
"Aku hanyalah penganti.Penganti tetap penganti.Lihatlah bahkan dia nggak peduli aku cuek samanya.Apa harus pergi aja dari semua masalah ini??Huhh aku capek.Dari Daddy,Rio nanti apa lagi??Aku capek menjadi kuat"tangis Ayraa semakin kuat.
"Jangan bilang begitu Raa.Aku yakin Rio sangat menyayangimu.Jangan bilang itu"tegur Anna.
"Lea bisa bawa aku dari sini??"tanya Ayraa membuat semua terdiam.
"Apa maksudmu??"bengong Alea.
"Aku mahu pergi dari sini.Aku mahu pergi dari semua masalah ini.Aku nggak rela jadi penganti"lirih Ayraa menunduk.
"Raa jangan gila.Rio pasti membunuhku jika tahu aku membawa kamu pergi"cicit Alea ketakutan.
"Aku mengerti.Biar aja aku pergi seorang tanpa ada yang mengetahui keberadaan aku"lirih Ayraa..
"Raa kamu baru aja nikah.Masa kamu mahu jauh dari Rio"tegur Alesya nggak setuju sama keputusan Ayraa.
"Apa kamu tahu??Rio bahkan sangat menyayangi mantannya.Semua barangannya masih ada.Dia menyimpannya.Bahkan gitar itu adalah gitar kesayangan mantannya Lea.Kamu tahu kan maksudku Kiara??Aku capek jika harus terluka.Apa aku nggak berhak bahagia??"pekik Ayraa sehingga suaranya terdengar hingga ke luar.
"Tenang Ayraa jangan emosi begini"tegur Anna memeluk Ayraa yang masih menangis.
"Tolongin aku pergi dari sini Lesya,Kia,Lea,Naa"pinta Ayraa memelas membuat semua orang saling memandang satu sama lain.
...****************...
"Apa kamu yakin dengan keputusan kamu Ayraa??"tanya Alea.
"Iya Raa semua bisa dibicara baik baik.Nggak usah kabur seperti ini"tambah Anna.
"Tapi aku perlukan masa.Hati aku terlalu sakit untuk sekarang.Aku harap kalian bisa faham situasi aku"lirih Ayraa menunduk.
"Aku nggak mahu terbabit Raa.Kamu tahu Rio jika mengamuk bagaimana"tolak Alesya.
"Baiklah jika kalian nggak mahu aku akan pergi sendiri tanpa kalian tahu aku di mana"ancam Ayraa.
"Raa jangan gini dong.Bagi Rio kesempatan.Jangan tuduh melulu.Aku yakin dia benar benar cinta sama kamu"pujuk Anna.
"Beri aku ruang untuk tenang"pinta Ayraa.
"Baiklah jika kamu mahu pergi aku akan menolong kamu"pasrah Alea.
"Aku hanya bisa nolong kamu tutup mulut aja.Nanti aku akan transfer wang untuk kebutuhanmu karena aku yakin mereka bisa melacak kamu jika gunakan kartumu"balas Anna dan Alesya.
"Kakak apa yakin??"tanya Kiara.
"Aku yakin dan aku pasti akan kembali jika hatiku udah mulai tenang"balas Ayraa dengan penuh keyakinan.
"Jika itu keputusan kakak,aku nggak bisa kata apa apa"pasrah Kiara.
"Tapi nggak sekarang ya Raa.Masih ramai di luar"tegur Alea.
"Baiklah aku ngerti"balas Ayraa.
Sedangkan di luar ruangan,Gion mendekati Rio yang terduduk di kerusi sambil mengacak rambutnya frustasi.
"Kamu harus sabar menghadapi kakak ipar Rio.Dia masih muda.Sifatnya mungkin sedikit manja karena itu kamu harus faham sama sikapnya"tegur Gion.
"Tapi aku juga nggak bisa terus begini.Dia meragukan cinta aku Hyung"balas Rio.
"Itu karena sikap kamu Rio.Kamu merahsiakan semuanya dari Ayraa"celetuk Ditrain dari belakang.
"Aku cuma nggak mahu dia salah faham"lirih Rio.
"Karena kamu nggak mahu ungkapin dia menjadi ragu sama cinta kamu Rio.Kamu harus ingat perempuan perlukan kejujuran dalam hubungan.Mereka nggak suka dibohongin.Kamu harus jujur tentang masa lalumu kepadanya"tegur Leon.
"Tapi hyung aku udah cerita alasannya.Dia tetap aja meragukan aku"tutur Rio.
"Ayraa sukar ditebak Rio.Aku kenal adikku.Dia jarang meluahkan apa yang dia rasa.Bahkan jika dia kesakitan dia akan mengatakan dia baik baik aja.Itu sifatnya yang bikin aku dan mommy kesal.Dia nggak mahu orang khawatir samanya tapi dia mengorbankan perasaannya,hatinya.Dia jarang berbaur sama keluarganya karena kami masing masing sibuk urusan masing masing.Bukan hanya kamu,kami sekeluarga yang udah tinggal lama samanya masih belum kenal sepenuhnya dirinya.Dan jangan salah faham tentabg kejadian daddyku itu juga aku dan mommy nggak tahu apa apa.Seperti yang aku bilang,Ayraa pandai dalam memendam"jelas Rico yang baru mendekati mereka.
"Dengar itu Rio.Ayraa perlukan perhatian kamu.Kamu harus faham keadaannya.Dia perlukan lelaki yang faham akan dirinya bukan dia yang fahami perasaan lakinya"tegur Charles.
"Aku akan cona hyung"cicit Rio.
"Bukan mencoba.Apa kamu pikir ini berkas apa??Ini tanggungjawab kamu Rio.Jangan sampai dirinya sudah nggak percaya sama kamu"kesal Leon.
"Jangan sampai dia meninggalkan kamu hyung"tutur Erudian membuat Rio marah.
__ADS_1
"Aku nggak akan biarkan dia pergi"marah Rio.
"Aku hanya mengingatkan hyung.Kalian pasti tahu kecerdasan kakak ipar.Dia bisa lakuin apa apa"bela Erudian.
"Benar apa yang dikatakan Erudian"bela Rico.
"Ayraa seorang keras kepala.Keputusannya tidak bisa digugat sama sekali"sambungnya.
Selepas mendengar pesanan dari mereka semua,Rio akhirnya memberanikan diri untuk masuk ke dalam ruangan.Kedatangan Rio membuat suasana makin hening.Ayraa mengacuhkannya.Rio mendekatinya membuat Alea,Anna,Alesya dan Kiara berinsiatif untuk keluar.
"Sayang maafin aku"lirih Rio.
"Untuk apa?Nggak usah.Aku nggak marah"balas Ayraa.
"Apa Ayraa habis nangis??"gumam Rio menatap mata sembap Ayraa.
"Maafin aku sayang.Aku hanya nggak mau kamu sakit sayang.Please fahami aku"lirih Rio.
"Aku fahami kamu.Jadi siapa mahu fahami aku.Udahlah biarkan aku rehat.Kamu keluar sana"usir Ayraa penuh emosi.
"Aku sadar diriku hanya penganti bukan sesiapa jadi nggak usah khawatir sama kamu.Tinggalkan aku sendiri"lirih Ayraa.
"Sayang jangan katakan itu.Hatiku sakit.Kamu belahan hati aku.Kamu hidupku.Jangan katakan begini.Aku nggak mahu kehilangsn kamu lagi"pujuk Rio memeluk Ayraa erat.
"Maafkan aku sayang.Aku nggak bermaksud untuk sakitkan kamu sayang.Jangan diamin aku begini.Please sayang"pinta Rio.
"Biarkan aku pergi"ujar Ayraa membuat Rio marah.
"Apa maksudmu sayang??"tanya Rio mencoba mengawal emosinya.
"Biarkan aku pergi dari kehidupanmu untuk sementara.Aku mahu tenangkan diri aku.Aku harap kamu mengerti"lirih Ayraa.
"Nggak.Aku nggak akan biarkan kamu pergi.Aku nggak mahu kehilangan kamu.Please sayang pergi dari kehidupan aku.Aku nggak sanggup"pinta Rio.Ayraa hanya diam membuat Rio memutuskan untuk keluar tenangkan diri.
"Aku keluar duluan.Tenangkan fikiran kamu.Nanti sore kamu akan keluar dari rumah sakit ikut sama aku.Jangan minta pergi karena aku nggak akan izinkan"lirih Rio sebelum keluar.
"Maafin aku tetapi aku harus pergi"gumam Ayraa menatap punggung Rio yang semakin menghilang di balik pintu.
"Alea teruskan rencana mu itu sekarang.Rio udah keluar"suruh Ayraa setelah menelefon Alea.
"Iya Alea.Aku mahu tenangkan diri aku"yakin Ayraa.
"Baiklah tunggu di situ"balas Alea pasrah.
Flashback...
"Apa kamu udah yakin Ayraa??"tanya Anna.
"Iya sangat yakin"balas Ayraa.
"Baiklah tapi kita harus ada rencana untuk kamu keluar dari sini"pasrah Alesya.
"Begini aku punya idea tapi aku nggak ada barangnya"seru Alea.
"Apa??"tanya mereka serempak.
"Kita perlukan baju nurse untuk ke sini.Tapi perlunya dua.Ayraa dan aku.Mula mula aku yang akan masuk menyamar menjadi nurse untuk periksa Ayraa kemudian aku masuk dan akan tukar pakaian sama Ayraa.Ayraa akan keluar gunakan baju nurse itu.Tak lama kemudian,aku akan keluar dengan baju aku sebagai Alea.Ini untuk mengacaukan pandangan dan fokus pengawal itu"terang Alea.
"Aku bisa minta sama nurse di luar"seru Kiara
"Baiklah kami serahkan kepada kamu Kia"senyum Ayraa.
"Baiklah kalian keluar duluan.Nanti aku akan beritahu tentang rencana seterusnya"pinta Ayraa.
"Baiklah"ujar mereka.Dan tak lama selepas itu,Rio masuk ke ruangan membuat semua diam seketika takut kedengaran Rio.
Flashback off...
"Aku harap ini yang terbaik untuk kita hubby.Berbahagialah hubby"lirih Ayraa menahan tangisnya.
Sedangkan di luar ruangan,Alea telah menganti pakaiannya dengan pakaian nurse dan juga masker agar pengawal itu tidak curiga.
"Permisi saya ke sini untuk periksa Nona Muda sebelum discharge"pinta Alea dengan mudah pengawal untuk memberi izin.
"Yess"pekik Ayraa gembira melihat Alea memasuki kamarnya.
__ADS_1
"Ini bajunya.sSekarang kamu salin di sana cepat sebelum Rio datang"suruh Alea.
"Baiklah"balas Ayraa mengambil lalu dengam cepat menganti pakaiannya.Alea memutuskan untuk keluar sekalian sama nurse a.k.a Ayraa itu agar semuanya berjalan cepat.
"Siap??Ayo"ajak Alea.
"Bentar ya.Aku mahu meletakkan surat di kasur"cegah Ayraa.Selepas itu,mereka keluar dari ruangan itu.Tanpa disoal,mereka berjaya lolos dari pengawasan pengawal itu.
Sedangkan Rio berada di kamar sebelah di mana dia sedang mendengar penjelasan Dion tentang kejadian di pestanya.Dia masih tidak menyadari kepergian Ayraa.
Rico,Kenzo dan David pamit karena mereka masih ada urusan yang harus diselesaikan dan akan melawat di lain waktu.
"Berdasarkan bukti bukti ini,pelakunya adalah Nona Audrey"ujar Dion.
"Apa maksudmu??"tanya Albert dari belakang.
"Nona Audrey mulai tertarik dengam tuan muda dan melnacarkan aksinya dengan memberi racun kepada nona Ayraa lalu dia akan mengambil kesempatan ini meraih simpati Nyonya Besar selepas kematian Nona Ayraa yang direncanakan"jelas Dion membuat Rio semakin marah.
"Tunggu jangan menangkapnya lagi.Ingat sama ayahnya.Walaupun kita bisa melawannya kita harus rancang agar keluarga mereka akan hancur tanpa sisa"cegah Leon.
"Kamu benar.Aku setuju"sokong Ditrain.
"Baiklah.Dion kamu cari bukti kesalahan mereka agar mereka akan jatuh tanpa bisa bangkit lagi"perintah Rio.
"Baiklah tuan muda.Saya permisi"pamit Dion untuk menjalankan perintah Rio.
"Pergilah jangan mengecewakan aku"balas Rio lalu melangkah keluar untuk melihat Ayraa.Dia memang tidak mengetahui tentang kepergiaan Ayraa.
Rio memasuki kamar itu dan mendapati Ayraa tidak ada di kasurnya.Perasaannya menjadi nggak enak.Dia terus mencari Ayraa di kamar mandi tetapi tiada sesiapa di sana.Rio keluar menemui pengawal yang berjaga di sana.
"Di mana Ayraa??"marah Rio yang membuat Gion dan yang lain keluar.
"Rio ada apa??"tanya Albert.
"Di mana Ayraa??"Rio mengulang persoalannya kepada pengawal yang ketakutan itu.
"Di dalam tuan muda.Nggak ada sesiapa yang keluar tadi"cicit pengawal itu ketakutan.
"Dasar nggak becus"murka Rio terus menumbuk pengawal itu membuat semua kaget.
Gion meleraikannya dan membawa Rio duduk dan bertenang.
"Rio tenang.Ada apa??"tanya Gion.Belum sempat Rio bicara Albert keluar dan menjawabnya.
"Kakak ipar sudah pergi"lirih Albert sambil memberi surat yang ada di kasur Ayraa.
"Ini surat yang ditinggal untuk kamu"serah Albert membuat Rio membeku.
"Apa ini maksudnya dengan pergi??"batin Rio memandang surat itu.
Rio mengambil dan membacanya.
"Hubby aku minta maaf karena kepergiaan aku ini.Aku tahu kamu pasti marah dan kecewa sama aku.Tapi maaf aku harus pergi.Berikan aku masa untuk tenangkan diri aku.Begitu banyak masalah yang kita lalui.Tambah pula hati kamu bukan milik aku sepenuhnya.Hahahaha aku terlalu tinggi melayang membayangkan cintamu dan hatimu hanya untuk aku.Tapi aku salah.Kamu bukan sepenuhnya milik aku.Aku sadar aku hanya penganti untukmu.Maaf hati aku masih sakit buat masa ini.Dan aku pikir kamu pasti nggak peduli sama kepergiaan aku.Bahagialah kamu selama aku tiada dan jika kamu mahu nanti aku akan uruskan perceriaan kita.Maaf tapi aku merasa lebih baik kita mengakhirinya sebekum terlalu jauh.Maaf hubby aku pergi karena aku nggak sanggup menahan sakit ini.Percayalah aku akan pulang jika hati aku mulai tenang atau sebaliknya akan ada surat dikirim kepadamu.Tebakla aku yakin kamu pasti bisa menebaknya.Aku harus oergi dan jangan mencariku.Maafkan aku karena aku yang paling tersakiti di sini.
^^^^^^Istrimu,Ayraa Adelia."^^^^^^
Rio menangis membaca surat itu.Dia menyesal karena mengabaikan penasaran Ayraa terhadapa mantannya sehingga salah faham ini terjadi.Dia meratapi semuanya.
"Aku udah salah hyung.Dia udah meninggalkan aku.Dia ragu sama cintaku"tangis Rio membuat semua yang ada turut terluka.Rio sangat sukar menangisi sesuatu dan ini membuat semua hanya bisa berdiam.
"Ji apa tadi ada yang masuk??"tanya Henri.
"Ada seorang nurse ke sini dan keluar bersama temannya nona"jawab lelaki yang bernama Ji itu.
"Teman??Apa kamu kenal yang mana??"tanya Henri.
"Nggak jelas tuan Henri karena dia menunduk semasa keluar"tutur Ji menunduk.
"Ini udah dirancang Rio"cicit Charles dari belakang.
"Apa maksudmu hyung??"tanya Rio tidak memahami.
"Baju Ayraa ada di kamar mandi.Nampaknya mereka menukar pakaian mereka sebelum keluar"cicit Charles.
"Ayraa kenapa kamu ninggalin aku"lirih Rio menunduk.
__ADS_1
...Bersambung✨...