
Ayraa melihat Alea bersama Albert dan Erudian di satu sudut.Apabila Alea melihatnya mengandeng Rio,Ayraa mengucapkan terima kasih tanpa suara kepada Alea.Alea memahaminya mengangguk dan tersenyum indah.
"Ya udah jika nggak ada yang tertinggal kita berangkat aja.Buruan sampai karena lumayan jauh"tutur Rio menatap Ayraa yang tersenyum ke arahnya.
"Baiklah"seru Henri lalu membawa mereka keluar dari cruise itu.Mereka akan menuju ke mobil yang akan membawa mereka ke lapangan terbang untuk penerbangan mereka.
...****************...
Ayraa dan Rio menaiki mobil yang dibawa Henri sedangkan Alea Erudian bersama Albert yang memandu.
Di mobil,mereka diam tanpa membicarakan apa apa.Rio sibuk dengan laporannya sambil memeluk Ayraa dari samping.Ayraa hanya diam sambil mengscroll sosmednya.
"Hubby apa kak Rico ada menelefonmu??"tanya Ayraa melihat posting kekasih kakaknya itu.
"Emang kenapa sayang??"penasaran Rio menatap Ayraa dan meletakkan ponselnya.
"Gapapa hanya aja aku lihat posting Kak Tiara aja.Ada gambar Kak Rico,mommy dan daddy yang datang ke mansionnya.Apa mereka nggak anggap aku keluarga lagi??"lirih Ayraa menunduk.
"Sayang nggak usah mikirin yang tidak tidak.Percayalah semua bakalan baik baik aja ya.Nggak usah over thinking begitu.Jangan mikirin apa apa ya.Lagipula Rico udah bagitahu aku tentang itu sebelum berangkat ke sini.Mereka akan melangsungkan pernikahan dalam beberapa bulan akan datang.Aku hanya nggak mahu kamu mikirin terlalu banyak.Tenang aja ya"tegur Rio mengelus rambut Ayraa.
"Tapi dad..."lirih Ayraa terhenti.
"Udah sayang.Aku nggak suka kamu sedih begini.Please smile for me"pujuk Rio.
"Iya hubby"senyum Ayraa.Walaupun sedikit sedih dengan keluarganya tetapi dia bahagia karena Rio benar benar ada di sisinya saat suka mahupun duka.Dia berasa beruntung dipertemukan dengan Rio.
Rio membalas senyuman Ayraa dan memeluknya dari samping.Rio berjanji akan mengakhiri semua masalah ini demi Ayraa.Dia rela menurunkan egonya kali ini.
"Hubby sebernanya kita mahu ke mana sihh.Aku jadi penasaran sama kamu kali ini"tanya Ayraa menatap Rio.
"Ada dech rahisa tapi cluenya dintempatnya jauh banget dan memakan masa yang sungguh lama"tutur Rio.
"Apa kamu nggak kerja hubby??"tanya Ayraa karena setahunya Rio sangat kuat bekerja dan tidak bercuti sekalipun.
"Aku CEO di situ jadi emang mereka ada masalah sama aku"bangga Rio membuat Ayraa menatap jengah ke arahnya.
"Dasar sombong"keluh Ayraa membuat Rio terkekeh.
Tidak lama kemudian,mereka tiba di bandara.Henri membukakan pintu untuk Ayraa dan Rio lalu memgambil barangan mereka untuk dibawa keluar.
"Hubby tumben nggak ada wartawan??"tanya Ayraa melihat suasana sunyi sepi tanpa wartawan sedangkan dari dia telah menyiapkan mental untuk hal itu.
"Tumben nanya.Bandara ini tempat privat jadi nggak sembarangan orang yang bisa memasuki bandara ini.Jadi nggak usah gelisah sama wartawan itu"tutur Rio.
"Aku harus biasakan diri sama wartawan yang kelaparan itu.Jadi karna itu pengawasan di sini nggak terlalu ketat"balas Ayraa menatap Rio.
"Iya sayang.Ya udah ayo turun"ajak Rio mengandeng Ayraa turun dari mobil.
"Apa semua udah siap Henri??"tanya Rio.
"Udah tuan muda.Kita hanya ditunggu untuk berlepas aja"jawab Henri mempersilakan Ayraa dan Rio umtuk berjalan.
"Selamat pagi siang tuan muda"sapa pilot yang bertugas.Rio hanya diam dan mengangguk.
"Pesawatnya udah siap sedia untuk berjalan.Jadi ayo kita"ajak pilot itu.Ayraa tersenyum lembut ke arah pilot itu membuat pilot itu terpana dengan kecantikannya.
"Jaga matamu jika masih sayangnya"ancam Rio meninggikan suaranya membuat pilot iti cepat cepat menunduk dan minta maaf.
__ADS_1
"Maafkan saya tuan muda"tunduk pilot itu.
"Cepatan"marah Rio lalu berjalan meninggalkan Ayraa dan yang lain bersama pilot yang berjalan tergopoh gapah mengejarnya.
"Idihh seram banget suamimu"bisik Alea membuat Ayraa merasakan ketakutan pilot itu.
"Udah diem.Kita susulinya aja"ajak Ayraa diangguki Alea dan yang lain.
Mereka memasuki pesawat itu.Alea kagum dengan design pesawat ini karena Rio tidak menggunakan pesawatnya yang sama.In8 sungguh indah.
"Hubby"panggil Ayraa melihat Rio seakan ingin menerkap pilot itu.
"Hubby sini dong"kesal Ayraa yang kesal diacuhkan oleh Rio.
"Iya bentar.Dan kamu awas jika mengulangi kesilapan kamu lagi"ancam Rio sebelum mendekati Ayraa.
"Apa sayang??"tanya Rio tanpa menatap Ayraa.
"Ayo duduk aku udah kram kaki"adu Ayraa sedikit berbohong.
"Apa??Kram??Bagaimana bisa??"cemas Rio segera berjongkok di kaki Ayraa untuk memeriksanya membuat Ayraa sedikit tidak tega.
"Hubby hanya dikit.Ayo duduk"tegur Ayraa.Rio segera memgendong Ayraa dan mendudukinya di tempatnya.
"Buka kasut kamu"perintah Rio membuat Ayraa bersalah.
"Hubby gapapa.Ini hanya dikit.Udah dong.Malu"cicit Ayraa menunduk.
"Ayraa Adelia no protest.Just do it"tegas Rio menbuat Ayraa dengan terpaksa membukanya.Rio segera mengangkat kakinya dan meletakkan di paha Rio membuat Ayraa menjadi segan.
"Hubby nggak perlu"tolak Ayraa yang ingin menarik kakinya kembali.
"Baiklah Tuan Muda"balas Henri lalu meminta first aids kits untuknya.
"Ini tuan muda"tutur Henri menyerahkan kotak itu.Rio mengambil lalu menyuruh Henri mengambil kain untuk menutupi kaki Ayraa yang ternampak nanti.
"Sungguh posesif banget"gumam Albert melihat itu.Alea,Albert dan Erudian segera duduk di tempat masing masing karena pesawatnya akan berlepas tidak lama lagi.
"Sayang tahan bentar ya"tutur Rio yang akan memyapu obat di luka lecet itu.
"Auchh perih hubby"cicit Ayraa menunduk karena pedih.
"Tahan bentar aku akan membalutnya agar tidak terinfeksi"pesan Rio lalu menyambung aktivitasnya.
Ayraa mengamati Rio yang tekun merawat lukanya.Dia kagum dengan kelincahan tangan Rio membalut lukanya dengan pelan agar tidak terasa sakit nanti.
"Udah??"tanya Ayraa melihat Rio menyimpan barang barangnya itu.
"Uda sekarang kamu rehat aja ya.Nanti aku akan ganti pembalutmu"tutur Rio lembut.
"Aku ngantuk mahu peluk"manja Ayraa.
"Kamu mahu di sini atau di kamar??"tanya Rio tersenyum.
"Di sini aja nanti aja kita ke kamar"balas Ayraa merentangkan tangannya.
Rio mulai mengubah tempat duduk mereka agar bisa berbaring dengan selesa.Ayraa kagum melihat hal itu dan Rio terkekeh melihat Ayraa tidak bergeming melihat hal itu.
__ADS_1
"Udaah aaaa sayang bengongnya.Ayo tidur sebelum makan siangnya"tutur Rio menarik Ayraa berbaring.
"Iya"setuju Ayraa lalu masuk ke dalam pelukan Rio.Dia mengendus endus bau Rio yang bisa menenangkannya.
"Hubby"panggil Ayraa.
"Iya sayang ada apa??"sahut Rio.
"Apa nanti kamu izinin aku kuliah??"tanya Ayraa memandang serius Rio.
"Terpulang sihh.Nanti aja kita bincang tentang ini tapi yang penting tidak untuk beberapa waktu ini"jawab Rio membuat Ayraa sedih.
"Kenapa??"tanya Ayraa.
"Sayang dengarin aku.Aku sibuk untuk kedepan dan akam beberapa kali ke luar negeri.Jadi kamu harus ikuti aku.Aku nggak bisa ninggalin kamu sayang.Kamu harus faham ya.Please fahamin keputusan aku sayang"jelas Rio memberi pengertian kepada Ayraa.
"Iya"balas Ayraa singkat lalu kembali memeluk Rio tanpa mempedulikan reaksi aneh Rio.
"Sayang marah??"tanya Rio pelan.
"Nggak kok.Sudah jadi resiko aku"jawab Ayraa yang sedikit terasa namun dia harus menerimanya.
"Aku nggak larang kamu untuk kuliah jika aku nggak harus ke luar negeri kok.Hanya jika aku ke luar negeri kamu harus ikut.Ntar aku aturkan jadual kuliah onlinemu jadi kamu nggak akma ketinggalan apa apa.Aku nggak mahu ninggalin kamu"putus Rio karena dirinya akam sibuk dua bulan depan jadi Ayraa masih punya masa dalam dua bulan ini.
"Benaran??"gembira Ayraa.
"Iya sayang.Aku udah janji akan bahagiain kami jadi pegang aja kata kata aku"balas Rio tersenyum melihat Ayraa kembali gembira.
"Makasih hubby"tulus Ayraa mengeratkan pelukannya.Rio mengelus lembut rambut Ayraa.
Ayraa tidur tenang di pelukan Rio tanpa sadar.Rio terkekeh lalu menyusulnya ddengan ikutan memejamkan matanya.Sebernanya dia harus memyelesaikan sesuatu namun dia nggak bisa meninggalkan Ayraa karna dia yakin Ayraa akan terjaga jika pelukan ini dilepaskan.
Sedangkan di tempat lain,Gion,Ditrain,Charles dan Leon sedamg sibuk menguruskan sesuatu selama kepergian Rio dan yang lain.
"Apa semuanya udah jelas hyung??"tanya Charles menatap Leon dan Ditrain.
"Tinggal dikit sebelum semuanya jelas.Mita harus menjelaskan sedikit lagi.Pak Tua itu harus dijelaskan dengan lebih detail"kesal Leom karena kesal adiknya dituduh.Rio merupakan adik kesayangan mereka karna itu mereka nggak akan biarkan siapapun yang merusak kebahagiaan adiknya.
"Rilex Leon.Semuanya akan jelas.Aku juga tahu rasa kesal mu"pujuk Ditrain menepuk bahu Leon.
"Kita udah besarkan Albert,Rio dan Erudian hingga kini dan dia pikir dia berkuasa.Untung aja kakek sayang banget sama Rio kalau nggak udah lama aku lempar mereka di jalanan"ketus Leon yang masih kesal.
"Udah stop.Sekarang kita cari penyelesaiannya"cegah Gion.
Semua orang terdiam karna Giom udah buka mulut.Charles kehilangan meneliti sesuatu yang baru aja dikirim anak buahnya.
"Aku udah ketemu"pekik Charles membjat semua mata memandangnya dengan tanda tanya.
...Bersambung🐣...
Hayyo penasaran sama sesuatu yang dimaksudkan mereka berempat??Tunggu aja tanggal mainnya...
Pertama aku mahu minta maaf karna udah lama nggak update karna aku sibuk sama tugas harian aku.Lebih lagi sekarang udah mahu dekat ujiannya jadi minta maaf sekali lagi ya.Aku akan usaha kok updatenya setiap hari sekurangnya satu update.
Aku nggak bisa bikin yang lebih intim yang diminta oleh readers ku karna itu melanggar peraturan di sini dan episodeku bakalam nngak lulus sama pihak noveltoon.Jadi diminta mengerti ya.
Makasih karna udah setia membaca hingga ke sekarang..Ayo dukungnya karna aku akan adain giveaway yang kedua kali ini dan hadiahnya lumayan sihh dari yang pertama.Jadi ayo dukung aku terus jangan terus vote dan senang lah berbagi hadiah ya🤭
__ADS_1
Thank you for supporting till now readers❤🐣