When CEO Fall In Love

When CEO Fall In Love
Tertekan


__ADS_3

"Sayang apa kamu benar benar nggak capek??"tanya Rio karena besok mereka harus berangkat honeymoon mereka.


"Aku mahu ke pantai.Udah lama nggak ke pantai karena sewaktu pulang ke Bali daddy nggak biarin aku ke pantai"tutur Ayraa dengan nada memelas.


"Baiklah baiklah.Kita ke sana.Tapi kita menginap aja apa di sana??"cadang Rio.


"Nggak aku mahu bentar aja di sana.Nanti kita pulang.Barangan kita belum dikemas dong.Besok kita mahu berangkat bukannya"tolak Ayraa.


"Iya iya kamu ratunya.Terserah kamu"pasrah Rio lalu menyandarkan kepalanya di bahu Ayraa.Ayraa tersenyum dan mengelus kepala Rio.Mereka menikmati sepanjang perjalanan dengan bermesraan.


...****************...


Sebelum ke sana Rio telah menyuruh beberapa anak buahnya untuk mengawal keadaan di pantai karena dia nggak mahu ada kekacauan berlaku.Sudah tentunya,Henri mengamankan lokasi itu untuk tuan mudanya.


Selepas menempuh jalanan yang sepi,mereka akhirnya tiba di pantai yang dituju.Sebelum keluar,Erudian,Albert dan Rio memakai maskers dan kaca mata mereka untuk melindungi daripada ditangkap gambar oleh para wartawan yang ada di mana mana aja.


"Kenapa aku harus memakainya juga??"protes Ayraa ketika Rio memakaikannya.


"Sudah tentu sayang.Aku nggak mahu mana mana pihak memotret gambar kamu.Aku nggak mahu kamu menjadi tatapan liar di luar sana"jelas Rio.


"Hurmm baiklah"pasrah Ayraa.


Mereka keluar dikawal beberapa anak buahnya.Ayraa mengikuti Rio.Gion dan yang lain juga mengikuti dari belakang.


"Hubby lepasin dong aku mahu ke sana"gerutu Ayraa tangan digandemg tanpa dilepas.


"Bentar sayang.Aku udah cari tempat untuk kamu bermain"cegah Rio.Ayraa diam tanpa membantah karena berpikir Rio benar juga.


"Nahh di sini.Kamu bebas bermain di sini"tunjuk Rio melepaskan gandengannya.


Dengan cepat Ayraa berlari ke arah air pantai.Rio mengeleng melihatnya.Dia membiarkan Ayraa melepaskan semua kesedihannya.Bukannya Rio nggsk tahu,beberapa hari ini Ayraa selalu menatap gambar keluarganya iaitu bersama Atmadja.


"Arghhh aku capek!!!Bila aku bisa bahagia???Apa aku nggak berhak ada di sini"pekik Ayraa meluahkan apa yang terganjal di hatinya.Dia selalu melakukan ini sewaktu dirinya tertekan.


Erudian dan yang lain kaget melihat Ayraa yang menjerit itu.Mereka pikir Ayraa akan bermain seperti orang biasa.Mereka salah karena Ayraa ke sini untuk melepaskan semua amarahnya.


Tidak dengan Rio,dia mendekati Ayraa untuk menenangkannya.Dia nggak mahu Ayraa terus begini.Hatinya rasa sakit sekali melihat air mata Ayraa.


"Aaaaaa aku lelah jika begini.Apa aku nggak berhak ada di dunia ini.Apa salah aku??"tangis Ayraa pecah selepas mengatakan itu.Rio segera memeluknya.


"Sayang tenang.Aku di sini okay.Lepaskan bebanmu.Jangan lupa aku akan sokong apa pun yang kamu lakukan"pujuk Rio.


"Aku nggak kuat Rio.Nggak kuat.Rasanya sakit sekali"tangis Ayraa memegang dadanya yang sesak.


"Sayang kontrol amarahmu.Jangan terlalu larut.Ada aku di sisimu.Jangan pernah lupakan itu"tegur Rio.

__ADS_1


"Lepaskan aku hubby.Aku mahu mati aja.Aku capek.Aku nggak kuat berpura pura.Kamu aja aku takut kehilanganmu.Apa aku salah ingin bahagia??Mommymu selalu mencari cara membunuhku.Aku diem karena aku hormat samanya tapi kali ini aku nggak kuat Rio Adrian.Lepaskan aku dan pergi bersama pilihan mommymu.Sakit Rio sakit.Apa kamu merasakan bila seorang mertuamu membenci mu dan coba menjodohkan anaknya dengan orang lain??Sakit.Aku sakit.Biarkan aku mati"marah Ayraa melepaskan pelukan Rio lalu berlari ke air laut bermaksud menenggelamkan dirinya sendiri.Rio kaget melihat Ayraa yang benar benar marah dan tahu semua rencana mommynya.


"Hyung kejar kakak ipar.Dia bisa tenggelam jika terus berjalan ke sana"pekik Erudian panik.Rio tersadar dan melihat Ayraa yang coba menenggelamkan dirinya.


"Sayang jangan bertindak bodoh.Aku di sini.Aku janji nggak akan siakan kamu sayang"pujuk Rio.Namun Ayraa mengendahkannya.Ayraa mulai tenggelam dan dia melihat ke arah Rio sebelum memejam matanya.


"Selamat tinggal hubby.Lupakan aku dan binalah kehidupan barumu"lirih Ayraa.


Rio semakim panik apabila melihat Ayraa sudah tenggelam.Dia berenang ke dalam untuk mencari Ayraa.Untungnya dia bisa menangkap Ayraa yang sudah pengsan akibat tidak bernafas.


Rio berjalan ke tepi pantai dan merebahkan Ayraa.Semua orang mendekati mereka berdua.Dengan segera,Rio melakukan CPR kepada Ayraa dengan hati hati.Dia frustasi melihat Ayraa yang tidak bernafas.Setelah beberapa kali,akhirnya Ayraa tersedak air dan kembali bernafas.Rio memeluk Ayraa yang lagi pengsan dengan erat.Dia mengendong Ayraa ke mobil.


"Henri siapkan mobil sekarang.Kita harus ke rumah sakit"pekik Rio dari kejauhan.


Henri segera mendekati Rio dan membukakan mobil kepadanya.Albert mengikuti mereka sedangkan Erudiam mengikuti Gion.


"Kakak ipar benar benar terluka sekarang.Aku kasian samanya"lirih Erudian memandang ke luar.


"Iya benar.Hyung juga melihatnya.Rio harus mengawasinya.Emosi kakak ipar tidak terautur sekarang.Hyung takut dia nekad melakukan timdakan di luar jangkauan"jelas Gion.


"Apa masih tidak menemukam jati diri kakak ipar??Hanya itu bisa meringankan kesakitam kakak ipar"tanya Erudian.


"Sudah ada petunjuknya.Hyung akan berusaha menemukannya"balas Gion kemudian fokus memandu.


"Sayang kenapa kamu begini??Aku nggak tega melihatmu kesedihan begini"lirih Rio.


"Apa kamu tahu kakak ipar ke sana untuk menenangkan emosinya??"tanya Albert tiba tiba karena berfikir pada awalnya Rio hanya memerhatinya.


"Iya aku tahu.Justeru itu aku membawanya ke sana.Aku nggak mahu dia tertekan.Tapi aku nggak nyangka dia bakalan nekat"jelas Rio.


"Kakak ipar tertekan di emosinya Rio.Kamu harus berhati hati.Jangan lengah.Karena kita nggak tahu apa yang difikirannya"tutur Albert.


"Kamu benar.Aku takut dia bakalan nekat lagi"lirih Rio memandang.Dia kemudian larut dengan fikirannya sampai nggak sadar telah tiba di rumah sakit.


"Tuan muda kita udah sampai"ucapan Henri memecah lamunnannya.


"Kamu udah siapkan semuanya??"tanya Rio.


"Udah mereka udah siap siaga di sana"balas Henri.Kemudian dia turun dan membukakan pintu untuk Rio karena dia pasti sukar keluar karena mengendong Ayraa.


Rio mengendong Ayraa masuk ke rumah sakit dan kelihatan para dokter telah menunggunya.


"Tuan muda selamat malam"sapa semua orang serentak.Rio mengabaikannya.


"Letakkan Nona Muda di sini Tuan muda"tutur Miko dokter pribadinya.

__ADS_1


"Nggak usah.Tunjukkan aja di mana ruangannya.Cepatan.Jangan lambat"bentak Rio.


"Haishh sang raja sudah mengamuk lagi"gerutu Miko dalam hatinya.Dia mencoba menenangkan dirinya agar tidak dibawa emosi dengan tingkah Rio sekarang.


"Ayo aku bawain kalian ke sana"pasrah Miko melangkah mendahului mereka.Rio mengendong Ayraa walaupun telah disuruh Henri meletakkannya di kasur.


"Biar saya periksanya duluan ya"pinta Miko sebelum memulakan pemeriksaannya.Awalnya Rio marah karena Miko menyentuh istrinya tetapi dia ditaham Gion yang mengancamnya.


"Jangan.Biarkannya,jika tidak nyawa Ayraa jadi taruhannya"ancam Gion.Rio akhirnya diam dam membiarkannya.


"Bagaimana Miko??"tanya Rio.


"Nona Muda baik baik aja namun tidak dengan emosi dan mental.Dia sangat berpikiran dam tertekan.Sebaiknya kamu bawain dia bercuti.Tenangkan pikiran.Pastikan dia tidak tertekan lagi.Dan keadaan dia sekaramg hanya membawa dirinya penyelesaian yang menurutnya bagus iaitu MATI"jelas Miko membuat Rio sedih.


"Henri siapkan jet pribadi sekarang.Aku akan membawanya honeymoon terus.Dan siapkan pakaian aku dan dia.Dan Miko kamu ikut aku untuk jaga jaga.Albert dan Erudian kalian juga jika ingin ikut ya ayo.Aku nggak nolak.Ayraa pasti senang"jelas Rio.


"Benar hyung??"tanya Erudian memastikan.


"Iya aku nggak halang kamu"balas Rio menatap Ayraa.


"Baiklah aku dan Dian pulang untuk menyiapkan semuanya dan Henri kamu ajak temanan kakak ipar nama Alea itu.Kakak ipar pasti senang"terang Albert.


"Iya benar.Henri kamu urusin semuanya ya.Aku di sini jagain Ayraa.Dan hyung aku serahin semua di sini kepadamu ya.Aku akam minta Bian awasin wanita ular itu"pinta Rio.


"Kamu tenang aja.Di sini serahkan kepada kami.Nikmati aja percutian kamu.Jaga kakak ipar baik baik"pesan Leon menepuk bahu Rio.


"Makasih hyung"tulus Rio memeluk Leon.


"Nggak usah meluk.Ya udah aku pulang aja.Besok ada meeting di luar.Hyung pulang ya"pamit Leon diikuti Gion dan yang lain.


Tinggallah di kamar ini,Ayraa,Rio dan Miko.Miko memandang kasian terhadap Rio yang ternampak sedih.Dia mendekatinya.


"Tenang Rio.Semua akan baik baik.Aku keluar duluan ya.Jika ada apa apa tekan tombol di sana"pamit Miko sebelum keluar.


Rio memandang Ayraa dan mengusap wajahnya dengan penuh kasih sayang.Dia kasian melihat Ayraa terus tertekan dan menyimpannya sendirian tanpa berkomgsi masalahnya.


"Aku sayang kamu.Cukup kamu tahu itu aja sayang"lirih Rio merebahkan kepalanya di sisi kasur Ayraa.


...Bersambung✨...


Maafin aku udah lama nggak updatenya karena jadualnya aku sedikit sibuk karena ujiannya.Maaf ya.Aku akan double update untuk harini atau selebihnya.Doakan aku rajin dan semangat ya.Berikan aku dukungan dan semangat juga untuk aku makin bersemangat intuk sentiasa upnya.Kalian yang hanya membaca tanpa meninggalkan jempol dan komen di komentar membuatku sedikit kurang bersemangat.Aku perlukan dukungan dari kalian.


Jangan khawatir aku akan sentiasa up jika kalian bersemangat dan sentiasa mengevote aku.Oh ya jangan lupa berikan like di akhir membaca dan juga hadiah kepadaku ya..Akan ku tunggu dari kalian ya.Semoga kalian menikmati perjalanan ceritanya ini.


Love u alls💜💜

__ADS_1


__ADS_2