
"Tuan muda kita terus ke hotel atau mahu ke mana duluan"tanya Henri dengan pelan karna waktu pagi tetapi hanya aja takut jika Rio hendak berhenti di mana mana.
"Hotel aja.Nanti siang baru kita keluar"sahut Rio lalu membetulkan rambut Ayraa yang tergurai.Dan seperti yang dikatakan Ayraa sama sekali tidak terjaga dengan perlakuan Rio.
"Kamu emang putri tidur sayang"gemas Rio mengecup pipi Ayraa lalu mengambil ponselnya untuk memotret wajah gemas Ayraa di ponselnya.
...****************...
Beberapa saat kemudian mereka tiba di hotel milik William Corps yang ada di New Zealand.Mereka telah ditunggu oleh semua kaki tangan dan para pembesar hotel itu.Walaupun matahari masih malu menunjukkan mukanya tetapi mereka segera bergegas menunggu Rio dan yang lain karna takut terkena amarahnya sang raja.
"Selamat pagi tuan muda"sapa mereka serentak membuat Rio membulatkan matanya karna dia baru aja turun dengan mengendong.
Henri segera membubarkan mereka agar Rio tidak marah marah akibat mereka yang menganggu Ayraa masih terlelap itu.
"Ayo tuan muda saya bawakan anda ke kamar anda"ucap sang manager dengan suara pelan karna takut membuat kesalahan.
Rio tidak menjawab lalu mendahuluinya dan pergi dari sana.Dia nggak peduli manager itu.
Manager itu segera mengejar langkah Rio dan segera memencet tombol lift untuk mereka.
Henri mengikutinya dan menyuruh agar yang lain juga mengikuti tanpa bising.Dia udah tahu siapa aja yang menganggu tidur sang istri kesayangannya pasti akan terkena tempiasnya.
"Ke kanan tuan muda"seru sang manager cuba memberikan jalan kepadanya.
Rio diam sambil mengendong Ayraa sambil berjalan melalui sang manager.Albert mengelengkan kepalanya karna itulah sikap yang seberna Rio.
"Ini kamar anda dan semoga anda menyukainya"seru sang manager membukakan pintu kamar untuk Rio.
"Tuan muda anda berehat duluan jika ada apa apa boleh panggil aja"tutur Henri lalu membawa Rio masuk ke kamar dengan m,embawa kopernya.
Rio masuk dan menuju ke kasur untuk meletakkan Ayraa di kasur.Dia meletakkannya dengan hati hati lalu segera menyelimutinya khawatir dia akan kedinginan demgam suhu ini.Dia berinisiatif menurunkan suhu penyaman udara.
"Hyung kami ke kamar duluan ya.Aku mahu tiduran.Ngantuk banget"pinta Erudiam memandang Rio dengan mata layunya.
"Hurmm pergi aja dan Henri letakkam ponselku dan ipadku di meja itu dan bawakan coffee untuk aku.Aku tunggu di sini.Yang laim keluar dari kamarku"ujar Rio tegas tanpa memandamg orang di sana.
Henri segera menyuruh semua orang keluar dari kamar itu meninggalkan Rio dan Ayraa sedangkan dirinya segera mencari coffee untuknya.
Henri menyerahkam secangkir coffee dan ipad kepada Rio dan pamit ke kamarnya.
Rio mengambilnya dari Henri dan segera membukanya sofa agar tidur Ayraa tidak terganggu.Dia melihat jamnya dan termyata hari masih awal jadi dia memutuskan melakukan sedikit pekerjaan sementara menunggu istrinya yang tidur itu.
Beberapa jam kemudian,Ayraa mulai mengerjap matanya dan meraba di sisinya mencari keberadaan Rio tetapi nihil.Dia mencoba membuka matanya dan memanggil Rio dengan pelan.
"Hubby??Kamu di mana??"lirih Ayraa membuat Rio yang lagi fokus di sofa segera mendekatinya.
"Aku di sini sayang.Kenapa??"balas Rio mengecup kening Ayraa penuh kasih sayang.
"Kita di mana??Kenapa aku merasa nggak seperti tadi sore??"tanya Ayraa sambil mengucek matanya.
"Kita tuh udah di New Zealand baby"balas Rio tersenyum.
"Beneran???Wahhh kenapa nggak bangunkan aku hubby"heboh Ayraa segera berdiri membuat kakinya sedikit kram akibat kakinya yang lecet tadi sore.
__ADS_1
"Auchh"ringis Ayraa menunduk memegang kakinya yang dibalut.Rio khawatir segera mengendong Ayraa dan meletakkannya di kasur.
"Kenapa sayang??"cemas Rio memandang Ayraa.
"Hanya kram aja.Yalah aku nggak gerakkan kaki ini lagi"balas Ayraa tersenyum dan mengusap kakinya.
"Ya udah kamu baring aja.Nggak usah bangun"cegah Rio membaringkan Ayraa di kasur.
"Hubbyy aku mahu jalan jalan.Masa di New Zealand ini hanya baring aja.Ishhh"rengek Ayraa dengan puppy eyesnya.Rio terkekeh.
"Iya sayang.Kita jalan tapi nanti.Ini masih pagi.Udaranya juga masih dingin.Tiduran aja nanti sarapan di kamar aja.Menurut jika kamu mahu jalan jalan nanti"ancam Rio membuat Ayraa cemberut.
"Sayang aku hanya mahu kamu selesa nanti jalan jalan.Nggak sakit kaki.Kann susah jika kamu kram begini.Masa kamu mahu aku gendong.Aku nggak masalah tapi kamu nggak malu jadi perhatian orang luar??"jelas Rio mengusap pipi Ayraa dengan lembut.
"Hurmm tapi juga tidur sama aku.Kamu sihh jangan terlalu berat kerjanya nanti kamu sakit aku yang sedih"balas Ayraa menatap sendu ke arah Rio sambil bergerak ke pelukannya.Rio menangkap wajah Ayraa yang menunduk di dalam pelukannya.
"Iya sayang aku temani tapi biarkan aku kemasin ipad aku duluan yaa"izin Rio mengecup pipi Ayraa dengan lembut.
"Hurmm"balas Ayraa tersenyum lalu melepaskan pelukannya.
Rio segera ke sofa dan membereskan pekerjaannya agar dapat menemani Ayraa bersantai.Dia melakukan secepat mungkin agar Ayraa tidak menunggunya terlalu lama.
Rio mendekati Ayraa di kasur selepas menyelesaikan membereskan pekerjaannya.Ayraa tersenyum hangat kepadanya dan merentangkan tangannya untuk Rio masuk ke pelukannya.Rio tersenyum lalu mengikutinya dan masuk ke pelukannya.Mereka berbaring sambil berpelukannya di kasur.
"Udah siap??"tanya Ayraa mengendus aroma Rio yang sungguh menenangkannya.
"Udah sekarang ayo tidur"balas Rio mengusap rambut Ayraa.
"Beneran mahu tidur nggak mahu olahraga??"tanya Ayraa jahil dengan nada menggoda.
"Kenapa hubby??"Ayraa pura pura polos.
"Sayang jangan macam macam kalau nggak aku nggak akan lepaskan kamu kali ini"ancam Rio membuat Ayraa semakin menggodanya.
"Ayolahh hubby jangan ancam aku terus"tantang Ayraa membuat Rio meyeringai mesum.Dia kemudian menarik Ayraa dan mengungkungnya di bawahnya.
"Jangan salahkan aku jika kamu nggak bisa berjalan nanti"goda Rio lalu ******* bibir Ayraa yang sedari tadi menggodanya.
"Lakukanlah"balas Ayraa dengan tersenyum nakal.
"Kamu semakin nakal yaa"seru Rio lalu melanjutkan apa yang seharus dia lakukan sedari tadi.
Tingkah nakal akhirnya membuatnya jatuh di pelukan Rio selama berjam jam.
Setelah bergelut dengan keringat panas,akhirnya Rio melepaskan Ayraa dan membaringkan badannya ke kasur lalu menarik Ayraa ke pelukannya.
"Aku sudah bilang jangan bangunkam hal yang tidak sepatutnya bangun"bisik Rio sebelum memejamkan matanya.Ayraa hanya diam mendengarkan ucapannya karna terlalu lelah meladeni Rio.Ayraa dan Rio akhirnya terlelap sambil berpelukan setelah aktivitas panas mereka.
Skip kepada suatu tempat....
"Jadi mereka honeymoon sekarang??"tanya sang pria kepada suruhannya.
"Iya tuan.Mereka baru tiba di New Zealand"jelas suruhannya itu.
__ADS_1
"Baiklah terus mengawal mereka dan melindungi mereka dari jauh dan siasat tentang Audrey si model itu.Aku dengar dia sedang merancang sesuatu untuk memisahkan mereka berdua"suruh sang pria lalu pergi darisana.
Suruhan itu segera berlalu dari sana untuk menyelesaikan tugasnya.
Skip kepada Apartment Gion
Ditrain,Charles dan Leon menginap di apartment Gion untuk berbincang tentang rencana mereka selepas Rio dan yang lain pulang dari percutian mereka.
"Jadi apa yang kita harus lakukan??Aku mahu semuanya selesai nanti.Rio harus tinggalkan bebannya pada hal ini.Dan Charles nanti tolongin maklum ke Rio tentang hal ini.Suruhnya dia nggak usah mikirin hal ini"tutur Ditrain.
"Kita tunjukin bukti semuanya dan beresin semuanya.Dia nggak akan gangguin mereka berdua lagi.Dan hyung akan awasi ****** itu.****** itu buat ulah lagi dan kali ini Tante Julia hanya campur tangan dikit aja"seru Leon memandang semua orang.
"Audrey??"tanya Gion.
"Iya.Aku hanya nggak mahu trik murahannya akan bikin rumah tangga Ayraa dan Rio nggak tenang"balas Leon.
"Iya iya aku akan membantumu"setuju Ditrain dan Gion.
"Aku nggak masuk campur karna aku harus menstabilkan perusahan Rio selama dia bercuti"tolak Charles.Bukannya dia nggak mahu melindungi Rio tetapi hanya aja dia pikir biarlah Audrey itu menjadi urusan Leon dan yang lain.
Jangan salah faham sama Charles yang nggak peduli itu.Karna dalam sikapnya begitu dia sangat menyayangi Rio yang dianggap adik manjanya.
"Ya udah aku masak untuk makan malam"seru Leon bangun lalu menuju ke dapur.Yaa Leon memang sejak dulu dia gemar memasak untuk mereka semua.
"Mahu aku bantu??"tawar Ditrain.
"Nggak usah.Selesaiin bahagianmu aku tahu kamu pastu mahu lari"ledek Leon berjalan meninggalkan mereka.
"Ishh Leon jangan nuduh asal"gugup Ditrain karna ditatap oleh Gion.
"Apa yang aku bilang benar kok"tambah Leon dari jauh.
"Ditrain??"panggil Gion membuat Ditrain tersenyum ke arahnya.
"Iya aku akan siapkan nanti"pasrah Ditrain lalu kembali ke kamarnya.
Charles terkekeh lalu melangkah ke dapur untuk membantu Leon.Sedangkan Gion ke kamarnya untuk memantau pergerakan musuhnya.
...Bersambung.......
Harap kalian terus beri dukungan kepada aku ya.Dan jangan lupa vote novelku ini di acara lomba yang tentera di profile novelku.Vote ya jangan lupa.Aku nunggu voting dari kalian.
Dan jangan lupa ngelike episode episode yang baru aku update supaya semangat aku berkobar kobar untuk menulis ya.
Sekali lagi aku tulus mohon maaf atas ketidakhadiran aku di novel ini setiap hari ya.Aku akan usahain updatenya.
Jangan lupa vote juga ya dan rajinkanlah menyumbang hadiah kepada novelku karna giveaway kedua akan dimulai jika novelku meningkat ya.....
Untuk readersku di sana,jagalah kesihatan kalian mumpung sekarang lagi musim covidnya belum berakhir.Jaga kesihatan kalian ya....Hargai oramg disekelilingmu selagi dia ada dan nggak meninggalkan kamu❤
Love dari author kesayangan kalian......
syazlinnafizah❤
__ADS_1
...Ketemu lagi di lain hari dan lain episode🍂...