
Rio meggunakan lift pribadi untuk memanggil Ayraa dan lainnya untuk makan siang.Di kamar Kiara,terdengar suara tawa mereka bertiga yang sedang bercanda ria.
Rio membukanya dengan perlahan dan menggelengkan kepalanya melihat kerenah adiknya yang sedang menunjuk gambar bayi dirinya sendiri.
"Apa aku menganggu??"tanya Rio mendekati Ayraa.
"Eh kakak"kaget Kiara.
"Ayo turun.Makan siang sekalian.Daddy dan yang lain udah menunggu di meja makan"ajak Rio.
"Baiklah"jawab Kiara menarik lengan Alea untuk keluar dan memberikan ruang kepada kakaknya bicara sama Ayraa.
"Apa seharusnya kita putus aja"lirih Ayraa membuat Rio melototinya.
"Apa katamu"tanya Rio memastikan.
"Apa kata kita p.....putus aja"lirih Ayraa menunduk.
"Ayraa Adelia lihat aku"paksa Rio.
"Aku nggak peduli sama bantahan Mommyku.Apa kamu tahu apa yang terjadi sama aku sewaktu Kakek Hermawan menjadikan aku sebagai cucu angkatnya.Mommy Julia memprotes sehingga dia mengupah orang untuk membunuhku.Untung saja sewaktu itu Henri mencurigai pergerakan pembunuh upahan itu.Tetapi apabila dia mengetahui aku pewaris William Corps dia pun berbaik dengan aku dan mengaturku seenak hatinya.Dan paling miris kematiaan kakek berpunca daripada Mommy Julia dan hal ini sehingga kini aku merahsiakan dari Daddy,Mike,dan juga Kiara"jelas Rio menahan sedihnya.Ayraa tidak tega melihat Rio menunduk menahan luka yang amat dalam.
Ayraa menghampirinya dan memeluk tubuh kekar Rio yang sok kuat.Rio membalas pelukan Ayraa dan mengeratkannya.
"Jangan ninggalin aku please"mohon Rio.
"Tapi mommymu nggak restuin hubungan kita"potong Ayraa.
"Dengar sayang.Aku nggak akan ninggalin kamu sekalipun mommy menyuruhku menjauhmu.Aku hormat sama Mommy karena jasa Kakek Hermawan yang tulus menjaga aku di kala aku meratapi kesedihan kematian Mama dan Papa.Please percayakan aku"jelas Rio sungguh sungguh.
"Hemm baiklah.Tapi ingat ya kalau kamu harus sentiasa jujur sama aku"ucap Ayraa.
"I will always be honest with you"janji Rio.
Mereka akhirnya keluar dan menuju ke meja makan untuk makan siangnya.Di meja makan semua orang telah menunggu namun mata Ayraa terarah kepada seorang wanita yang tidak dikenalinya.
"Rio ini Audrey calon istri kamu"ucap Julia memperkenalkan.
"Apaan sihh Mommy.Calon Istri aku cuma Ayraa dan wanita jalang ini nggak usah duduk di sebelah tempatku"sarkas Rio.
"Rio mommy nggak suka kamu begitu sama Audrey"tegas Julia.
"Baiklah jika itu mahumu NYONYA JULIA.Daddy aku sama Ayraa lunch di luar aja ya.Henri Alea ayo kita pulang"ajak Rio penuh penekanan.
"Kakak aku mahu ikut"manja Kiara.Rio menganggukan kepalanya dan berjalan menjauhi meja makan dengan penuh kemarahan.
"Apa mommy puas???Menghancurkan lunch keluarga kita demi perempuan tak tahu diri itu"kecewa Mike.
"Aku kecewa sama kamu Julia"ucap Faris lalu bangkit dari duduknya.
"Aku lunch sama Kak Rio aja"pamit Mike lalu bangkit.
Julia hanya mengeram kesal melihat semuanya menjadi ribut.Audrey melihat ke arah Julia dengan tatapan mengiba.
"Maafin tante Audrey.Nggak usah pedulikan mereka.Ayo kita makan berdua aja"ucap Julia tersenyum kecut.
Audrey hanya mengangguk dan mereka memulakan lunch mereka berdua dengan penuh keheningan.
"Dasar perempuan sialan.Tunggu aja.Aku akn membalas perbuatanmu"gumam Julia.
Sedangkan Ayraa dan yang lain hanya mengikuti Rio yang berjalan menuju ke mobilnya.
"Kiara kamu sama Mike aja.Dan Henri dan Alea kamu berdua sama kami"tegas Rio memendam amarahnya.
"Baiklah kak"sahut Kiara yang tidak ingin Rio marah lebih besar.
Mereka menaiki mobil masing masing dengan diam.Ayraa melirik ke arah Rio yang mengawal emosinya agar tidak terbawa.
"Sayang apa kita bisa singgah di apartment duluan.Aku mahu nukar baju karena udah gerah dari tadi makainya baju ini"tanya Ayraa dengan menunduk karena takut dimarahi Rio.Rio yang menyadari Ayraa ketakutan dengan dirinya menghela nafasnya menenangkan dirinya.
"Boleh aja sayang"jawab Rio mengelus kepala Ayraa dengan lembut.
Ayraa yang masih takut dengan amarah melirik ke arah Rio.Rio yang mendekap tubuh Ayraa dengan erat membuat Ayraa kaget.
"Maafkan aku bikin kamu takut"sesal Rio.
"Gapapa sayang"sahut Ayraa tersenyum.
"Henri kamu kabarin Mike sama Kiara kita mahu ke apartment duluan"perintah Rio.
Rio memeluk Ayraa untuk menenangkan emosinya akibat mommynya.Pelukan Ayraa bisa memberikan ketenangan bagi dirinya.Ayraa tersenyum melihat perlakuan Rio kepadanya.Ayraa mengelus rambut Rio dengan lembut.
Sedangkan di mobil Mike dan Kiara
"Kak Mike apa mommy masih mahu nerusin rencananya??"tanya Kiara.
"Kakak nggak tahu tentang ini.Tapi kakak nggak khawatir sama Kak Rio karena aku tahu dia bakalan setia sama kakak ipar.Cintanya pada kakak iparnga terpancar jelas di matanya"jelas Mike dengan bijak.
"Tumben kak Mike ucapannya bijak"ledek Kiara.
"Dasar ya"gerutu Mike.
Tidak lama kemudian,ponsel Mike berbunyi.Mike menyuruh Kiara mengangkatnya karena sudah melihat Henri yang menelefon.
__ADS_1
"Ya Kak Henri ada apa??"tanya Kiara.
"Tuan Muda memaklumkan bahwa kita akan singgah di apartmentnya dahulu sebelum makam siang.Apa kalian ingin turut atau menunggu di restoran??"jelas Henri menanyakan Kiara.
"Kami ikut aja kalian dari belakang"seru Kiara.
"Baiklah kalau gitu"jawab Henri lalu mematikan panggilannya.
"Ada apa??"tanya Mike.
"Kak Rio ingin singgah di apartmentnya dahulu jadi Kak Henri menanyakan sama ada mahu ikut atau ke restoran duluan.Ya aku jawab ikut aja mereka"jelas Kiara tersenyum.
"Hemm baiklah"jawab Mike lalu fokus pemanduannya.
Di apartment
Mereka sudah tiba di apartmentnya Rio.Rio membawa beg pakaian Ayraa dan dirinya sendiri.Ayraa mengenggam tangan Rio dengan tersenyum.
Mereka berjalan masuk ke dalam apartment Rio selepas Henri membukanya.Rio membawa Ayraa ke satu kamar di apartmentnya.
"Ini kamar kamu sama temanmu selama menginap di sini.Aku harap kamu menyukainya"terang Rio.
"Makasih ya.Ya udah aku mandi duluan ya.Kamu juga mandi gihh sebelum makan siang"sahut Ayraa.
"Mmm baiklah aku ke kamarku duluan.Nanti tunggu aku di ruang tamu aja ya"jelaa Rio.
"Baiklah sayang"seru Ayraa tersenyum manis.Ayraa dan Alea bergilir membersihkan diri mereka.
Sedangkan Henri masuk ke kamarnya diikuti Rio yang masuk ke kamar utama.Mike dan Kiara memutuskan untuk menunggu di ruang tamu aja.
Di kamar Ayraa dan Alea,mereka telah selesai bersihkan diri dan hanya dandan sedikit sahaj agar tidak kelihatan pucat.
"Ayraa Rio marah seram banget yaa"celetuk Alea.
"Iya sihh aku sempat takut juga namun aku tahu dia nggak akan nyakitin aku"jelas Ayraa.
"Iya sihh"balas Alea.
"Ya udah ayo keluar.Ini udah lewat jam makan siang"ajak Ayraa mengambil tasnya lalu keluar diikuti Alea di belakangnya.
Di ruang tamu,Rio dan Henri serta Kiara juga Mike sudah siap dah menunggu Ayraa dan Alea.Rio bangun dari duduknya sebaik melihat Ayraa mendekati mereka.
"Apa udah siap??"tanya Rio.
"Iya ayo berangkat"balas Ayraa tersenyum.
Rio mengandeng mesra tangan Ayraa.Ayraa hanya melirik dan tersenyum ke arah Rio.Mereka berangkat ke cafe yang telah ditentukan.
Di Cafe Indah,Ayraa dan Rio turun bergandengan dari mobil.Cafe itu telah dikosongkan beberapa waktu yang lalu dan kelihatan para boduguard mengawal di hadapan Cafe Indah menunduk hormat ke arah Rio.
"Sayang kamu makan apa??"tanya Ayraa dengan lembut.
"Aku ikut aja tapi aku mahu kamu suapi aku"manja Rio.
"Iya aku suapi tapi kamu milih ya menunya"balas Ayraa tersenyum.
"Apa kamu nggak kisah apa apa pun aku milih??"tanya Rio.
"Iya"balas Ayraa.
"Hmm ya udah.Henri pesan aja makanan biasaku tetapi porsi dibikin untuk dua ya"perintah Rio.
"Baik Tuan Muda"balas Henri lalu memesan makanan untuknya dan pesanan Rio.Mike,Kiara dan Alea juga memesan makanan mereka sendiri.
"Sayang apa kata malam ini aku masak aja di apartmentmu"cadang Ayraa tiba tiba.
"Apa kamu nggak capekk??Kita baru aja sampai tadi"tanya Rio memastikan.
"Iya aku pasti.Lagipula udah lama aku nggak masak.Boleh yaa"ucap Ayraa dengan memelas.
"Hemm iya"balas Rio pasrah.
"Makasih sayang.Nanti kita beli bahan masakannya sebelum pulang.Kamu mahu makan apa??"seru Ayraa.
"Baiklah.Aku ikut kamu aja"jawab Rio.
"Kamu harus pilih salah satu menu sama ada bakso,steak,spaghetti atau lain"seru Ayraa.
"Kamu mahu makan apa sayangg??"tanya Rio.
"Aku sihh mahu bakso tapi jika kamu mahu yang lain aku okay aja"balas Ayraa.
"Ya udah kalau gitu bakso aja.Okay now stop"tegas Rio menarik Ayraa ke pelukannya.
"Kak Rio apa aku bisa makan malam dan menginap bersama kalian??"tanya Kiara yang sedari diam dari tadi.
"Bisa kok"balas Ayraa bukan Rio.
"Makasih Kak Ayraa"balas Kiara.
"Aku juga mahu"protes Mike.
"Ikut kamu"seru Rio.
__ADS_1
"Makasih Kak Rio tersayangg"lebayy Mike.
Akhirnya makanan mereka udah sampai.Ayraa dengan telaten menyuapi Rio dengan tersenyum.Sedangkan Rio menatap Ayraa yang menyuapinya dengan tatapan teduh.Kiara,Mike,Alea dan Henri hanya bengong melihat tingkah mereka berdua.
"Sayang kamu makan juga ya.Jangan menyuapi aku aja"seru Rio.
"Iya ini aku juga makan"balas Ayraa memakan makanannya.
"Ayraa apa kamu udah selesaiin skripsinya"tanya Alea tiba tiba.
"Apa perlu??"males Ayraa.
"Iya iyalah perlu Ayraa Adelia.Apa kamu nggak takut kena semprot professor galak itu"tegur Alea.
"Tarikh terakhirnya bila Alea??"tanya Ayraa sambil menyuapi Rio.
"Seingat aku minggu depan sihh"panikk Alea menyadari hal itu.
"Serius kamu Alea??Aku banyak lagi nggak siap skripsinya"panik Ayraa.
"Iya iyalah dari bulan lalu diberi tugasan itu sayangg"jawab Alea.
"Tenang aku akan bantu kamu selesaiinnya okay"celetuk Rio.
"Apa benarr???"tanya Ayraa gembira.
"Iya dongg.Apa sihh yang nggak untuk kamu sayangg"gemas Rio sama Ayraa.
"Untung kamu Raa.Aku harus siapin sendiri"keluh Alea.
"Sayang bisa pinjamkan sekretaris Henri untuk temanku"pinta Ayraa membuat Alea dan Henri saling memandangi.
"Heh nggak usah.Aku bisa siapin sendirian"tolak Alea.
"Aku nggak nanya kamu Alea"balas Ayraa.
"Sayang apa bisaa??"tanya Ayraa.
"Iya bisa lagipula dua hari ini aku dikurung sama kamu di apartmentku"balas Rio.
"Kamu nggak suka tinggal sama aku??Ya udah kalau gitu aku nggak usah nginap.Kamu bebas keluar sana"rajuk Ayraa lalu bangkit dari duduknya.Rio dengan siagap menarik Ayraa dan mendudukkannya di tempat asalnya.
"Siapa bilang aku nggak suka??Aku malah senang kamu tinggal sama aku.Jangan marah ya"pujuk Rio.
"Iya iya tapi apa Henri mahu dengarin perintah aku ini.Aku bukan siapa siapa baginya"drama Ayraa membuat Alea jengah.
"Kata siapa dia nggak akan dengarin kamu.Berani aja dia bantah ucapanmu"balas Rio.
"Tapi tuan muda saya harus beresin pekerjaan di kantor selama tuan muda berehat dua hari kedepan"tolak Henri membuat Rio melirik ke arahnya.
"Henri perintahku kamu nggak bisa bantah faham.Pekerjaan itu serah sama aku nanti malam kamu undang mereka semua ya Henri"perintah Rio.
"Sayang apa bisa kamu masak lebih untuk malam ini.Aku mahu ngundang keenam sahabatku"tanya Rio.
Bisa aja tapi kita harus lihat apa bahannya ada untuk kita semua"balas Ayraa.
"Baiklah.Kiara Mike kamu mahu belanja sama kami semua atau tunggu di apartment sahaja??"tanya Rio.
"Hemmm apa bisa aku ngajak kekasihku Kak Rio"tanya Mike hati hati.
"Apa dia ada di sini??"tanya Rio bukan menjawab.
"Ada semalam dia berangkat ke sini"jawab Mike.
"Ya udah ngundang aja"balas Rio cuek.
"Makasih kak Rio"gembira Mike.
"Ayraa,Anna dan Alesya nggak bisa gabung karena mereka mahu menyiapkan skripsi dan dinner sama kekasih mereka di rumah Kenzo dan David"jelas Alea.
"Baiklah kalau gitu"seru Ayraa.
"Ya udah ayo kita berangkat.Henri,Alea,Kiara dan Mike kalian kemasin apartment aja.Kiara dan Mike kalian harus ngambil pakaian kalian di mansion ya kann"perintah Rio.
"Nggak mahu Kak Rio.Aku pinjam baju Kak Ayraa dan Kak Mike bisa pinjam baju Kak Henri atau Kak Rio.Aku males harus pulamg.Ntar mommy akan merusak rencana malam ini"jelas Kiara membuat Rio mengangguk.
"Kalau gitu kalian ikut kami aja kita belanja pakaian di mall aja"saran Rio.
"Benar Kak??"tanya Kiara memastikan.
"Iya apa kalian mahu??"tanya Rio.
"Mahu donggg"balas Kiara.
"Ya udah kalau gitu ayo kita cari bahan masaka terlebih dahulu dan aku akan nyuruh anak buahku membawanya pulang.Kita akan ke mall untuk cari pakaian kalian"jelas Rio.
Rio bangkit dari duduknya diikuti Ayraa dan yang lain.Henri telah membayar pesanan mereka sejak tadi.Alea dan Kiara mengikuti Mike sedangkan Rio memutuskan untuk Henri sebagai sopirnya.
"Makasih ya sayang.Kamu selalu berusaha bahagiakan aku.Maafin aku jika aku selalu ingin mengakhiri hubungan ini.Aku janji selagi kamu memerlukan aku,aku akan tetap di sisimu"lirih Ayraa memeluk Rio.
"Nggak usah makasih.Berjanji sama aku kamu nggak akan ninggalin aku"balas Rio.
Ayraa mengangguk dan kembali mendekap Rio dengan erat.Henri hanya fokus dengan pemanduannya.Rio mengelus pelan rambut Ayraa.Mereka berpelukan sepanjang perjalanan ke supermarket.
__ADS_1
...Bersambung🐣...
Maafin aku udah lama nggak updatenya.Aku sedikit sibuk.Terus dukung aku ya.Jangan lupa tinggalkan jempol di akhir membaca.Dukungan kalian readers aku bisa menaikkan semangat aku untuk terus menulis.Makasih telah support aku sehingga aku berada di tahap ini.