
Mobil Rio udah tiba di tujuannya.Ayraa sudah bangun sebelum sampai karena Rio mengusilinya dengan mencium seluruh wajah Ayraa yang tertidur.Ayraa yang terganggu akhirnya terjaga.
"Apa udah sampai sayang??"tanya Ayraa dengan suara serak khas bangun tidur.
"Nggak"jawab Rio membuat Ayraa menatapnya.
"Jadi mengapa mengacau tidurku??"tanya Ayraa.
"Aku kesepian kamu tidur"balas Rio.
"Dasar ya kamu"gerutu Ayraa.
"Udah udah.Ini mahu sampai.Mungkin dalam 5 menit lagi"pujuk Rio.
"Hemm"balas Ayraa.
"Sayang jangan marah ya"pujuk Rio.
"Iya sayang"balas Ayraa tersenyum.
Ayraa melirik ke belakang untuk melihat yang lain tetapi tanpa sengaja dia melihat sebuah mobil hitam di belakang mobil bodyguardnga Rio.Ayraa coba bertenang dan mempositifkan dirinya.
Tidak lama kemudian,mobil mereka memasuki parkiran VVIP khusus untuk Rio sebagai pemilik mall itu.Ayraa membangunkan yang lain yang tertidur.
Mereka keluar dari mobil.Ayraa yang masih cemas melirik ke arah jalanan.Terlihat mobil hitam yang mengikuti mereka masih di sana dan sedang memperhatikannya.Ayraa yang melihat senyuman misterius orang di dalam mobil itu ketakutan lalu mendekati Rio yang berbincang dengan anak buahnya.
Rio yang kaget Ayraa tiba tiba memeluknya menoleh ke arahnya.Rio menatap Ayraa yang kelihatan ketakutan.
"Ada apa??"tanya Rio.
"Nggak apa apa.Cuma ingin dekat kamu aja"bohong Ayraa namun Rio tidak percaya sama omongannya.
"Ya udah kita masuk aja ke cafenya"ajak Rio.
Ayraa mengandeng tangan Rio dengan erat.Membuat Rio menatapnya penuh curiga namun nggak mahu menanyakannya.
Di cafe yang dipilih Ayraa.
"Sayang kamu mahu apa??"tanya Rio.
"Hemm aiskrim coklat,pancake coklat sama waffle perisa coklat"pesan Ayraa.
"Astaga Raa tumben kamu pesan banyak sekali??"tanya Alea.
"Nggak cuma lihat gambar kelihatannya enak.Lagipula aku kongsi sama Rio kok"balas Ayraa.
"Apa benar kongsi sama aku??"tanya Rio.
"Iya tapi aiskrimnya porsinya bikin untuk dua orang"balas Ayraa.
"Ya udah"balas Rio lalu menyebutnya kepada Henri.Mereka semua memesan pelbagai jenis dessert untuk minum petang mereka.
"Henri kamu pesankan sesuatu dan suruh salah satu mereka menghantarkannya di apartment ku.Buat Hyung Gion sama Leon"perintah Rio.
"Baiklah Rio"jawab Henri.Henri memanggil dengan tidak formal karena Rio melarangnya memanggil tuan muda sewaktu di luar kerja.
"Sayang juga kamu sama mereka"celetuk Albert.
"Iyalah Bertt.Hyung udah banyak bantuin kita sewaktu debut dulu"balas Rio.
"Debut apaan??"tanya Ayraa membuat Rio seketika cemas karena tersasul keluar perkataan itu.
"Maksudku sewaktu kami masih muda dulu"ralat Rio.
Ayraa mengangguk memahaminya tanpa curiga.Rio menghelakan nafasnya karena sempat khawatir Ayraa mengetahuinya.
Tidak lama kemudian,pesanan mereka tiba.Di waktu yang sama Ayraa melihat beberapa pria yang dia nampak di mobil hitam tadi memasuki cafe yang sama.Ayraa hanya melirik karena masih ketakutan.
"Alea apa kamu bawa ipad kamu??"tanya Ayraa tiba tiba.
"Iya bawa di tasku ini.Ada apa??"jawab Alea.
"Aku mahu pinjam sebentar"pinta Ayraa.Alea menyerahkannya kepada Ayraa.
"Makasih"balas Ayraa mengambilnya.Sebelum itu Ayraa membuat sebuah group untuk meraka yang ada di sana.Ayraa mengadd Rio sama Alea duluan lalu menyuruh Rio mengadd yang lain.
Setelah itu,Ayraa mengirimkan sebuah pesanan di dalam group itu.
"Kalian bertindak seperti biasa.Jangan diam.Berboraklah satu sama lain.Aku ada ingin menunjuki sesuatu"pesan Ayraa.
"Sebernanya aku nggak yakin tapi selepas kejadian ini keyakinan aku bertambah.Kita diikuti segerombolan pria.Nanti aku akan tunjukan mereka di mana selepas aku membobol cctv di sini.Jangan melirik ke arah lain.Terus mengobrol"pesan Ayraa kembali..Mereka mengikuti nasihat Ayraa.Rio sekali kali menyuapi Ayraa makanannya.Rio masih penasaran dengan Ayraa.
"Yes berhasil"batin Ayraa bersorak riang selepas berjaya membobol beberapa cctv di cafe sama di sepanjang perjalanan tadi.
Diam diam Ayraa mengambil video rakaman yang dia dapat dan mengirimnya di dalam group mereka.Rio yang awalnya terkejut mengontrol emosinya.
"Ayraa pandai banget dalam hal ini"kagum Alea melihat isi pesan groupnya.
"Terus berborak dan jangan curiga apapun karena di sini targetnya aku"balas Ayraa.
Rio menatap Ayraa yang tersenyum.Senyuman Ayraa menutupi ketakutannya.Rio yakin Ayraa merasa takut dan cemas namun dia sembunyikannya karena nggak mahu menyusahkan mereka yang di sana.
__ADS_1
"Sayang suapin aku dongg.Jangan diam"manja Ayraa.
"Aku tahu kamu khawatir sama aku tapi kali ini aku harus kuat agar tiada siapa yang tercedera kali ini.Aku yakin orang itu suruhan orang yang terdekat"batin Ayraa.
"Jadi kita harus apa??"tanya Ditrain dengan nada pelan.
"Ikuti aja alurnya.Aku yakin jika aku pamit ke kamar mandi pasti mereka akan mengikutiku.Jadi buat masa ini lebih baik aku bersama kalian dan jangan berpecah seinci pun"jelas Ayraa.
"Apa aku nyuruh anak buahku Dragon Night aja yang menyerkap mereka??"tanya Rio.
"Nggak usah.Jika tertangkap sekalipun aku yakin mereka nggak akan membuka mulut.Orang seperti ini berani mati untuk melindungi bosnya"tolak Albert.
"Kakak aku takut"lirih Kiara.
"Jangan khawatir aku akan jaga kamu Kiara"yakin Erudian.
Rio memejamkan matanya.Dia memikirkan cara yang terbaik agar tiada yang terluka kali ini.Sungguh tidak sanggup untuk melihat Ayraa terluka untuk kali ini.
"Aku punya idea"ucap Rio tiba tiba.
"Tapi sayang aku gunakan kamu sebentar bisa kann??"tanya Rio.
"Apa??"bingung Ayraa.
Rio menjelaskan rencananya dan menyuruh Henri menelepon beberapa orang dari Dragon Night untuk menyamar menjadi pelanggan biasa.Rio menyuruh Ayraa ke kamar mandi jika anak buahnya tiba dan ditemani Alea aja karena Kiara akan menyukarkan mereka.Ayraa menyetujuinya tanpa fikir panjang.
Ayraa dan Alea akan menjadi umpan agar mereka memberitahu siapa bos mereka.Ayraa sebernanya gugup namun Rio menenangkannya bahwa tiada yang akan berlaku.
"Tenang aku nggak akan membahayakan keselamatan mu sayang"jelas Rio menyakinkan Ayraa.
Ayraa mengangguk dan tidak lama kemudian anak buah Rio sudah tiba.Mereka duduk di meja yang berbeza.Dua orang dari mereka ke kamar mandi seperti yang direncanakan mereka.
"Sayang kamu ke kamar mandi sekarang ya"suruh Rio.Ayraa menoleh dan mengangguk.
"Alea ayo temanin aku ke kamar mandi"ucao Ayraa lalu bangkit dari duduknya bersama Alea menuju ke kamar mandi.
Seperti yang diduga,pria yang mengikuti mereka bangun bersama dan menuju ke kamar mandi.Rio gelisah memikirkan Ayraa.
Di kamar mandi,Ayraa coba menenangkan dirinya agar tidak terbawa emosi.Ayraa menghembuskan nafasnya untuk menghilangkan kegugupannya.
Tiba tiba,Ayraa terdengar pintu kamar mandi dibuka dengan kuat.Ayraa memberi code kepada Alea untuk keluar bersamaan dengannya.
Mereka berdua keluar dan melihat pria tadinya menatap misterius ke arah mereka.Ayraa memulakan aktingnya.
"Siapa kalian??Mengapa kalian bisa memasuki kamar mandi perempuan??"tanya Ayraa.
"Kami pencabut nyawamu"jawab salah seorang dari mereka.
"A....apa yang kalian lakukan??"ucap Ayraa terbata bata.
Dengan perlahan Ayraa merakam percakapan mereka.Alea di kamar mandi tidak keluar karena Ayraa mengarahkannya menjaga dari dalam.
"Sini sayang"panggil pria itu.
"Tidak.Apa kalian mahu dari aku??"tanya Ayraa.
"Mahu membunuhmu"seringai pria itu.
"Siapa yang menyuruhmu???"tanya Ayraa dengan penuh kegugupannya.
"Disebabkan nanti kamu akan mati aku akan memberitahumu siapa mengutus kami"balas pria itu.
"Nyonya Besar William"sambungnya.
"N....nggak mungkin"nafi Ayraa terbata bata.
"Apa yang nggak??Memang dia menyuruh ksmi"balas pria itu.
"Nggak usah berbasa basi di sini.Kalian heret dia keluar guna pintu belakang"perintah pria itu.
Ayraa ketakutan dan menjerit."Tolong!!!"jerit Ayraa.
Anak buah Rio yang berjaga di luar kamar mandi segera memasuki dan mengertak mereka.Rio yang mendengar Ayraa menjerit segera berlari ke arah kamar mandi.
Yang lain hanya duduk karena nggak mahu mengkeruhkan keadaan.Hanya Ditrain sama Henri mengikutinya dari belakang khawatir Rio berbuat macam macam.
"Kalian siapa??"tanya sang pria yang mengenggam tangan Ayraa.
"Malaikat pencabut nyawa kalian"jawab Rio yang baru memasuki kamar mandi.
Rio melihat Ayraa meringis kesakitan akibat cengkeraman di tangannya.Rio mendekati pria itu dengan penuh emosi.
"Tuan muda"ucap beberapa pria itu terbata bata.
"Lancang sekali kalian menyakiti calon istriku!!!Cari mati ya.Lepaskan dia"teriak Rio dipenuhi emosi.
Pria itu panik namun dia nggak gentar mengambil pisau di sakunya dan meletakkannya di leher Ayraa mengancamnya.
"Berani dekat dia akan mati"ancam pria itu membuat Rio bertambah emosi.Ayraa yang ketakutan menangis tersedu sedu.Traumanya kini kembali.
Alea yang masih berada di dalam kamar mandi mengirimkan pesan kepada Henri.
__ADS_1
"Henri aku masih di sini.Kalau aku lihat kedudukannya aku berada di belakang Ayraa sama pria itu.Apa aku perlu lakuin apa apa??"pesan Alea membuat Henri berfikir.
"Apa di dalam ada apa apa??"tanyanya.
"Ada sapu besi"balas Alea.
"Kamu keluar perlahan lahan dan kamu pukul laki itu dari belakang lalu tarik Ayraa menjauhi mereka.Tapi hati hati.Jangan tertangkap sebelum melakukannya"pesan Henri.
"Tapi aku takut"lirih Alea.
"Percaya aku akan lindungi kamu.Nona Ayraa dalam keadaan bahaya jika kamu hanya berdiam"balas Henri.
"Aku harus menyelamatkan Ayraa"gumam Alea penuh keyakinan.
"Okay aku siap.Aku akan keluar perlahan lahan"balas Alea selepas menyakinkan dirinya.
Rio yang di situ hanya emosi melihat Ayraa menangis.Dia menatap tajam pria itu.
Sedangkan Alea mengambil tasnya dan mengandengnya di belakang dan memastikannya aman dan mengambil sapu yang ada di sana dan membuka pintu secara pelan.
Dari jauh Rio melihat Alea memegang sapu memgenyitkan dahinya namun segera menghiraukannya agar pria itu tidak curiga.Dengan pantas Alea memukul kepalan pria itu dan menarik tangan Ayraa sambil berlari ke arah Rio dan yang lain.
Ayraa kaget melihat dirinya ditarik Alea.Untungnya mereka sempat lari sebelum ditangkap.
Ayraa memeluk Rio dengan erat karena masih ketakutan.Alea menghelakan nafasnya karena kegelisahannya dari tadi.Henri mendekat dan melihat darah di tangan Alea.
"Kamu terluka??"tanya Henri.
"Nggak ini hanya sedikit"balas Alea.
"Bagaimana kamu ada di sana??"tanya pria itu meringis kesakitan.
"Apa kamu lupa aku sama Ayraa dari tadi"bangga Alea.
"Sekarang kalian tunggu pembalasan aku karena berurusan menyakiti calon istriku"tegas Rio.
"Kalian beresin mereka.Bawa ke markas.Nanti aku akan nyuruh mereka beresin mereka bertiga"perintah Rio kemudian keluar dari kamar mandi sambil mengendong Ayraa.
Yang lain yang cemas di meja makan kelihatan lega melihat semuanya selamat.Kiara khawatir sama Ayraa yang kelihatan menangis tersedu sedu di gendongan Rio sang kakak.
"Apa baik baik aja??"tanya Albert.
"Nanti hyung jelasin.Sekarang ayo pulang aja.Alea tangannya tercedera harus diobati dan Kakak Ipar masih menangis"tolak Ditrain.Rio hanya mengangguk dan membawa Ayraa ke mobil.
Di mobil
"Shuttt,Sayang tenang aku di sini"bisik Rio menenangkan Ayraa.
"Sayang aku takut"lirih Ayraa.
"Jangan khawatir aku di sini"tenang Rio memeluk Ayraa.
"Dia akan menyentuhku jika kamu nggak datang"lirih Ayraa.
"Sayang dengar aku nggaka akan biarin okay"bisik Rio.
"Dia mengatakan aku nggak layak untuk kamu"racau Ayraa.
"Heyy sayang tenang.Aku nggak kata begitu.Kamu hanya untuk aku okay.Nggak usah pedulikan mereka okay"balas Rio mengelus Ayraa.
"Peluk aku.Jangan tinggalin aku.Jaga aku ya"bisik Ayraa sebelum kembali tenang.
"Oke aku faham.Aku akan jaga kamu okay"bisik Rio menyakinkan Ayraa.Akhirnya Ayraa tertidur di peluakan Rio.
Henri memandu mobilnya di temani Alea yang masih terluka kecil di tangannya.Henri tampak khawatir dengan Alea.Alea yang masih bertenang untuk mengurangkan rasa sakitnya melirik ke arah Henri yang memandu.Alea tersenyum.
"Aku okay.Fokus memandu.Ntar kita kemalangan"ucap Alea melihat Henri melirik ke arahnya.Henri mengangguk lalu mempercepatkan mobilnya.
"Kakak begitu tulus mencintainya.Aku harap mommy nggak macam macam lagi.Kak Rio bakalan kehilangan batas kesabarannya jika mommy berulah lagi"gumam Kiara.Kiara mengetahui ini adalah rencanan sang mommy karena dia tidak sengaja mendengar ucapan anak buah Dragon Night sebelum naik ke mobil.
Kiara menatap sedih ke arah Ayraa merasakan kasihan emosi Ayraa seolah masih tidak stabil.Ditrain,Albert dan Charles diam karena nggak mahu memperkeruhkan keadaan.Albert menatap Rio yang khawatir sama Ayraa.
"Aku tahu kamu sayang banget samanya.Aku harap kalian akan tetap bahagia walau banyak rintangan"batin Albert.
"Hyung tahu kamu akan melindunginya Rio"batin Ditrain.
Rio menenangkan Ayraa yang masih ketakutan👉👈.....
...BERSAMBUNG🌸...
Terus kekal bersama aku jika mahu lihat kelanjutannya.Aku sengaja tambahin suspennya agar kalian tertanya tanya cerita seterusnya.
Hye semua readersku.Apa khabar??Maafin aku 3 hari yang lepas aku sibuk karena aidil adha ya.Sibuk meluangkan masa sama keluarga.Maafin ya.
Aku udah double update harini dan jika semoat aku bakalan tambah satu lagi bab ya.Terus berikan dukungan kepada aku.
Berikan jempol kalian di akhir membaca.Jangan lupa tinggalkan jejak di ruang komentar.Aku harap kalian menikmati novel ini.Makasih karena terus mendukung aku hingga ke tahap ini.
"Aku senang jika kalian senang"
__ADS_1
Jangan lupa untuk vote aku juga ya.Sekali lagi yang baik datang darinya dan yang buruk datang dari aku:)
syzlnnfzhh❤