
"Beneran sayang.Sekarang kamu mahu sambung bobok atau di sini??"tanya Rio pasrag mengalah demi istri munggilnya itu.
"Bobok.Soalnya aku ngantuk lagi"manja Ayraa merentangkan tangannya.Rio memahaminya segera memeluk sebelum macan betina membuat ulah lagi.
"Okay ayo ke kamar"ajak Rio lalu pamit kepada yang lain sebelum mengendong Ayraa ke kamaar mereka.
Henri,Albert dan Erudian mengelengkan kepalanya melihat tingkah Ayraa yang begitu mengemaskan mereka.Tetapi lebih lucu melihat sang mafia kejam itu menurutnya tanpa bantahan.
...****************...
"Sayang ayo bobok"ajak Rio selepas mereka memasuki kamar mereka.Rio meletakkan Ayraa dengan pelan di kasurnya.
"Kamu peluk aku ya.Jangan tinggalkan aku lagi.Aku takut kamu pergi dan nggak kembali lagi.Aku trauma sama kehilangan kamu.Hanya kamu bisa menenangkan hati aku yang kacau dan gelisah"isak Ayraa di hadapan Rio.Mungkin di hadapan lain dia bisa bertegar dan kuat tetapi tidak di hadapan Rio.Dia kelihatan lemah dan sangat rapuh.
"Sayang please jangan ucapin hal itu lagi.Aku milik kamu dan kamu milik aku.Nggak ada siapapun yang bisa misahin kita.Aku janji itu"pujuk Rio mengecup singkat bibir Ayraa.
Ayraa terus memeluk Rio hingga tertidur.Kali ini Rio membiarkannya dan ikutan berbaring dengan memeluk Ayraa.Rio mengusap lembut rambut Ayraa yang menghalangi dirinya melihat wajah indah istrinya.
"Aku harap kamu nggak kecewa dan marah jika tahu hal yang sebernanya"gumam Rio memandang Ayraa yang sudah terlelap.
Dia akhirnya turut tertidur di samping Ayraa dengan mengenggam tangan Ayraa dan memeluknya.Mereka berdua terbuai dengan mimpi masing masing.
Berbalik di Jakarta Indonesia
"Ada apa Les??"tanya Leon bingung melihat Charles menjerit.
"Aku udah jumpa bukti yang paling kuat untuk hal ini"gembira Charles.
"Yahh akhirnya.Mana??Aku mahu lihat"tanya Ditrain tidak sabar.
"Ini dia"tunjuk Charles memutarkan sebuah video berdurasi 4 hingga 5 menit.
"Bagus.Kita hanya tunggu mereka pulang lalu jalankan misi seterusnya.Ya udah kalian pulang aja berehat.Jika ada apa apa hubungi aja aku ya"tutur Gion yang tahu mereka semua perlukan rehat karna akhir akhir ini mereka sering bergadang tanpa melihat waktu.
"Ya udah aku pulang ke apartment aja.Main game dan rebahan aja.Mumpung semua udah selesai"setuju Ditrain lalu bangun dan menuju ke tempatnya untuk memgambil kunci mobilnya.
"Aku ikut hyung aja"pinta Charles lalu bangun mengekori Ditrain.
"Pergi aja.Aku mahu usahain laguku sedikit.Nanti malam orderan aja.Aku lagi males"pesan Leon lalu hilang di balik pintu ruangannya.
Tinggalkan Gion sendirian di sana.Dia memerika beberapa berkas lalu memutuskan untuk pulang untuk istirihat karna pusing.
Sedangkan di satu sisi lain,Julia dan Audrey sedang merencanakan sesuatu hal untuk memisahkan Ayraa dan Rio daripada bersama.Mereka berdua itu tidak serik sama balasan Rio.
"Kamu udah ada idea sayang??"tanya Julia.
"Udah tante tapi hanya aja kita nggak tahu di mana mereka sekarang.Begitu sulit untuk melacaknya"gumam Audrey.
"Emang sukar karna ada hyung hyung Rio yang melindunginya dengan ketat.Itu sejak dulu lagi.Walaupun Rio udah berkuasa ada yang mengawasinya sentiasa jadi berhati hatilah"tegur Julia yang tidak ingin mendapat apa apa masalah nanti.
"Tennag aja tante.Aku akan usahain kok"tutur Audrey tersenyum namum tidak hatinya dongkol karna Julia merendahkan kemampuannya.
"Awas aja kamu akan ku buang nanti jika aku menjadi istri sah Rio Adrian William"batin Audrey merencanakan sesuatu yang buruk untuk Julia walaupun selama ini Julia banyak membantunya mendekati Rio.
__ADS_1
"Tante percaya sama kamu.Bertindak sewajarnya agar tidak dicurigai"pesan Julia sebelum masuk ke kamarnya meninggalkan Audrey yang masih berada di ruang tamunya.
Tanpa mereka menyadari ada yang merekam perbicaraan mereka sedari tadi.Orang itu mengirimkannya kepada tuannya dan segera pergi dari sana agar tidak ketahuan sama orang rumah ini.
Kembali kepada Ayraa dan Rio
Mereka udah terbangun setelah beberapa jam terlelap.Ayraa merasa lapar dan membangunkan suaminya yang masih betah tidur di pelukannya.
"Hubby bangun aku lapar.Ini udah waktu makan malam"bisik Ayraa sedikit mengusik Rio dari ketenangannya.
"Hurmm sayang apa??Aku lagi ngantuk"balas Rio terbata bata karna matanya nggak dibuka dengan lebih besar karna kantuknya.
"Aku lapar hubby"rengek Ayraa memelas.Dengan terpaksa Rio membuka matanya.Dia bangun dan melepaskan pelukannya dengan Ayraa untuk menghirup sebanyak mungkin udara agar kantuknya sedikit mengurang.
"Iya udah aku mandi duluan untuk segar dan kamu siap siap aja.Kita keluar nanti untuk makan malam"putus Rio bangun meninggalkan Ayraa.
Ayraa mengangguk lalu bangun dari tidurannya menuju ke koper mereka dan mengambil pakaiannya dan juga tidak lupa menyediakan pakaian untuk suaminya.
Beberapa menit kemudian,Rio telah siap dengan balutan handuk di pinggangnya.Ayraa mneyerahkan pakaian untuk Rio dan Rio menerimanya lalu menukarnya dengan segera.
Ayraa memilih pakaian pijama couple karna hari udah mahu larut jadi seharusnya mereka memakai pijama aja.
"Udah siap??Ayo"ajak Rio memberi tangannya untuk digandeng Ayraa.Ayraa menerimanya dengan senang hati.Mereka berjalan keluar dari sana.
Ayraa dan Rio terserempak dengan Alea yang juga baru selesai bersihkan dirinya.Alea tersenyum kepada Ayraa dan menunduk hormat ke arah Rio yang menatapmya tanoa senyuman.
"Hai Alea.Bagaimana apa seru di sini??"tanya Ayraa lalu melepaskan gandengan Rio yang ditahan oleh Rio.Ayraa menyadarinya terkekeh lalu kembali mengandeng Rio.
"Raa kamu suruh suami kamu ajak trio bertiga itu.Mereka nggak bergeming dari sana sejak tadi lohh.Aku khawatir mereka akan mati kelaparan jika terus begitu"bisik Alea dengan. pelan.Ayraa mengangguk lalu memandang suaminya.Alea meninggalkan mereka berdua karna berjalan terlebih dahulu ke ruang makan di pesawat itu.
"Hubby.Ajaklah mereka makan.Kasian jika dibiarkan begitu"tegur Ayraa.Rio mengangguk lalu meninggikan suaranya agar didengari mereka bertiga.
"Henri,Albert dan Erudian.Segera ke ruang makan sekarang.Awas aja jika lambat"ancam Rio dengan lantang.
"Ayo hyung aku takut Hyung Rio marah lagi.Seram banget dech sumpah"cicit Erudian segera bangun dari duduknya lalu menarik Henri dan Albert.
"Iya bentar jangan tarik begini sakit"kesal Albert melepaskan tarikan Erudian lalu bangun dengan sendiri.Henri pula hanya pasrah dirinya ditarik Erudian.
"Kami udah di sini"ngos ngosan Erudian duduk di kerusi berhadapan Rio dan Ayraa yang baru duduk.Henri,Albert juga ikut bergabung dengan mereka.
"Kamu kenapa Dian??"tegur Rio.
"Aku hanya takut lambat"tunduk Erudian tanpa memandang hyungnya.
"Udah udah.Makan aja nggak usah ribut"cegah Ayraa melihat mereka akan beradu mulut.
"Sayang kamu kok salahin aku.Aku kan hanya nanya sihh"gerutu Rio melihat Ayraa melotot ke arahnya.
"Hubby diam atau nggak ada jatah untuk seminggu"ancam Ayraa berbisik.
"Iya iya"pasrah Rio akhirnya diam menurut kepada Ayraa.
__ADS_1
Albert,Alea,Erudian dan Henri terkekeh pelan melihat sang kulkas kejam itu tunduk hanya karna dipelototin macannya.
"Udah makan aja.Nggak usah peduliinnya"ajak Ayraa lalu mulai mengambil makanannya untuk dimakan namun dihalang Rio.
"Aku suap aja"cegah Rio memegang piring Ayraa.
"Iya iya terserah"setuju Ayraa karna dia memang nggak mahu cari masalah di saat makan begini.
(Antara makanan malam mereka)
Setelah semuanya selesai,Rio mengajak untuk bersantai di tempat duduk masing masing karna lebih kurang beberapa jam mereka akan tiba dan mungkin akan larut malam jadi berborak sebelum ke kamar masing masing mungkin langkah terbaik untuk mereka.
"Alea kamu bagaimana bisa hadapin mereka bertiga sihh??"tanya Ayraa karna melihat tadinya ada beberapa pramugari bergossip tentang perdebatan Alea dan ketiga lelaki itu.
"Iya masa aku layani mereka.Masa kira aku sama mereka.Cueklah tapi hanya tadi aku menegurnya mereka karna kasian melihat mereka bekerja tanpa henti"jelas Alea.
"Mereka atau Henri??"goda Ayraa yang tahu Alea tertarik sama sekretaris suaminya itu.
"Ihh jangan menggoda aku Ayraa.Kamu itu udah bucin akut sama suaminya.Aku juga tahu kok kamu nangis ditinggalin suamimu di kamar.Hahahaha lucu banget.Sayang aku nggak lihat livenya"ledek Alea.
"Awas aja kamu.Aku aduin ke suamimu biar kamu dibuang aja dari atas ini"ancam Ayraa.
"Iya iya aku stop jangan dong pake tuan muda lagi.Kamu mahu aku mati di sini??"ketus Alea membuang pandangannya karna tatapan Rio dan yang lain.
"Nggak aku akan aduin juga biar sekurang kurangnya aku dapat menghukummu dan kamu juga nikmatinya"tolak Ayraa lalu mendekati Rio.
"Mampus aku"gumam Alea ketakutan melihat Ayraa mendekati Rio.Mahu menarik aja nggak punya nyali.
"Tapu bentar.Kenapa aku akan nikmati hukuman ini??"batin Alea melamun tanpa menyadari semua mata memandangnya.
...Bersambung.........
Harap kalian terus beri dukungan kepada aku ya.Dan jangan lupa vote novelku ini di acara lomba yang tentera di profile novelku.Vote ya jangan lupa.Aku nunggu voting dari kalian.
Dan jangan lupa ngelike episode episode yang baru aku update supaya semangat aku berkobar kobar untuk menulis ya.
Sekali lagi aku tulus mohon maaf atas ketidakhadiran aku di novel ini setiap hari ya.Aku akan usahain updatenya.
Jangan lupa vote juga ya dan rajinkanlah menyumbang hadiah kepada novelku karna giveaway kedua akan dimulai jika novelku meningkat ya.....
Untuk readersku di sana,jagalah kesihatan kalian mumpung sekarang lagi musim covidnya belum berakhir.Jaga kesihatan kalian ya....Hargai oramg disekelilingmu selagi dia ada dan nggak meninggalkan kamu❤
Love dari author kesayangan kalian......
__ADS_1
syazlinnafizah❤
...Ketemu lagi di lain hari dan lain episode🍂...