu dia tersiksa dan ngga bahagia sama istrinya yang ngga tahu asal usul sepertinya"jelas Julia membuat Mike emosi.
"Mommy benar??Takut kakak tersiksa atau karna harta kakak ipar??"sinis Mike.
"Udah la mommy.Aku ngga mahu kamu kecewain kakak sampai dia ngga mengaku kita sebagai keluarganya.Ingat mom kita hanya menumoang di sini.Dia sepenuhnya berhak ke atas harta William dan semua kemewahan di keluarga kita ini.Jangan terlalu sombong dan lena dalam kemewahan ini mom"pesan Mike lalu meninggalkan Julia sendirian.
"Dasar anak ngga tahu untung"maki Julia karna emosi.Dia menghentakkan kaki lalu meninggalkan ruang tamu itu.
...Bersambung.......
Harap kalian terus beri dukungan kepada aku ya.Dan jangan lupa vote novelku ini di acara lomba yang tentera di profile novelku.Vote ya jangan lupa.Aku nunggu voting dari kalian.
Dan jangan lupa ngelike episode episode yang baru aku update supaya semangat aku berkobar kobar untuk menulis ya.
Sekali lagi aku tulus mohon maaf atas ketidakhadiran aku di novel ini setiap hari ya.Aku akan usahain updatenya.
Jangan lupa vote juga ya dan rajinkanlah menyumbang hadiah kepada novelku karna giveaway kedua akan dimulai jika novelku meningkat ya.....
Untuk readersku di sana,jagalah kesihatan kalian mumpung sekarang lagi musim covidnya belum berakhir.Jaga kesihatan kalian ya....Hargai oramg disekelilingmu selagi dia ada dan nggak meninggalkan kamu❤
__ADS_1
Love dari author kesayangan kalian......
syzlnnfzhh:)