
"Bisa aku tahu di mana mantanmu sekarang??"tanya Ayraa dengan pelan.
"Apa itu penting bagimu??"tanya Rio kembali.
"Iya penting.Aku hanya ingin tahu"jawab Ayraa dengan sungguh sungguh.
"Dia...."ucapan Rio terpotong dengan kedatangan Alea secara tergopoh gopoh tanoa meminta izin.
"Alea kamu kenapa??"tanya Ayraa penasaran dengan temannya itu.
"Tuan Muda bawa Ayraa sekarang dari rumah sakit ini"seru Alea tanpa mengendahkan soalan Ayraa.
"Emang kenapa??"tanya Rio bingung.
"Daddy Atmadja telah mengupah orang untyk mengambil Ayraa secara kasar dari mu"jelas Alea singkat dan padat..
"Nggak Leaa.Daddy nggak akan lakuin itu"bantah Ayraa nggak percaya.
"Nggak ada masa untuk aku jelasin semuanya.Sekarang kamu harus keluar dari sini"tekan Alea.
Tiba tiba,Henri masuk ke ruangan Ayraa dan membisikkan sesuatu membuat Rio marah.
"Bedebah sialan.Berani ya dia bermain sama aku"kesal Rio.
"Hubby ada apa??"tanya Ayraa bingung.
Sebelum Rio sempat menjawab soalan Ayraa pintu ruangan itu dibuka paksa oleh beberapa orang lelaki berbaju hitam.
Ayraa gementar ketakutan segera memeluk Dio dari belakang.Alea mengumpat kesal melihat dia kelewatan membawa Ayraa pergi dari sini.
"Hubby aku takut"lirih Ayraa di pelukan Rio.
...****************...
Melihat Ayraa yang ketakutan makin membuat Rio emosi.Henri meliriknya dan menganggukkan kepalanya.
"Sayang kamu sama Alea duluan.Biar aku selesaiin mereka semua ya"pujuk Rio melepaskan pelukan Ayraa.
"Nggak.Mereka akan celakain kita"tolak Ayraa semakin mengeratkan pelukannya.
"Serahkan Nona Ayraa jika nggak mahu kalian terluka"gertak sang pria itu mendekati Ayraa sambil menodongkan pistolnya ke arah Rio dan Henri.
"Nggak.Aku nggak mahu.Hubby tolongin aku.Aku nggak mahu ikut mereka"rayu Ayraa menangis tersedu sedu.
"Tenang sayang.Aku di sini akan menjagamu.Kamu sama Alea aku mahu urusin mereka"tenang Rio.
"Nggak mahu.Mereka akan pisahin kita.Aku nggak mahu pisah sama kamu"tangis Ayraa mengeratkan pelukannya.
Henri menggelengkan kepalanya melihat Ayraa yang menangis tersedu sedu memaklumkan kepada Rio untuk tetap tenangin Ayraa.
"Sayang lihat aku.Percaya sama aku.Aku akan lindungin kamu ya"pujuk Rio mengusap air mata Ayraa.
"Aku nggak akan tinggalin kamu"ucap Rio sambil memeluk erat Ayraa.
"Cukuo lakonnanya.Sekarang serahkan Nona Ayraa kepada kami jika nggak mahu terluka"ancam lelaki itu.
"Emang kami takut"jawab Rio dengan berani.
"Beraninya kamu"geram lelaki itu mencoba menyerang Rio namun dihalang oleh Henri.
"Jangan sesekali menyentuh mereka"ancam Henri.
"Apa kamu ingat kami takut???"lelaki itu pandang remeh terhadap Rio dan Henri.
"Kalian begitu ya"seru Rio menyeringai arah mereka berdua.
"Jaga mulut kalian"geram lelaki menodongkan pistol ke arah Rio.Ayraa langsung gementar melihat itu.
Tiba tiba,pintu ruangan mereka kembali terbuka.Terlihat seorang lelaki masuk bersama Albert dan Gion.Disusuli Dion,Ditrain,Leon,Charles,dan Erudian.
"B....boss??"lirih lelaki tersebut.
"Kurang ajar ya kalian.Apa kalian tahu kalian berhadapan dengan siapa??"kesal lelaki tua tersebut.
"Tapi boss ini suruhan dari Tuan Besar Atmadja"jawab lelaki itu membela dirinya.
"Kalian mahu berurusan dengan Dragon Night??Lancang sekali kalian melakukan pekerjaan tanpa arahan aku ya"lelaki tua itu sungguh kesal dengan anak buahnya.
"D...Dragon Night??"ucap lelaki itu terbata bata.
"Iya mereka adalah Dragon Night dan perempuan yang ingin kamu ambil secara paksa itu adalah istri sah ketua Dragon Night"tegas Gion menatap tajam ke arah kedua lelaki itu.
"Ampun King.Kami sungguh nggak tahu tenatng ini.Tuan besar itu hanya menyuruh kami mengambil Nona Ayraa lalu membawanya ke mansionnya"sesal lelaki itu bersimpuh di kaki Rio.
Rio memberengus kesal mendengar ucapan lelaki itu yang diupah Atmadja untuk mengambil Ayraa darinya.
"Kalian tahu akibat berurusan dengam Dragon Night??"kesal Henri.
"Maaf tuan.Kami benar benar nggak mengenali siapa King yang sebernanya.Maaf King kami janji nggak akan mengulangi kesilapan ini"sesal lelaki tersebut berkeringat.
"Henri lepaskan aja mereka semua dan kamu Baron awasi anak buahmu.Aku nggak mahu kejadian ini terulang karena kecerobohanmu"perintah Rio.
"Baiklah King.Aku akan mengawasi mereka semua"balas Baron berkeringat.
"Makasih King"ujar kedua lelaki itu serentak..
"Pergilah dari sini.Kalian telah menakuti kakak ipar kami"usir Gion melihat Ayraa masih di pelukam Rio.
"Baiklah kalau begitu kami permisi"pamit Baron diikuti kedua lelaki itu.
"Rio kami keluar dulu ya"pamit Albert.Rio mengangguk.
"Alea kamu ikut aku bentar"ajak Henri membuat Alea membeku.
"I...iya"jawab Alea gugup lalu mengikuti Henri dari belakang.
Tinggalah Ayraa dan Rio di ruangan itu.Ayraa masih memeluk Rio.Rio melepaskan pelukannya.
"Sayang jangan takut.Mereka udah tiada"pujuk Rio.
__ADS_1
"Apa benar daddy menyuruh mereka??"lirih Ayraa.
"Duduk dulu.Tenangkan fikiran kamu"ajak Rio menarik Ayraa untuk duduk.
"Sayang jangan terus ketakutan begini.Kontrol rasa takutmu.Aku nggak mahu kamu terus begini"pujuk Rio menatap sedih ke arah Ayraa.
"Tapi kenapa??Kenapa daddy sanggup lakuin itu hubby.Kenaoa dulu dia nggak melarang aku nikah sama kamu.Kenapa harus sekarang???"lirih Ayraa.
"Kamu tenang okay.Aku akan menyiasat hal ini Pasti ada adu domba antara kita.Kamu tenang nanti Rico akan melawatmu.Dia beritahu Henri lewat panggilan"tegur Rio.
"Kamu nggak halangin aku ketemu keluarga aku??"tanya Ayraa.
"Nggak sayang.Pasti Daddymu hanya salah faham tentang aku dan semuanya akan okay ya.Jangan terlalu mikirin semuanya okay"tenang Rio mengecup bibir Ayraa.
"Makasih hubby"balas Ayraa dengan tersenyum.
"Bila aku discharged hubby??"tanya Ayraa.
"Selepas Rico datang"jawab Rio.Ayraa mengangguk lalu kembali tiduran di kasur.
"Apa kamu udah bosan sayang??"tanya Rio.
"Iyaa aku bosan banget di sini"gerutu Ayraa.
"Tunggu aja nanti aku akan bawa kamu jalan jalan okay"bisik Rio.
"Aku tunggu"balas Ayraa tersenyum.
"Sayang kamu di sini duluan.Aku mahu ambil laptopku di sana"ujar Rio.Ayraa mengangguk.
"Apa pekerjaanmu banyak??Jika iya kita tangguhin duluan honeymoon nanti atau nggak usah juga gapapa"prihatin Ayraa.
"No sayang.Ini hanya tinggal dikit aja.Mumpung aku nggak lakuin apa apa"tutur Rio mendekati Ayraa.
"Kamu tiduran aja.Aku nemani kamu ya"seru Rio.
"Aku mahu kamu peluk aku.Apa bisa??"lirih Ayraa.
"Bisa.Ya udah sini"ajak Rio mendekati Ayraa lalu memeluk dari samping.Ayraa tersenyum lalu mulai nyaman di pelukan Rio.
Skip di luar ruangan Ayraa
Henri membawa Alea ke ruangan sebelah diikuti yang lain.Dia curiga sama Alea yang mengetahui tentang rencana ini.
"Ceritakan bagaimana kamu bisa tahu"tegas Henri membuat Alea ketakutan.
"Sebernanya...."gugup Alea.
Flashback on....
Alea berinsiatif untuk melawat Ayraa di rumah sakit sendirian karena Alesya dan Anna keluar bersama pacar mereka untuk membeli buah tangan untuk Ayraa sebelum melawatnya.
Tetapi langkahnya terhenti apabila terdengar suara Atmadja yang tengah memberikan perintah kepada seseorang melalui panggilan.
"Aku mahu kalian ambil paksa putriku di rumah sakit.Ingat ya pastikan kalian berjaya.Jika ada memberontak bunuh aja orang itu"perintah Atmadja.
Flashback off...
"Jadi itu ceritanya.Karena itu aku terus bagitahu kalian yang berkumpul di luar sebelum bergegas masuk.Naseb kalian ceoat bertindak sebelum semua tambah parah"jelas Alea menceritakan semuanya.
"Sayangnya kami udah dapat mengetahuinya lebih awal dari kamu"ujar Albert.
"Ya gapapa.Asalkan Ayraa baik baik aja.Aku khawatir samanya"lega Alea.
"Apa kamu tahu kenapa Om Atmdaj berubah keputusan??"tanya Gion.
"Nggak.Aku masih bingung kenapa Paman berubah begini.Soalnya sebelum acaranya dia kelihatan senang banget sama pernikahan ini.Tetapi semua berubah selepas Ayraa dilarikan ke rumah sakit waktu itu"jelas Alea mengingat perubahan Atmadja.
Belum aja Henri membuka suara,pintu ruangan mereka diketuk dari luar.Erudian membukakanya.
"Ayo keluar.Di luar ada temannya Kakak Ipar dan Kiara juga Mike"ajak Erudian selepas membuka pintu.Alea mendahului mereka.
"Kalian udah datang??Mana Kenzo dan David??"sapa Alea mendekati Alesya dan Anna.
"Mereka akan menyusul sama Kak Rico"balas Alesya.
"Ya udah ayo masuk"ajak Gion memecah keheningan.
Gion mengetuk duluan sebelum masuk dan memasukinya selepas Rio menyuruhnya.
"Hey kalian datang nggak kasi tahu ya,"cemberut Ayraa melihat temannya.
"Nggak suprise dongg jika kasih tahu"canda Alesya.
"Kalian bawain aku apa??Masa tangan kosong"selidik Ayraa.
"Heheheh tahu tahu aja kamu"tawa Alesya yang ingin menggoda.
"Hubby lihat mereka hanya datang dengan tangan kosong"adu Ayraa kepada Rio yang membuat Alesya,Alea dan Anna panik.
"Kamu mahu apa??Aku bisa belikan"tawar Rio.
"Aku hanya sedih mereka hanya datang dengan tangan kosong"adu Ayraa dengan manja.Rio tersenyum.Dia tahu Ayraa hanya mengerjai temannya.
"Raa kami hanya bercanda.Kamu bawa kok tapi sama Kenzo dan David"cemas Anna.
"Apa benar??Kalian nggak nyuruh mereka untuk belikan sekarang??"selidik Ayraa.
"Nggak suer dech.Mereka akan kemari sama Kak Rico"jawab Alesya.
"Kak Rico di sini??Apa bisa dia melawat aku??"tanya Ayraa memandang Rio.
"Bisa sayang.Jangan khawatir.Asalkan dia nggak misahin kamu sama aku,aku nggak akan jauhkan kalian berdua"lembut Rio mengusap pipi Ayraa.
"Makasih hubby"balas Ayraa lalu mengecup pipi Rio karena gembira.Kemudian,dia bersemu merah karena malu akan tindakannya.
"Kakak ipar ganas banget ya"goda Erudian di belakang Alea.
"Jangan menggodanya Erudian.Nanti dia menjadi makin merah"canda Rio mendapst cubitan dari Ayraa.
__ADS_1
"Auch sakit"cemberut Rio memgusap kesan cubitan Ayraa.
"Siapa nyuruh jadi menyebalkan??"kesal Ayraa.
"Jangan marah.Aku gemas sama kamu.Tunggu aja pembalasan aku sayang"bisik Rio.
Tiba tiba pintu ruangan mereka terbuka.Terlihatlah Rico,Kenzo dan David yang baru tiba sambil membawa beberapa kantung plastik.
Alesya dan Anna mendekati mereka dan megammbil kantung plastik itu.Mereka mendekati Ayraa dan menyerahkannya.
"Ini aku beliin sebelum ke sini"ujar Anna.
"Wahh apa ini??"teruja Ayraa.
"Wow bakso!!Hubby bawain aku mangkuk ke sini sama cawan dan sudu ya"perintah Ayraa membuat semua mata tercengang karena Ayraa menyuruh Rio begitu aja.
"Baiklah.Tunggu di sini"balas Rio membuat semua mata menatapnya tidak percaya.
"Benar ya kakak sangat mencintai Kak Ayraa"gumam Kiara.
"Apa aku dilupakan??"rajuk Kiara yang berada di belakang Erudian.
"Laa Kiara di sini.Ayo sini aku peluk kamu"pujuk Ayraa kemudian memeluk Kiara yang mendekatinya.
"Kamu datang sama siapa??"tanya Ayraa.
"Sama Kak Mike.Aku khawatir sama keadaan Kak Ayraa.Jadi aku maksain dia mengantarku"jawab Kiara.
"Sayang ini yang kamu minta"ujar Rio yang baru datang mendekatinya.
"Kamu suapi aku bisa??"tanya Ayraa menatap Rio.Rio tersenyum melihat tingkah Ayraa.
"Sini aku suapi kamu.Tapi bukain aja duluan"balas Rio mengelus kepala Ayraa.
"Apa kami tidak diperlukan di sini"sindir Gion.
"Kalian cakap aja.Aku hanya akan menyuapi Ayraa"ketus Rio.
"Apa itu hygenis sayang??"tanya Rio memandang bakso yang dibeli Anna dan Alesya.
"Tenang ini sangat hygenis dan sangat enak"balas Ayraa menelan ludahnya karena udah lama nggak menikmati bakso langganannya.
"Sayang jangan terlalu banyak sambalnya nanti kamu sakit lagi.Apa kamu tinggal di sini lagi??"tegur Rio.
"Iya iya hanya sedikit"cemberut Ayraa karena biasanya dia menaruh banyak sambal.
"Aku nggak mahu kamu sakit sayang"tegur Rio yang mengetahui Ayraa kesal dengannya.
Ayraa mengendahkannya.Dia yang ingin Rio menyuapinya akhirnya memutuskan makan sendiri karena masih kesal.
"Sayang jangan marah.Aku nggak mahu kamu sakit lagi"pujuk Rio memeluk Ayraa membuat semua kaget dengan sikap Rio.
"Ayo aku suapi kamu"sambungnya.
"Nggak.Aku bisa sendiri nggak usah"ketus Ayraa.Rio menghelakan nafasnya lalu memutuskan untuk keluar karena malas beradu mulut.
"Jika itu mahumu,ya udah.Aku keluar"ujar Rio dengan dingin.
Ayraa terdiam tapi tetap mengacuhkannya.Sebernanya Ayraa mahu menguji kesabaran Rio tetapi melihat tingkah Rio membuatnya kehilangan pertahanan.Dia pikir Rio akan terus memujuknya.Tetapi dia salah.
"Aku terlalu berharap.Sadarlah kamu hanya pengantinya Ayraa"batin Ayraa menahan kecewanya terhadap Rio.
"Aku keluar dulu"pamit Rio disusuli Gion dan Ditrain.
"Bisa kalian keluar dan tinggalkan aku"ujar Ayraa dengan nada menahan tangisnya karena kecewa.
"Babe kamu keluar aja sama yang lain.Tinggalkan para perempuan di sini"usir Anna berbisik.David mengangguk lalu melangkah keluar selepas menarik yang lain.
Tinggallah Ayraa,Alea,Alesya,Anna dan Kiara.Ayraa masih makan bakso itu tetapi tidak lama air matanya mulai meluncur jatuh.Alea mendekatinya dan memeluknya.
"Raa kamu kenapa??Jangan nangis"pujuk Alea.
"Aku kecewa.Aku sakit.Apa aku nggak berharga lagi??Lea aku capek kalau harus begini.Apa ini balasan untuk aku.Kenapa??Kenapa harus aku??Aku capek.Bisa aku tidur selamanya"tangis Ayraa pecah di pelukan Alea.
"Raa kenapa bilang begitu??Aku ada sama kamu.Jangan nangis dong.Cerita sama kita"tegur Alesya.
"Iya kakak.Ada apa??"tanya Kiara.
"Aku hanyalah penganti.Penganti tetap penganti.Lihatlah bahkan dia nggak peduli aku cuek samanya.Apa harus pergi aja dari semua masalah ini??Huhh aku capek.Dari Daddy,Rio nanti apa lagi??Aku capek menjadi kuat"tangis Ayraa semakin kuat.
"Jangan bilang begitu Raa.Aku yakin Rio sangat menyayangimu.Jangan bilang itu"tegur Anna.
"Lea bisa bawa aku dari sini??"tanya Ayraa membuat semua terdiam.
"Apa maksudmu??"bengong Alea.
"Aku mahu pergi dari sini.Aku mahu pergi dari semua masalah ini.Aku nggak rela jadi penganti"lirih Ayraa menunduk.
"Raa jangan gila.Rio pasti membunuhku jika tahu aku membawa kamu pergi"cicit Alea ketakutan.
"Aku mengerti.Biar aja aku pergi seorang tanpa ada yang mengetahui keberadaan aku"lirih Ayraa..
"Raa kamu baru aja nikah.Masa kamu mahu jauh dari Rio"tegur Alesya nggak setuju sama keputusan Ayraa.
"Apa kamu tahu??Rio bahkan sangat menyayangi mantannya.Semua barangannya masih ada.Dia menyimpannya.Bahkan gitar itu adalah gitar kesayangan mantannya Lea.Kamu tahu kan maksudku Kiara??Aku capek jika harus terluka.Apa aku nggak berhak bahagia??"pekik Ayraa sehingga suaranya terdengar hingga ke luar.
"Tenang Ayraa jangan emosi begini"tegur Anna memeluk Ayraa yang masih menangis.
"Tolongin aku pergi dari sini Lesya,Kia,Lea,Naa"pinta Ayraa memelas membuat semua orang saling memandang satu sama lain.
...Bersambung.......
Rio yang imut tiduran nyenyak....
Ayraa yang lagi sedih dan emosi....
__ADS_1