When CEO Fall In Love

When CEO Fall In Love
Putri Tidur


__ADS_3

"Awas aja kamu.Aku aduin ke suamimu biar kamu dibuang aja dari atas ini"ancam Ayraa.


"Iya iya aku stop jangan dong pake tuan muda lagi.Kamu mahu aku mati di sini??"ketus Alea membuang pandangannya karna tatapan Rio dan yang lain.


"Nggak aku akan aduin juga biar sekurang kurangnya aku dapat menghukummu dan kamu juga nikmatinya"tolak Ayraa lalu mendekati Rio.


"Mampus aku"gumam Alea ketakutan melihat Ayraa mendekati Rio.Mahu menarik aja nggak punya nyali.


"Tapu bentar.Kenapa aku akan nikmati hukuman ini??"batin Alea melamun tanpa menyadari semua mata memandangnya.


...****************...


"Hubby.....Alea meledekku tentang kejadian tadinya.Dia bilang aku bucin akut sama kamu"rengek Ayraa.


"Jadi kamu mahu apa sayang??"tanya Rio karna tahu apa yang diinginkan istrinya sebernanya.


"Aku mahu menghukumnya.Apa kamu izinkan aku??Tapi sihh ada orang yang akan terkena tempiasnya"santai Ayraa tanpa memandamg wajah wajah di sana yang sudah pucat pasi karna ucapannya.


"Apa maksudmu baby??"tanya Rio merasakan Ayraa sedang merancang sesuatu di otak kecilnya itu.


"Hehehe apa bisa hubby.Jawab aja"rengek Ayraa.


"No sayang.Nggak usah menghukumnya.Aku jadi punya firasat buruk"tolak Rio membuat senyuman di wajah Ayraa memudar.


"Ya udah.Aku ke sana duluan"sedih Ayraa beranjak dari duduknya.Rio menariknya dengan cepat.


"Sayang??Iya iya aku izinkan"ucap Rio dengan cepat karna tahu Ayraa akan merajuk dengannya jika dilarang.


"Beneran??"senyuman Ayraa mengembang di bibirnya.


"Iya.Lakukan apa yang kamu mahu"pasrah Rio yang hanya bisa mendoakan agar mereka semua akan baik baik aja.


"Makasih hubby.I love you"tulus Ayraa mengecup bibir Rio sekilas lalu pergi dari sana untuk mendekati Alea.Rio hanya geleng geleng melihat tingkah Ayraa.


"Ada apa hyung??"tanya Erudian sedari tadi penasaran sama Rio dan Ayraa itu.


"Tunggu dan lihat aja"santai Rio mengeluarkan ponselnya membuat Erudian kesal.


"Dasar hyung nyebelin"gumam Erudian memandang hyungnya.


Sedangkan Ayraa mendekati Alea yang menatapnya intens dari kejauhan.Alea mencurigai Ayraa yang senyum senyum sendirian itu.


"Leaa aku ada berita untuk kamu.Kamu bakalan dihukum aku dengan kamu nggak bisa membantah apa apa ucapan aku"gembira Ayraa menyampaikan membuat Alea kageet dibuatnya.


"Apa kamu sihat Raaa.Aku dihukum begituan kamu kata berita gembira.Dasar yaaa kamu"gerutu Alea membuat Ayraa terkekeh.


"Hehehehe kamu bakalan suka kok"jahil Ayraa dengan sengaja meninggalkan Alea yamg lagi emosi.Dia berlari ke pelukan Rio.Rio yang tidak sedia dengan pelukannya terhuyung ke belakang sedikit.


"Sayang??"tegur Rio.Ayraa terkekeh lalu kembali menenggelamkan kepalanya di pelukan Rio.


"Hubby ayo ke kamar.Aku ngantuk"ajak Ayraa manja.Rio mengelengkan kepalanya karna tahu Ayraa baru aja menjahili temannya itu.


"Nakal yaa kamu.Ya udah ayo"balas Rio menarik tangan Ayraa selepas pamit kepada yang lain.

__ADS_1


"Heheheh aku hanya mahu memudahkan mereka karna mereka sihh yang malu malu begitu"gerutu Ayraa yang tahu Alea dan Henri sama sama suka hanya gengsi sesama mereka.


"Kamu jangan paksain mereka.Lakukan yang wajar aja.Jahil banget dech kamu sekarang ya"gumam Rio membuat Ayraa memandang.


"Kamu marah??"lirih Ayraa membuat Rio kelam kabut.


"Nggak sayang.Kata sapa aku marah??Hanya aja mengingatkan kamu jangan paksa mereka biarkan mereka lakukan sendirinya.Kamu bertindak sewajarnya aja"tegur Rio membuat Ayraa mengangguk.


"Aku tahu kok hubby"balas Ayraa tersenyum.


Mereka memasuki kamar mereka.Rio menarik Ayraa ke kasur mereka dan dia menundukkan kepalanya untuk melihat kaki Ayraa yang diperban tadinya.


"Bagaimana dengan kakimu sayang??"tanya Rio.


"Udah baikkan kok.Yaa kamu kan yang membalutnya jadi cepat dech pokoknya sembuh"goda Ayraa mengedipkan matanya.


"Udah mulai nakal ya sama aku.Awas aja aku nggak akan melepaskanmu malam ini"seru Rio lalu mula menyatukan bibir mereka dan saling *******.Tidak lupa dengan tangannya yang mulai memasuki baju Ayraa membuat Ayraa mula bergeringai geli.


"Hubby"protes Ayraa karna Rio membuka pakaiannya dengan cepat.


"Udah diam.Kamu udah nakal jadi terimalah hukumanku malam ini"seringai mesum Rio lalu melanjutkan aktivitasnya.


Sedangkan Alea melamun di tempat mengingat kejadian semasa hendak ke sini.Dia merasakan malu dan ingin aja menenggelamkan mukanya di lautan.


Flasback on....


Alea ingin mengejar Ayraa yang berlari ke arah Rio tetapi dia bersitatap dengan Henri membuatnya cepat cepat mengalihkan pandangannya.Dia merasakan jantungnya berdegup kencang.


"Ada apa dengan jantungku??"batin Alea memegang dadanya.


Alea segera berlalu dari tempatnya itu karena merasa malu.Tetapi baru aja ingin melangkah meninggalkan tempat itu,dia tersadung sesuatu hingga membuatnya jatuh tepat di pelukan Henri karena Henri menyambutnya agar tidak terjatuh.


Alea terpaku melihat matanya berhadapan muka Henri.Lagi lagi jantungnya berdegup kencang seakan mahu keluar dari tempatnya.


"Kamu gapapa Nona??"tegur Henri melambaikan tangannya di hadapan wajah Alea karena melihatnya tidak bergeming.


"A-aku nggak papa"jawab Alea terbata bata sambil menormalkan degupan jantungnya.


"Makasih"sambungnya lalu berlari meninggalkan Henri terbengong di tempatnya.Setelah sadar,dia segera mendekati tempat duduknya.


Flashback off...


"Ya ampun Alea malu banget dech.Mana lagi jatuhan di depannya lagi"batin Alea menahan malu yang besar di depan sekretaris itu.


"Apa pun aku harus bersikap norma di hadapannya.Jangan malu maluin lagi Leaa"gumam Alea lalu memilih untuk tidur agar dapat menjernihkan pikirannya yang kacau dan malu itu.


Keesokan harinya di kamar Ayraa dan Rio


Mereka udah mendarat beberapa jam yang lalu di Auckland Internasional Airport.Tetapi karna Rio tidak keluar kamarnya membuat semua orang tidak berani membangunkannya karna tahu Tuan Mudanya itu pantang diganggu istirihatnya.


Rio terbangun akibat haus.Dia dengan perlahan melepaskan pelukannya dan meletakkan kepala Ayraa dengan hati hati.Kemudian dia bangun untuk minum air.Tetiba dia merasakan pesawat seperti udah mendarat.


Dia memutuskan keluar kamar selepas mengisi kehausannya.Keadaan masih gelap di luar jadi dia menyelimuti Ayraa sebelum keluar karna takut Ayraa kedinginan.

__ADS_1


Rio keluar dari kamar dan melihat semua orang telah berkumpul di tempat duduk masing masing dan sudah siap berkemas dan hanya menunggu dirinya dan Ayraa.


"Tuan muda selamat pagi"sapa Henri diikuti para pramugari dan pramugara yang lain.Tidak lupa dengan sang pilot yang masih ketakutan menatap mata sang raja bisnis itu karna kesilapannya tadi.


"Apa kita udah mendarat??"tanya Rio menatap dingin ke arah Henri.


"Udah tuan muda.Kita udah tiba beberapa jam yang lepas tapi saya nggak mahu menganggu istirihat tuan muda dan nona muda"jelas Henri sopan.


Rio mengangguk lalu mengarahkan Henri untuk bersedia untuk turun karna dia memutuskan untuk mengendong Ayraa tanpa membangunkannya karna keadaan mereka berada di bandara awam bukannya private.


"Henri sediakan semuanya.Aku akan mengendong istriku turun dan pastikan semua dalam keadaan senyap dan tidak bising agar tidurnya nggak terganggu"perintah Rio diangguki Henri lalu dia pergi begitu aja.


Rio masuk ke kamar dan mulai memakaikan Ayraa pakaian tidurnya karna yaaaa mereka baru aja selesai daripada bergelut.Hehehe


"Hurmm"Ayraa terganggu dengan aktivitas Rio tetapi masih nggak membuka matanya karna masih mengantuk karna baru terlelap 3 jam yang lepas.


"Dasar putri tidur ya"gumam Rio mengelengkan kepalanya lalu mulai mengangkat Ayraa dengan pelan dan mulai keluar dari kamarnya.


Henri yang udah siap sedia di hadapan kamar Rio segera menuntun Rio ke pintu keluar dari pesawat itu.Jangan ditanya di mana yang lai. karna Henri udah menyuruh mereka menunggu di mobil yang ada di deoan bandara dan memesan mereka agar memakai maskers.


"Apa kamu udah kendalikan??"tanys Rio tanpa memandang Henri.


"Semuanya udah aman tuan muda"balas Henri.Rio lalu menangapinya lalu kembali berjalan dan mengikuti langkah Henri.Beberapa bodyguard mengawal pegerakan mereka untuk memghindari segala kemungkinan buruk yang akan terjadi.


Setibanya di mobil,Henri membukakan pintu buatnya karna Rio mungkin sukar membukanya dengan mengendong Ayraa.


"Hyung kakak ipar kenapa??"cemas Albert melihat Ayraa yang gendongan Rio mana lagi mereka memakai pyjama.


"Nggak apa apa.Dia tertidur.Shutt diam nanti dia terjaga"balas Rio memelankan suaranya.


"Iya iya"pasrah Albert lalu diam.


Alea diam melihatnya karna dia tidak berani mengacaukan lagi keadaan.Dia tidak berani bising di sini karna Rio memang pada dasarnya menyeramkan di mata siapapun😅


"Tuan muda kita terus ke hotel atau mahu ke mana duluan"tanya Henri dengan pelan karna waktu pagi tetapi hanya aja takut jika Rio hendak berhenti di mana mana.


"Hotel aja.Nanti siang baru kita keluar"sahut Rio lalu membetulkan rambut Ayraa yang tergurai.Dan seperti yang dikatakan Ayraa sama sekali tidak terjaga dengan perlakuan Rio.


"Kamu emang putri tidur sayang"gemas Rio mengecup pipi Ayraa lalu mengambil ponselnya untuk memotret wajah gemas Ayraa di ponselnya.


...Bersambung❤...


Harap kalian terus beri dukungan kepada aku ya.Dan jangan lupa vote novelku ini di acara lomba yang tentera di profile novelku.Vote ya jangan lupa.Aku nunggu voting dari kalian.


Dan jangan lupa ngelike episode episode yang baru aku update supaya semangat aku berkobar kobar untuk menulis ya.


Sekali lagi aku tulus mohon maaf atas ketidakhadiran aku di novel ini setiap hari ya.Aku akan usahain updatenya.


Jangan lupa vote juga ya dan rajinkanlah menyumbang hadiah kepada novelku karna giveaway kedua akan dimulai jika novelku meningkat ya.....


Untuk readersku di sana,jagalah kesihatan kalian mumpung sekarang lagi musim covidnya belum berakhir.Jaga kesihatan kalian ya....Hargai oramg disekelilingmu selagi dia ada dan nggak meninggalkan kamu❤


Love dari author kesayangan kalian......

__ADS_1


syazlinnafizah❤


...Ketemu lagi di lain hari dan lain episode🍂...


__ADS_2