
"Kamu marah lagi??"tanya Rio.
"Ngga.Aku hanya ingin seperti orang biasa"tutur Ayraa tersenyum.
"Iya iya aku lakukan apapun untukmu"gombal Rio.
"Hyung cepatan"teriak Erudian karna Rio masih tidak mengikuti mereka.
"Iya iya bentar.Cerewet banget"kesal Rio.
"Sayang ayo"ajak Rio menghulurkan tangannya kepada Ayraa.Ayraa mengandengnya dan mereka memasuki boat private yang disewa.
Tiba tiba.....
"Tuan muda"panggil salah satu bodyguard yang mengawal mereka.
"Ada apa??"tanya Henri sebelum Rio berbicara.
"Ada yang mengikuti kita.Dan kemungkinan mereka akan menculik Nona Muda tanpa disedari.Untungnya salah seorang dari kami mendengar percakapan mereka"jelasnya.
"Hubby"lirih Ayraa mengenggam erat tangan Rio.
"Sayang rilex ngga usah takut.Aku di sini.Ngga usah cemas yaa.Pleasee aku mohon"pinta Rio karna dia ngga mahu Ayraa terlihat lemah di hadapan musuhnya.Ayraa menunduk karna takut Rio memarahinya.
"Alea bisa jagain Ayraa di sini"pinta Albert lalu menarik Rio pergi dari sana tetapi dicegah Ayraa.
"Ngga.Hubby jangan ninggalin aku.Aku takut"pinta Ayraa memelas.
"Kalian bertiga uruskan duluan.Nanti aku menyusul"tegur Rio membuat mereka mengangguk lalu berlalu.
"Sayang ayo kita duduk di sana"ajak Rio membawa Ayraa memasuki kamar yang tersedia di dalam bot itu.
"Felix kamu jagain dia duluan"suruh Rio melihat Alea yang bengong sama situasi sekarang.
"Baik tuan muda"jawab Felix menunduk hormat.
Di kamar
"Sayang ayo bobok di sini"ajak Rio.
"Ngga.Kamu akan ninggalin aku kalau aku tidur"tolak Ayraa membuat Rio menghela nafasnya.
"Sayang pleasee turuti aku.Aku temanin kamu tidur yaa"pinta Rio membuat Ayraa terdiam.
"Kamu akan baik baik aja??"tanya Ayraa menatap kosong ke arah Rio.
"Ngga usah mikirin bukan bukan.Aku akan baik baik aja"pujuk Rio memeluk Ayraa.
"Aku hanya ngga mahu kehilangan orang yang aku sayang lagi"lirih Ayraa karna dia seakan pernah lalui peristiwa ini.
"Sayang ayo bobonya.Kosongin pikiran kamu.Nggak usah mikirin aku.Aku janji bakal jaga diri aku baik baik.Kamu sekarang tenang ya.Aku di sisi kamu"pujuk Rio membuat Ayraa semakin tenang dan akhirnya tertidur akibat terlalu banyak menangis.
"Aku janji akan jagain kamu sampai akhir nyawa aku"bisik Rio sebelum meninggalkan Ayraa.
"Kamu jagain Ayraa di dalem sana.Dia udah tertidur dan pastikan dia ngga terjaga sebelum aku kembali"tutur Rio yang ditujukan kepada Alea.Alea mengerti dan mengangguk kemudian pamit untuk masuk ke dalam.
"Felix kamu jagain mereka berdua dari luar dan jika bisa panggillah Will juga agar jika apa apa yang terjadi kamu masih punya back up dan ingat jangan berdiri di sini karna musuh akan tahu jika ada seseoarang yang penting di sinu.Kamu berjaga di tempat yang dekat tersembunyi"jelas Rio.
"Baik tuan muda"balas Felix menunduk hormat.
__ADS_1
"Aku serahkan istriku padamu"tutur Rio sebelum meninggalkan Felix.
Rio berjalan menuju ruangan yang diucapkan Albert sebelum dia membawa Ayraa ke kamar.Dia menghela nafasnya sebelum masuk ke dalam.
"Tuan muda"panggil Henri sebaik aja melihat Rio memasuki ruangannya.
"Jadi bagaimana??"tanya Rio tanpa basa basi.
"Mereka udah memanipulasi kita dengan seseorang pengawai di hotel kita tempati dengan mengancamnya.Pengawai itu telah diamankan dan musuh kita kali ini memang bahaya karna dia menginginkan kedudukan raja mafia"jelas Henri menunjukkan semua bukti yang dia perolehi.
"Jadi mereka memang udah ada di sini??"tanya Rio.
"Hurm iya.Menurut prediksi aku,mereka menyusup masuk sewaktu kita lengah dan mereka membayar orang dalam"jawab Albert menunjukkan beberapa rakaman CCTV yang menangkap kelibat antara mereka.
"Apa mereka udah bergerak??"tanya Rio.
"Ngga.Mereka hanya menginginkan Kakak Ipar untuk mengancammu.Dan kelihatan mereja sedang memantau keberadaan kakak ipar"jelas Erudian sedari tadi diam.
"Baiklah turuti segala langkah mereka dan jangan lengah.Aku ngga mahu apa apa terjadi sama istriku dan pastikan hyung ngga tahu"perintah Rio membuat Albert panik.
"Masalah itu Hyung Leon udah tahu karna anak buah mereka kirim memaklumkan kepadanya"tutur Albert menunduk.
"Yahhh pasti mereka akan lakuin sesuatu.Ya udah biarin aja.Perketatkan keamanan kita dan jaga diri kalian"tutur Rio kemudian duduk mengamati CCTV di kapal itu.
Skip di Jakarta.
"Hah??Apa??Mereka bagaimana??"khawatir Leon setelah mendengar laporan daripada anak buahnya.
"Mereka ngga lakuin apa apa pergerakan lagi Tuan Leon.Tuan Muda menunggu langkah musuhnya dulu"jelas Dion.
"Minta Henri perketatkan kawalan mereka dan pastikan mereka ngga lengah.Target mereka kakak ipar jadi awasi mereka.Pastikan semua aman.Dan Dion sediakan jet pribadi aku akan ke sana segera"perintah Leon dengan amarah.
"Iya"balas Leon singkat.
"Ya udah.Charles kamu mahu ikut??"tanya Gion sebelum memutuskan keputusan mereka.
"Ngga.Aku mahu awasi perusahan aja.Mungkin mereka akan menyerang perusahan jika ngga berhasil menangkap kakak ipar"tolak Charles.
"Hurm.Aku sama Charles akan kekal di Jakarta dan kalian bisa berangkat ke sana.Dan jangan lupa Dion sediakan beberapa anak buah untuk ke sana"putus Gion.
"Baiklah Tuan Gion.Kalau begitu saya pamit untuk siapkan semuanya"tutur Dion sebelum keluar dari sana.
"Aku pulang duluan"pamit Leon membuat semua mengelengkan kepalanya karna Leon jika berurusan Rio ngga ada sabaran sekali.
"Aku juga ikut Leon.Gion aku pergi duluan ya.Apa apa beritahu aja"pamit Ditrain.
"Hurm"balas Gion lalu duduk di sofa.
"Siapa kali ini??"gumam Charles didengari Gion.
"Black Roses"balas Gion.
"Junio??Dia ngga bisa diam sebentar sapa"keluh Charles bosen mendengar nama itu.
"Kali ini dia lebih berani karna dapat sokongsn dari luar"tutur Gion.
"Sokongan luar??Siapa??"kaget Charles.Gion hanya diam memerhati laporan ditangannya.
Skip kembali kepada Rio
__ADS_1
"Tuan muda kita udah hampir tiba di Pulau Waiheke.Apa teruskan berhenti atau bagaimana??"tanya Henri.
"Lakuin seperti biasa agar mereka ngga curiga sama kita.Aku ke kamar duluan.Dan amankan tempat duluan"tutur Rio melangkah keluar dari ruangan itu.Dia ngga mahu meninggalkan Ayraa terlalu lama karna dia tahu Ayraa masih trauma dan kaget sama situasi sekelilingnya.
"Ceklek"pintu kamar dibuka Rio.Alea kaget segera berdiri karna dia baru aja menormalkan dirinya.
"Kamu bisa keluar.Dan minta Felix menghantar kamu kepada Henri dan yang lain.Kita sudah hampir tiba"suruh Rio melangkahi Alea dengan mendekati Ayraa masih terlelap.
"Baik"balas Alea lalu permisi untuk keluar dari sana.
"Hmm maaf.Apa kamu Felix??"tanya Alea karna dia ngga tahu siapa pun di sini.
"Iya.Kenapa??"tanya Felix karna dia melihat tuan mudanya masuk ke kamar.
"Rio eh hm maksudku Tuan Muda nyuruh aku minta kamu bawain aku ke Henri"gugup Alea karna ditatap oleh Felix.
"Iya ikut aku.Kamu jagain kamar ini"perintah Felix sebelum membawa Alea ke tempat di mana Henri berada.
"Maaf tuan Henri.Ini tuan muda nyuruh aku bawain dia ke sini"tunjuk Felix.Karna takut ditatap Felix,Alea berlari ke belakang Henri.
"Heyy apa kamu lakukan??"datar Henri.
"Suruh dia pergi.Aku takut samanya"balas Alea.
"Felix kamu bisa pergi.Makasih"tutur Henri lalu membawa Alea masuk ke ruangan di mana ada Albert dan Erudian.
"Kamu kenapa??"tegur Erudian.
"Emang anak buah kalian seram banget yaa.Ya ampun jantungku copot"keluh Alea memegang dadanya.
"Emang ada anak buah mafia mukanya seperti barbie doll??"jengah Henri lalu duduk di sofa.
"Iya iya tapi haishh seramin banget tatapannys"lirih Alea.
"Dasar penakut"ejek Albert.
"Eh tapi bentar bentar.Kalian bertujuh ini asal Korea??"tanya Alea yang menyadari sesuatu.
"Apa maksudmu??"kaget Erudian karna takut identitasnya terbongkar.
"Maksudku......
...Bersambung.......
Harap kalian terus beri dukungan kepada aku ya.Dan jangan lupa vote novelku ini di acara lomba yang tentera di profile novelku.Vote ya jangan lupa.Aku nunggu voting dari kalian.
Dan jangan lupa ngelike episode episode yang baru aku update supaya semangat aku berkobar kobar untuk menulis ya.
Sekali lagi aku tulus mohon maaf atas ketidakhadiran aku di novel ini setiap hari ya.Aku akan usahain updatenya.
Jangan lupa vote juga ya dan rajinkanlah menyumbang hadiah kepada novelku karna giveaway kedua akan dimulai jika novelku meningkat ya.....
Untuk readersku di sana,jagalah kesihatan kalian mumpung sekarang lagi musim covidnya belum berakhir.Jaga kesihatan kalian ya....Hargai oramg disekelilingmu selagi dia ada dan nggak meninggalkan kamu❤
Love dari author kesayangan kalian......
syazlinnafizah❤
Ketemu lagi di lain hari dan lain episode
__ADS_1