When CEO Fall In Love

When CEO Fall In Love
Bentak


__ADS_3

Tiba tiba,pintu kamar Rio diketuk.Ayraa melepaskan pelukan Rio.Rio bangun untuk membukakan pintu.


"Juna masuk aja"santai Rio nggak mempedulikan dokter itu.


"Dasar ya nggak ada perubahan ya sama kamu dari dulu"gerutu Juna.


"Selamat pagi cantikk"sapa Juna yang membuat Rio menatap horror ke arahnya.


"Berani ngodain calon istriku aku hancurin karir kamu"ancam Rio.


"Aku hanya bercanda Rio Adrian.Kamu ini nggak asikk banget ya jadi teman"cemberut Juna.


"Nggak usah bikin aku muak.Periksa aja dan pergi sana"cegah Rio.


"Iya iya aku periksa.Dasar teman kulkas.Nggak ada hati banget"gerutu Juna memelankan suaranya.


"Aku dengar Juna"seru Rio.


Juna melirik ke arah Rio lalu memeriksa Ayraa dengan saksama.Rio hanya memperhatikannya dari jauh.


"Kakak Ipar udah baikkan.Dan infusnya aku cabut aja ya.Hanya saja pastikan dia nggak kecapekan dan juga nggak stress ya.Itu memacu ke arah anemia serta alerginya akan strawberry itu harus dihindari ya"jelas Juna sambil mencabut infus Ayraa.Ayraa mengangguk faham.


"Makasih Dokter"balas Ayraa.


"Sama sama.Ya udah aku nggak ada apa apa lagi aku pulang duluan.Pastikan habisin obatnya dan kamu Rio jaga dia dengan baik.Dan jangan lupa transfer uang aku"pamit Juna.


"Pergi sana.Ntar nyuruh Henri ke sini dan uangnya akan aku transfer nanti"perintah Rio.


"Iya cecungut.Aku pergi"gerutu Juna lalu keluar sebelum itu dia melambaikan tangannya ke arah Ayraa.


Ayraa tersenyum dan mengangguk.Rio kembali memeluk Ayraa.Ayraa mengelengkan kepalanya melihat kelakuan Rio.


"Sayang udah aku mahu keluar.Ayo gabung sama mereka yang lain"ajak Ayraa.


"Tapi kamu harus rehat"bantah Rio.


"Aku udah baikkan.Sekarang aku mahu ke kamar ku untuk ngambil ponselku dan bisa aku minjam laptopmu untuk selesaiin tugasan ku??"tanya Ayraa.


"Okay baiklah.Itu laptopnya di rak nomor 2 sana"balas Rio menunjukkan keberadaan laptopnya kepada Ayraa.


"Thank you sayang.Ayo keluar"ajak Ayraa.


"Ayo"balas Rio mengenggan tangan Ayraa.


Semasa mereka ingin keluar,Henri yang baru tiba membuka pintu kamar Rio selepas diketuk.Henri menunduk hormat ke arah Rio.


"Sayang kamu nunggu aku di ruang tengah aja.Aku ada hal ingin bicara sama Henri"ucap Rio.


"Oke"balas Ayraa lalu keluar dari kamar Rio dan bergegas ke kamarnya untuk mengambil ponselnya.


Di kamar Rio


"Henri kamu selesaiin semua kerja besok dan sisanya serahkan kepada mereka.Hari ini bantuin temannya Ayraa selesaiin tugasnya.Kamu tahu aku nggak bisa nolak permintaan Ayraa"perintah Rio.


"Baiklah tuan muda"jawab Henri pasrah.


"Ya udah kalau gitu kamu ngambil laptop mu dan pinjamin temannya Ayraa untuk gunakan.Ingat jangan terlalu tegas samanya.Aku nggak mahu lihat kamu kayak batu"tegas Rio lalu berjalan keluar.


"Ya ampun tuan muda.Apa aku harus bantuinnya"gerutu Henri dalam hati.Kemudian dia keluar dan ke kamarnya untuk mengambil laptopnya.


Di ruang tamu


Ayraa telah mengambil ponselnya dan membawa laptop Rio serta bahan bahan untuk siapin tugasannya ke ruang tengah.


Kelihatan yang lain sedang berkumpul termasuk Alea dan Kiara.Ayraa mendekati mereka dan mengambil tempat duduk yang kosong.


"Eh Hi kakak ipar.Apa kakak ipar sudah sehat??"sapa Ditrain.


"Hai Dit.Lumayanlah"balas Ayraa.


"Alea ambil tugasanmu di kamar sana.Nanti Henri akan pinjamin kamu laptopnya"perintah Ayraa membuat Alea menghelakan nafasnya lalu bangkit dari duduknya.


Albert dan Erudian mendekati Ayraa yang hendak membuka laptop Rio.Mereka penasaran dengan laptop yang digunakan Ayraa.


"Kakak ipar apa ini laptopnya Rio??"tanya Erudian membuat semua mata menatapnya.


"Iya"jawab Ayraa tenang.


"Seriusan Kakak Ipar"pekik Albert.


"Iya ini laptopnya.Ada apa??Kenapa kalian reaksinya begini??"tanya Ayraa penasaran.


"Nggak apa apa.Cuma kan....."ucapan Erudian dibungkam oleh Rio yang baru datang.


"Jangan ngaco kamu Erudian"potong Rio.


"Hemm pelik aja kalian ini"balas Ayraa melanjutkan untuk membuka laptop Rio.


"Sayang passwordnya apa??"tanya Ayraa.


"Sini aku bukain.Bahaya jika aku ngomomg nanti ular ular itu akan mencuri buka laptoplu"balas Rio duduk di sebelah Ayraa lalu membukakan laptopnya untuk Ayraa lalu menyerahkannya.

__ADS_1


"Alasan.Padahal ada gambar mantan kesayangannya di dalam itu"celetuk Albert membuat Ayraa melihat ke arahnya.Rio menatap Albert dengan tajam.


Semua diam tanpa suara.Ayraa menunduk lalu mula menggunakan laptop itu tanpa komentar.Albert merasa seolah keceplosan menatap Ayra yang menunduk.Gion menatap tajam ke arah Albert.


"Sayang Albert hanya bicara lepas.Nggak ada apa kok dalam ini"jelas Rio mengangkat wajah Ayraa untuk melihatnya.


"Diam.Aku harus fokus selesaiin ini"balas Ayraa dengan dingin.


Ayraa mencoba menahan perasaannya yang mahu menangis.Ayraa segera fokus ke arah layar laptop.


Tidak lama kemudian,Alea tiba bersama Henri.Henri merasakan aneh melihat semua orang hanya diam.Alea mendekati Ayraa dan duduk di sofa sebelah sofa Ayraa.


Henri menyerahkan laptopnya kepada Alea dan Alea menerimanya.Henri menatap Ditrain di sebelahnya meminta penjelasan apa yang terjadi.


"Albert nggak sengaja bahas tentang foto Fiola di laptop Rio itu"bisik Ditrain.


"Ayraa kamu masih mengerjakan di mana??"tanya Alea kepada Ayraa.


"Masih banyak"lirih Ayraa yang berusaha menahan tangisnya.


Alea yang penasaran sama Ayraa yang seolah menahan tangisnya melirik ke arahnya.Kemudian ia melihat ke arah Henri seolah meminta jawapan.Henri hanya menggeleng tanda tidak tahu.


"Aku ke dapur duluan.Haus"pamit Ayraa lalu bangkit.Alea yang khawatir hanya bisa diam duduknya daripada mengikuti Ayraa.


"Ini salahmu Albert.Bahas perempuan itu lagi"tuduh Ditrain.


"Maaf nggak sengaja"sesal Albert melihat ke arah Rio yang diam melihat Ayraa.


"Aku ikuti Ayraa aja ya"pamit Alea bangkit lalu bergegas ke dapur.


Di dapur kelihatan Ayraa meneguk shingga habis air dingin.Alea mendekatinya.


"Princess are you okay??"tanya Alea.


"Yeahh im okay.Ayo ke depan.Aku harus selesaiin tugasan itu"ajak Ayraa mengusap air matanya sebelum berpaling lalu bergegas ke ruang tamu dengan membawa secangkir kopi dan juga satu gelas besar air dingin.


Ayraa kembali ke duduknya dan meletakkan kopi dan air dingin di meja depannya.Rio melirik ke arah Ayraa.


"Itu kopi buatmu"dingin Ayraa.


"Makasih sayang"balas Rio mengambil kopi itu lalu mendekati Ayraa.


"Apa kamu marah sama aku??"bisik Rio.


"Nggak"balas Ayraa membuat Rio menghelakan nafasnya.


"Sini aku bantuin kamu"tawar Rio.


"Kasi aku nolong kamu please"pinta Rio membuat Ayraa terdiam lalu mengangguk.Rio mendekati Ayraa dan memeluk pinggang Ayraa dengan erat.Dia mengambil alih laptop yang di pangkuan Ayraa.


Ayraa hanya diam dan membiarkannya.Sevelah tangan Rio memeluk Ayraa sebelah lagi sibuk menari di atas keyboard laptopnya.Semua orang hanya diam menatap mereka berdua.


"Sayang kamu makan apa untuk makan siang ini??Aku mahu masak untukmu"tanya Rio.


"Nggak usah aku bisa masak sendiri"ketus Ayraa membuat mereka menatap ke arahnya.


"Kamu masih belum sembuh sepenuhnya jadi biarkan aku masakin kamu ya"pujuk Rio.


"Aku bilang nggak usah ya nggak usahh!!!Jangan maksa aku!!"bentak Ayraa lalu bangkit dari duduknya memasuki kamarnya.


Rio tergamam melihat Ayraa membentaknya.Alea bangun dan mengikuti Ayraa.Kiara hanya melongo melihat kemarahan Ayraa.


"Kakak ipar marahnya seram ya"bisik Erudian.


"Rio maafin aku"lirih Albert.


"Gapapa.Ini salah aku juga"balas Rio bangun lalu memasuki kamarnya membawa laptop dipangkuannya.


Di kamar Ayraa


"Hiks hiks hiks hiks"tangis Ayraa.


"Kenapa rasanya sakit bila tahu dia masih ada rasa sama mantannya"gumam Ayraa.


Alea memasuki kamar itu dan mendekati Ayraa.Alea mengusap air mata Ayraa.Ayraa melihat ke arahnya.


"Ada apa Ayraa??Kenapa kamu begini??"tanya Alea.


"Ri...rio dia masih mencintai mantannya"tangis Ayraa.


"Apa benar??"kaget Alea.


Ayraa hanya menangis tanpa menjawab pertanyaan Alea.Alea memeluk Ayraa dengan erat.


"Lihat aku!Apa selama ini Rio dingin atau cuek sama kamu??Apa Rio selalu marahin kamu??Ada dia berbuat kasar kepadamu??"tanya Alea menyadarkan Ayraa.


"Nggak kann.Itu buktinya dia cinta sama kamu.Ayraa fikir jangan singkat.Rio itu tulus mencintaimu dari matanya sudah menyatakan segalanya.Please jangan begini"jelas Alea menenangkan Ayraa.


"Hiks aku nggak sanggup dikhianati lagi.Rasanya sakit Leaa.Aku nggsk mahu.Aku nggak mahu.Hik hiks hiks"tangis Ayraa.


"Tenang.Percaya sama Rio.Aku yakin dia mencintaimu dengan tulus princess"jelas Alea.

__ADS_1


Tiba tiba Ayraa merasakan kepalanya pusing.Ayraa memegang tangan Alea.Alea cemas melihat wajah pucat Ayraa.


"Ayraa kamu okay??"cemas Alea.


"Hemm.Tolong ambilin obatku di kamar Rio.Biarkan aku baring di kasur duluan"pinta Ayraa.


"Baiklah.Tunggu di sini.Aku akan cepat"cemas Alea keluar dari kamar dan bergegas ke kamar Rio.


Di kamar Rio,Rio yang frustasi hanya bisa diam di kamar sambil membantu Ayraa menyelesaikan tugasannya.Bentakkan Ayraa membuatnya menjadi sedih.


"Maafin aku.Hanya kamu di hati aku"lirih Rio.


Tiba tiba,pintu kamarnya diketuk.Rio bangkit dna meletakkan laptopnya di sofa untuk membukakan pintu.


"Maaf ganggu.Tuan Muda di mana obatnya Ayraa??"tanya Alea.


"Sebentar.Aku ambil"balas Rio.


"Ada apa dengannya??"tanya Rio khawatir.


"Hanya pusing"balas singkat Alea lalu pergi.


Rio mengikutinya dari belakang karena cemas dengan keadaan Ayraa.Rio masuki kamar Ayraa dan melihat Ayraa berbaring di kasur dengan wajah pucat.


"Sayang apa kamu okay??"tanya Rio cemas.


"Jangan khawatir aku okay"balas Ayraa tersenyum.


Alea yang mengetahui mereka perlu berbincang akhirnya mengundurkan dirinya.Dia memberikan obat Ayraa kepada Rio.


"Maafin aku"lirih Rio.


"Gapapa.Aku okay"balas Ayraa.


"Maafin aku karena bentakmu tadi"sambungnya.


"Gapapa.Aku mahu minta maaf karena Albert tadi.Memang benar dulu ada gambarnya di sini.Tapi sejak aku ada kamu aku sudah menghapusnys.Aku sayang banget sama kamu"jelas Rio sungguh sungguh.


Ayraa tersenyum dan menarik tangan Rio untuk mendekat ke arahnya.Rio yang kaget hanya mendekat Ayraa tanpa bantahan.Ayraa memeluk Rio.


"Maafin aku ragukan cintamu sayang.Aku sedikit sedih mendengar kamu masih menyimpan hati kepada mantanmu itu.Dan juga waktu aku nanya tentang mantanmu kamu malah hindari.Hanya itu.Maafin aku ya"lirih Ayraa menangis di pelukan Rio.


Rio tergamam mendengar ucapan Ayraa.Otaknya mulai mencari titik terang di mana hal itu berlaku.Akhirnya dia mengingati di mana Ayraa menanyakan tentang Fiola namun dia menghindarinya.


"Maafin aku sayang.Aku nggak sengaja tentang itu.Sumpah aku sudah lupain dia.Buat apa aku masih nyimpan rasa sama pembunuh mama dan papa aku??Maafin aku ya"jelas Rio.


"Gapapa.Aku faham kok.Aku juga nggak mahu ngekang kamu.Makasih ya buat mahamin aku.Jangan tinggalkan aku ya"sendu Ayraa.


"Emang kata siapa aku mahu ninggalkan kamu??"tanya Rio.


"Aku cuma takut"lirih Ayraa.


"Dengar sini.Aku nggak akan ninggalin kamu ya.Kamu akan sentiasa sama aku dan aku akan setia pada cintaku yang terakhir"yakin Rio.


"Makasih"gembira Ayraa.Rio tersenyum.


"Oh ya nanti temanmu ke kamarku untuk ngambil obat.Apa kamu baik baik aja??"tanya Rio.


"Cuma sedikit pusing aja.Sekarang aku udah okay"balas Ayraa memeluk Rio.


"Hemm manja.Apa kita mahu lanjut siapin tugasan mu.Ayo kita kamarku untuk ambilin laptopnya dan kumpul di ruang tengah"ajak Rio.


"Tapi pasti temanmu lihat aneh terhadap aku"lirih Ayraa.


"Mereka paham kok sayang.Rileks.Aku ada"tenang Rio menarik Ayraa ke kamarnya sebelum turun.


Di ruang tengah.


Alea yang keluar dari kamar Ayraa menimbulkan pelbagai pertanyaan dari orang yang berada di situ.


"Apa kakak ipar baik baik aja??"tanya Albert khawatir.


"Iya dia baik aja.Tuan muda sedang tenanginnya"balas Alea lalu kembali duduk di sofanya dan mulai menaip di layar laptop Henri.


Henri hanya melirik ke arahnya dan sekali kali membantunya membaiki beberapa kesalahan.Albert dan Ditrain melihat Henri kelihatan mendekati Alea karena sejak tadi pandangannya tidak lepas dari Alea.


Sedangkan Erudian dan Kiara berborak santai.Erudian memang sejak dulu menaruh perasaan kepada Kiara namun takut untuk meluahkannya.Sama seperti Erudian Kiara juga memiliki rasa kepada Erudian tapi menyimpannya agar pertemanannya nggak akan canggung jika dia memberitahu tentang perasaannya.Mereka seolah bermain tarik tali.


...BERSAMBUNG🐣...



Terus semangati aku dengan jempol kalian di akhir membaca.Maafin aku jika ada kekurangan di mana mana.Jangan khawatir aku akan double check kadang kadang di novelku sendiri.Terus bersama aku ya.Tinggalkan juga jejak kalian di ruang comment.


Dan akhir akhir ini mental aku juga down karena ada beberapa yang ingin aku berhenti daripada menulis.Aku nggak ngerti salahku di mana.Maafin ya aku jika aku ada salah di mana mana.Jika ada kesalahan tinggalkan di komentar.Aku akan membacanya dan membaikinya tentu aja.


Aku baru aja masuk ke dunia menulis.Aku mohon pinta bantuan dari senior senior di sini.Maafin aku ya kalian.Teruskan semangati aku dengan berikan aku jempol dan juga sedikit hadiah🤭


Untuk pengetahuan kalian giveawaynya aku tangguh duluan karena ini lagi pandemik akan sukar untuk aku fokus memilih pemenangnya.


Jangan lupa follow aku ya.Untuk sosmetnya nanti aku akan tag di episode seterusnya okey.Saranghae kalian yang terus beri semangat kepada aku..

__ADS_1


syzlnnfzh🌸💐


__ADS_2