When CEO Fall In Love

When CEO Fall In Love
Kekhawatiran


__ADS_3

Tiba-tiba,Ayraa menarik tangan Rio dengan pelan membuat Rio menatapnya.


"Hubby kita di mana??"tanya Ayraa dengan pelan karena dirinya masih merasakan sakit di perut.


"Kita di kamar.Kami tiba tiba pengsan membuat kami semua khawatir dengan keadaanmu"jelas Rio.


"Apa kamu masih sakit??tanya Rico.


"Iya kak.Di perutku masih perih dan aku juga sakit bahagian tengkuk aku.Aku nggak kuat lagi"lirih Ayraa.


"Kamu kenapa princess??Jadi ini bukan sebab trauma kamu??"tanya Rico.


"Nggak kak.Sejak tadi aku merasakah sakit di seluruh badanku dan tengkuk sungguh perit"jelas Ayraa dengan lemah.


"Sayang kamu kenapa??"cemas Rio melihat Ayraa kembali sempoyong.


"Aku pusing"lirih Ayraa.


Tidak lama kemudian,dokter yang dipanggil tiba di kamar itu.Dengan gerakan cepat dokter itu memeriksa keadaannya.Dokter Gina mebelalakkan matanya apabila memerika denyut nadi Ayraa.


"Maaf tuan muda.Nona Muda harus dibawa ke rumah sakit.Keadaanya memburuk disebabkan racun yang mulai merebak di badannya.Dan untuk menyenangkan langkah pencegahan bisa tuan muda bawain sisa makanan dan minuman yang dihidang kepada Nona Muda"jelas Gina dengan panik.


"Apa racun??Nggak mungkin dok"lirih Rico mendengar itu.Rio terpaku dan menahan amarahnya.Dia akan memastikan sesiapa yang menaruhnya akan mendapat resiko dan balasan darinya.


"Nggak ada masa untuk saya jelaskan saat ini.Tuan muda jika anda mahu percegahan segera ayo kita berangkat sekarang.Keadaan nona muda nggak bisa ditangguh lagi"jelas Gina dengan serius.


"Hyung aku serahkan sisa makanan itu dibawa ke rumah sakit sama Rico.Henri kamu ikut aku"perintah Rio lalu mengendong Ayraa dengan langkah tergesa-gesa.


"Siapa yang racunin kakak ipar??gumam Leon.


Leon segera bergegas ke tempat di mana Gion,Ditrain dan Albert berada bersama Erudian,Rico, dan Charles.


"Kalian di mana meja kita makan tadi??"tanya Leon dengan tergesa gesa.


"Di sana"tunjuk Albert yang pelik.


"Ayo ke sana nanti aku jelaskan semuanya"ajak Charles melihat kebengongan mereka bertiga.


"Jangan di bawa mangkuk dma gelas ini"tegas Leon membuat sang pembersih itu ketakutan.


Leon memgambilnya dan bergegas ke luar hotel.Gion bengong melihat amarah Leon yang begitu jelas di matanya.Dia melirik ke arah Charles seolah meminta penjelasan darinya.


"Gion,Erudian,Rico dan Hyung kalian ikut sama Leon.Aku akan urus di sini sama Albert dan anak buah yang lainnya"seru Charles kepada Ditrain.


"Baiklah ayo semua"ajak Ditrain bergegas mengikuti Leon.


Tinggalah Albert dan Charles yang akan menguruskan pesta ini dan menamatkannya.Albert seolah tidak puas hati karena dirinya nggak tahu apa apa memberhentikan pergerakan Charles.


"Hyung ada apa??"tanya Albert meminta penjelasan.


"Kakak ipar keracunan"jawab Charles menatap Albert.

__ADS_1


"Apa???Keracunan"pekik Albert.


"Iya sekarang dokter harus mengenal pasti racun yang diguna pakai agar dapat melakukan pencegahan dengan segera"jelas Charles lebih detail.


"Ayo selesaikan ini semua.Aku mahu nemanin Rio.Pasti dia lagi emosi"seru Albert bangun dari duduknya.Albert menuju ke tempat pengacara majlis dan membuat pengumuman.


"Makasih untuk para tamu yang hadir pada hari ini.Maaf sekali lagi kami sebagai pihak penganjur harus menamatkan pesta ini karema terdapat sedikit masalah yang tidak dapat dielakkan.Jadi kamu berterima kasih pada para tamu karena sudi hadir ke pesta ini.Ya minta maaf sekali lagi.Sekian terima kasih"ucap Albert lalu menyerahkan kepada Bian.


"Dion kamu ikut aku sama hyung Charles ke rumah sakit karena aku pasti kamu dapat mentafsir racun itu.Dan Bian aku mahu kamu selesaikan pesta ini dan akhirnya dengan baik ya.Kami pergi duluan"pamit Albert.Charles dan Dion mengikuti Charles dari belakang sedangkan Bian kembali. melanjutkan pekerjaannya.


Di rumah sakit,Ayraa dibawa masuk ke ruang darurat.Rio yang panik memaksa untuk masuk ke dalam menemani Ayraa namum dicegah Henri.


"Rio dengar sini.Jika kamu terus memaksa seperti ini apa Nona Muda akan sembuh seperti sediakala??Nggak Rio.Biarkam dokter melakukan tugasnya"seru Henri membuat Rio terduduk di lantai.


"Aku takut kehilangannya Dri"lirih Rio.


"Aku tahu.Tapi dokter sedang berusaha menyelamatinya.Jangan risau.Dia pasti akan kuat demi kamu Rio.Kalau lemah begini siapa yang akan jagainnya??Siapa yang akan melindunginya lagi??Siapa jika bukan kkamu Rio Adrian suami sah Putri Ayraa Adelia!!"pujuk Henri.


Tidak lama kemudian,muncullah Leon,Ditrain,Rico dan Erudian yang baru tiba.Henri bangkut dari duduknya dan menyapa mereka.


"Bagaimana dengan Kakak Ipar??"tanya Erudian.


"Masih ditangani dokter di dalam"lirih Henri.


"Ada apa ini??"tanya Gion yang masih ingin penjelasan.


"Kakak ipar diracuni"jawab Leon.


"Apa Dion ikut bersama kalian??"tanya Rio yang sudah tahu Dion pakar dalam hal ini.


"Kami di sini"sapa Albert dengan mengatur nafasnya berlari bersama Charles dan Dion.


"Ini Dion coba kamu hidu ini.Kelihatan sangat fimiliar untuk aku.Tapi aku nggak yakin"balas Rio menyerahkan gelas itu.Dion mengambilnya dan coba memerhatikannya.


"Ini racun yang sangat berbahaya tuan muda.Kalau mengikut prediksi saya,orang yang menaruh ini mahu membunuh nona muda dengan segera dan cepat"jelas Dion membuat Rio semakin emosi.


"Aku akan pastikan orang itu mati di tangan aku"geram Rio.


"Apa kau pasti Dion??"tanya Ditrain.


"Sangat tuan.Karena racun ini pernah digunakan untuk meracuni salah seorang anak buah Dragon Night semasa misi beberapa bulan yang lalu.Saya akan menyuruh Bian mengambil penawarnya di markas.Pakar Dragon Night berhasil menghasilkan penawar untuk racun ini"terang Dion lalu dengan segera mengambil ponselnya untuk menelefon Bian.


Bian yang berada di aula iti segera bergegas ke markas kembali karena nggak mahu terlambat sedikitpun.Dia tahu akan betapa bahayanya racun ini kepada organ manusia.Ia juga bisa menghentikan proses dalam badan secara mengejut.


Tidak lama kemudian,Dokter Gina keluar dari ruangan itu.Rio mendekati ke arahnya dan bertanya tentang keadaan Ayraa.


"Nona Muda terkena racun yang sangat berbahaya.Racun ini bisa menghentikan seluruh proses dalam badan termasuk pernafasan.Untuk penawarnya sangat sulit ditemui karena hanya satu kelompok mafia yang bisa menghasilkannya"jelas Gina dengan serius.


"Dokter,tunggu bentar.Kami akan membawa penawarnya"ucap Henri mewakili Rio yang terkedu.


"Rio kamu sabar ya"ucap Albert memeluk Rio yang menangis.Rio seakan nggak percaya kebahagiaannya hanya sebentar.

__ADS_1


"Apa aku sial untuk Ayraa???"lirih Rio.


"Nggak Rio.Ini dugaan dan kamu harus menjalani dengan tenang.Jangan biarkan sesiapa mengusik kehidupan kamu ke depannya"tegas Gion.


"Hyung akan memastikan siapa yang lakuin ini akan mati di tangan hyung"sambung Giom dengan penuh amarah.


Beberapa saat kemudian,Bian telah tiba dan menyerahkan kepada Gina untuk tindakan selanjutnya.Bian mengambil nafasnya dan duduk di lantai karena dirinya berlari ke sana ke sini.


Dalam kekacauan itu,mereka nggak sadar bahawa Alea ada bersama mereka.Alea terdiam mendengar penjelasan Gina tentang keadaan Ayraa.


Erudian yang menyadari Alea berada di sisi ruangan itu segera memaklumkan kepada Henri.


"Henri di sana ada temannya Kakak Ipar.Tadi dia ngikut kalian ke sini"beritahu Erudian.


"Alea kamu baik baik aja"sapa Henri mendekati Alea.


"Hiks hiks hiks Ayraa maafin aku lalai menjaga kamu"isak Alea memeluk lututnya.


"Ini bukan salah kamu.Ini luar dari jangkaan kita semua.Bahkan Rio suaminya sendiri nggak jangka hal ini akan terjadi.Ayo kamu pulang duluan.Nanti besok kamu bisa melawat sama yang lain.Aku nyuruh Bian ngantar kamu ke mansion Atmadja sama Rico aja"ajak Henri.Alea mengikuti karena nggak mahu meburukkan suasana.


"Bian kamu antar Rico sama Alea ke mansion Atmadja ya.Ini udah lewat pasti yang lain khawatir sama Ayraa.Biar Dion di sini.Kamu urusin semuanya selepaa ngantar mereka berdua"perintah Henri.


"Baiklah ayo Tuan Rico dan Nona Alea"ajak Bian.


"Rio tolong jagain adik aku ya.Apa apa bilang sama aku"pesan Rico.Rio menganggukkan kepalanya.Alea dan Rico akhirnya pergi dari rumah sakit itu.


"Rio apa kamu nggak mahu berehat??"tanya Albert.


"Biarkan aku tunggu di sini sehingga Ayraa keluar dari ruangan itu.Nanti aku akan ganti pakaianku dan berehat"tolak Rio.


"Baiklah"pasrah Albert yang nggak mahu memaksa Rio.


Tidak lama kemudian,Gina keluar dengan wajah yang sedikit tersenyum.Dia menghampiri Rio dan lain.


"Bagaimana Dok??"tanya Rio.


"Syukurlah semuanya baik baik aja.Racun itu tidak terlalu merebak ke dalam organ karena penawar itu.Dan keadaan Nona Muda membaik.Kami akan pindahkannya ke ruangan inap tetapi hanya seorang yang dapat menemani karena pasien harus mendapat istirihat yang cukup"jelas Gina tentang keadaan Ayraa.


"Pindah ke ruangan pribadi Tuan Muda aja ya.Dan juga sediakan kamar untuk kami berehat di sebelahnya"ujar Henri.


"Baiklah kalau begitu saya permisi"pamit Gina kembali masuk ke dalam.


...Bersambung🐣...



Rio berpeluakan sama Albert.



Alea yang menyesali kecerobohannya.

__ADS_1


__ADS_2