
Ayraa setia menjaga Rio sehingga tidak menyadari dirinya tertidur di pinggir ranjang Rio.Rio yang terbangun akibat haus segera memindah Ayraa di sebelahnya dengan hati hati agar tidak menganggu tidurnya Ayraa.
Selepas minum,Rio kembali ke ranjangnya dan memeluk Ayraa dan kembali untuk tidur.Henri yang hendak masuk memberikan makan siang mereka menghentikan langkahnya dan memilih menunggu di luar sahaja karena tidak mahu menganggu Rio dan Ayraa.
Ayraa terjaga apabila mendengar suara ketukan pintu ruangan mereka.Ayraa membuka matanya dan melihat Rio memeluknya.Ayraa mencoba melepaskan pelukannya dengan pelan agar tidak menganggu Rio tetapi akibat gerakannya membuat Rio terjaga.
"Kamu sudah bangun?"tanya Rio dengan suara khas bangun tidur.
"Iya lepasin pelukannya.Ada yang mengetuk pintunya"ucap Ayraa.
"Hemmm"balas Rio.
Ayraa bangun dari tempat tidur ke kamar mandi untuk mencuci mukanya.Setelah selesai,Ayraa keluar dan melihat dokter Miko sedang memeriksa Rio.Ayraa mendekati Rio karena Rio menatap tajam Miko seakan ingin membunuhnya.
"Heyy biarkann dokter lakukan pekerjaannya sayang"bisik Ayraa dengan lembut.Rio hanya menoleh ke arah Ayraa dan mengenggam tangan Ayraa.
"Tuan Muda udah boleh discharge sore ini.Dan resep obatnya saya udah serahkan kepada Sekretaris Henri.Saya harap selama dua hari ke depan,tuan muda tidak melakukan aktivitas yang menguraskan tenaga.Dan juga jangan mengkosumi alkohol ya"jelas Miko dengan detail.Ayraa dan Rio mendengar itu tanpa membalasnya.
"Kalau nggak ada apa apa saya permisi ya"pamit Miko lalu keluar diikuti dua perawat yang mengikutinya.
Ayraa hanya mengangguk dan tersenyum manis sedangkan Rio hanya acuh mendengar itu semua karena dokter miko udah mengulanginya berkali kali.
"Dengar kata dokter Rio Adrian.Jangan degil ini kan demi kamu sayang"tutur Ayraa mengelus tangan Rio dengan tersenyum.
"Iya baiklah cantik"goda Rio.
Ayraa mencubit pelan lengan Rio karena geram dengannya yang menggoda dirinya.Tidak lama kemudian,Henri masuk selepas mengetuk pintu bersama Alea yang datang untuk memberikan makan siang untuk mereka bertiga.
Ayraa melihat itu segera menghenti candaannya dengan Ayraa dan duduk manis di sebelah Rio.
"Alea sejak kapan kamu datangnya??"tanya Ayraa yang melihat Alea masuk bersama Henri.
"Sejam yang lalu aku udah di sini untuk hantarkan makan siang kalian namun Sekretaris Henri menyuruh menunggu kalian bangun.Jadi aku nunggu kalian di luar aja nggak mahu nganggu kalian berehat"jelas Alea tersenyum.
"Oh gitu.Apa kamu udah makan siang Alea??"soal Ayraa.
"Nggak niatnya mahu makan barengan kamu aja.Mommy menyuruh aku segera ke sini takut Tuan Muda nggak suka sama makanan rumab sakit.Jadi aku putusin untuk makam bareng kalian"terang Alea.
"Kalau gitu Alea temanin aku ke cafe duluan aku mahu beliin minuman dingin karena aku sedikit sakit di dalam mulutku"ajak Ayraa beralasan karena dia tahu Henri ingin bicara berdua sama Rio.
"Sayang kamu sakit??Kenapa nggak nyuruh Miko periksa kamu"khawatir Rio.
"Nggak cuma minum air dinginnya akan baik kok.Aku tinggalin kalian berdua ya.Kalian mahu pesanin apa apa??"tawar Ayraa.
"Mocha Ice one for me"jawab Rio.
"Oke Henri kamu mahu minum apa?"tanya Ayraa.
"Samain aja kaya Tuan Muda Nona Ayraa"sopan Henri.
"Kalau begitu aku duluan ya sama Alea.Ayo Alea"pamit Ayraa lalu mengandeng tangan Alea.
__ADS_1
"Sayang kamu gunain blackcard aku aja ya.Di tasmu itu.Aku nggak nerima penolakan"ucap Rio.
"Okay sayang"jawab Ayraa lalu menghilang di sebalik pintu ruangan Rio.
Sedangkan di ruangan Rio
"Tuan Muda,Nyonya Julia dan Tuan Besar Faris udah sampai di Jakarta kemarin dan tentang masalah Manager Fiola saya udah menyiasatnya dan memang benar Nyonya Julia yang nyuruh Manager Fiola lakuin itu karena dia nggak setuju sama Tuan Muda yang ingin menikahi Nona Ayraa yang hanya anak angkat Atmadja"jelas Henri.
"Mommy kenapa kamu lakuin ini semua.Apa karena kamu mommy angkatku kamu berhak tentuin hidup aku"gumam Rio mendengar ucapan Henri.
"Henri suruh beberapa pengawal bayangan mengawal Ayraa 24 jam tanpa diketahui olehnya dan kamu tinggal di apartment sama aku untuk dua hari depan karena Ayraa mahu jagain aku selama dua hari kedepan dan kamu pantau pergerakan mommyku"tegas Rio.
"Baiklah tuan muda.Dan satu lagi informasi yang saya dapat dari Dion bahawa Nyonya Julia ingin menjodohkan Tuan Muda dengam Nona Audrey anak kepada Tuan Berry"terang Henri.
"Kamu urusin sahaja dan pastikan majlis pernikahan kami berdua berjalan lancar tanpa kendala dan aku minta malam ini sediain candlelight dinner di pantai untuk aku dan Ayraa"perintah Rio.
"Tapi...."ucapan Henri terpotong.
"Aku nggak nerima alasan dari kamu Henri.Lakuin aja tugasan itu"potong Rio.
"Baiklah tuan muda"jawab Henri.
"Duduk aja di sofa nungguin Ayraa sama temannya untuk makan siang sama sama"perintah Rio.
Tidak lama kemudian,Ayraa telah selesai beliin minuman dan masuk ke ruangan Rio.Setibanya Ayraa dan Alea,mereka berdua menyiapkan makan siang di meja makan disebabkan ruangan Rio ruangan VVIP di dalamnya serba ada termasuklah bilik menunggu dan juga pantry.
Ayraa mengajak Rio makan dengam hati hati.Rio tersenyum melihat layanan Ayraa kepadanya dari menyiapkan makanan dan menyuapinya dengan telaten seperti seorang istri.
"Henri apa kamu udah ngambil obat yang diberi resep sama Dokter Miko?"tanya Ayraa sambil menyuapi Rio.
"Udah Nona Ayraa obatnya di sebelah kasur miliknya"jawab Henri.
"Apa kamu bisa tolong ambilin untuk aku"ucap Ayraa.
"Baiklah Nona Ayraa"sopan Henri lalu bangkit untuk mengambil obat Rio.
Selepas mengambilnya,Henri menyerahkan obat Rio sambil menunduk karena Rio menatapnya tajam.Rio memang nggak suka sama obat sejak kecil lagi.
Selepas selesai makan,Ayraa menyerahkan obatnya kepada Rio namun Rio hanya melihatnya tanpa berniat untuk mengambilnya.
"Kenapa nggak ambilin Rio??Ambil dan makan.Ini airnya"perintah Ayraa dan dengan terpaksa Rio mengambil dan memakannya.
"Bagus,sekarang kamu rehat di kasur.Aku dan Alea akan mengemas bekal ini.Henri tolongin Rio untuk rehat di kasurnya.Jika ia protes bila aja sama aku,biarkan aku selesaiin sama dia"perintah Ayraa mendelik ke arah Rio. membuat Henri menahan senyumnya dan membantu Rio bangun.
Ayraa dan Alea mengemas bekalan itu dan sambil itu Alea menggoda Ayraa yang bisa memerintah Rio sejak tadi.
"Alea diam.Selesaiin ini semua.Oh ya ada yang ingin bilang sama kamu"tegas Ayraa.
"Apa??"penasaran Alea.
"Ntar kita pulang dari Bali kamu nemanin aku tidur di apartment Rio ya selama 2 hari.Aku mahu mastiin dia baik baik dan diam selama dua hari"kata Ayraa membuat Alea membelalakan matanya.
__ADS_1
"Apa benar kita tinggal sama Tuan Muda Rio"tanya Alea memastikan.
"Iya Alea sayang"gemaa Ayraa.
"Tapi Sekretaris Henri juga turut di sana juga"sambung Ayraa.
Alea hanya mengangguk kepalanya dan sambung mengemas makan siang mereka.
Selepas selesak,Ayraa berjalan ke arah Rio sedangkan Alea duduk di sofa untuk menunggu kepulangan mereka disebabkan Ayraa memaksa untuk pulang bersama.
"Sayang kamu udah bersiap.Ayo kita berangkat aja.Apa dokter tidak memeriksamu sebelum pulang??"tanya Ayraa.
"Nggak kita pulang aja ya.Dan sebelum pulang kita sambung jalan jalannya oke.Besok udah pulang.Kita habisin masa yang tersisa di sini okay"jelas Rio membuat Ayraa protes.
"Ayraa aku nggak mahu menerima protes kamu.Aku mahu ingin terbaik untukmu.Dengarin aku baik baik aja sayang.Nggak usah khawatir okay.Aku tadinya hanya maag ku tinggi aja.Jangan khawatir ya sayang"potong Rio sebelum Ayraa protes.
Ayraa menghelakan nafasnya dan mengangghk pasrah.Rio tersenyum dan mengusap gemas rambut Ayraa.
Alea hanya fokus dengan ponselnya karena iri dengan Anna dan Alesya yang jalan jalan sama pacar mereka sedangkan dirinya nggam punya pacar.
Ayraa mendekati Alea hanya diam.Ayraa melihat Alea yang memandang foto Anna dan Alesya sama pacar mereka masing masing.Ayraa tahu Alea ingin punya pacar namun takut untuk memilikinya.
"Alea kita mahu jalan jalan duluan.Apa kamu mahu ikut atau mahu pulang??"tanya Ayraa mengejutkan Alea.
"Aku mahu ikut kamu.Aku kesepian jika aku pulang"jawab Alea memeluk Ayraa.
"Iya iya.Ayo kita berangkat sekarang"ajak Ayraa mengandeng lengan Rio yang telah siap.
Alea dan Henri mengikuti mereka dari belakang tanpa suara.Kepulangan mereka ditunggu oleh para petinggi dan para wartawan di hadapan pintu rumah sakit.Untungnya para bodyguard udah menjaga pintu utama rumah sakit itu.
Rio melihat itu menghelakan nafasnya.Ayraa mencoba menenangkan dirinya.Rio menggenggam tangan Ayraa untuk memberikan semangat untuknya.
"Ayraa tenang ya.Aku di sini jangan khawatir"ucap Rio menenangkan Ayraa.
Ayraa tersenyum dan mengangguk.Alea di belakang Ayraa ikut khawatir sama Ayraa.Dia ingin melihat Ayraa namun ditahan oleh Henri yang memegang tangannya untuk tenang.
"Diam dan ikuti aku.Tuan Muda bisa tenangkan Nona Ayraa.Ayo kita harus cepat"tahan Henri.
Alea membeku melihat tangannya digengam Henri.Dia hanya mengikuti Henri tanpa membuka suara.Ayraa hanya tenang di pelukan Rio yang memeluknya.
Akhirnya mereka masuk ke mobil.Ayraa dan Rio berada di penumpang.Henri dan Alea berada di tempat penumpang paling belakang karena sopir yang memandu mobil itu.
Mobil mereka menjauhi rumah sakit itu.Para bodyguard berjaya menjauhkan para wartawan mengerumuni di depan pintu utama rumah sakit itu.
...BERSAMBUNG🍿...
Para readersku aku ada buat sedikit penambahbaikan di tokoh dan tajuk novel ini.Jadi aku harap kalian suka ya.Ini akj bikim setelah melihag beberapa komentar.Terima kasih atas cadangannya.Terus beri dukungan ya.Bagi aku masa untuk menambahbaikkan novel ini duluan ya sebelum giveaway aku adakan.
Aku akan cuba update tiap hari ya.Kekal sihat ya semua.Jaga kesihatan semuanya.Di musim pandemik ini kalian jaga kesihatan dan juga emosi mental kalian ya.
Maafin jika ada kesalahan.Apa apa cadangannya tinggalkam di komentar ya.Jangan lupa like dan berikan jempol kalian ya💕🍿
__ADS_1
Sincerely from syazlinnafizah🍿