
Keesokan harinya,Rio yang bangun terlebih dahulu menatap wajah manis Ayraa.
“Aku janji bakalan jaga kamu setulus hatiku sayang.Aku akan pastiin ini kali terakhir kamu masuk hospital gara gara musuh kita”gumam Rio sambil membelai wajah Ayraa.
“Sayang kamu sudah bangun?”tanya Ayraa yang melihat Rio membelai wajahnya.
“Ya.Goodmorning sayang”ucap Rio sambil mengecup bibir Ayraa sekilas.
“Goodmorning too babehh”jawab Ayraa tersenyum manis.
“Sayang hari ini aku bisa pulang,ya kann?”tanya Ayraa kepada Rio.
“Jika aku dokter aku pasti tahu kapan kamu pulang sayang.Tunggu keputusannya dokter aja ya”jawab Rio gemas.
“Iya sayang.Tapi aku udah bosan di sini.Aku mahu pulang hari ni yahh.Kamu pujukin dokter biar aku bisa pulang”pinta Ayraa.
“Baiklah sayang.Tapi kamu harus janji akan jaga diri kamu sewaktu di rumah”pesan Rio.
“Baiklah sayangkuh yang tampan”gombal Ayraa sambil terttawa.
“Ehhh dia ketawain kita lagi”canda Rio dengan mimik muka serius.
“Hahahahahahahhahaha.Ya ampun sayang udah ii aku perih ini”adu Ayraa memegang perutnya.
“Iya iya aku berhenti.Aku mahu nelpon Henri biar dia bawain pakaian buatku”kata Rio.
“Iyaa sayangg”seru Ayraa.
Rio turun dari kasur Ayraa dan mengambil ponselnya lalu menuju ke arah sofa.Dia duduk dan mulai nelpon Henri serta memberi arahan kepadanya.Ayraa tekun melihat wajah Rio yang sedang serius mengobrol sama Henri.Dia seakan terpesona dengan ketampanan Rio.
Rio yang menyadari Ayraa menatapnya mematikan panggilannya.
“Apa kamu puas bisa natap aku begitu?”ucap Rio yang membuat Ayraa kaget.
“Eh sayang.Aku sedang mengagumi ketampanan mu”ucap Ayraa dengan polos.
“Jadj kamu baru sadar aku tampan Ayraa?”canda Rio.
“Dasar Narsis!!”seru Ayraa sambil mencubit pelan pinggang Rio.
“Emang itu kenyataan sayang.Di luar sana ramai yang mengagumi ketampanan aku.Karena itu aku punya banyak fansnya”narsis Rio.
“Iya iya kamu emang tampan kok”puji Ayraa.
“Oh ya sayang.Besok kita ke gedung pernikahan kita ya!Semuanya udah 80% beres”ucap Rio.
__ADS_1
“Baiklah sayang”jawab Ayraa.
Tidak lama kemudian,Henri mengetuk pintu ruangan Ayraa.Rio membuka pintu dan mengambil beg yang berada di tangan Henri.Dia pamit kepada Ayraa untuk menukar pakaiannya.Disetujui oleh Ayraa kerna dia tahu Rio pasti risih dengan keringtnya.
Henri menunggu Rio di sofa dalam ruangan Ayraa.Sedangkan Ayraa bermain ponselnya.Dia membalas pesanan temannya.Sudah lama dia tidak memegang ponselnya kerna selalu berada dengan Rio.
“Aku udah nggak sabar untuk nunggu hari H kami”batin Ayraa yang melihat wallpaper ponselnya yang telah diubah menjadi gambar mereka berdua.
“Aku harap kami bisa bahagia”gumam Ayraa lagi.
Akhirnya,Rio yang telah lengkap dengan jasnya leluar dari kamar mandi dan menuju ke arah Ayraa.
“Sayang apa kamu mahu bersihin badanmu terlebih dahulu?”tanya Rio.
“Nggak.Aku bersihnya di rumah sama mommy”jawab Ayraa.
“Baiklah kalau gitu.Henri kamu selesaiin check outnya.Aku sama Ayraa tunggu di mobil ya”perintah Rio lalu menekan butang untuk memanggil dokter.
Tak lama selepas itu,sepasukan perawat dan dokter tiba di ruangan Ayraa.Mereka khawatir jika ada apa apa yang berlaku kepada pemilik hospital ini.
“Tolong cabutin itu ya.Aku mahu bawain Ayraa balik bersamaku.Henri akan mengurus keperluan Ayraa”perintah Rio.
“Baiklah tuan mida”jawab dokter itu dengan gementar.Mereka seakan sulit untuk bernafas apabila berdekatan dengan Rio.Dengan hati hati,dokter perempuan itu mencabut fius di tangan Ayraa agar dia tidak membuat sedikitpun kesalahan.
“Auchh”pekik Ayraa apabila tangannya terasa sedikit perih akibat jarum fiusnya dicabut.Pekikan Ayraa membuat dokter perempuan itu gugup dan gementar.
“Nggak apa apa sayang.Dokter Yulia sudah lakuin sebaik mungkin.Tanganku aja terasa perih sedikit”pujuk Ayraa membela dokter yang diketahui nama yang melalui tag namanya.
“Hemmmm”Rio berdehem.
“Baiklah tuan muda.Saya sudah siap mencabutnya.Saya harap Nona Ayraa bisa sembuh sepenuhnya ya.Dan Nona Ayraa jangan lupa untuk pastiin obat yang diberi habis ya”ucap Dokter Yulia.
“Terima kasih ya dok”ucap Ayraa tersenyum.
“Sama sama nona.Kalau gitu saya permisi dahulu ya”pamit Dokter Yulia.
Rio hanya melihat tanpa menjawabnya.Sedangkan Ayraa tersenyum ke arah Dokter Yulia.
“Sayang kenapa kamu datar amat sama Dokter Yulia?”tanya Ayraa.
“Aku cuma nggak mahu dia anggap macam macam jika aku bersikap ramah kepadanya”cuek Rio.
“Aku nggak biarkan sesiapa menyakiti Ayraa termasuklah dia sekalipun”batin Rio.
Flashback.......
__ADS_1
Sore itu,Rio keluar untuk membeli makanan untuknya dan Ayraa.Dia berjalan di koridor lalu melihat Dokter Yulia yang sedang berpura pura sakit.Rio mengetahuinya kerna Rio melihat Dokter Yulia sedang bermain ponselnya sebentar tadi namun berpura pura mengaduh kesakitan sewaktu Rio menghampirinya.
“DASAR ULAR”batin Rio.
Rio mengendahkannya.Rio berjalan di depannya tanpa mengendahkan Dokter Yulia.Namun,Dokter Yulia tidak menyerah begitu saja.
“Aduch perutku sakit banget”adu Dokter Yulia.
“Tuan Muda bisa kamu bawain aku ke ruangan ku di depan sana”sambung Dokter Yulia sambil menunjuk ke arah depannya.
Rio lagi lagi mengendahkannya dan berjalan menjauhinya.Dokter Yulia tidak berputus asa.Dia terus mencari perhatian Rio.
Dokter Yulia berpura pura pengsan di hadapan Rio.Rio yang awalnya terkejut dengan kenekatan Dokter Yulia akhirnya menyuruh Henri yang masa itu baru sampai.
“Henri kamu tolong bantuin Dokter Yulia ya jika kamu punya masa luang.Aku sibuk dan AKU NGGAK LAYAN SAMA ULAR DI POHON POHON”ucap Rio dengan penuh penekanan.
Dokter Yulia terkejut namun aktingnya yang pengsan diteruskannya agar tidak malu.
“Maaf tuan muda.Saya ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.Saya juga harus memerhati PELAKOR yang sudah sekarat di gudang kita”jawab Henri dengan sopan dan penuh penekanan di perkataan Pelakor.
Akhirnya,Rio dan Henri meninggalkan Dokter Yulia yang pura pura pengsan.Dokter Yulia yang sewaktu itu ingin bangun diurungkannya kerna ada rekan kerjanya yang melihatnya pengsan.
Flasback end......
...****************...
Rio mengandeng mesra tangan Ayraa karena Ayraa nggak mahu digendong.Mereka keluar dari ruangan Ayraa dengan mengandeng mesra antara satu sama lain.
Ayraa terkejut melihat sekumpulan lelaki berbaju hitam sedang berada di hadapan ruangannya.Dengan cepat dia menyorok di pelukan Rio.Rio tersenyum melihat kelakuan Ayraa yang lucu itu.
“Kamu nggak usah khawatir sayang.Mereka adalah anak buahku”bisik Rio.
Ayraa yang mendengarkan itu melepaskan pelukannya dan melihat ke arah Rio.Rio yang ditatap hanya tersenyum dan mengenggam tangan Ayraa.
“Maaf tuan muda.Mobil sudah siap.Ayo kita berangakat”ucap salah seorang anak buah Rio.
“Hmm baiklah ayo sayang”ajak Rio disambut hangat oleh Ayraa.
Anak buah Rio mengawal dan melindungi Ayraa dan Rio sepanjang laluan ingin ke mobilnya.Setibanya di lobi hospital,Ayraa terkejut melihat segerombolan wartawan yang sedang menuju ke arah mereka.Dengan cepat,Rio menyuruh anak buahnya menghadang mereka dan menarik Ayraa ke mobil dengan segera.
Rio cuma tidak ingin Ayraa terganggu dengan wartawan itu.Anak buahnya dengan siagap menghalang para wartawan.Ayraa yang syok hanya mengikuti langkah Rio.
“Jangan takut aku ada bersamamu sayang”bisik Rio menenangkan Ayraa.
Ayraa menatap sekilas ke arah Rio yang sedang melindunginya daripada para wartawan.Rio membawa Ayraa ke mobilnya agar tiada wartawan yang dapat mengambil foto Ayraa.
__ADS_1
Bersambung✨
Jangan lupa untuk like dan tinggalkan jejak di comment.Aku akan berusaha untuk membalas setiap comment ya.