
Setelah beberapa jam tertidur di bawah selimut sambil berpelukan,Rio terjaga karna merasakan dahaga.Dia coba melepaskan pelukannya dengan pelan agar Ayraa tidak terjaga dengan gerakannya.
"Huhh...Ini jam berapa yaa???"gumam Rio mencari ponselnya untuk melihat jam.
Dia bangun mencapai ponselnya di sofa dan mengambil air di kulkas.Dia tersenyum melihat Ayraa yang masih terlelap di kasur.Dia memutuskan untuk mandi menunggu Ayraa bangun
Akhirnya Ayraa bangun karna suara air dari kamar mandi.Dia meregangkan ototnya yang kaku.Dia duduk dan hampir aja melupakan badannya yang masih polos.
"Astaga...Aku nggak berpakaian...Ini pasti ulahku tadi malam"gumam Ayraa terdiam lalu membetulkan selimutnya kembali.
"Sayang kamu udah bangun??"tanya Rio yang baru aja selesai mandi.
"Hurmm....ambilin aku handuk..Mahu mandi..Gerahhh"pinta Ayraa memelas.
"Iya iya bentar"balas Rio berjalan mendekati wardrobe untuk mengambilnya.
"Ini handukmu.Sana mandi dan kita akan turun makan nanti..Dan selepas itu kita akan jalan jalan"seru Rio menyerahkan handuk kepada Ayraa.
"Makasih hubby"balas Ayraa tersenyum ceria lalu memakai handuknya dan berjalan ke arah kamar mandi.
"Tahan Rio jangan kebablasan lagi.Kasian istrimu"batin Rio bergelojak melihat kulit Ayraa yang putih mulus.Dia mengawal nafsunta yang naik dengan meminum air dan duduk di sofa.
Rio kemudian menunggu Ayraa di sofa karna dia tahu Ayraa pasti mahu menyediakan pakaian couple untuknya.
Tidak lama kemudian,Ayraa selesai mandi dan keluar dari kamar mandi dengan handuknya.Dia bingung melihat Rio masih tidak bersiap lagi sedangkan dirinya mengajak Ayraa jalan jalan.
"Hubby kenapa nggak bersiap??"tanya Ayraa pelik.
"Hurmm aku nungguin kamu.Kamu pasti mahu milih pakaian yang sama kayak aku jadi ya udah aku nungguin kamu milihin sekalian"jelas Rio tersenyum membuat Ayraa bahagia karna begitunya Rio sangat memahaminya.
"Sweetnya kamu hubby.Awas aja nanti aku jatuh cinta lagi sama kamu"ancam Ayraa lalu berjalan ke arah wardrobe.
"Itu yang aku mahukan sayang"pekik Rio agar Ayraa mendengarinya.
"Kamu mahu aku jatuh cinta sedalamnya pada kamu lalu kamu mahu meninggalkan aku begitu"tuduh Ayraa menongak kepalanya ke luar.
"Nggak begitu sayang"bantah Rio kemudian mendekati Ayraa untuk menjelaskan karna dia nggak mahu ada salah faham terjadi lagi.
"Aku hanya nggak mahu kamu ninggalin aku bila aku cinta mati sama kamu.Ntar aku yang tersakiti jika kamu udah bosan sama aku"lirih Ayraa lalu kembali masuk ke dalam wardrobe lalu menguncinya.
"Sayang bukain pintunya.Dengarin penjelasan aku duluan"pinta Rio mengetuk pintu wardrobe.
"Bentar biarkan aku pakai pakaianku duluan"sahut Ayraa dari dalam.
Rio terdiam di luar wardrobe menunggu Ayraa keluar dari sana.Sedangkan Ayraa menangis dalam diam di sana.
"Aku nggak bileh negative thinking sama suamiku.Ayolah Ayraa jangan cengeng"gumam Ayraa lalu memilih pakaiannya dan Rio.
"Ini bajumu"seru Ayraa sambil berjalan menjauhi Rio selepas memberikan pakaiannya.Ayraa telah siap dengan pakaiannya.
"Sayang dengarin aku duluan"pinta Rio membuat Ayraa menatapnya.Rio dapat melihat mata sembap Ayraa.
"Pakai duluan itu.Aku tunggu di sini.Jangam cemas aku nggak marah hanya bertanya"balas Ayraa merapikan rambutnya.Mahu tidak mahu Rio terpaksa menuruti permintaan Ayraa.Dengan langkah gontai dia memasuki wardrobe untuk menganti pakaiannya.
__ADS_1
Tidak lama kemudian,Rio keluar dari sana dengan pakaian yang telah dipilih Ayraa.Dia berjalan laju mendekati Ayraa di sofa.
"Sayangg"panggil Rio mengalihkan perhatian Ayraa yang tertumpu di ponselnya.Tetapi Ayraa tidak malas menanggapinya.Dia lagi nggak mood.
"Sayang"panggil Rio lagi dengan mengalihkan pandangan Ayraa agar memandanginya.
"Iya apa??"seru Ayraa santai tanpa menatap matanya.
"Dengarin aku dongg.Aku nggak akan ninggalin kamu walaupun kamu udah cinta mati sama aku.Aku sihh yang akan mati jika kamu ninggalin aku sayang.Jangan pernah berfikir aku akan ninggalin kamu karna itu nggak pernah terjadi"jelas Rio menyakinkan Ayraa agar mendengar ucapannya.Ayraa kembali diam tanpa ingin membalas ucapan Rio.
"Sayanggg jangan diamm dongg"rengek Rio mengoyangkan tangan Ayraa agar Ayraa tidak mencuekinya.
"Iya iya aku nggak marah kok.Hanya aja aku takut kehilanganmu.Aku takut aku nggak bisa hidup tanpamu lagi karna sejak aku kenal kamu aku banyak bergantung pada kamu"lirih Ayraa menatap mata Rio mencari keraguan di sana.
"Tidak sayang.Percayalah aku akan tetap bersama kami.Udah aaa jangan sedih lagi.Ayo keluar.Mereka pasti nungguin kita buat sarapan"ajak Rio mengalihkan perbiacaraan mereka agar Ayraa tidak terlarut dalam kesedihan ini.
"Iya ayo"balas Ayraa yang tahu Rio mengalihkan perbicaraan mereka agara dia tidak sedih.
"Ambillah tasmu itu dan ambilin sekalian ponselku di sana"pinta Rio menunjuk di mana ponselnya berada.Ayraa mengangguk lalu segera mengambilnya.Dia tidak sengaja membuka ponsel Rio dan terlihat fotomya sebagai wallpapernya.
"Sayang cepatan"gesa Rio melihat Ayraa senyum senyum.
"Iya bentar"sahut Ayraa segera berlari ke arah Rio.
"Hubby kamu memakai fotoku sebagai wallpapermu??"tanya Ayraa yang tidak menahan persoalannya.
"Iya.Wajahmu bikin aku tenang"jujur Rio membuat Ayraa tersenyum lucu.
"Ada ada aja kamu.Ya udah ayo"ajak Ayraa mengandeng tangan Rio lalu mereka keluar dari kamar dan terlihatlah Henri dan beberapa pengawal berjaga di pintu mereka.
"Udah udah sayang jangan senyum kepada mereka.Senyumanmu hanya untuk aku"protes Rio menarik Ayraa mendekatnya.
"Dasar aneh"umpat Ayraa tetapi hanya diam tanpa protes agar tidak berantem di sini.
"Udah Henri bawakan kami untuk sarapan"perintah Rio.Henri menunduk hormar lalu mulai memberikan jalan untuk mereka.Henri membawa mereka ke restoran hotel itu.Mereka mendekati ke arah Erudian,Albert dan Alea yang masih menikmati sarapan mereka.
"Kalian udah di sini"sapa Ayraa melepaskan gandengan Rio lalu mendekati Alea dan yang lain.
"Pagi Raaa"sapa Alea tersenyum.
"Pagi kakak ipar"sapa Erudian dan Albert.
"Pagi juga"balas Ayraa tersenyum.
"Ya udah sayang nggak usah basa basinya.Ayo kita duduk di sana"ajak Rio yang mahu berduaan dengan Ayraa.
"Nggak mahu aku mahu sama mereka"tolak Ayraa membuat Rio pasrah.Dia akhirnya duduk di sebelah Ayraa.Ayraa tersenyum dalam diam melihat Rio itu.
"Kamu mahu makan apa??"tanya Ayraa.
"Samain aja.Atau kamu aja milihnya"tutur Rio malas memikirkan menu.Ayraa memesan beberapa menu untuknya dan Rio dan tidak lupa juga untuk Henri.
"Hubby suruhin Henri gabung sama kita"bisik Ayraa.Rio mengangguk.
__ADS_1
"Henri kamu sini aja makan sekali.Istriku udah pesan makanan buat kamu"ajak Rio dengan nada tegas karna dia tidak mahu Henri menolak.
"Baiklah tuan muda"sahut Henri lalu duduk di sebelah Alea karna hanya itu yang kosong.
"Hubby nanti kita mahu ke mana??"tanya Ayraa.
"Kann udaa aku bilang terserah kamu.Kamu ratunya"balas Rio.
"Hurmm tapi aku nggak tahu di mana tempat yang menarik.Bentar aku google aja yaa"pikir Ayraa mengambil ponselnya dan mulai mencari tempat yang menarik.
Tidak lama kemudian,pesanan telah tiba.Ayraa tidak mengendahkan makanannya karna fokus menelusuri google.Rio mendecak kesal lalu mengambil ponsel Ayraa.
"Hubby"rengek Ayraa.
"Sayang no.Habisin makanan mu duluan.Ini udah sampai"tegur Rio membuat Ayraa cemberut.
"Sayangg"panggil Rio mengingatkan Ayraa bahwa ucapannya serius dan mengingatkannya.
Ayraa tidak mempedulikan Rio tetapi dia kembali bangun dan menukar tempatnya sama Henri.Rio hanya diam menatapnya karna dia nggak mahu ribut.Henri mahu tak mahu dia harus bangun dan ganti tempat sama nona mudanya.
"Raa kenapa kami bikin begitu??"bisik Alea.
"Biarin"cuek Ayraa lalu kembali makan sarapannya.Rio menatap lalu bangun meninggalkan meja makan padahal makannya baru separuh dihabisin.Ayraa menatapnya tetapi Rio tidak membalas tatapannya itu.Dia berlalu dari sana tanpa melihat Ayraa.
"Raa kamu sihh"tegur Alea.
"Aku hanya nggak mah dia begitu"lirih Ayraa meletakkan sendoknya di piring.
"Udah kakak ipar.Makan aja duluan.Hyung pasti marah jika makanannya nggak habis"seru Erudian.
"Hurmm iyaa"pasrah Ayraa mulai menyendok sarapannya walaupun pikirannya mulai teralih kepada suaminya yang nggak ada di situ.Dia sedar bahwa dirinya terlalu lebayy dan manja wajar aja kalau Rio risih samanya.
"Apa hubby akan ninggalin aku??"takut Ayraa karna dia benar benar menyesal sekarang.Dengan cepat dia menghabiskan sarapannya agar bisa menyusul Rio secepatnya.
"Aku susul suamiku yaa"pamit Ayraa segera berdiri setelah meneguk habis segelas jus di tangannya.Alea mengelengkan kepalanya dan membiarkannnya karna dia tahu Ayraa terlalu berlebihan kali ini kepada Rio.
...Bersambung🐣...
Outfit Rio sama Ayraa🐣
Harap kalian terus beri dukungan kepada aku ya.Dan jangan lupa vote novelku ini di acara lomba yang tentera di profile novelku.Vote ya jangan lupa.Aku nunggu voting dari kalian.
Dan jangan lupa ngelike episode episode yang baru aku update supaya semangat aku berkobar kobar untuk menulis ya.
Sekali lagi aku tulus mohon maaf atas ketidakhadiran aku di novel ini setiap hari ya.Aku akan usahain updatenya.
Jangan lupa vote juga ya dan rajinkanlah menyumbang hadiah kepada novelku karna giveaway kedua akan dimulai jika novelku meningkat ya.....
Untuk readersku di sana,jagalah kesihatan kalian mumpung sekarang lagi musim covidnya belum berakhir.Jaga kesihatan kalian ya....Hargai oramg disekelilingmu selagi dia ada dan nggak meninggalkan kamu❤
__ADS_1
Love dari author kesayangan kalian......
syazlinnafizah❤