
Keesokan harinya,Ayraa berkemas untuk pulang ke Jakarta.Setelah selesai mengemas,Ayraa turun untuk membantu mommy sri memasak.
"Pagi mommyku tersayang.Mom masak apa??"tanya Ayraa.
"Pagi princess.Mom masak nasi goreng aja karena kita mahu pulang hari ini jadi semua orang ada tenaga untuk naik pesawat ntar jetlag"jawab Sri.
"Oke mom.Oh ya mom ntar pulang ini aku tinggal sama Rio untuk dua hari kedepan ya.Aku mahu mastikan dia cukup asupan.Alea dan Henri juga sama aku kok"seru Ayraa.
"Apa Dad sama kakak kamu udah setuju Ayraa?Mom sihh gapapa.Mom tahu Rio bakalan jagain kamu"terang Sri.
"Udah aku maklumin mereka semalam"jawab Ayraa.
Flashbackk.......
Semasa Ayraa dan Rio tiba di villa,mereka melihat Rico,Kenzo,David dan Atmadja bersantai di ruang tamu.Ayraa mendekati mereka untuk memaklumkan sesuatu.
"Malam dad kakak.Ada sesuatu ingin aku omongin sama kalian"lirih Ayraa.
"Apa??"tanya Rico penasaran.Sedangkan Rio menatap bingung Ayraa karena dia nggak tahu apa apa tentang ini.
"Aku mahu izin sama kalian untuk tinggal di appartmentnya Rio untuk dua hari kedepan ya.Alea dan Henri juga sama"jelas Ayraa.
"Tapi princess kalian bakal nikah tiga hari kedepan ya kan.Kenapa harus nginap di sana??"tanya Rico protes.
"Kakak aku cuma dua hari kok.Aku mahu jaga Rio aja.Daddh bisa ya"mohon Ayraa.
"Daddy okay aja karena daddy tahu kok Rio bakalan jaga kamu dengan baik.Rico izinin aja lagipula kamu juga sibuk dengan pacar dan perusahanmu itu"ucap Atmadja.
"Tapi dad Ayraa bakalan nikah sama Rio tiga hari kedepan.Aku juga mahu luang masa samma Ayraa sebelum dia menjadi istri Rio Adrian Daddy"protes Rico.
Rio yang melihat keadaan semakin panas mencoba menenangkan kedua dua belah pihak.
"Sayang kamu nggak usah sihh jagain aku.Benar kata Rico kamu harus luang masa kamu sama keluarga kamu.Lagipula kamu bjsa jaga aku nanti kita sah aja"jelas Rio.Ayraa menatapnya dengan tajam membuat Rio menunduk.
"Maksud kamu aku harus bebasin kamu pergi kerja dan makan sesuka hatimu Rio Adrian William"tegas Ayraa.
"Nggak begitu mak......"ucap Rio terpotong oleh Ayraa.
"No kakak keputusan aku udah muktamad no protes anymore.Daddy had gave his approval for me"ketus Ayraa.
"Baiklah.Jika berdebat sama kamu aku selalu kalah"gerutu Rico.
Flashbackk off...
Ayraa tersenyum puas mengingat kejadian semalam.Sri melihat Ayraa tersenyum mengerti ada yang terjadi semalam sewaktu dirinya berehat di kamar.
"Kalai begitu mommy setuju aja sama kami.Apa bisa mom tolak jika dad dan Rico udah setuju"jawab Sri.
"Ya udah sekarang aku mahu bangunin si kalkus itu duluan ya mommy"pamit Ayraa.
"Siapa kalkus Ayaa?"tanya mommy penasaran.
"Hehehehe mommy.Aku bangunin Rio duluan ya"pamit Ayraa lalu berlari sebelum terkena amarah mommynya.
Sri hanya menggelengkan kepalanya melihat kerenah Ayraa yang jahil itu.Tidak lama kemudian,nasi goreng telah siap dan Sri menyuruh bibi menghidangkannya karena dia ingin memanggil yang lain turun sarapan.
Di kamar Rio
Ayraa masuk selepa mengetuk pintu kamar Rio.Dia melihat Rio yang masih tidur di kasurnya.Ayraa mendekatinya dengan perlahan.
"Heyy sayang bangun ini udah pagi.Ayo bangun"lembut Ayraa.
Rio masih tidak bergeming dari tidurnya.Mungkin kelelahan dari aktivitas malam tadi.
"Sayang Rio ayo bangun.Aku akan berikan kamu hadiah jika kamu bangun"tawar Ayraa.
Rio masih tidak bergeming.Akhirnya Ayraa mengelus pelan pipi Rio.Rio sedikit mengerakkan badannya karena terganggu.
"Rio bangun ayo bangun.Ini udah lewat.Kita mahu pulang hari ini ya kann"ucap lembut Ayraa.
Akhirnya,Rio membuka matanya.Dia melihat Ayraa dengan tersenyum.Dia bergerak mengelus kepala Ayraa dengan lembut.
"Good morning baby"ucap Rio.
"Good morning too.Ayo bangun dan sarapan buruan"jawab Ayraa.
Rio mendekatkan Ayraa dan mengecup bibir Ayraa.Ayraa membelalakkan matanya terkejut.Bukan hanya mengecup,Rio ********** sehingga Ayraa kehabisan nafas.
__ADS_1
"Hushhh....Rio Adrian kamu itu selalu seenaknya"gerutu Ayraa bersemu merah.
"Hahhaha morning kiss"tawa Rio melihat Ayraa yang blushing.
"Udah Rio go shower and breakfast down together.I wait you at the dining room okay"ucap Ayraa bangkit dari duduknya.
"No baby.Wait for me at there.5 menit aja pleaseee"mohon Rio sambil menahan Ayraa yang baru bangun.
"Haishhh okay.Cepatan kasian yang lain menunggu kita"tegas Ayraa.
"Okay baby"ucap Rio sambil bangun.Sebelum pergi,Rio mengecup bibir Ayraa lalu lari ke kamar mandi.
"Rio Adriannn!!!!"pekik Ayraa kaget.
Rio tertawa di kamar mandi setelah mengerjai Ayraa.Ayraa hanya menunggu Rio sambil memberengut kesal.Ayraa menyiapkan pakaian Rio dan membantunya mengemas barangnya untuk pulang.
Rio tersenyum melihat Ayraa yang mengemasnya barangnya tanpa disuruh.Rio mendekatinya tanpa memakai pakaian yang Ayraa siapkan.
"Hey sayang"ucap Rio memeluk Ayraa dari belakang.
Ayraa menengok ke belakang dan terlihat sixpack milik Rio yang terpampang di hadapannya.Dengan cepat,Ayraa mengalihkan perhatiannya dari Rio.
"Sayang pakai pakaianmu dahulu.Itu aku udah siapin untuk kamu"perintah Ayraa.
"Tapi kamu suka lihat begini ya kann"goda Rio.
"Rio cepatan pakai bajunya duluan"perintah Ayraa.
"Iya iya aku pakai😫"pasrah Rio.
Setelah selesai,mereka berdua turun ke bawah untuk sarapan.Rio mengandeng tangan Ayraa dan berjalan menuju ke ruang makan.Ayraa tersenyum melihat Rio yang mengandeng tangannya.
Di meja makan,semua orang telah menunggu Rio dan Ayraa bergabung bersama.Rico melihat wajah bahagia adik kesayangannya tersenyun senang karena akhirnya adiknya itu keluar dari traumanya dengan laki laki.
"Maaf buat kalian menunggu"sesal Ayraa.
"Nggak apa apa.Ayo makan dan kita harus bersiap.Penerbangan jam 10 pagi"tutur Atmadja.
"Baiklah daddy"jawab Ayraa.
Mereka memulakan sarapan mereka di Bali untuk terakhir kalinya.Ayraa mengambil sarapan Rio dan mengambil makanannya untuk dirinya.Namun Rio menahan Ayraa untuk mengambil makanan untuk dirinya.
"Iya aku menyuapimu sayang"ucap Rio lembut yang melihat keraguan dalam diri Ayraa.
"Nggak usah Rio aku bisa makan sendiri okay"tolak Ayraa.
"Aku nggak nerima penolakanmu"tegas Rio.Ayraa menghelakan nafasnya dan mendekati Rio yang ingin menyuapinya.
"Pinter"bisik Rio yang didengari Ayraa.
"Apa aku salah lihat? kenapa sikap Tuan Muda berubah total?"batin Henri.
Mereka berdua makan sepiring dengan Rio menyuapi Ayraa dengan lahap.Akhirnya merrka selesai sarapan.Rio yang melihat di bibir Ayraa sedikit comot membersihkannya menggunakan tisu yang ada di situ.
Kedekatan mereka membuat jantung Ayraa berdegup kencang.Yang lain hanya menonton penuh keterkejutan karena sebelum ini tuan mudanya tidak pernah peduli sama mana mana perempuan.
"Ayraa kamu bantuin Rio kemasin barangannya"perintah Sri setelah kembali dari keterkejutannya.
"Ayraa udah kemasin.Barangan Rio sudah Ayraa kemas dan letak di kamarnya"jawab Ayraa meneutralkan perasaannya.
"Kalau begitu,ayo kita jalan jalan dahulu sebelum pulang"cadang Rico.
"Tapi kakak kita berangkat jam 10.Ini udah jam 0930.Apa masih sempat"tanya Ayraa tidak pasti.
"Gapapa jika kamu mahu jalan jalan aku akan undurkan jadual penerbangan kita"potong Rio.
"Emang bisa sayangg"tanya Ayraa dengan mata berbinar karena dirinya masih ingin jalan jalan yang masih tidak puas.
"Bisa dong.Aku lakuin apa aja untukmu sayang"jawab Rio tersenyum lembut.
"Makasih sayang.Kalau gitu aku naik untuk ngambil koper dan bersiap ya"pamit Ayraa.
"Nggak usah kopermu tinggal aja nanti aku akan bawainnya"tutur Rio.
"Oke"ucap Ayraa naik ke atas dengan sumigrah.
Yang lain hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Ayraa.Henri menatap tuan mudanya ingin meminta penjelasan.
__ADS_1
"Henri kamu urusin jadual penerbangan itu dan suruh pengawal ambilin koper aku sama Ayraa di kamar kami masing masing"perintah Rio.
"Baiklah tuan muda"jawab Henri sopan.
Setelah selesai,Ayraa turun ke bawah dan melihat yang sudah di sana berkumpul.Ayraa mendekati Rio dan mengajaknya untuk berangkat agar penerbangan mereka tidak terlalu lambat.
"Sayang makasih ya.Kamu selalu bikin aku gembira"tulus Ayraa.
Rio melihat Ayraa yang memeluk dirinya mengelus pelan rambutnya.Dia tersenyum melihat Ayraa yang bahagia.
"Shushh...Nggak usah bilang makasih.Aku lakuin ini agar kamu tetap tersenyum kerana kegembiraanmu kebahagiaanku saat ini"jelas Rio.
"Cukup kamu setia sama aku aja itu udah bikin aku bahagia"lirih Ayraa.
"Apa kamu meragukan cintaku ini Ayraa Adelia"delik Rio.
"No but i already know my place.I just adopted Atmadja's family.I didnt know who is my family,my reality.I'm just scare to lose you when i deeply fall in love with you"lirih Ayraa.
(Nggak tapi aku suda tahu kedudukan aku.Aku hanya anak angkat keluarga Atmadja.Aku nggak tahu siapa keluargaku,asalku.Aku cuma takut kehilanganmu bila aku terlalu dalam mencintaimu)
"Just believe me okay.Aku bakalan serahkan semua masalah masa lalu untuk Henri agar mereka dapat menyiasat asal mu dari mana.Jangan negatif terus.Aku akan selalu jadi pedamping walaupun kamu enggan"jelas Rio menguatkan Ayraa.
"Makasih sayang.I love you so muchh"lirih Ayraa memeluk Rio.
"Love you more"gemas Rio sambil mengusap air mata Ayraa.
Setelah itu,mereka tiba di tujuan mereka.Mereka turun dan jalan jalan sambil Ayra menambahkan beberapa belanjaannya untuk dibawa pulang.Rio hanya mengikutinya kadang kadang mengeluh melihat Ayraa mengacuhkannya.
Setelah satu jam berbelanja dan bersantai,akhirnya mereka mengakhiri aktivitas mereka dan pulang ke mansion untuk membersihkan diri sebelum berangkat pulang.
Mereka akhirnya berkumpul di airport pribadi milik Rio Adrian William.Ayraa kagum melihat itu melirik ke arah Rio yang sedang memeriksa laptopnya itu tanpa mempedulikannya.
"Sayang"panggil Ayraa.
"Sayang"panggil Ayraa kali kedua.
"Rio Adrian.Nikah aja sama laptopmu itu"geruru Ayraa yang kesal karena diabaikan Rio.
"Iya sayang ada apa?"sahut Rio yang menyadari Ayraa merajuk.Rio mendekati Ayraa dan memeluknya.
"Kamu sihh dari tadi aku manggilnya tapi kamu nggak sahut"gerutu Ayraa.
"Iya iya maaf ya sayang"sesal Rio.
"Iya gapapa"tulus Ayraa tersenyum.
"Ada apa kamu manggil aku"tanya Rio.
"Apa ini jet pesawat yang kita guna sewaktu ke sini??"tanya Ayraa penasaran.
"Nggak kok.Itu jet pribadi milik keluargamu sayang"jawab Rio.
"Ohh pantesan kelihatan lain banget"jawab Ayraa seadanya.
Sewaktu mereka tiba di pintu utama,kelihatan segerombolam wartawan menunggu mereka.Ayraa yang melihat itu guguo dan gementar sehingga tidak menyadari dirinya berpeluh.Rio yang merasa aneh melihat ke arab Ayraa yang mengenggam erat tangannya.
"Sayang rilex ya.Aku ada di sini.Percayakan aku ya sayang"ucap Rio menenangkan Ayraa yang gelisah.
"Tapi aku takut"lirih Ayraa.
"Heyy lihat mata aku.Apa selama ini aku meresikokan nyawa kamu sayang??Nggak pernah kann.Jadi percaya sama aku okay"ucap Rio dengan lembut sambil mengusap rambut Ayraa.
Perlahan lahan Ayraa mula mengawal ketakutannya.Apabila dirinya merasa tenang,Ayraa mengajak Rio untuk turun.Rio mengangguk dan menyuruh Henri mengawal perjalanan mereka agar tiada kecederaan berlaku terlebih kepada calom istrinya.
Ayraa mengenggam erat Rio dan tidak ingin melepaskannya walauoun sudah berada di dalam pesawat.
Sedangkan yang lain menatap khawatir ke arah Ayraa karena mengetahui traumanya Ayraa namun Atmadja dan Rico menenangin mereka dan mengatakan Rio bakalan jaga Ayraa dengan baik.
"Tidurlah.Nanti kita sampai,aku bakal kejutin kamu ya"tutur Rio memeluk Ayraa.Ayra ahanya mengangguk dan memejamkan matanya.
"Bye Bali semoga kita bertemu lagi"lirih Ayraa sebelum menutup matanya.
...Bersambung🐣...
Maafin thor lama nggak lanjut ceritanya.Sedikit kendala yang berlaku.Maafin thor jika ada beberapa yang memprotes tentang tokohnya yang dibaharui.Itu author sudah memikirkannya dengan berkali kali.Jika itu menganggu ketenangan kalian dalam membaca sekali lagi aku mohon maaf ya.
__ADS_1
GIVEAWAYYYY!!! IN COMINGGG🤯🤯🤯🤯