When CEO Fall In Love

When CEO Fall In Love
Kesal


__ADS_3

"Rio nggak usah teladani mereka.Kakak ipar bakal tersadar jika kamu tinggikan suaramu"cegah Albert.


Rio menghelakan nafasnya dan menahan emosinya hampir meluap.Dia menyadari bahawa Albert benar.


"Jangan memancing emosiku terus Mom"kesal Rio lalu memgalihkan pandangannya ke wajah Ayraa yang bisa membuatnya tenang.


****************


"Tega kamu sama Mommy Rio.?Sejak perempuan ini datang kamu jadi dingin begini sama mommy"lirih Julia.


"Mom yang maksain aku lakukan semua ini.Dan ingat ya kamu hanya Mommy angkatku.Kamu nggak berhak mengatur hidupku sesuka hati dan satu lagi jangan sok baik ya.Aku muak mendengarnya"ketus Rio yang dikuasai emosi.


Julia terdiam mendengar ucapan Rio.Dirinya tertanya dengan maksud Rio kepada dirinya.Kenapa Rio berkata demikian kepadamya??


"Rio aku nggak kesah kamu marah sama aku jangan sama tante.Dia mommymu.Hormatinya"pura pura Audrey.


"Jangan masuk hal aku Nona Audrey.Sampai kapanpun kamu nggak bisa menjadi Nyonya William karena hanya Ayraa yang layak dengannya.Dan kamu ingat ya aku jijik sama kamu"marah Rio membuat Audrey berubah pias.


"Rio?!!!!"bentak Julia.


"Nggak usah berisik mommy.Istriku lagi berehat.Dan ingat ya jika mahu utuhkan kedudukan kamu sebagai Nyonya Besar William jangan bikin ulah karena aku akan ambil semua kekayaan aku yang kalian tumpangkan itu.Bersyukur karena sampai sekarang aku masih berikan kalian kemewahan itu"kesal Rio karena dua manusia ini tidak berhenti memancing emosinya.


Semua terdiam mendengar amarah Rio yang masih sebahagian karena Rio masih nggak mahu menganggu rehatnya Ayraa.Rio menghembuskan nafasnya dan mulai menciumi bibir manis Ayraa berulang kali untuk menghilangkan kekesalannya.


"Walaupum dicium,kamu masih tertidur ya"gemas Rio melihat Ayraa tidak bergeming.


Tidak lama kemudian,keheningan diantara mereka pecah dengan kedatangan pelayan yang membawakan pesanan mereka.Henri meletakkan makanan milik Rio di hadapannya.


"Sayang bangun yukk.Makanannya udah sampai"bisik Rio sambil mengoyangkan badan Ayraa agar terjaga.


"Hurmm hubby??Udah siap??"tanya Ayraa berusaha bangun untuk mengisi perutnya.Kepalanya merasakan sedikit pusing efem bangun tidur.


"Iya sayang.Ayo bangun"senyum manis Rio diberikan kepada Ayraa yang baru bangun.


"Hubby apa salah lihat mommymy dan penyihir itu di sini??"tanya Ayraa memastikan penglihatanya baik baik aja.


"Penyihir??"tanya Erudian bengong.


"Nona Audrey Dian"jawab Ayraa dengan polos membuat Albert,Erudiam dan Charles terkekeh.


"Hahaha kakak ipar kamu memang the best"kekeh Albery tertawa.


"Hah??Emang kenapa??"tanya Ayraa.


"Nggak apa apa sayang.Ya udah ayo makan.Pedulikan mereka.Emang Mommyku di sini"cegah Rio.


"Selamat siang mommy mertua"sapa Ayraa yang diendahkan Julia.


"Nggak usah pedulikan mereka.Ayo sini aku suapi kamu"ajak Rio mulai memotong daging ayamnya untuk senang disuapi kepada Ayraa.


"Aku bisa makan sendiri"tolak Ayraa disuap.


"Sayang biarkan aku suapi kamu ya??"pinta Rio.


"Iya iya.Ribut juga bikin aku kesal aja"cemberut Ayraa.Rio mengecup bibir Ayraa segenap karena gemas dengan Ayraa.


"Hubby??"pekik Ayraa.


"Iya ada apa Nyonya"goda Rio.


"Ayo suapi aku.Aku laper"kesal Ayraa karena terlalu lama menunggu Rio yang menggodanya.


"Iya sayang"balas Rio tersenyum lalu menyuapi Ayraa dengan penuh kasih sayang.


"Enak??"tanya Rio.Ayraa mengangguk membenarkan.


"Kamu makan juga sayang.Jangan suapi aku aja"tegur Ayraa melihat Rio tidak makan.


"Iya iya bawel.Kamu ini cerewet ya"gemas Rio.


Mereka berdua tidam mengendahkan orang lain yang menatap mereka.Audrey sedari yadi menatao geram ke arah Ayraa karena dirinya menganggap dialah yang layak ada di sisi Rio sepatutnya.


Mereka semua menghabiskan makan siang mereka tanpa ribut.Ayraa tersenyum senang melihat muka kesal Audrey.Ya sebernanya Ayraa tahu tentang keberadaan mereka karena dia terbangun sebelum Rio membangunkannya.


"Enak aja mahu ambil suamiku.Nggak akan aku biarkan.Dasar pelakor"gumam Ayraa menatap sinis ke arah Audrey lalu kembali bermanja dengan Rio membuat Audrey semakin marah dengannya.


"Sayang ayo pulang.Semuanya udah siap"ajak Rio menghulurkan tangannya untuk digandengn Ayraa.Dengan senyuman manis Ayraa menerima uluran itu.


Mereka bergandengan keluar dari situ diikuti Albert,Erudian,Charles dam Henri.Audrey dan Julia juga mengikutinya dan bermaksud memasuki mobil yang sama dengan Rio namun ditahan oleh Henri.


"Ayo nyonya saya akan hantarkan kalian pulang"ajak Henri membuka pintu untuk mereka berdua.


Rio tahu mereka akan mengikuti Rio dan Ayraa untuk mengetahui di mana mereka tinggal.Oleh iti dia menyuruh Henri turun tangan mengantar mereka memastikan mereka tidak berulah.


"Nggak usah.Kami bisa sendiri"kekeh Julia.


"Maafkan saya nyonya.Saya hanya mengikuti perintah dari tuan muda.Jadi saya nggak bisa membantah perkataannya"balas Henri membuat kedua wankta itu kesal.


"Iya iya ayo berisik"kesal Julai lalu memasuki mobil bersama Audrey.


"Nona Audrey mahu saya antarkan ke mana??"tanya Henri.


"Bawa kami mansion aja"balas Julia.


"Maafkan saya nyonya.Tuan muda katakam Nona Audrey dilarang ke mansiom mulai sekarang"balas Henri msmbuat Audrey dan Julia kesal.


"Apa apaan sihh anak itu??"kesal Julia.


"Gapapa tante.Antar aku ke perusahaan aku aja ya"kesal Audrey.


"Maafkan tante ya Audrey"sesal Julia sekaligus marah dengan tindakan Rio.


"Gapapa tante.Tenang aja"balas Audrey tersenyum palsu.


Henri mengantarkan Audrey ke perusahaannya kemudian mengantarkan Nyonya Julia ke mansion.


"Maaf Nyonya tetapi Tuan Muda berpesan jangan bikin ulah jika masih mahu menikmati kemewahan yang anda nikmatk sekarang"pesan Henri lalu melajukan mobilnya menghindari terkena emosi nyonya besar itu.


"Dasar perempuan sialan.Karena kamu aku jadi begini.Tunggu aja pembalasanku"geram Julia lalu memasuki mansionnya.


Sedangkan di mobilnya Rio dan Ayraa.

__ADS_1


"Hubby kelihatan Nona Audrey cocok sama kamu??"ujar Ayraa tiba tiba membuat Rio kaget.


"Apa maksudmu sayang??"tanya Rio dengan bengong.


"Iyalah.Kalian sedarjat dan Nona Audrey juga tidak buruk.Kalian sesuai jika bersandingan"lirih Ayraa menunduk.


Ya dia mengakui dirinya tidak sebanding Audrey.Dia hanya anak angkat dan dia nggak mendapat restu dari sang mommy Rio.Hal itu membuat dirinya sedikit insecure dan takut akan kehilangan Rio.Tanpa sadari dia menangis.Rio yang melihat Ayraa menangis segera memeluknya untuk menenangkannya.


"Sayang dengarin aku.Aku sayang dam cinta sama kamu.Datanglah anak raja sekalipun kamu tetap yang tercantik di mata aku.Jadi jangan insecure begini ya.Percaya sama kamu.Hanya kamu yang bisa bahagiaan aku.Ingat itu dan jangan lupakan itu.Please jangan nangis.Jelek mukamu jika menangis begini"pujuk Rio mengusap air mata Ayraa menenangkannya.


"Tapi aku takut....Aku takut kehilanganmu"civit Ayraa mengeluarkan uneknya.


"Sayang percaya ya.Aku nggak akan ninggalin kamu"sungguh sungguh Rio.


"Kakak ipar jangan sedih dong.Aku janji jika Hyung macam macam sama kakak ipar aku orang pertama akan belasahnya.Jangan khawtair ya"pujuk Erudian membuat Ayraa tersenyum.


"Janji"tenang Ayraa memberikan jari kelingkingnya untuk berjanji.


"Iya janji"balas Rio tersenyum bahagia meliaht senyuman Ayraa kembali.


"Nahh ini baru istriku yang tercantik.Jangan nangis terus.Aku nggak mahu kamu tertekan.Bahagialah bersama aku.Aku akan lindungin kamu dari apa apa masalah okay"pesan Rio membuat Ayraa memeluknya dengan erat.


"Makasih hubby"gembira Ayraa.


"Untuk kamu aku bisa berikan apa saja yang aku punya"tutur Rio.


Mereka akhirnya memutuskan untuk pergi ke perusahaan Rio karena Ayraa bersikeras meminta untuk tidak pulang.Rio hanya mengiyakannya selagi jadualnya masih koso g dia akan menemani istri kecilnya.


"Wahh hubby apa kamu tidak kesah membawa aku ke sini??"tanya Ayraa.


"Emang kenapa??"tanya Rio kembali.


"Dulu waktu kita bertemu di sini karena kamu ingin mendengarkan keputusanku aku sempat dihalau oleh resepsionis di sini"tutur Ayraa membuat Rio tersenyum.


"Nggak ada siapa yang berani halau ksmu sayang.Tenang aja ya"tegur Rio yang masih mengandeng Ayraa.Ayraa mengangguk dan mengikuti Rio.Dia tahu bahwa jika bersama Rio ramai yang akan hormatinya.Jadi dia sedikit lega.


"Sayang nggak usah tegang begitu"tegur Rio melihat ketegangan Ayraa di wajahnya.


"Aku nggak tegang kok.Tennag aja.Aku baik baik aja"yakin Ayraa.


Mereka memasuki lift selepas melewat meja resepsionis yang nampak menunduk ke arah mereka.


"Emang lantai kantormu berapa??"tanya Ayraa.


"Lantai kantorku paling atas"jawab Rio tenang.


"Sayang nanti kamu berehat di kamar aja ya.Aku akan menyusulmu selepas mengecek beberapa dokumen"ujar Rio membuat Ayraa cemberut.


"Kamu suruh aku tidur??Haih lebih baik di apartment aja begini jika tidur mulu"gerutu Ayraa membuat Rio terkekeh.


"Habis kamu mahu bikin apa??"tanya Rio melnagkah keluar lift karena udah tiba.


"Department apa yang ada di sini??"tanya Ayraa mengabaikan persoalan Rio.


"Di sini hanya ruangan aku,departmentmanagement dan ruang meeting aja"jelas Rio.


"Sayang ayo masuk"ajak Rio.


"Hubby aku jadi takut kamu digoda di sini.Lihat lah kamu lagi punya kamar untuk berselingkuh di kantor"cemberut Ayraa mengingatkan dirinya.Lagipula Rio banyak dikelilingi client perempuan.


"Tenang sayang.Hanya kamu bisa maasuki kamar itu"santai Rio memgelus kepala Ayraa.


"Emang bisa dipercayai??"ketus Ayraa.


" Udah ah sayang.Aku nggak mahu kamu salah faham.Percaya kepada aku sikit sih.Kamu nggak percaya langsung pada aku??Bagaimana lagi aku harus yakinkan kamu bahwa kamu satunya perempuan di hati aku"frustasi Rio yamg mulai meninggikan suara.Ayraa tidak menyangka Rio akan memarahinya tentang ini.


"Wajar aku takut RIO ADRIAN.Kamu ingat ya mommymu masih tidak menyukaiku dan Audrey sedang mendekatimu.Apa tidak bisa aku sedikit waswas??Nggak perlu marah marah.Aku bisa pergi dari sini"kesal Ayraa melangkah pergi keluar ruangan.Rio terdiam mendengar itu tetapi dia tidak mengejarnya karena masih bingung.Beberapa saat kemudian dia menyadari kesalahannya segera mengejar Ayraa yang baru aja akan menaiki lift.


Rio menarik Ayraa dan memeluknya dengan erat.Meski awalnya ditolak,Ayraa akhirnya membiarkan dirinya di pelukan Rio karena percuma menolak.Rio membawa Ayraa memasuki kamarnya untuk lebih berleluasa berbincang.


"Sayang maafin aku.Aku tahu aku hanya terbawa emosi tadi.Maafin aku ya"pinta Rio memegang tangan Ayraa dan mengelusnys.


"Hemm..aku juga minta maaf karena raguin kamu.Aku hanya ketakutan bila akan kehilangam dirimu dalam hidupmu"lirih Ayraa menunduk.


"Sayang dengarin aku ya.Aku nggak akan ninggalin kamu walau apa yang terjadi dan percayalah aku akan sayangi kamu selalu dan tidak akan berubah walau sedikit pun.Kamu hanya perlu percaya dan tetap di samping.Aku janji akan lindungi kamu sayang.Kamu adalah bakal anak anak aku kelak.Jadi tenang ya aku sayang kamu"jelas Rio penuh keyakinan membuat Ayraa tersentuh.


"Makasih hubby"lirih Ayraa kemudian memeluk Rio.


Rio tersenyum dan tiba tiba nafsunya bangkkt lalu karena dua gundukan yang menempel di dadanya.Dengan sengaja,Rio menremas dua bokong milik Ayraa membuat sang empunya kaget.


"Sayang apa kata kita berolah raga di sini??"seringai mesum Rio membuat Ayraa merona.


"Hubby jangan.Bagaimana jika yang lain datang??"tolak Ayraa malu.


"Gapapa sayang.Mereka nggak mengangguk kita kok"yakin Rio memulakan aksinya.


Ayraa hanya pasrah di bawah kukungan Rio.Dia menikmati permainan Rio yang membuat kenikmatan kepada.Rio tidak menunggu lama segera menyatukan badan mereka membuat Ayraa terpekik karena masih merasakan perih walaupun telah malam pertama semalam.


"Ah ah ah sayang kamu nikmat sekali"racau Rio terus memaju mundurkan gerakan pinggulnya dengan semakin kuat membuat Ayraa mendesah tidak keruan.


"Aaa sayang makasih"bisik Rio selepas mencapai puncak klimaksnya.Ayraa mengangguk karena dirinya lebih mahu memejamkan mata karena kelelahan yang diberikan.


Rio tersenyum lalu turun dari atas Ayraa dan memeluknya dengan erat.Mereka mengabaikan sisa aktvitas petang mereka dan memilih untuk tidur.


Sedangkan di luar ruangan,Albert mencari Ayraa dan Rio di ruangannya.Dia akhirnya mendekati Ditrain yang sudah ada di ruangannya di lantai yang sama.


"Hyung Rio di mana??"tanya Albert.


"Emang tadi dia ke mana??"bengong Ditrain mengapa Albert tanyanya sedangkan dia berada bersama mereka.


"Tadi dia kata ingin masuk ke ruangan tetapi aku masuk tidak aada sesiapa"jelas Albert membuat Ditrain tersenyum.


"Mereka mungkin berehat di kamar pribadinya"seringai jahat Ditrain yang mengetahui apa yang dilakukan Rio.


"Oh iya??"bengong Albert.


"Nggak usah menganggunya Albert.Lakukam aja apa yang Gion suruh"cegah Ditrain.


"Iya iya.Aku kembali ke ruangan aku aja.Jika ketemu Rio bilang aku mahu pulang samanua"pesan Albert sebelum melangkah keluar.


"Hahaha Rio rio kamu masih sama seperti dulu"tawa Ditrain.Kemudian dia meneruskan pekerjaannya yang tertangguh.

__ADS_1


Di kamar Rio


Setelah beberaapa waktu tertidur,Ayraa mengerjap matanya karena perutnya terasa lapar.Dia memandang wajah tampan Rio dengan saksama.


"Terpesona??"goda Rio yang sudah lama bangun membuat Ayraa kaget..


"Kamu udah bangun??"kaget Ayraa..


"Iya sih sayang jika diabaikan wajah cantikmu"goda Rio.


"Hubby aku lapar"manja Ayraa membuat Rio tersenyum.


"Yuk bangun.Kita pulang.Ini udah sore"ajak Rio.


"Hemm ayo"sahut Ayraa lalu bangun tanpa menyadari dirinya tidak memakai apa apa pakaian membuat Rio menyeringai jahil.


"Kamu mahu ulang aktivitas kita sayang??"tanya Rio mendekati Ayraa.


"Maksudmu??"tanya Ayraa yang masih nggak tahu apa apa.


"Lihat la badanmu yang masih polos.Apa kamu menggodaku ssayang"mesum Rio.


"Hubby"pekik Ayraa segera masuk kembali ke selimutnya.


"Hahahah sayang kenapa masuk kembali??"goda Rio.


"Udah aaa hubby aku benaran lapar"kesal Ayraa.


"Iya iya ayo ke kamar mandi.Bersihkan duluan dirimu"ajak Rio karena dirinya telah siap mandi sebelum Ayraa terjaga.


"Tapi mahu ke sana bagaimana??"malu Ayraa.


"Iya iya aku keluar.Pakaianmu di kamar mandi ya.Aku udah siapinnnya"sahut Rio sebelum keluar dari kamar itu.


Rio telah menyediakan pakaiannya dan Ayraa sebelum ini.Henri lah mangsa ysng disuruh Rio.


Flashback on...


Rio bangun dan melihat Ayraa masih terlelap.Dia berinsiatif bangun dan mandi duluam serta memeriksa beberapa berkas.


"Aku udah punya baju di sini.Tapi Ayraa??"gumam Rio teringat akan Ayraa yang polos.Dia akhirnya keluar dari kamar itu untuk mengambil ponselnya.


"Henri kamu tolong belikan sepasang baju untuk istriku dan pastikan tertutup"perintah Rio lalu mematikan panggilan secara sepihak.


"Haishh aku lagi"gerutu Henri sebelum berjalan untuk melakukan tugasan dadakan itu.


Tidak lama kemudian,pintu ruangan Rio diketuk.Knock knock.


"Masuk"datar Rio.


"Hyung"panggil Erudian yang baru masuki ruangan ini.


"Dian??Ngapain ke sini??"tanya Rio.


"Aku tolongin Sekreatris Henri bawain perintah mu"serah Erudiam sambil mendekati Rio.


"Ooo makasih.Letakkan di sana"sahut Rio lalu fokus memeriksa laporan yang diberikan Henri.


"Sibuk hyung??"tanya Erudian.


"Hurmm ada apa??"tanya Rio.


"Aku hanya mahu bagitahu aku dan Albert akan ikuti kalian pulang ya"seru Erudian lalu keluar sana selepas mendapat anggukan dari Rio.


Rio kembali fokus kepada pekerjaannya.


Flashback off....


Ayraa telah selesai bersiap keluar dari kamar peribadinya dan mendekati Rio yang duduk di sofa.


"Hubby"panggil Ayraa.


"Sayang udah siap??"tanya Rio.Ayraa mengangguk lalu mendekati Rio.


"Iya ayo pulang.Aku lapar banget"ajak Ayraa memasang wajah imut di hadapan Rio.Rio yang gemas segera mencium bibir munggil itu.


"Hubby ayo"cemberut Ayraa karena nggak mahu Rio membazirkan masa lagi.Dirinya benar benar kelaparan sekarang.


"Iya iya bentar"sahut Rio berjalan menuju ke mejanya dan mengambil ponsel dan beg tangan Ayraa sebelum mengandeng keluar Ayraa.


"Tuan muda"panggil Henri.


"Henri ayo pulang.Kamu mandunya dan jangan lupa ajak Erudian dan Albert sekalian.Mereka mahu ikut"sahut Rio.


"Rio kamu mahu pulang??"sapa Gion mendekati Rio.


"Iya hyung.Kami mahu sekalian makan malamnya"seru Rio.


"Sekalian aja.Mereka juga mahu makan di luar"cadang Gion.


"Boleh hyung.Lagi enak jika makannya sekaliam"sahut Ayraa memotong ucapan Rio.


Dari kejauhan kelihatan Leon,Ditrain,Charles,Albert dan Erudian mendekati mereka.


"Hyung ayo.Aku udah lapar"ajak Erudian merengek.


"Iya iya ayo.Kita sekalian sama mereka aja"balas Gion.


"Oke"semuanya setuju.


Mereka semua masuk ke lift dan menuju ke lobi.Di lobi seperti biasanya mereka akan menarik perhatian para karyawan terutama dengan kedatangan sang Nyonya Rio ke perusahan.


Ayraa tersenyum melihat beberapa karyawan yang menyapanya serta yang lain.Hanya Ayraa membalas sapaan mereka dengan senyuman karena tidak dengan 'yang lain yang hanya menunjukkan wajah datar mereka.


BERSAMBUNG🐣


Hayyo bagaimana??Mikirin yang tidak tidak🤣🤣Maafin aku udah lama nggak updatenya karena jadualnya aku sedikit sibuk karena ujiannya.Maaf ya.Aku akan double update untuk harini atau selebihnya.Doakan aku rajin dan semangat ya.Berikan aku dukungan dan semangat juga untuk aku makin bersemangat intuk sentiasa upnya.Kalian yang hanya membaca tanpa meninggalkan jempol dan komen di komentar membuatku sedikit kurang bersemangat.Aku perlukan dukungan dari kalian.


Jangan khawatir aku akan sentiasa up jika kalian bersemangat dan sentiasa mengevote aku.Oh ya jangan lupa berikan like di akhir membaca dan juga hadiah kepadaku ya..Akan ku tunggu dari kalian ya.Semoga kalian menikmati perjalanan ceritanya ini.


Love u alls💜💜

__ADS_1


__ADS_2