
Ayraa telah bersiap dan menuju ke kamarnya Rio seperti Rio yang memintanya menunggu.Rio yang udah bersiap namun sedang bermain ponselnya.Ayraa masuk dan melihat Rio di sofa bermain ponsel berjalan pelan agar untuk menganggu pekerjaan Rio.
Dikira aman,Ayraa duduk di sebelah Rio tanpa Rio menyadarinya.Ayraa berinsiatif menunggu Rio yang sedang mengecek emailnya sambil menatap ketampanan Rio yang snagat terserlah.
Beberapa saat kemudian Rio yang menyadari dirinya ditatap mengalihkan perhatiannya dan melihat Ayraa duduk di sebelah sambil menatap wajahnya.Rio tersenyum dan menutup ponselnya.
"Apa kamu kagum dengan ketampanan wajahku ini sayang"ucap Rio mengagetkan Ayraa.
"Sayang kamu mengagetkan aku sihh.Apa aku menganggu kamu sayang"lirih Ayraa.
"Nggak kok.Kamu sih kapan kamu di sini??Kamu udah siap?Ayo berangkat"ajak Rio.
"Emang benar kamu kuat sayang.Badanmu masih panas dan wajah mu juga sedikit pucat sih"khawatir Ayraa.
"Sayang aku baik baik aja.Ayo turun sarapan sama yang lain"ajak Rio.
"Berdebat mu hanya menguras tenaga aja"keluh Ayraa.Rio hanya tersenyum dan mengandeng tangan Ayraa ke ruang makan.
Henri yang melihat tuan mudanya segera bangun dan mendekatinya untuk menyapanya.Rio hanya mengangguk dan mengambil posisinya di samping Ayraa.
Ayraa mengambil makanan untuk Rio karena dia masih khawatir sama kondisinya Rio.Mereka makan tanpa ada yang berbicara.Rio tidak menghabiskan sarapannya karena tidak ada nafsu untuk makan.
Ayraa yang melihat Rio hanya makan sedikit menatap tajam Rio.Dia sungguh kesal dengan sikap Rio yang santai.
"Rio kenapa nggak habiskan sarapanmu"tanya Ayraa.
"Aku udah kenyang"jawabnya singkat dan padat.Ayraa meghelakan nafasnya dan melihat ke arah Rio.
"No sayang.Kamu itu lagi demam sihh.Bisa nggak jangan degil saat ini.Habiskan sarapan atau kita pulang sekarang"tegas Ayraa.Rio hanya melihat sarapannya tanpa menyentuhnya.Henri melihat itu sedikit khawatir karena memang Rio sedikit pucat.
"Haihh baiklah aku suapin ya.Aku nggak akan nerima apa apa penolakan darimu Tuan Muda"ucap Ayraa memberikan penegasan kepada Rio yang ingin membantahnya.
Ayraa mengambil sendok di piring Rio dan menyuapinya sehingga habis sarapan dengan sedikit paksaan.Ayraa hanya khawatir Rio nggak menyentuh apa apa makanan sejak kemarin.
Atmadja dan Sri melihat itu hanya tersenyum melihat seorang Tuan Muda Rio Adrian menuruti semua perintah dari putri bungsunya itu.
Selepas selesai sarapan,mereka memutuskan untuk jalan jalan karena ini hari terakhir mereka liburan di sini.Ayraa mengandeng tangan Rio sejak tadi dan kini mereka berada di pantai selepas selesai membeli suvenir.
Tanpa Ayraa sadari sejak tadi Rio menahan pening dan matanya mulai berkunang kunang.Ayraa menyadari Rio sakit apabila dia nggak sengaja memegang kepala Rio.
Ayraa segera bangun dan meletakkan tangannya di pelipis Rio untuk mengecek suhunya.
"Astaga sayang badan kamu panas nihh.Kenala kamu nggak bilang sama aku sihh"marah Ayraa bercampur rasa paniknya.
"Sayang aku baik baik aja.Jangan khawatir ya"lirih Rio memejamkan matanya.Tiba tiba kesadaran Rio menghilang dan jatuh di pangkuan Ayraa.
__ADS_1
"Sayang sayang bangun jangan bikin aku khawatir"cemas Ayraa menepuk nepuk pipi Rio.
"Tolong tolong aku.Rio pengsan"jerit Ayraa kepada ahli keluarga yang lain berada tidak jauh darinya.
Sekretaris Henri mendekati mereka dan menyuruh bodyguard yang telah disediakan memapahkan Riobke mobil.Ayraa mengikuti dengan perasaan khawatir.
Mereka menaiki mobil dan menuju ke rumah sakit karena Henri tahu jika dibawa pulang tuan mudanya pasti nggak mahu diperiksa.
Ayraa menangis sambil membelai wajah Rio yang pucat itu.
"Kenapa sihh kamu selalu sembunyiin kesakitanmu sayang.Aku khawatir sama kamu.Ayo jangan tinggalin aku.Kita udah janjian mahu bina rumah tangga yang bahagia.Minggu depan kita bakal jadi suami istri yang sah loh.Apa kamu tega lihat aku begini"lirih Ayraa.
Beberapa saat kemudian,mereka tiba di rumah sakit.Kedatangan mereka telah ditunggui oleh para dokter karena mereka tahu tugasan ini melibatkan masa depan mereka.Ayraa masih menemani Rio hingga di depan ruangan dokter melarang Ayraa masuk untuk menjaga prosedur di rumah sakit ini.
Beberapa selepas pintu ruangan tertutup suster keluar dan memanggil Ayraa.Ayraa yang dipanggil segera bangun diikuti mereka yang lain.
"Nona Ayraa,Tuan muda sudah sadar dan tidak ingim diperiksa oleh dokter dan dia memanggil Nona Ayraa untuk ke dalam"terang suster itu.
"Tuan Muda emang degil sejak dulu"keluh Henri mendengar penjelasan suster itu.
"Masuklah princess.Kami akan menunggu di sini"ucao Atmadja tersenyum.Ayraa mengangguk dan berjalan memasuki ruangan itu diikuti suster tadi.
Ayraa mendekati Rio yang berbaring di ranjang.Ayraa tersenyum lembut ke arahnya.Walaupun terlihat kesan air matanya Ayraa tetap senyum.
"Sayang bisa nggak kamu biarin dokter dokter ini memeriksa kamu.Apa kamu mahu lihat aku sedih lagi??Turunkan egomu Yang Mulia"tegas Ayraa.Rio mendengar Ayraa memanggilnya Yang Mulia menatap tajam ke arah.Melihat mata Ayraa yang sembap akhirnya Rio membuka mulutnya.
"Oke aku senyum.Kalau gitu aku tunggu di luar ya.Nanti setelah selesai aku temanin kamu ya"pamit Ayraa tersenyum.
"No no no.Kamu harus temanin aku di sini.Atau nggak aku akan pulang aja"ancam Rio mendelik mata ke arah Dokter Miko yang akan memeriksanya.
"Tapi sayang"ucap Ayraa dipotong Rio.
"Tak ada tapi Ayraa Adelia"potong Rio.Miko yang melihat memghelakan nafasnya dengan permintaan Rio.
"Nona Ayraa temanin aja Tuan Muda"akhirnya Miko bersuara.Ayraa menggangguk dan duduk di kerusi di samping ranjang Rio.
Rio mengenggam tangannya menatap Ayraa yang kelihatan khawatir sama kondisinya.Ayraa tersenyum ke arah Rio.
Miko dan suster melakukan pemeriksaan terperinci ke atas Rio dengan hati hati agar tidak membuat kesalahan yang menghancurkan masa depan mereka.
Setelah memeriksa,Miko menjelaskan keadaan Rio kepada Ayraa dengan sopan dan pelan agar tidak menyinggung Rio.
"Tuan Muda baik baik aja.Cuma tuan muda harus bedrest untuk dua hari kedepan karena kondisinya sedikit serius oleh karena maag tuan muda sedikit tinggi jadi saya nasihatkan untuk jaga pemakanan dan rehat yang cukup dan jika bisa kurangkan stress..Dan juga kurangi yang konsumi alkohol itu sangat tidak baik untuk kesihatan "jelas Miko panjang lebar.
"Baiklah dok.Makasih ya"ucap Ayraa tersenyum.Rio hanya diam tanpa bicara.
__ADS_1
Miko pun keluar dari ruangan itu dan kembali menjelaskan keadaan Rio kepada Henri dan lainnya yang telah menunggu di luar ruangan.
Di dalam ruangan,Rio masih mengenggam tangan Ayraa tanpa melepaskannya.Ayraa melihat ke arah Rio yang sedang melamun iti.Dengan pelan dia memegang bahu Rio yang membuat Rio menoleh ke arahnya.
"Sayang apa kamu benar benar cinta sama aku?"tanya Ayraa menatap Rio.
"Apa maksudmu tanya itu kepada aku?"tanya balik Rio.
"Aku cuma mahu dengar jawapan dari mu Rio Adrian"tulus Ayraa.
"Aku mula mencintaimu sejak pertama kali aku melihat mu.Jika aku nggak cinta sama kamu aku nggak akan mengajak kamu nikah sama aku sayang.Apa kamu masih meragukan aku Ayraa Adelia??"jelas Rio.Ayraa tersenyum dan mengelengkan kepalanya.
"Aku percaya kok sama kamu.Aku juga mencintaimu Rio Adrian.Entah mengapa aku nyaman sama kamu.Aku terasa aman sama kamu.Dan aku harap kamu adalah jodohku sampai aku menutup mata"lirih Ayraa.
Rio tersenyum mendengar ucapan Ayraa.Dia memeluk Ayraa dengan erat seakan dia akan kehilangan Ayraa.
"Jika kamu sayang sama aku kamu harus jaga kesihatan kamu.Apa kamu keberatan jika akh dan Alea menginap di appartmentmu sebelum kita nikah karena aku mahu menjaga pemakanan mu dan mengawal kamu agar tidak bekerja selama dua hari"tanya Ayraa.
"Aku tidak keberatan kok.Aku malah senang kamu mahu tinggal bersama aku"ucap Rio tersenyum.
"Baiklah nanti aku akan mengajak Alea bersama ku ya.Dan kamu juga minta Henri bersama ya aku nggak mahu timbul fitnah jika hanya kami berdua tinggal denganmu"ucap Ayraa.
"Baiklah sayang"jahil Rio.
Ayraa membiarkan berehat sementara dirinya keluar untuk melihat mommy dan daddy di luar yang masih menunggu selepas beradu mulut dengan Rio yang enggan berehat.
Di luar ruangan,Ayraa tidak menemukan sesiapa dan dia memutuskan untuk masuk kembali ke dalam ruangan Rio.Sebelum membuka pintu,suara Henri menghentikan langkahnya.
"Apa ada yang perlu saya lakukan Nona Ayraa"tanya Henri yang mengejutkannya.
"Sejak bila kamu di situ?Enggak aku hanya ingin melihat keluargaku aja.Di mana mereka?"tanya Ayraa.
"Mereka pulang ke villa dan akan menunggu kalian di vilaa karena ini udah sore.Apa tuan muda tidur??"tanya Henri.
"Iya dia udah berehat.Kalau nggak ada apa apa aku masuk duluan ya.Ntar kamu mahu berehat kamu pulang aja.Lagipula ada bodyguard itu aku bisa menyuruh mereka jika aku butuhkan sesuatu"kata Ayraa dan masuk ke ruangan Rio.
Henri tidak pulang melainkan menunggu di ruangan sebelah.Dia telah meminta Miko menyediakan ruangan berehat untuknya karena dia tahu Rio bakalan bertindak seenaknya jika tidak bersama Ayraa.Henri bersyukur tuan mudanya dapat membuka hatinya kembali kepada perempuan.Dia berharap Ayraa dapat menjaga hati Rio sebaik mungkin.
Rio dengan pakaian pantainya
Ayraa dengan pakaian pantainya.
__ADS_1
...BERSAMBUNG✨💕...