
Tinggallah di kamar ini,Ayraa,Rio dan Miko.Miko memandang kasian terhadap Rio yang ternampak sedih.Dia mendekatinya.
"Tenang Rio.Semua akan baik baik.Aku keluar duluan ya.Jika ada apa apa tekan tombol di sana"pamit Miko sebelum keluar.
Rio memandang Ayraa dan mengusap wajahnya dengan penuh kasih sayang.Dia kasian melihat Ayraa terus tertekan dan menyimpannya sendirian tanpa berkomgsi masalahnya.
"Aku sayang kamu.Cukup kamu tahu itu aja sayang"lirih Rio merebahkan kepalanya di sisi kasur Ayraa.
...****************...
Ayraa mengerjapkan matanya karena dirinya merasakan pusing dan haus.Dia bergerak menoleh ke sisinya dan melihat ada Rio berbaring di sebelahnya sambil memeluknya.Ayraa coba untuk melepaskan pelukannya.Namun tingkah Ayraa dirasai Rio.Rio segera bangun dan memeriksa keadaan Ayraa.
"Sayang kamu baik baik aja??Kamu sakit??Di mana???Katakan"panik Rio.
"H...hubby a...aku ga..gapapa.Ak..aku ha...haus"ujar Ayraa terbata bata.
"Tunggu aku ambilinnya"pinta Rio segera mengambilnya dan memberikannya kepada Ayraa.Dengan hati hati dia memberi Ayraa minum.
"Udah??"tanya Rio Ayraa mengangguk dan Rio segera meletakkan gelas itu.
"K...kita di mana??"tanya Ayraa yang merasa asing dengan kamar itu.
"Kita di Maldives"balas Rio mengecuo bibir Ayraa.
"Maldives??"kaget Ayraa.
"Iya Maldives.Aku bawain kamu ke sini untuk homeymoon kita"balas Rio tersenyum.
"Benaran hubby??"tidak percaya dengan omongan Rio.
"Iya sayang.Sekarang kamu mahu mandi atau habiskan aktivitas yang tertunda tadi malam"goda Rio.Ayraa tersenyum malu.
Rio mencium Ayraa.Lama kelamaan ciuman itu menjadi *******.Ayraa terlarut dengannya.Rio meminya izin Ayraa untuk melakukannya dan Ayraa mengiyakan.Akhirnya mereka berdua habiskan pagi mereka dengan aktivitas panas mereka.
Selepas mengeluarkan keringat dengan aktivitas itu,Rio mengendong Ayraa ke kamar mandi untuk membersihkan diri karena dia mengingat Ayraa belum sarapan.
"Sayang aku mandiim ya"pinta Rio.
"Gapapa aku bisa sendiri.Kamu tunggu di luar"tolak Ayraa.
"Sekalian aja.Nanti telat sarapan lagi.Kamu masih nggak fit"cegah Rio kembali mendekati Ayraa.
"Janji nggak macam macam.Aku capek"pinta Ayraa.
"Iya sayang.Aku janji"gemas Rio.
Mereka berdua membersihkam diri mereka dan keluar kamar mandi.Rio menuju ke wardrobe untuk mengambil pakaiannya dan Ayraa.
"Ini sayang pakai ini.Kita akan turun untuk sarapan"tutur Rio memberikan sepasamg dress kepada Ayraa.
"Makasih.Tapi ini dari mana??"tanya Ayraa kebingungan karema seingatnya dia tidak membawa apa apa pakaian ke sini.
"Aku yang siapkan untuk kamu"jelas Rio.Ayraa mengangguk dan mereka mulai memakainya.
"Udah siap??"tanya Rio melihat Ayraa.Ayraa mengangguk.Rio memberikan tangannya untuk digandeng Ayraa.Ayraa menerimanya dan mereka berjalan keluar kamar.
Di luar kamar terdapat dua orang bodyguard yang disediakan Henri untuk apa apa kebutuhan Rio dan Ayraa.
"Di mana yang lain??"tanya Rio.
"Mereka di cafe hotel ini"jawab sang bodyguard.
"Baiklah.Bawakan kami ke sana"perintah Rio diikuti oleh bodyguard yang segera memberikan jalan kepada mereka berdua.
"Mereka??Siapa hubby??"bingung Ayraa.
"Ada dehh.Tunggu aja"bisik Rio terus berjalan.
Mereka mengikuti bodyguard itu.Ayraa terdiam sambil memikirkan siapa mereka.Rio tersenyum dan membiarkannya.
Tidak lama kemudian,mereka tiba di cafe.Kelihatan dari jauh Erudiam dam Albert melambai ke arah mereka.
"Mereka hubby??"kaget Ayraa yang turut melihat Alea bersama di sana.
"Iya sayang.Kamu senang??"tanya Rio tersenyum.
__ADS_1
"Senang banget makasih hubby"gembira Ayraa tersenyum lalu mendekati Alea yang duduk bersama yang lain.
"Lea aku kangen"ujar Ayraa memeluk Alea.
"Lebay kamu Raa.Baru aja nggak ketemu"geram Alea.
"Heheheh.Btw bagaimana kamu di sini??"penasaran Ayraa.
"Tuhh tanya aja sama sekretaris suami kamu.Dia menculikku"gerutu Alea mengingat dirinya di bawa paksa ke sini.
"Nyulik??"bengong Ayraa yang mahu tidak mahu Alea menceritakan semuanya.
Flashback on...
Alea lagi bersantai di kamarnya.Dia bercadmag untuk berehat untuk beberapa hari ke depam numpung nggak ada jadual kuliah.Tiba tiba pintu kamarnya diketuk.Alea demgan malas bangun untuk membukakannya.
"Ada apa Bibi??"tanya Alea melihat samg bibi di depan kamarnya.
"Maaf non.Di depan ada tamu.Tuan dan Nyonya menyuruh bibi memanggil kamu"jelas bibi.
"Aku??Iya iya aku turun"males Alea keluar dari kamarnya.Jika nggak keluar dia nggak akan tahu siapa yang datang.
"Sekretaris Henri??"panggil Alea melihatnya duduk di sofa.
"Nona Alea,saya ke sini untuk membawa anda beberapa hari ke depan"jelas Henri.
"Ke mana??"tanya Alea.
"Cepat kemasin pakaian anda Nona.Kita nggak punya masa yang banyakk"tegas Henri membuat Alea mengerutu kesal.
"Iya iya bentar aku siapinnya"kesal Alea lalu naik ke atas mengemasnya sebelum mengikuti Henri yang membawanya entah ke mana.
Flashback off...
Ayraa tertawa mendengar cerita Alea.Alea geram mencubitnya dengan pelan.Alea cemberut.
"Jangan marah aku.Aku juga kaget aku udah di sini"belas Ayraa tidak mahu disalahkan.
"Iya iya.Emang aku bisa marah kamu"pasrah Alea berpura pura sedih.
"Nggak usah akting.Aktingmu jelek"gerutu Ayraa membuat Alea kesal.
"Baiklah hubby.Kamu milihkan aja untuk aku.Apa apa aja"balas Ayraa tersenyum.
"Kamu beneran nggak mahu milih sendiri sayang??"tanya Rio khawatir Ayraa tidak menyukai pilihannya.
"Pilihkan aja untuk aku ya.Aku akan suka apa apa pun pilihanmu"pinta Ayraa.
"Iya iya kamu nggak masang wajah gitu loh"gemas Rio melihat Ayraa.
"Aku mahu pancakes and maple syrup,sausage and eggs sandwich,griddlecakes,hashbrowns breakfast burrito,cinnamon rolls dan juga belgian style waffles.Dan untuk minumannya strawberry smoothies dan banana smothies"pilih Rio.
"Sayang ada apa apa lagi??"tanya Rio memandang Ayraa.
"Aku mahu fruit parfaits,blueberry muffin dan quiche"tambah Ayraa.
"Ada lagi??"tanya Rio.Ayraa mengelengkan kepalanya.
"Itu aja Henri.Kalian pesanin aja untuk kalian"ujar Rio.
"Thats all okay.Make together the earlier oders ya"pesan Albert kepada pelayan itu.Pelayan itu menganggu lalu meninggalkan mereka.
"Kenapa kita bisa di sini??"tanya Ayraa yang mulai penasaran.
"Tanya aja suami kamu"balas Erudian memandang Rio.
"Hubby??"pinta Ayraa.Rio pun mulai menceritakannya.
Flashback on....
Rio memandang yang masih belum bangun.Dia menyuruh Henri menyiapkan semuanya.
"Aku akan bahagiakan kamu sayang"bisik Rio sebelum bergegas membersihkan dirinya sebelum berangkat.
Tidak lama kemudian datanglah Henri dan Albert.Sedangkan Erudian dan Alea menunggu di luar ruangan.
__ADS_1
"Udah siap??"tanya Rio yang baru siap mandi.
"Udah tuan muda.Kita hany perlu ke lapangan pribadi"balas Henri sopan.
"Baiklah kalian tunggu di luar dan jangan lupa manggilin Miko ke sini untuk urusin keberangkatan Ayraa.Aku yakin Ayraa akan baik baik tanpa infus itu"ujar Rio.
"Baiklah saya permisi"pamit Henri lalu keluar.
"Rio aku tunggu di luar ya"pamit Albert.Rio mengangguk dan Albert pun keluar dari sana.
Beberapa saat kemudian,masuklah Miko dengan seorang perawat.Miko mula memeriksa keadaan Ayraa selepas meminta sama Rio.
"Dia udah normal.Hanya aja kawal emosinya.Dan beberapa waktu ke depan di akan nyenyak karena obat yang masukkan mempunyai obat tidur untuk menenangkan fikiran dan emosi"jelas Miko.
"Baiklah aku harus berangkat sekarang.Apa kamu udah siapkan semua keperluanmu Miko??"tanya Rio.
"Apa benaran aku harus pergi??Apa kata istrimu jika kamu membawaku.Pergilah bersamanya aku nggak ikutan.Jangan khawatir aku akan sediain dokter dadakan di sana.Aku lagi banyak kerjaan di sini"pinta Miko menolak ajakan Rio.
"Baiklah.Terserah kamu"males Rio.Dia melangkahi mendekati Ayraa dan perlahan mulai mengendongnya.Miko dengan sigap membukakan pintu untuk Rio karena melihat Rio kesusahan untuk melakukannya.
"Tuan muda"panggil Henri.
"Apa sudah selesai??"tanya Rio.
"Udah.Ayo ke mobil"ajak Henri.
"Baiklah"balas Rio mengikuti Henri diikuti Alea yang masih tidak memahami keadaan ini bersama Albert dan Erudian.
"Aaa ayraa aku bingung.Kenapa aku ikut kalian"gumam Alea memerhati keadaan sekelilingnya.
Mereka memasuki mobil yang disediakan.Bian udah mengawal lalu lintas di sana agar tiada kendala berlaku.Sepanjang perjalanan,Ayraa tertidur di pangkuan Rio tanpa terusik sedikitpun.Termasuklah di jat sehingga di bawa ke hotel.Ayraa tidak terusik dengan apa apa pun.Hal itu membuat Rio lega karena Ayraa tidak akan beremosi lagi.
Flashback off...
Ayraa mengerti ceritanya.Dia memandang Rio dengan senyuman manis.Walaupun masih ada kesedihan di dirinya namun dia menyakinkannya Rio akan setia samanya dan tidak akan meninggalkannya.
"Kamu kenapa??"tanya Rio melihat Ayraa melamun.
"Gapapa"jawab Ayraa tersenyum.Rio tahu Yaraa masih memikirkannya namum dia nggak mahu menyinggung tentang itu kepadanya.
"Setelah ini kita mahu ke mana??"tanya Ayraa.
"Kamu mahu ke mana??Kita di sini hanya sampai besok petang' karena setelah itu kita akan ke paris"ujar Rio.
"Waaa kita ke paris beneran??"teruja Ayraa.
"Iya sayang"balas Rio tersenyum geli.
"Aku mahu ke disneyland yaaa nanti.Aku nggak bisa menunggunya.Dan nanti setelah ini kita jalan jalan sambil belanja buah tangan aja.Dan kita ke pantai untuk sunsetnya"jelas Ayraa yang membuat Rio menolak.
"Nggak usah ke pantai.Aku nggak mahu"tolak Rio.
"Please hubby"pinta Ayraa.
"Aku janji hanya melihat sunset.Nggak apa apa.Kamu kan ada di sisi aku"tambahnya dengan memohon.Alea merasakan sesuatu telah berlaku terhadap Ayraa.
"Iya iya baiklah"pasrah Rio karena nggak mahu Ayraa bersedih.
"Tapi aku mahu mandi di bilik kita.Di sana ada gelongsor yang lamgsung ke laut kan??"tanya Ayraa.
"Iya iya.Kamu benar"balas Rio.Ayraa tersenyum manis ke arah Rio menbuat Rio mengecupnya sekilas karena geram.
Tidak lama kemudian pesanan mereka tiba.Ayraa dengan tidak sabar menyusunnya satu persatu.
Dia mengambil foto makanan itu semua selepas melarang sesiapa pun memulai makan mereka.Semua hanya bisa mengiyakannya.
"Udah sayangg??"tanya Rio.
"Iya ayo makan"ajak Ayraa lalu mengambil sudunya.Rio tersenyum dan menyuruh semua untuk memulakan sarapan.
Ayraa dan Rio menikmati makanan mereka dengan bercanda dan saling menyuapinya.Ayraa seakan bisa melupakan semua tekanannya akhir akhir ini.
...BERSAMBUNG✨...
Maafin aku udah lama nggak updatenya karena jadualnya aku sedikit sibuk karena ujiannya.Maaf ya.Doakan aku rajin dan semangat ya.Berikan aku dukungan dan semangat juga untuk aku makin bersemangat intuk sentiasa upnya.Kalian yang hanya membaca tanpa meninggalkan jempol dan komen di komentar membuatku sedikit kurang bersemangat.Aku perlukan dukungan dari kalian.
__ADS_1
Jangan khawatir aku akan sentiasa up jika kalian bersemangat dan sentiasa mengevote aku.Oh ya jangan lupa berikan like di akhir membaca dan juga hadiah kepadaku ya..Akan ku tunggu dari kalian ya.Semoga kalian menikmati perjalanan ceritanya ini.
Love u alls💜💜