
Ayraa setia menemani Rio di kamarnya sambil mengusap pelan wajahnya yang pucat.Ayraa bersalah melihat keadaan Rio karena dia tahu Rio begini oleh karenanya.
"Hiks hiks sayang mengapa kamu selalu sok kuat di hadapan aku.Apa aku tidak bermakna untukmu"lirih Ayraa.
Tiba tiba pintu kamar diketuk.Henri dan seorang dokter sudah berada di depan kamarnya dan masuk selepas mengetuk.
Sang dokter masuk dan memeriksa keadaan Rio.Dokter iti mengenyitkan dahinya mendapat sesuatu yang ganjil.Dia melihat ke arah Ayraa dan Henri disamping dan bangun.
"Kita harus membawanya ke rumah sakit terdekat.Tuan Muda harus diperiksa oleh dokter yang pakar"jelas dokter itu.
"Baiklah.Lakukan apa yang terbaik dokter"jawab Henri.
"Berani bawa aku ke rumah sakit cari mati!!"ancam Rio yang sudah sadar dengan lirih.
"Sayang kamu udah sadar.Ayo kita ke rumah sakit untuk memeriksamu"ucap Ayraa.
"No i said no!!.Aku nggak akan ke rumah sakit.Tinggalkan aku sama Ayraa"bentak Rio.
"Baiklah Tuan Muda tapi apa tuan muda memakai infus terlebih dahulu.Keadaanmu sangat lemah"cadang dokter itu yang mendapat tatapan tajam dari Rio.Ayraa melihat itu menenangkannya.
"Sayang sabar ya.Kamu nggak mahu ke rumah sakit jadi diinfus ya.Kondisimu sangat lemah.Please aku mohon sama kamu jangan degil buat kali ni aja"mohon Ayraa.
"Baiklah"jawab Rio datar.
Selepas selesai diinfus,Henri dan dokter itu meninggalkan Ayraa bersama Rio.Di luar ruangan,Henri meminta penjelasan dari dokter itu.
"Tuan muda hanya kekurangan asupan dan kecapekan namun keadaannya amat ganjil seolah ada sebab lain membuatnya drop.Tapi jangan khawatir nanti saya akan membawa dokter yang pakar dalam hal ini ke sini"jelas dokter itu.
Henri mengangguk dan menghantarnya keluar dan kemudian duduk di ruang tamu yang ditunggui oleh mereka yang lain.
Mereka semua menuntut jawapan dari Henri.Henri menghelakan nafasnya dan menerangkan punca Rio drop dan keberadaan Ayraa yang masih menjaganya.
Setelah semuanya selesai,Henri masuk ke kamarnya untuk berehat dan melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.
Sedangkan di kamar Rio
Ayraa memeluk lengan Rio dengan mata berkaca kaca karena khawatir dengan keadaannya dan juga kesal dengan sikap Rio yang nggak degil.
"Sayang mengapa kamu nggak mahu ke rumah sakit??"kesal Ayraa.
"Heyy lihat aku.Aku baik baik aja.Mungkin badan ku lelah aja karena masalah perusahaan tempoh hari.Kamu jangann khawatir.Sini yuk aku mahu tidur meluk kamu"ajak Rio tersenyum.
__ADS_1
"Ya udah.Bertengkar sama kamu bikin aku kalah juga.Lebih baik mengalah aja.Berehat aja ya.Sini aku peluk kamu"pasrah Ayraa.
Rio tersenyum dan mengusap air mata Ayraa karena tadi dia khawatir sama Rio.Rio memeluknya dengan erat tanpa mendengar protes Ayraa.
"Jangan tinggalin aku.Aku cinta sama kamu Ayraa Adelia"lirih Rio.
"Emang kata siapa aku mahu ninggalin kamu.Jangan khawatir aku akan bersamamu walau apa yang terjadi"jawab Ayraa lalu mengusap pelan rambut Ayraa.
Karena kelelahan akhirnya Rio terlelap.Ayraa mencoba melepaskan pelukan Rio namun gagal karena Rio semakin mengeratkan pelukannya.
Akhirnya Ayraa pasrah dipeluk sama Rio dan memutuskan untuk berehat juga karena besok dia mahu berkeliling di Bali tapi tidak tahu sama ada bisa atau tidak.Dirinya kasihan sama Rio jika ditinggal sendirian.Ayraa menghelakan nafas lalu memejamkan matanya.Kedua duanya terlelap dengan saling memeluk.
Pada tengah malam,Rio menjerit ketakutan dan keringat dingin di badannya.Ayraa yang terganggu bangun dan melihat Rio ketakutan.Ayraa memegang pelipis Rio dan ternyata Rio demam.Ayraa melepaskan pelukannya dan ditahan Rio.
"Sayang lepasin duluan ya aku mahu ambilin ubat dan kain untuk mengopres mu.Kamu demam"Ayraa bersabar dengan kerenah Rio.
"Janji kamu akan kembali ke sini dan tidak tinggalin aku selamanya"lirih Rio.
"Jadi ini bikin Rio drop"batin Ayraa menatap sedih ke arah Rio.
"Iyaa sayang.Aku janji akan kembali.Berikan aku masa okay.Percaya sama aku"tenang Ayraa.Rio mengangguk dan melepaskan pelukannya.
Ayraa turun dan menuju ke dapur untuk mengambil obat dan kain untuk mengopres Rio.Di dapur,Ayraa terserempak dengan Henri dan Bi Hana yang sedang berbincang padahal ini sudah larut malam.
"Apa ada obat demam bi Hana??"tanya Ayraa balik.
"Ada tapi siapa yang demam Non"jawab Bi Hana kemudian mengambilnya dan memberikannya kepada Ayraa.
"Rio bi.Aku juga mahu kain untuk mengopresnya Bi"ucap Ayraa.
"Tunggu bentar ya"ucap Bi Hana segera mengambil kain.
"Apa Tuan Muda baik saja Nona Ayraa?"tanya Henri mengkhawatirkan keadaan Rio.
"Hemm dia baik aja.Mungkin efek dari kelelahan dia aja.Aku permisi ya"kata Ayraa setelah mendapay kaim dari Bi Hana dan menuju ke kamar Rio.
Di kamar Rio sedangkan mencabut paksa infuas ditangannya.Ayraa melihat itu bergegas ke arahnya dan menatap tajam Rio.
"Kenapa kamu mencabutnya sayang?"tanya Ayraa.
"Aku mahu menyusulmu karena kamu kelamaan.Lagipula aku nggak perlukan infus ini kok"jawab Rio dengan wajahnya yang masih pucat.
__ADS_1
Ayraa tidak tega memarahinya akhirnya menghelakan nafasnya.Dia harus ekstra sabar dengan tingkah manja Rio.
"Sini kamu makan obatnya dan tidur aku akan mengopresmu"perintah Ayraa.
Rio menurutinya karena tidak mahu Ayraa kesal samanya.Selepas selesai,Ayraa turun dan ingin keluar untuk menyimpannya namun dihalang oleh Rio.
"Kamu di sini aja ya.Itu nanti besok aja"kata Rio memeluk Ayraa dengan erat.Ayraa menghelakan nafasnya dan membiarkan Rio memeluknya dia tidak sadar tertidur dipelukan Rio.Rio tersenyum dan turut tidur sambil memeluk Ayraa.
Keesokan harinya,Ayraa dan Rio sudah bangun sejak tadi karena Ayraa yang terbangun oleh panggilan mommy untuk sarapan.Selepas melepaskan diri dari pelukan Rio,Ayraa keluar dari kamar Rio dan bergegas ke kamarnya untuk membersihkan badannya.Selepas itu dia turun ke dapur dan melihat Sri sang mommy dan Bi Hana sedang menghidangkan makanan.
"Mom apa ada yang aku harus bantuin?"tanya Ayraa.
"Nggak usah.Kamu bangunin Rio saja.Kata Bi Hana dia lagi demam.Kamu jagain dia aja ya"seru Sri tersenyum.
"Baiklah mom.Kalau gitu aku naik duluan ya"pamit Ayraa.
Ayraa menuju ke kamar Rio dan melihat Rio yang sudah bangun namun kelihatan dirinya gusar.Dengan pelan Ayraa mendekatinya.Rio melihat Ayraa di hadapannya memeluknya dengan erat tanpa mendengar protes dari Ayraa.
"Kamu kemana sihh"ketus Rio.
"Aku ke kamarku untuk mandi terus bantuin mommy di dapur.Ada apa sayang??"Ayraa menenangkan Rio.
"Nggak apa apa.Aku udah siap ayo kita sarapan lalu kamu mahu jalan jalan ya"ajak Rio.
"No no no.Kamu kan lagi demam sayang.Lagipula kita kan bisa jalan jalan nanti aja.Besok mahu pulang.Aku nemanin kamu ya"pujuk Ayraa walaupun dia sedikit sedih kerana nggak bisa jalan jalan sedikit pun tetapi mahu bagaimana suhu Rio masih tinggi dan juga muka Rio pucat banget jika dilihat.
"Aku baik aja sayang.Ayo kita jalan jalan.Kamu bersiap ya .Nanti selesai datang ke kamar ini lagi ya.Aku nungguin kamu di sini dan kita sarapan di bawah.Aku sudah sehat sihh"tolak Rio yang bersikekuh keras membuat Ayraa mengalah namum khawatir suhu badan Rio masih tinggi dan tidak turun dari semalam.
"Rio suhumu masih tinggi apa kamu baik baik aja"tanya Ayraa.
"Badan aku emang panas dan wajahku pucat tapi jangan khawatir aku masih kuat untuk jagamu sayang"lembut Rio yang akhirnya disetujui Ayraa.
Ayraa keluar dari kamar Rio untuk bersiap sedangkan Rio juga bersiap.Mereka memutuskan memakai pakaian santai agar tidak menjolok di kalangan orang ramai.
Rio sedikit kedinginan dan pusing namun Rio melawannya agar Ayraa bahagia dan menikmati liburan ini.Rio emang udah sedikit baikan dari semalam.
......Bersambung:)......
Hello semuanya apa khabar kalian?Aku harao kalian semja baik baik aja ya.Untuk kalian yang masih setia bersama Beautiful Marriage With CEO aku ucapkam makasih karena terus berj dorongan kepada aku.Apa kalian ingat sama Giveaway yang aku janjikan dulu sebelum aku sakitan.
Ya Giveaway itu akan tetap berlangsung.Cuma syaratnya akan aku bikin di next episode.Insyallah aku akan update besok.Hadiahnya juga udah aku siapin untuk readers aku kok.Kekal bersama BMWC ya.Makasih para readers kesayanganku😍
__ADS_1
Visual Ayraa dan Rio akan ada di next updatenya okay.Makasih sekali lagi ya semuanya😎