When CEO Fall In Love

When CEO Fall In Love
Nggak Sabar


__ADS_3

"Sebernanya,Ayraa telah mengugat penceraian di mahkamah"latah Anna yang kaget di bentak.


"Apa?!!!!!!!Cerai??Bagaimana bisa???"kaget Gion dan Rio.


"M....mommy.Mommy telah siapin dokumennya dan Ayraa terpaksa menandatanganinya.D...dannn...."takut Kiara.


"Dan apa Kiara Diana?!!!!"bentak Rio.


"Dan mommy akan menjebak kakak untuk tandantangan dokumen itu dan juga mereka berdua merancang untuk menaruh obat perangsang agar Kak Rio dan Audrey melakukannya"lirih Kiara.


"Brengsek aku akan balas semua perbuatan kalian"kesal Rio.


"Menjijikannya"gumam Charles.


"Apa benar kalian nggak tahu di mana kakak ipar sekarang Kiara??"tanya Erudian memastikan.


"Benar kak Eru.Kami nggak tahu.Sumpah"balss Kiara menyakinkan mereka.


"Kalian pulang duluan jika Kakak Ipar menelefon kalian bisa beritahu kami dan Henri serahkan nombor ponselmu"perintah Gion.


"Ini"serah Henri kepada Alesya.


"Hubungi Henri jika ada kabar tentang mereka"perintah Gion.


"Baiklah.Kami pulang duluan"pamit Kiara diikuti Anna dan Alesya.


Selepas mereka bertiga keluar,Dion mendekati Rio yang melamun.


"Tuan Muda saya sudah menemukan keberadaan Nona Ayraa"ujar Dion membuat Rio mendapat kegembiraan.


"Benarkah??Di mana??"teruja Rio.


"Di kawasan pedalaman di selatan Jakarta.Mereka berada di villa milik keluarga Nona Alea temannya Nona Ayraa"jelas Dion.


"Lacak CCTV di sana duluan Dion.Bisa aja mereka udah menyadari alat pelacak di cincin kakak ipar"perintah Gion.


"Baiklah.Bentar saya melacak CCTV yang ada di sana"balas Dion.


"Sayang tunggu aku"lirih Rio menatap foto Ayraa di ponselnya.


...****************...


"Yeay sudah dapat.Bentar aku mahu mencari Nona Muda di setiap kawasan villa ini"gembira Dion karena berhasil melacak keberadaan Ayraa.Rio ingin mendekati Dion namum dilarang Gion.


"Hyung aku mahu lihat sama Dion"kesal Rio.


"Kamu berehat duluan.Kamu masih sakit.Aku nggak mahu kamu sakit tambah teruk"tegur Gion.


"Nggak lepasin aku"ketus Rio kekeh untuk mendekati Dion.


"Dion kamu ke sini aja"pasrah Gion.Dion mendekati Rio karena dia tahu Rio pasti mahu ketemu sama Ayraa.


"Ini Nona Muda tuan muda"tunjuk Dion.


"Sayang"lirih Rio.


"Ya udah ayo kita ke sana sekarang"perintah Rio membuat semua orang kaget karena hari sudah hampir malam.


"Rio apa kamu gila??Ini udah mahu malam.Besok aja ya"pujuk Albert.


"Aku mahu sekarang.Aku nggak mahu dia ninggalin aku lagi"kekeh Rio.


"Kakak ipar nggak akan ke mana mana.Dia akan di situ aja.Percaya sama aku.Sekarang ayo pulang dan berehat di apartment aja.Besok pagi kita ke sana.Nggak ada protes kali ini"tegas Gion.


"Tapi hyung..."protes Rio.


"Rio Adrian.Ini udah malam.Jangan kekanakan ayo pulang"kesal Gion.


"Nggak mahu.Aku tidur di sini aja.Apartment itu sudah aku suruh Bian membakarnya"tolak Rio.


"Apa kamu gila Rio??"kesal Charles.


"Saya nggak membakarnya lagi Tuan Muda"tunduk Bian karena takut di marahi.


"Gapapa Bian.Keluarkan aja barangan mantannya yang ada di sana dan bakar aja"perintah Henri.


"Nggak Henri.Aku mahu bakar semuanya"emosi Rio.


"Jangan tuan muda.Kita bisa menjualnya nanti"tolak Henri.


"Ini udah masuk waktu makan malam.Ayo kita makan duluan"ajak Ditrain.


"Kalian aja.Aku nggak mahu"tolak Rio lalu membaringkan badannya.


"Kamu harus makan Rio"tegur Albert.


"Jangan paksa aku kali ini Hyung.Please tinggalkan aku sendirian"lirih Rio.Rio keadaannya sednag kacau dan dia buntu harus lakuin apa.


"Baiklah.Jika ada apa apa,panggilkan dua pengawal di luar"pasrah Albert melangkah keluar.Semua orang meninggalkan Rio sendirian.Henri nggak tega melihat tuannya yang tidak bersemangat.


"Biarkan Rio rehat Dri.Dia pasti merasakan kehilangan.Nggak usah khawatir"bisik Leon menarik Henri keluar dari kamar.


Rio memejamkan matanya tetapi tidak tertidur karena dirinya sangat merindui Ayraa yang selalu ada di sampingnya.


"Sayang maafin aku nggak jujur sama kamu.Please jangan hukum aku kayak gini.Aku nggak kuat.Aku rindu kamu.Dan percayalah hati aku hanya milik kamu.Jangan tinggalkan aku sayang.Aku nggak kuat tanpa kamu sayang.Please datang lagi ya.Jangan pergi"racau Rio sambil menangis.


Selepas lama meracau sendiri,Rio akhirnya terlelap di dalam mimpinya.Dia nggak bisa tidur dengan tenang karena dia memilik masalah tidur dan butuh obat tidur jika ingin tidur dengan nyenyak.Malam itu dia bermimpi teruk sehingga menjerit membuat Ji yang berjaga di luar bimbang dengan keadannya dan memutuskan memanggil Henri.


"Maaf tuan Henri menganggu tetapi tuan muda menjerit sangat kuat.Kami bimbang dengan keadaannya"takut Ji membuat Henri berlari ke kamar Rio bersama Albert di belakangnya.


"Rio ada apa??"cemas Albert menatap Rio meringkuk ketakutan di atas ranjangnya.


"Semua mahu meninggalkan aku.Mama papa dan istriku.Apa aku tidak berhak bahagia??Aku "racau Rio membuat Henri dan Albert tersentak.


"Rio dengar aku.Ayraa akan kembali pada kamu.Jangan khawatir.Aku janji akan bawa dia ke sisimu nanti.Sabar Rio jangan begini.Kamu jangan terus lemah begini.Di mana Rio Adrian yang kejam dam kuat hah!!!?"bentak Albert.


"Aku mahukan Ayraa Bert"lirih Rio.Henri akhirnya memanggil dokter untuk memberikan obat tidur kepadanya.


"Maafkan aku Rio"lirih Henri selepas melihat Rio mulai hilang kesedarannya.


"Apa Rio selalu begini??"tanya Albert dengan mata sayu.


"Rio memang memiliki masalah untuk tidur lebihnya Trauma kepada mimpi.Tetapi sejak dia berjumpa Kakak Ipar dia udah bisa tenang dan tidak lagi mengkosumi obat tidur.Mungkin kepergiaan Kakak Ipar bikin dia lagi stres dan tertekan"tutur Henri.

__ADS_1


"Aku harap kakak ipar bisa mendengar penjelasan Rio nanti"lirih Albert.


"Aku akan pastikan semuanya akan baik baik"tutur Henri dengan yakin.


Albert dan Henri menatap kasian ke arah Rio dengan keadaannya sangat memprihatinkan.


"Terakhir aku lihat dia begini masa kehilangan mama dan papanya.Kita harus cepat bawa Ayraa ke sini"lirih Henri menatao Rio.


Sedangkan di lain tempat,Ayraa masih nggak bisa memejamkan matanya karena perasaannya menjadi tidak tenang.Dia mondar mandir di kamarnya lalu memutuskan untuk tidur selepas berhasil menenangkan perasaan gelisahnya.


"Apa yang terjadi sama Rio??Perasaanku nggak enak samanya"gumam Ayraa sebelum terlelap.


Ayraa dan Alea tidur di kamar yang berasingan karena Alea mahu memberikan ruang kepada Ayraa untuk bertenang.


Skip kepada keesokan harinya.


Di rumah sakit,Rio terbangun karena merasa silau yang memancar ke dalam ruangannya.Dia mengenyitkan pelipisnya saat merasakan pusing.


"Kamu sudah bangun??"tanya Henri yang baru sahaja masuk membawakan sarapan untuknya.


"Kita di mana??Apa yang terjadi??"tanya Rio bingung.


"Di ruangan inap pribadimu.Semalam kamu mimpi buruk jadi aku terpaksa memberi obat tidur kepadamu"jelas Henri.


"Di mana Ayraa??"tanya Rio melihat ke sana sini mencari Ayraa.


"Istrimu masih di sana"lirih Henri.


"Apa!!!Aku harus segera ke sana.Ayo Henri"ajak Rio dengan cemas.


"Makan duluan Rio"pujuk Henri.


"Nggak Henri.Nanti aja aku makan sama Ayraa.Aku rindu istriku.Jangan halang aku"lirih Rio melangkah turun dari ranjangnya.


"Baiklah.Ayo ke sana.Tapi bentar kamu tunggu duluan.Aku harus menyuruh Dion menyiapkan helikopter untuk ke sana dengan cepat"pasrah Henri.


"Nggak kita tunggu di sana aja"gesa Rio dengam terburu buru keluar dari ruangannya walaupun dirinya masih pusing.


"Kenapa kamu degil banget Rio Adrian???"gumam Henri yang akhirnya menyusul Rio keluar.


Albert yang baru sahaja selesai sarapan melihat Rio tergesa gesa memutuskan untuk mengikutinya.


"Ada apa??"tanya Albert.


"Aku mahu ketemu Ayraa"balas Rio singkat lalu kembali berjalan ke luar rumah sakit.


"Biarkan aku ikut Rio sama Albert aja.Kalian di sini atau kalian tunggu di apartment kita aja"pesan Gion lalu mengikuti yang lain.


"Ayo kita ke apartment aja.Kemasin barang barang kita agar kakak ipar nggak kabur lagi"ajak Erudian.


"Baiklah ayo"setuju Ditrain.Akhirnya mereka berempat menuju ke apartment mereka diantar dua pengawal yang berjaga itu.


Sedangkan Rio,Henri,Albert,Dion dan Bian menaiki mobil yang akan membawa mereka ke lapangan terbang pribadi milik Rio.Rio tidak henti henti menyuruh Dion memandu dengan laju sedangkan kelajuan mereka untuk maksimal.


"Aduh tuan muda jangan marah marah.Aku jadi nggak tenang memandu"batin Dion karena diirinya nggak mahu dimarah oleh Rio yang masih emosi saat ini.


Semua mata memandang Dion kasian tapi mereka nggak membela karena nggak mahu menambahkan lagi emosi Rio yang masih naik turun.


"Henri apa tuan kamu itu sudah gila.Aduhh capek banget ya harus berlari seperti ini"kesal Albert.


"Baik kita diam daripada terkena amarahnya"tegur Gion.


Dengan nafas yang tidak beraturan mereka menaiki jet pribadinya karena Gion nggak mahu Rio membawa helikopter karena Gion mahu nanti Rio bisa berehat di kamarnya semasa perjalanan pulang.


"Biar aku aja yang mandu"kesal Rio karena dari tadi pilotnya menerangkan arahan di dalam jet peribadi.


"Nggak usah.Aku masih mahu hidup Rio"cegah Albert memegamg Rio.


"Cepatan kamu.Jangan melengahkan masa aku"bentak Rio membuat pilot itu ketakutan dan segera menuju ke bilik pengendalian.


"Rio sabar.Jangan emosi terus"tegur Gion.


Rio menghelakan nafasnya.Dia sukar menenangkan emosinya saat ini.Ingin aja dia segera tiba dan berjumpa Ayraa untuk menjelaskan semuanya.


"Betapa bodohnya aku waktu Ayraa meminta aku jelasin semuanya"lirih Rio sambil memejamkan matanya untuk menghilangkan pusingnya yang dari tadi mengangggu konsenterasinya.


"Rio apa kamu nggak lapar??"tanya Henri.


"Makanlah duluan"pujuk Henri.


"Nggak Dri.Jangan maksa aku please.Aku capek mahu berantem"gumam Rio menutup matanya.


Henri akhirnya kembali ke tempat duduknya karena nggak mahu memancing amarah Rio.Dia berharap agar semuanya akan kembali seperti biasa karena dia nggak tega lihat tingkah Rio yang seperti mayat berjalan.


Tanpa senyuman,candaan dan rehat.Terus bekerja dan bekerja.Henri nggak mahu hal itu berlaku lagi.Dia sungguh kasian sama Rio.Kali ini dia berjanji akan pastikan semuanya dibawah kawalan dan pantauannya.


"Aku merindukanmu sayang"lirih Rio tanpa sadar menitikkan air matanya.


"Aku nggak mahu berpisah sama kamu.Tunggu aku di sana"batin Rio memandang langit dari jendela jetnya.


Sedangkan di lain tempat,Ayraa dan Alea berpusing di desa itu menikmati kenikmatan suasana di sana.Alea nggak mahu Ayraa terlalu tertekan lagipula dirinya udah tahu tentang kedatangan Rio pada hari ini.


"Maafkan aku.Aku nggak mahu kamu terluka lagi"batin Alea memandang sedih ke arah Ayraa.


Flashback on...


Semalam Alea mengaktifkan ponselnya untuj memaklumi orang tuanya yang tidak mengetahui kepergiaannya sama Ayraa tetapi sebaik sahaja ponselnya diaktifkan Alea kaget karena begitu banyak notifikasi masuk.


Alea membuka satu persatu bermula dengam chatnya dari Alesya dan Anna.


"Lea kamu di mana๐Ÿ˜ซ???"tanya Anna menambahkan emoji cemas.


"Di mana kalian??Ayraa bagaimana???Apa dia baik baik aja???"pesanan dari Anna beruntun masuk.


Alea mengelengkan kepalanya dan membuka chatnya dari Alesya.


"Lea di mana Ayraa???Apa dia tahu Rio pengsan??Mungkin dia terlalu khawatir sama Ayraa.Kayaknya ada salah faham antara mereka"pesanan Alesya turut beruntun di persoalkan.


"Rio pengsan??Salah faham??"bingung Alea akhirnya memutuskan untuk menelefon Anna.


"Hello Anna"sapa Alea apabila panggilan tersambung.


"Leaa akhirnya.Kami di mana???"tanya Alesya merampaskan ponsel Anna.

__ADS_1


"Aku di selatan jakarta.Di villa keluargaku"balas Alea.


"Ya ampun.Tega kalian pergi begitu aja ya"gerutu Anna.


"Iya maaf.Ayraa yang mahu sembunyikannya"sesal Alea.


"Apa kami tahu Rio pengsan di cafe tadi??"tutur Anna membuat Alea kaget.


"Pengsan???Bagaimana bisa???"cemas Alea takut.


"Dia kelihatan kacau banget.Dan mereka berdua ada salah faham.Dan maafkan kami kami telah jujur tenyang segalanya kepada Rio karena kami nggak tega sama kondisinya"lirih Alesya di sebarang sana.


"Gapapa ini mungkin yang terbaik untuk mereka"pujuk Alea menenangkannya.


"Mungkin nanti Rio akan menyusul kalian.Kiara kata dia berhasil melacak keberadaan kalian.Kamu nggak usah halangin mereka.Aku takut kamu jadi imbasannya Lea"nasehat Anna membuat Alea ketakutan.


"Apa maksudmu Anna??"cicit Alea.


"Temannya Rio nama Gion kali dia seram banget kek pokoknya.Tatapannya horror banget.Dia salah satu alasan kenapa kami jujur.Dia kata akan hancurin kami jika kami berpakat dalam kaburan ini"jelas Alesya kembali meremang mengingat hal itu.


"Lesyaa bagaimana ini aku takut!!!"cicit Alea mulai memeluk tubuhnya.


"Soal itu kami kata jangan katakan apa apa sama Ayraa dan jangan halangin mereka.Biarkan mereka selesaiin masalah mereka.Kondisinya Rio prihatin banget pokoknya"jelas Anna.


"Bagaimana jika Ayraa marah???"tanya Alea.


"Kita bisa pujukinnnya Lea.Jangan kasi sang ceo marah udah.Seram aku dibuatnya"gerutu Anna.


"Baiklah aku harus tutup nanti Ayraa mendengar percakapan kita"ujar Alea.


"Baiklah jaga dirimu.Pastikan kalian nggak pindah ke mana mana lagi"pesan Alesya.


"Okay jangan khawatir"balas Alea sebelum mematikan panggilannya.


Flashback off....


"Ada apa Leaa??"tanya Ayraa yang melihat Alea melamun.


"Ehh nggak ada apa apa.Ayo pulang.Aku laoar"ajak Alea memegang perutnya yang meminta diisi.


"Lapar mulu"gerutu Ayraa yang masih tidak ingin pulang.


"Ayolah Ayraa.Hari udah mahu hujan.Ntar nasah sebelum sampai.Kamu sihh ajak jalannya jauh banget"cemberut Alea membuat Ayraa melihat keadaan awan.Langit kelihatan mendung.Ayraa yang masih mahu di sana menghelakan nafasnya dan mengangguk pasrah.


"Iya iya ayo"pasrah Ayraa membuat Alea tersenyum.


Ayraa merasakan gelisah dari semalam.Bahkan dirinya tidak nyenyak karena cemas akan sesuatu yang tidak jelas.


"Kamu kenapa Raaa??Dari villa tadi aku lihat wajah kamu gelisah gitu??Apa ada masalah??"tanya Alea semasa mereka memasuki villa.


"Entah aku merasa gelisah dari semalam.Tapi aku nggak tahu kenapa"luah Ayraa membuat Alea terdiam.


"Begitu terikatnya batin kalian.Ya ampun Ayraa aku yakin kamu pasti bahagia samanya"gumma Alea.


"Positif aja Raa.Nggak ada yang berlaku "balas Alea tersenyum.


"Ya udah.Ayo bersihkan badan duluan sebelum makan siang kita.Aku juga udah lapar"ajak Ayraa.


"Oke siapp"semangat Alea.


Di sisi lain,jet pribadi Rio telah mendarat di lapangannya.Namun,mereka terpaksa menangguhkan perjalanan mereka ke villa di mana Ayraa berada karena hujan lebat di sana membuat kabus di mana mana.Gion menyuruh Rio untuk tunggu hujan surut duluan sebelum menyambung kembali perjalanan mereka.


"Aku mahu ke sana"kekeh Rio membuat semua menghelakan nafasnya.


"Rio Adrian,kamu lihat sana.Hujan lebat.Apa kamu mahu kita kecelakaan hah?!!Ayraa nggak ke mana.Anak buah hyung udah berada di sana menjaga villa itu"jelas Gion membuat Rio terdiam.


Rio diam sambil melihat foto Ayraa yang ada di ponselnya.Dia mengusap gambar itu.Henri dan Albert berada jauh darinya merasakan perasaan sedih Rio.


"Kamu makan duluan Rio.Badan kamu nggak nerima apa apa asupan dari sore semalam.Hyung takut kamu akan sakit lagi"ajak Gion.


"Aku mahu tunggu Ayraa.Istriku akan menyuapiku.Aku nggak mahu yang lain"tolak Rio.


"Ya udah aku nggak maksa kamu.Kamu jika mahu rehat kita rehat di ruangan pribadi kamu di sini"cadang Gion.


"Nggak mahu.Aku hanya mahukan istriku.Please Hyung aku mahu ke sana sekarang"tutur Rio dengan sedih.


"Sabar Rio.Tunggu bentar lagi.Hujan udah mulai surut jadi kita nunggu semuanya baik baik aja baru kits berangkat ke sana"pujuk Gion.


"Baiklah"pasrah Rio.


Di sisi lain,seorang pemuda marah kepada anak buahnya yang dikatakan dibecus menjalankam tugas yang diberikannya.


"Dasar bregsekk!!!Kenapa kamu nggak becus jaga dia?!!!!Awas jika kenapa kenapa samanya"kesal pemuda itu.


"Aku udah samanya tetapi aku nggak sangka hal ini berlaku.Suaminya juga kaget sama ini.Dan hal terkini yang tahu dia kabur karena ancaman orang tua angkat suaminya"bela lelaki yang dimarahi itu.


"Lagipula aku dekay samanya aja dia ketakutan apa lagi kamu.Ingat traumanya yang dulu meninggalkan kesan yang besar untuk hidupnya.Semua ini juga karena kamu"sambung lelaki itu.


Pemuda itu hanya diam dan meratapi kisahnya dan melamun di jendelanya.


"Maafkan kakak"lirih pemuda itu.



Selfienya Ayraa sebelum keluar jalan jalan.



Rio yang lagi frustasi mencari Ayraa di mana mana.


......Bersambungโœจ......


Apa khabar kalian???Aku di sini ini mengatakan mohon maaf karena aku udah jarang update di sini karena kondisi kesehatan aku.Maafin ya.Aku akan coba update sebanyak mungkin dalam sehari.


Jadi aku perlukan dukungan dan sokongan daripada kaliam yang bikin aku lebih semangat.Jangan lupa untuk ngelike,share dan comment ya.Aku nunggu kehadiran kalian di sana ya.


Dan giveawaynya aku udah ada calonnya.Minta semua ingin menangi itu sila follow account ignya aku @whenceofallinlove dan juga @syzlnnfzh untuk ekstra poinnya.


Dan aku juga telah menambahkan bilangan giveawaynya untuk meraikan novel pertama aku ini.Hehehehe jangan lupa ngelike dan vote juga ya.


Makasih atas dukungan dan sokongan kalian.Aku sangat senang dan bersemangat dengan dukungan yang diberikan kalian.


๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ

__ADS_1


__ADS_2