When CEO Fall In Love

When CEO Fall In Love
Kepanikan Rio


__ADS_3

Rio dari semalam menunggu kesedaran Ayraa.Dia nggak bergerak sama sekali dari sisi Ayraa.Henri udah nyuruh Rio untuk makan dan bersihkan diri tapi Rio bersikeras untuk menjaga Ayraa.Dari semalam perut Rio tidak menerima apa apa makanan dan itu yang membuat Henri khawatir sama Rio.


Daddy Ayraa dan Rico pulang ke rumah kerna mereka ingin membersihkan diri dan membawa Mommy Ayraa bersama kerna Mommy ingin melihat keadaan Ayraa.


Tiba tiba,pintu ruangan Ayraa dibuka dari luar.Kelihatan Alea,Alesya,Anna,David dan Kenzo di hadapan pintu.Henri mempersilakan mereka masuk tidak dengan Rio.Dia hanya diam sambil mengenggam tangan Ayraa.Rio kelihatan hilang arah.Semua yabg berada di ruangan itu sedih melihat keadaan Rio.


“Maaf kerna lancang Tuan Rio.Tapi lebih baik tuan pulang terlebih dahulu.Tuan juga harus memperhatikan keadaanmu.Kami akan menjaga Ayraa semasa tuan pulang”saran Kenzo tiba tiba bersuara.


Rio hanya diam dan tidak mempedulikan saran daripada Kenzo.Orang lain melihat Henri agar Henri memujuk Rio namun Henri menggelengkan kepalanya tanda dia sudah memujuknya.Mereka hanya bisa melihat kesedihan Rio yang amat dalam.


Henri,Kenzo dan David duduk di sofa yang berada di sudut ruangan manakala Alea,Alesya dan Anna duduk di siofa sebelah kasur pasien Ayraa.Mereka hanya diam tanpa membukakan suara.Mereka sungguh nggak mahu merosakkan mood Rio agra keadaan akan tenang.


...****************...


Selepas satu jam 30 menit berada di ruangan Ayraa,Alea dan yang lain pamit kerna mereka masih ada jadual kuliah.Kenzo dan David juga pamit kerna ingin menghantar mereka bertiga untuk ke kampusnya.


Henri hanya berterima kasih atas lawatan mereka dan dia juga keluar dari ruangan Ayraa bersama yang lain.Henri ingin memberikan ruang ke DRio dan Ayraa.Rio tetap tidak bergeming dengan keluarnya semua orang.


Akhirnya,Rio menangis kerna terlalu sakit melihat keadaan Ayraa yang tidak sadar dari komanya.Ayraa disahkan koma dan tidak tahu bila akan sadar.Katanya dokter hanya keajaiban yang bisa mensadarkan Ayraa kerna peluru yang ditembak oleh Rena terkena beberap inci daripada jantung Ayraa.


“Sayang sampai kapan kamu mahu tidur begini??Ini udah hari kedua dong aku menunggumu.Hari bahagia kita tinggal tiga hari lagi dong.Tapi nggak apa apa aku sudah nyuruh Henri nangguhin hari itu dan lakukan hari itu pada hari Jumaat minggu depan.Aku harap pada hari itu kamu sadar ya.Aku janji aku akan berada di sisi mu.Aku rindu sama kamu sayang.You are my moonlight.Aku nggak mahu kamu begini terus.Kenapa kamu nyelamatin aku waktu itu??Sayang bangun please aku nggak mahu kehilangan kamu”ucap Rio sambil mengenggam tangan Ayraa.


Titttttttt


Suara monitar ICU.


Rio menoleh ke arah layar,wajahnya langsung pucat.


“Tidak,tidak”seru Rio yang lansung memencet tombol darurat memanggil dokter dan juga suster.

__ADS_1


Henri yang tunggu di luar ruangan Ayraa segera masuk dan melihat Rio yang pucat dan gementar.


“Apa yang terjadi Tuan Muda?”tanya Henri yang mulai panik.


“Detak jantung Ayraa mulai melemah”jawab Rio dengan menangis.


“Tidak sayang kamu harus sadar jangan ninggalin aku!!”seru Rio sambil menangis dan mengecup tangan Ayra.


Dokter Gina dan beberapa orang suster berlari menuju ke ruangan Ayraa.Ini kali pertama bagi Dokter Gina kerna selama ini dia tidak merasa takut dan gementar sebegini.Hatinya bergemuruh.


“Tuan Rio dan Sekretaris Henri sila tunggu di luar ya!!”kata Gina.


Henri langsung menarik Rio ke luar ruangan tanpa menunggu protesnya.


“Tidak aku mahu di dalam.Aku mahu nemanin Ayraa Henri”ucap Rio menangis.


Rio dan Henri yang baru keluar dan melihat Daddy dan Mommy Ayraa sedang menuju ke arah mereka.Rio hanya diam dan menangis.


“Nak Rio apa yang terjadi??Kenapa kalian di luar??”tanya Mommy Ayraa panik.


Rio diam tanpa menjawab.Akhirnya Henri berinsiatif membeei jawapan.


“Detak jantung Ayraa mulai melemah om tanye.Di dalam ada dokter yang sedang memeriksanya”kata Henri.


Mommy Ayraa langsung lemah dan terduduk di kerusi.Daddy Ayraa memberikan semangat kepadanya agar jangan panik dan semuanya akan baik baik.


“Putriku sadarlah nak”gumam Daddy Ayraa.


Dokter Gina yang tidak kunjung keluar membuat Rio gelisah dan gusar.

__ADS_1


“Tenanglah Rio.Semuanya akan baik baik sahaja”kata Henri kepada Rio.


“Kalau Ayraa kenapa kenapa aku nggak bisa maafin diri aku.Kerna aku dia berada di dalam.Aku sungguh tidak berguna buatnya”kata Rio frustasi sambil menitikkan air matanya.


Sejak kematian mama dan papanya Rio,ini kali pertama Henri melihat Rio menangis.Rio tidak pernah menangis sejak kematian orang tuanya.Kini Henri sadar akan cinta mati Rio kepada Ayraa.


Rio merasakan hatinya tidak tenang.Dia meremas rambut dengan keras kerna fikiran buruk terus membayangi dirinya.Berkali kali Henri cuba untuk menenangkan Tuan Mudanya namun sia sia.


Rico yang ditelefon oleh Daddy Ayraa tiba di hadapan ruangan Ayraa.Dia menanyakan keadaan Ayraa kepada Rio namun tidak dijawab.Akhirnya Henri yang menjawab.


“Tuan Rico tenang dahulu.Jantung Ayraa sempat melemah namun dokter sedang menanganinya.Percaya pada saya Ayraa akan baik baik”kata Henri.


Rico yang mendengar pertuturan Henri syok.Dia kemudiannya duduk di kerusi menunggu dan menitikkan air matanya.


“Princess Sadarlah”gumam Rico pelan.


Bersambung✨


Maaf jika ada kesilapan yang dilakukan.Jangan lupa untuk like share dan comment.Berikan juga bintang kepada novelku.Jangan lupa untuk vote novelku.


Kalian juga bisa follow ig aku yang baru dicipta @beautifulmariagewithceo


Aku akan buat secara rawak untuk follow back akun korang🧸


****************


Salam jumpa ya readers semua.Maafin kerna aku jarang updatenya kerna aku sibuk.Aku harap kalian faham dengan keadaan aku.Sekali lagi maafin aku ya.Aku akan cuba sebaik mungkin untuk update setiap hari.Insyaallah dan aku harap dokongan dari kalian.Sokongan kalian amat penting untuk aku.Nunggu aja ya.


🔥🔥🔥🔥

__ADS_1


__ADS_2