
Di bandara,Rio mengendong Ayraa keluar dari mobilnya dengan kawalan anak buahnya yang berada di sekitarnya.Mereka masuk dengan aman berkat kawalan tersebut.Setibanya di dalam bandara,anak buah Rico yang diutus mengiringi mereka ke ruangan yang ditunggu yang lain.
Ayraa masih betah tidur dalam gendongan Rio.Rio tersenyum melihat Ayraa yang tidak terusik di gendongannya.Mereka menuju ke ruangan di mana mereka yang lain telah menunggu.Ayraa masih terlelap tanpa terusik sedikitpun gerakan yang Rio lakukan.
Rio tersenyum melihat Ayraa yang masih terlelap dalam gendongannya.Mereka tiba di ruangan di mana semua sedang menunggu.Rico yang melihat Ayraa di dalam gendongan Rio mendekati mereka.
Sebelum Rico membuka mulut Rio terlebih dahulu mendekatinya dengan perlahan.Dia mengisyaratkan agar tetap diam agar Ayraa tidak terganggu.
"Ayraa baik baik aja.Mungkin aja kecapekan.Ayo kita berangkat aja semua udah disini ya kan??"tanya Rio.
"Semua udah ada ayo kita berangkat"jawab Rico.
"Henri kamu urusin koper aku sama Ayraa ya"pinta Rio.
"Baik tuan muda"patuh Henri.
Atmadja memimpin mereka pesawat pribadi miliknya.Diikuti Sri dan Rico di belakangnya dan yang lain mengikuti dari belakang.
Sekali sekali Rio tersenyum melihat Ayraa yang masih tidak bergeming di gendongannya.Alesya,Anna dan Anna yang mengikuti mereka dari belakang terkejut melihat Rio yang dikenali dingin dan arogan sanggup mengendong Ayraa tanpa beban dan paksaan.
Mereka disambut oleh pramugari khusus yang akan membantu mereka untuk tiba dengan selamat dan selesa di destinasi mereka.Mereka melakukam dengan baik karena jika mereka melakukan kesalahan maka mereka akan kehilangan nyawa mereka di tangan Atmadja dan juga Rio.
Salah seorang pramugari menghantar Rio ke kamar pribadi yang berada di dalam pesawat tersebut melihat Ayraa yang terlelap.
Rio mengikutinya namun langkahnya terhenti dengan ucapan Atmadja "Nak Rio berehat aja sama Ayraa ya.Mesti kamu capek akhir akhir ini menjaga nak Ayraa"
"Baiklah om"sopan Rio lalu masuk ke dalam kamar.Sedangkam Henri membawa masuk koper tuan mudanya dan menyerahkannya kepada pramugara yang bertugas di situ.
__ADS_1
Henri dan yang lain kemudiannya mengambil tempat masing masing.Atmadja dan Sri berada dk barisan paling hadapan.Rico dan Tania di belakanh mereka.Z
Sedangkan Alesya,Anna,Kenzo dan David mengambil tempat duduk di sebelah kiri Atmadja dan Sri.Sedangkan Alea mahu tidam mahu harus duduk sendirian sama seperti Henri.Mereka duduk di barisan yang berbeda.
Di dalam kamar pribadi
Rio meletakkan Ayraa secara perlahan agar tidak menganggu tidurnya yang nyenyak itu.Kemudian dia berbaring di sebelah Ayraa dan memejamman matanya seketika.
Namum begitu dia teringat akan janjinya untuk makan malam bersama Ayraa malam ini.Dia keluar dari kamar itu dan menyuruh seorang pramugara yang lalu di situ memanggil Henri kemari.
Pramugara itu melakukan dengan cepat agar tidak dimarahi Rio kerana lambat.Henri yang mendapat pesanan itu segera bangkit dari duduknya dan menuju ke kamar yang telah dikatakan sebentar tadi.
Setibanya di kamar itu,Henri mengetuk pintu sebelum disuruh masuk.Henri dengan sopan masuk dan berdiri di hadapan Rio yang memandangi wajah Ayraa Adelia sang putri tidur.
"Aku mahu kamu siapin dinner aku sama Ayraa malam ini di tepi pantai.Pastikan tiada siapa yang mengetahuinya karena aku nggak mahu Ayraa mengetahui sebelum malam itu"tegas Rio kepada Henri.
"Nggak usah.Aku bakalan ngajakin Ayraa agar dia bisa memilihnya dengan sendiri"tolak Rio.
"Baiklah tuan muda.Kalau tidaka ada apa apa saya keluar duluan ya"pamit Henri.Rio hanya mengangguk kepalanya dan Henri keluar dari kamar tersebut dan kembali ke tempat duduknya.
Selepas kepergian Henri,Rio berbaring di sebelah Ayraa sambil memeluknya.Karena capek,akhirnya Rio ikut terlelap bersama Ayraa.Mereka terbuai mimpi masing masing.
...****************...
Ayraa yang terjaga terlebih dahulu membuka matanya dan mengerjapkan untuk memulihkan pandangannya yang kabut kesan baru bangun tidur.
Ayraa seakan terkejut melihat semua tangan yang memeluknya namum keterkejutan itu tidak lama apabila Ayraa mengetahui siapa pemiliknya.
__ADS_1
Ayraa memandang wajah tampan Rio sambil mengusapnya dengan pelan.
"Jika dilihat semula wajahnya sunggu mengagumkan.Apa benar keputusan yang telah aku lakukan ini??"gumam Ayraa pelan namun dapat didengari Rio yang telah terjaga sejak Ayraa menganggu tidurnya dengan usapannya.
"Jadi kamu masih ragu sama aku sayang"batin Rio seakan bungkam mendengar itu.Rio cuba memahami keadaan Ayraa yang baru saja cuba untuk menerima semuanya.
"Selamat pagi sayang.Apa sudah puas mengagumi wajah tampanku ini"goda Rio membuat Ayraa bersemu merah.
"IIIIHHH RIO ADRIAN.Bila kamu bangunnya.Aku kira kamu masih tidur??"tanya Ayraa mendengus kesal kearah Rio yang mengejutkannya.
"Sejak tangan nakalmu memegangi wajah tampanmu ini"jawab Rio santai.
Ayraa malu dengan perbuatannya memalingkan wajahnya dari Rio.Rio gemas melihat Ayraa.Dia memegang dagu milik Ayraa dan menghadapnya ke arahnya.
Jantung Ayraa tidak berkeruan berdetak sangking keterujaannya.Rio makin tersenyum melihat Ayraa yang kaku.
... Bersambung💫...
Maafin aku sudah lama nggak updatenya.Aku juga mahu bilang aku akan jarang aktif karena aku harus selesaiin pengajian aku dan juga keadaan aku yang tidak sehat akhir akhir ini.
Kalian jangan khawatir.Giveaway akan aku adakan bila keadaanku makin pulih dan juga semuanya kembali seperti biasa.
Buat masa sekarang,jangan lupa untuk kekal bersamaku karena aku masih memerlukam doromgan kalian untuk novelku ini.
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak anda di comment dan berikan jempol anda 👍di akhir membacanya.Aku amat memerlukan dorongan kalian.
Saranghae semuanya🥰
__ADS_1
Dalam selamat berpuasa ya para readers sekalian.Marhaban ya Ramadhan😇