When CEO Fall In Love

When CEO Fall In Love
Kulkas??


__ADS_3

Dari kejauhan kelihatan Leon,Ditrain,Charles,Albert dan Erudian mendekati mereka.


"Hyung ayo.Aku udah lapar"ajak Erudian merengek.


"Iya iya ayo.Kita sekalian sama mereka aja"balas Gion.


"Oke"semuanya setuju.


Mereka semua masuk ke lift dan menuju ke lobi.Di lobi seperti biasanya mereka akan menarik perhatian para karyawan terutama dengan kedatangan sang Nyonya Rio ke perusahan.


Ayraa tersenyum melihat beberapa karyawan yang menyapanya serta yang lain.Hanya Ayraa membalas sapaan mereka dengan senyuman karena tidak dengan 'yang lain yang hanya menunjukkan wajah datar mereka.


****************


Mereka menaiki mobil secara berasingan.Ayraa,Rio,Erudian,Albert dan Henri menaiki mobil yang sama tidak dengan yang lain.Karena mereka membawa mobil masimg masing dan hanya Charles mengikuti mobil Leon bersama karena dirinya tidak memandu ke sini.


"Sayang kamu mahu makan apa??"tanya Rio.


"Apa apa aja asalkan ada nasinya karena aku benar benar kelelahan dan perlukan sesuatu untuk menambah energi aku"balas Ayraa lalu menyambung bermain ponselnya.


"Albert kamu aja milih tempatnya"putus Rio lalu menarik Ayraa ke pelukannya dan membiarkannya dia menyandar di dada bidang Rio.


Albert memilihnya selepas berdebat dengan Erudian soal tempatnya.Rio hanya melihat tanpa mencegah keduanya.


"Udah puas debatnya??"ketus Rio.


"Udah hyung"santai Erudian.


"Henri jalan sekarang.Dan Albert jangan lupa beritahu Hyung Gion dan yang lain tempatnya"pesan Rio.


"Baiklah"sahut Albert segera melakukan apa yang diminta Rio.


Skip di cafe pilihan Erudian.


Semua turun dan tentunya dikawal karena suasana yang sangat ramai dan para pemgunjung yang melihat barisan pengusaha muda yang tampan segera mengerumuninya membuat para anak buah Rio sedikit kewalahan mengawalnya.


Mereka memasuki ruangan VVIP karena Rio mahukan privasi.Semua duduk di tempat masing masing.


Pelayan mulai mengambil pesanan mereka semua.Rio memandang Ayraa dan bertanya makanannya.


"Kamu mahu makan apa sayang??"tanya Rio.


"Hemm aku bingung mahu mesan apa??"keluh Ayraa memandang menu di hadapannya.


"Milih aja kok ribet.Tenang aja jika kamu mahu lagi aku bakalan pesanin lagi kok"santai Rio.


"Hurm aku mahu Bulgogi Chicken,Kimchi Jjigae dan juga nasi aja.Dan minumnya aku mahu banana milk aja"tutur Ayraa.


"Okey sayang"balas Rio lalu memesan untuk dirinya juga.Rio memilih Bugo Gook,Sookju Namul dan juga nasi.Dia memilih berdasarkan cadangan Ayraa.


"Ice americano aja ya untuk minumannnya"tambah Rio.


"Baiklah.Ada apa apa lagi??"tanya Albert memastikan.


"Nanti aja untuk dessertnya"cadang Gion yang sebernanya tahu Ayraa dan Erudian ingin memesan aiskrim.


Semua setuju dengan cadangan Gion.Sememtara menunggu pesanan mereka,mereka berborak satu sama lain.Ayraa mulai rasa nyaman dan aman bersama Rio.


"Hubby"panggil Ayraa membuat Rio menoleh.


"Apa??"tanya Rio.


"Makasih"ucap Ayraa tiba tiba membuat Rio kaget.


"Untuk??"tanyanya.


"Untuk segalanya.Makasih karena telah berikan kebahagiaan yang tak pernah aku bayangkan selama ini.Dan aku harap kita akan berkekalna hingga maut tiba"lirih Ayraa memeluk Rio.Semua tersenyum melihat Ayraa yang manja kepada Rio.


"Itu udah jadi tanggungjawab aku sayang.Jangan mikirin hal yang tidak sepatutnya.Kamu harus tetap bahagia di sampinh aku"tulus Rio.


"Makasih juga hyung.Kalian telah jadikan hari aku bahagia"tutur Ayraa.


"Nggak perlu makasih kakak ipar.Kita satu keluarga.Wajar jika kami peduli sama kamu.Dan jangan khawatir jika Rio bikin ulah bilang aja.Biar hyung berikan pelajaran kepadanya"senyum Ditrain.


"Enak aja.Lagipula aku bukan Dian yang suka bikin ulah di mana mana"gerutu Rio.


"Aku juga yang kena.Nggak adil dong"protes Erudian mendengar namanya disebut.


Tidak lama kemudian,pesanan mereka tiba dan mereka memulakan makan malam mereka dengan tenang tanpa suara.


Setelah selesai,Rio menanyakan Ayraa apa dia masih mahu dessert yang diminta kepadanya sebelum makan malamnya.


"Sayang apa kamu masih mahu ais krim??"tanya Rio melihat istrinya sedamg meneguk pelan susu pisang miliknya.


"Mahu"semangat Ayraa mendengar ice cream.


"Hyung aku juga mahu"tambah Erudian.


"Iya iya.Henri tolong pesanin 5 cup jumbo ice creamnya dan perisanya kamu bawa Ayraa dam Erudian untuk memilihnya"perintah Rio.


"Baik tuan muda.Ayo nyonya.Ayo Tuan Erudian"ajak Henri sopan.Ayraa dam Erudian bangun dengan semangat mengikuti Henri dari belakang.Rio dan yang lain mengelengkan kepalanya melihat tingkah kekanakannya.


"Dian pasti suka memilik teman seperti kakak ipar.Mereka persis anak anak"tawa Albert.


"Iya aku sengaja biarkan mereka berdua.Biarkannya lepas dari beban selama ini mebelenggunya"lirih Rio memandang lekat Ayraa.


"Apa ada yang kamu rahsiakan dari kami Rio??"tanya Leon membuka suara melihat perubahan wajah Rio.


"Aku masih belum pasti tapi ....."ucapan Rio tergantung karena dirinya melamun seketika.

__ADS_1


"Tapi apa??"tanya Ditrain penasaran.


"Tapi keluarga angkatnya Ayraa lebih tepatnya Tuan Atmadja merahsiakan keluarga kandungnya Ayraa dan aku masih tidak tahu apa motifnya"lirih Rio.


"Jadi selama ini dia tahu??"kaget Albert.


"Iya sihh karena hal yang bikin dirinya nggak restu hubungan kami juga karena ini"tutur Rio.


"Nanti kamu jelaskan duluan kepada Ayraa tentang alasan ini.Walau apa yang terjadi kamu harus jujur samanya.Jangan merahsiakan.Jika dia tahu daripada orang lain dirinya pasti akan terluka Rio"pesan Gion.


"Besok aku akan jelasin satu persatu kepadanya.Biarkan dia menikmatinya duluan.Aku nggak mahu dia terlalu tertekan memikirkannya"lirih Rio.


"Kamu harus kuat Rio.Jangan terlalu lemah.Ingat Ayraa adalah kebahagiaanmu.Jangan lepaskan dia walau sesaat pun.Musuhmu diluar sana masih banyak.Jadi berhati lah"tegur Leon.


"Aku tahu hyung.Aku akan usahainnya"setuju Rio.


Obrolan mereka berhenti apabila Ayraa dan Erudian mendekati meja mereka diikuti Henri dari belakang yang mmebawanya ice creamnya mereka.


"Sudah??"tanya Rio merapikan anak rambut Ayraa yang terurai.


"Hurmm"balas Ayraa tersenyum.


"Wah wah wah.Kalian yang milih semua ini??"tanya Albert.


"Aku nggak tahu apa kesukaan kalian jadi ambil aja apa yang ada di sana"balas Ayraa.


xv


"Kamu chocolate??"tanya Rio.


"Hemm"angguk Ayraa.


"Habis ini yang lain kalian pilihin hanya chocolate dan vanilla aja??"tanya Rio.Erudian mengangguk.


"Sini sayang"ajak Rio menarik Ayraa duduk di sebelahnya.


"Apa enak??"tanya Rio melihat Ayraa makannya dengan rakus.


"Enakk udah lama aku nggak makan ice cream begini"balas Ayraa semangat.


"Kamu mahu??"tawar Ayraa.


"Enggak.Aku nggak makan manis manis"tolak Rio membuat Ayraa kecewa.Dia memginginkan Rio makan bersamanya.


"Jangan cemberut sayang.Ya udah sini suapi aku"pasrah Rio tidak tega melihat Ayraa yang kecewa.


"Aaaa buka mulutmu"semangat Ayraa.Rio menurutinya dengan pasrah.


"Hyung ini ice cream untuk kalian aja"tutur Erudian menyerahkan tiga mangkuk ice cream yang masih tersisa.


Semua orang mulai menikmati ice cream di sana.Termasuklah Rio yang kelihatan oasrah apabila disuapi Ayraa.


"Apa ada yang ingin kalian beli lagi??"tanya Rio.


"Sekarang sih nggak ada.Jadi ayo aja pulang.Aku capek"keluh Erudian.


"Iya iya ayo kita pulang.Berisik dengarin bocah ini mengeluh mulu"gerutu Albert.


"Sayang apa kamu apa apa lagi??"tanya Rio tanpe mempedulikan Erudian.


"Hmm bisa mampir ke supermarket sebelum pulang??"tanya Ayraa.


"Ngapain??Bukan kah kamu baru ke sana??"bingung Rio.


"Aku mahu beli minuman di sana.Beberapa minuman habis diminum hantu"kesal Ayraa karena ada yang meminum minuman kegemarannya.


"Maksud kakak ipar vanilla latte dan banana milk??"tanya Albert.


"Iya.Apa kamu yang minumnya??"tanya Ayraa membuat sang pesalah panik.


"Bukan aku.Tapi si bontot itu"tutur Albert membuat Erudian panik dan mencoba membela dirinya.


"Nggak kok.Hyung jangan nuduh aku"gugup Erudian membuat semua mata memandang demgan tatapan menelisik.


"Beneran bukan aku"tambah Erudian.


"Yaelah Diam ngaku aja.Siapa yang nggak tahu kamu gemar nyuri banana milk sesiapa aja"tuduh Ditrain.


"Jadi kamu suka banana milk sayang??"tanya Rio.


"Iya.Aku setiap hari harus minumnya kalau nggak aku nggak tenang"jelas Ayraa.


"Sayang nanti kamu letaknya di kamar aja.Nanti aku beliin kulkas untuk kamar kita.Si bocah itu juga suka sama banana milk"cadang Rio.


"Hyung sih nggak beliin untuk aku"gerutu Erudian yang akhirnya tanpa sadar mengakui kesalahannya.


"Jadi benar kamu minumnya??"selidik Ayraa.


"Maaf kakak ipar.Aku nggak tahu itu punya kamu"pujuk Erudian.


"Ya udah.Hubby ayo.Kita mampir di supermarket sekalian belikan Dian sekali"ajak Ayraa yang tidak meributkannya.


"Yeayy kakak ipar memang the best"gembira Erudian.Ayraa tersenyum.Rio pasrah lalu bangun dengan mengandeng tangan Ayraa keluar dari sana.


Seeprti yang dibincangkan mereka mampir di sana sebelum pulang.Ayraa dan Erudian semangat mengambil semua stol banana milk yang ada di sana.Tidak hanya itu,Ayraa juga membeli beberapa perisa lainnya.Hanya susu karena Ayraa gemar minum susunya pantesan kulitnya seputih susu.


"Sayang apa siap??"tanya Rio menghampiri Ayraa.


"Iya ayo pulang.Kamu bayarin"ajak Ayraa lalu mereka pergi ke tempat untuk pembayarannya.

__ADS_1


"Hubby ke mahu ke mana??"tanya Ayraa selepas mereka memasuki mobil dan belanjaannya dibawa Henri.


"Aku mahu beliin kulkas mini untukmu di kamar"balas Rio.


"Nggak usah hubby.Itu membazir aja"tolak halus Ayraa.


"Jangan membantah.Ini pilihan ku.Beliin kamu 100 kulkas juga nggak bikin bangkrut kok"tegur Rio mengecup bibir Ayraa yang mengomel.


"Iya iya"pasrah Ayraa.


"Henri ke tempat yang aku minta"perintah Rio.


"Baik tuan muda"balas Henri lalu melajukan mobilnya.


"Hyung kita mahu ke mana??"tanya Erudian sambil menguap.


"Ke suatu tempat bentar lalu pulang.Jika kamu ngantuk tidur aja nggak masalah"tutur Rio.


"Hurmm"balas Erudian kembali memandang ponselnya.


Tidak lama kemudian,mereka tiba di mana Rio menyuruh Henri mencarinya.Rio membangunkan Erudian dan Ayraa yang tertidur.


"Dian kamu mahu ikutan turun atau tunggu di sini??"tanya Rio.


"Di mobil aja.Aku capek banget"balas Erudian tanpa melihat Rio.


"Kamu sana aja.Aku temanin Dian"tutur Albert.


"Okay.Sayang ayo bangun.Kita udah sampai.Kamu harus pilih sendiri"pujuk Rio.


"Iya iya aku bangun"gerutu Ayraa yang sebernanya enggan bangun.


Mereka memasuki tempat itu bersamaan pemilik tempat itu.Dia kelihatan gugup dengam kedatangan sang raja bisnis ini.


"Tunjukkan di mana bahagian mini kulkas"datar Rio membuat Ayraa mengelengkan kepalanya.


"Di sini Tuan muda.Mari ikuti saya"ajak pemilik itu dengan hati hati.


Dia menunjukkan bahagian kulkas.Rio menyuruh Ayraa memilihnya tanpa melojat harganya karena dia tahu Ayraa pasti akan ragu untuk memilihnya.


Mata Ayraa tertumpu oleh pelbagai jenis kulkas yang ada di sana.Dia seakan rambang mata dan dia menjadi nggak bisa memilihnya.


"Hubby kamu aja milihnya"bisik Ayraa.


"Beneran aku??"tanya Rio.


"Iya"yakin Ayraa.


"Ya udah.Aku mahu yang itu aja"tegas Rio menunjukkan mini kulkas berwarna putih dan kelihatan elegan.Ayraa mengangguk setuju apaabila ditanya Rio.



Ini gambarannya.


Henri segera melakukan memberitahu pemilik itu agar menghantarnya ke apartment Rio tetapi dia urungkan karena apartment milik Rio sekarang adalah suatu tempat private.


Akhirnya,Henri meminta Bian ke sini dam mengambilnya lalu mengantarkannya.


"Nanti akan ada seorang utusan aku ke sini untuk ambilin"tegas Henri membuat sang pemilik itu segera menganggu ketakutan.


"Baiklah jika begitu ayo pulang.Dan pastikan kulkas ini tiba sebelum aku pulang"tegur Rio lalu melangkah pergi bersama Ayraa.


"Kamu mahu ke mana selepas ini sayang??"tanya Rio.


"Pantai??"cadang Ayraa.


"Baiklah Henri kita ke pantai sebelum pulang.Dan maklumkan juga kepada yang laim"pesan Rio kemudian masuk ke mobil bersama Ayraa di sisinya.


"Dian,aku mahu ke pantai duluan.Apa kamu mahu ikutan atau bagaimana??"tanya Rio.


"Pantai??Aku ikut hyung"semangat Erudian tiba tiba.


"Dasar tadi aja ngantuk la capek la.Pantai aja semangat terus ya"ledek Albert.


"Iyalah aku mahu ke pantai"gerutu Erudian.


"Ya udah Henri berangkat aja"perintah Rio.Henri mengangguk lalu melajukan mobil ke tujuan mereka.


"Apa hyung udah tahu??"tanya Albert.


"Iya aku udah suruh Henri maklumkan"balas Rio lalu mengusap kepala Ayraa dengan lembut.


"Sayang apa kamu benar benar nggak capek??"tanya Rio karena besok mereka harus berangkat honeymoon mereka.


"Aku mahu ke pantai.Udah lama nggak ke pantai karena sewaktu pulang ke Bali daddy nggak biarin aku ke pantai"tutur Ayraa dengan nada memelas.


"Baiklah baiklah.Kita ke sana.Tapi kita menginap aja apa di sana??"cadang Rio.


"Nggak aku mahu bentar aja di sana.Nanti kita pulang.Barangan kita belum dikemas dong.Besok kita mahu berangkat bukannya"tolak Ayraa.


"Iya iya kamu ratunya.Terserah kamu"pasrah Rio lalu menyandarkan kepalanya di bahu Ayraa.Ayraa tersenyum dan mengelus kepala Rio.Mereka menikmati sepanjang perjalanan dengan bermesraan.


...BERSAMBUNG🐣...


Maafin aku udah lama nggak updatenya karena jadualnya aku sedikit sibuk karena ujiannya.Maaf ya.Aku akan double update untuk harini atau selebihnya.Doakan aku rajin dan semangat ya.Berikan aku dukungan dan semangat juga untuk aku makin bersemangat intuk sentiasa upnya.Kalian yang hanya membaca tanpa meninggalkan jempol dan komen di komentar membuatku sedikit kurang bersemangat.Aku perlukan dukungan dari kalian.


Jangan khawatir aku akan sentiasa up jika kalian bersemangat dan sentiasa mengevote aku.Oh ya jangan lupa berikan like di akhir membaca dan juga hadiah kepadaku ya..Akan ku tunggu dari kalian ya.Semoga kalian menikmati perjalanan ceritanya ini.


Love u alls💜💜

__ADS_1


__ADS_2