
"Eh tapi bentar bentar.Kalian bertujuh ini asal Korea??"tanya Alea yang menyadari sesuatu.
"Apa maksudmu??"kaget Erudian karna takut identitasnya terbongkar.
"Maksudku,sepertinya wajah kalian sama kayak oppa oppa yang Korea yang digilai ramai peminat di luar sana"tutur Alea membuat Erudian gugup.
"N-nggak mungkin kan??"gugup Albert membantah ucapan Alea.
"Benaran??Kenapa kalian gugup??"curiga Alea.
"Udah udah.Kita harus ke sana.Kita udah hampir sampai di Pulah Waiheke"cegah Henri karna Alea mulai curiga sama identitas mereka.
"Iya iya"balas Alea bangun dan mengikuti langkah Henri.Sedangkan Erudian dan Albett menarik nafas lega karna Henri menyelamatkan mereka berdua.
"Huhh hampir aja"lega Erudian.
Skip ke kamar Rio.
Rio mendekati Ayraa dengan pelan dan duduk di pinggiran kasur.Dia mengelus rambut Ayraa dengan lembut.Dia mengecup kening Ayraa dengan lama.
"Aku akan jagain kamu"gumam Rio pelan sebelum membangunkan Ayraa.
"Sayang...sayang...ayo bangun...Kita udah tiba di Pulau Waiheke"tutur Rio pelan.Ayraa mengerjap matanya pelan dan perlahan membuka matanya.
"Hubby"panggil Ayraa lalu memeluknya dengan erat.
"Iya sayang aku di sini"tegur Rio mengelus belakang Ayraa.
"Aku takut"lirih Ayraa.
"Udah udah.Aku di sini.Sekarang ayo kita harus keluar karna udah hampir tiba di Pualu Waiheke"tegas Rio karna nggak mahu Ayraa terus ketakutan.
"Hurmm.Jangan ninggalin aku yaaa"pinta Ayraa memelas.
"Iya sayang jangan khawatir.Aku di sini.Ngga akan ninggalin kamu sendirian"pujuk Rio memeluk Ayraa agar dirinya merasa tenang.
"Udah tenang??"tegur Rio melihat Ayraa mulai menguasai dirinya.Ayraa mengangguk.
"Ayo keluar.Mereka udah nunggu kita di luar"ajak Rio mengendong Ayraa.
"Aku jalan aja??"tolak Ayraa.
"Ngga sayang.Sekarang kamu pejamin mata kamu dan berpura pura kamu pengsan"pinta Rio membuat Ayraa bengong.
"Pengsan??"bingung Ayraa.
"Iya kamu lihat cawan itu.Di dalam itu ada obat tidur buat kamu.Mereka ingin kamu dibawa di rumah sakit dan membawamu dari sana.Jadi kamu pura pura aja.Aku hanya ingin yang terbaik untuk kamu"jelas Rio yang mengetahui segala rencana musuhnya kali ini.
"Apa benar??"tanya Ayraa was was.
"Iya sayang.Ikuti aja.Jangan protes"tutur Rioblalu mengendong Ayraa.Walaupun agak cemas,Ayraa menuruti arahan Rio.
Rio keluar dengan ekpresi yang agak sukar ditebak.Dia mendekati Henri untuk menjalankan rencana seterusnya."Ayo Henri Kta harus cepatan.Aku nggaj mahu apa apa terjadi sama istriku"gesa Rio membuat Albert,Erudian dan Alea bingung.
"Kakak ipar kenapa??"tanya Albert.
__ADS_1
"Aku masuk duluan.Nanti aku jelasinnya"jawab Rio lalu mulai keluar dari boat dengan perlahan perlahan.Dia dikawal ketat oleh anak buah yang telah disediakan.
"Kalian ayo kita ikutan sama mereka.Nanti aja Tuan Muda akan jelaskan"pinta Henri menarik mereka untuk keluar.
"Kamu kenapa tarik begini??"protes Alea karna tangannya ditarik Henri sedari tadi.
"Diam dan ikut aja"balas Henri tanpa ekspresi..
"Huh dasar"kesal Alea lalu mengabaikan wajah datar Henri lalu fokus sama keadaan sekitar mereka yang telah diamankan Rio sedari tadi.
"Waduhh kok jadi merinding"cicit Alea mengeratkan pegangannya.
"Ngga usah takut.Aku akan jagain kamu"pujuk Henri yang sedar akan ketakutan Alea.Alea mengangguk dan coba menormalkan ketakutannya.
"Hyung ada apa???"bingung Erudian sambil berbisik sama Albert.Albert mengeleng dan menyuruhnya untuk tetap ikut sama Henri dan yang lain.
"Kok aku rasa sesuatu telah terjadi"batin Albett memandang sesuatu yang kelihatan janggal di matanya.
Di luar kapal tersebut,sudah ada sebuah limousine yang telah disediakan sebelum mereka tiba di sini.Rio mengendong Ayraa masuk ke dalamnya dalam keadaan masih berpura pura pengsan.
"Selamat siang tuan muda"sapa sopir itu.
Rio hanya berdehem kemudian duduk di pojok mobil sambil memangku Ayraa yang dibaringkan di atas pahanya.
"Wow amazingg!"kagum Alea melihat limousine mewah ini.
"Masuk cepatan kita harus ke rumah sakit secepatnya"gesa Rio membuat semua mata memandang tetapi Henri menerima kode dari Rio untuk tetap diam sampai dia menjelaskannya.
"Diam dan masuk.Ada musuh di sini"bisik Henri yang didengari Albert,Erudian dan Alea.Merrka mengangguk lalu mengikuti drama ini.
"Apa?!!Kakak ipar sakit??Bagaimana bisa terjadi"kagett Albert berakting.
"Baik tuan muda"balas sopir itu menunduk.
"Kok aku jadi gugup begini"batin Ayraa menciut ketika merasa mobil mereka sedang melaju.
"Kenapa sama Ayraa??Dan kok Tuan Muda kelihatan tenang amat??Apa yang terjadi??"bingung Alea yang hanya diam memperhatikan gerak geri mereka.
Tidak lama kemudian,mereka tiba di rumah sakit.Dengan siagap,Henri membukakan pintu limousine untuk Rio karna mereka harus berpura pura Ayraa pengsan.
"Ayo tuan muda ke sini"pinta Henri mendahului Rio yang mengendong Ayraa.
"Bagaimana??Di mana dokternya???"teriak Rio mengema di lobi rumah sakit itu.
"Saya yang akan menangani istri anda.Bisa kita ke ruangan UGD untuk pemeriksaan??"ujar seorang dokter lelaki berpewatakan tegas keluar dari gerumunan orang ramai.
"Baiklah tunjukkan di mana"tutur Albert yang baru tiba dari belakang Rio.
"Baiklah ayo ikut ke sini"ajak Dokter itu memberi jalan kepada penguasa itu.Selaim wajah tampannya,Rio juga memilik oengaruh yang besar di seluruh dunia karna bisnisnya semakin meluas dan julukannya sebagai CEO TERMUDA di dunia bisnis.
Mereka semua mengikuti langkah dokter itu dengan cepat berekpresi panik dan takut.Tiba di sana Rio menuntut untuk ikutan masuk ke dalam.Yang lain hanya bisa diam dan terus menunggu sementara mereka bertiga di dalam.
"Jadi bagaimana Rio??"tanya dokter itu unformally.
"Berpura pura keadaan istriku teruk dan kritis dan biarkan mereka yang di luar masuk melawat dan minta Henri memasang alat untuk pastikan ngga akan ada yang mendengari perbincangan kita di dalam nanti"tutur Rio membuat dokter itu mengangguk lalu mulai keluar dari sana dan membisik ke arah Henri sebelum meninggalkan mereka untuk pastikan ngga ada yang curiga.
__ADS_1
Di kamar ruangan Ayraa
"Hubby??Gimana??Ngga mungkin kita harus di sini terus??Aku mahu jalan jalan"kesal Ayraa karna keselamatannya selalu diancam walau di manapun.
"Sayang.Jangan marah yaa.Ini resikonya jadi mengertilah"pujuk Rio.
"Tapi sampai kapan Rio Adrian???Aku juga mahu rasakan kehidupan orang biasa tanpa musuh atau spesial!!Aku juga inginkan hal itu.Aku capek terusan begini"emosi Ayraa membuat tangisnya pecah begitu aja.
"Hyung jangan berantem.Tenang,mungkin untuk kita uda biasa tapi ingat kakak ipar masih baru di sini.Jangan buatnya emosi lagi.Tahan amarahmu.Dia masih ngga biasa sama keadaanya sekarang.Dulu aja dia bebas ke mana mana.Ini semua konkuesimu memilihnya"tegur Erudian karna dia ngga mahu keadaan semakin rumit.
"Sayang.Maafin aku.Aku ngga bisa bahagiakan kamu lagi.Aku juga mahu bikin kamu gembira dan tersenyum tanpa beban tapi yaa aku juga ngga lari daripada masalah"pujuk Rio coba mengontrol emosinya agar tidak terbawa amarah.
"Tinggalin aku sama Alea di sini.Kalian keluar"dingin Ayraa lalu kembali berbaring membelakangi Rio dan yang lain.Rio menghelakan nafasnya karna dia sudah hafal sifat Ayraa yang ngga akan mahu bertatap jika lagi kesal.
"Tapi sayang??"keluh Rio.
"Aku ngga mahu dengarin tapi TUAN MUDA RIO ADRIAN.Tinggalkan aku"tekan Ayraa memanggil sebutan formal Rio.
"Stop manggilin aku tuan muda sayang.Kamu harus tahu batasmu sebagai seorang istri.Lakuin apa yang kamu mahu"putus Rio lalu keluar dari kamar dengan keadaan kesal.
Henri,Erudian dan Albert memutuskan untuk ikut sama Rio dan memerintahkan beberapa pengawal berjaga di hadapan kamar Ayraa dan tidak membiarkan sesiapapun masuk termasuk dokter atau perawat agar keselamatan mereka tetap terjamin.
"Hiks hiks hiks hiks"Ayraa menangis di dalam selimutnya.Dia meratapi semua masalah yang ngga bisa selesai sampai kapanpun jika dia terusan begini.Dia sadar dia yang salah di sini karma terus menyalahkan Rio sebagai punca masalah.
"Ayraa Adelia"panggil Alea dengan lembut.
"Ayraa lihat aku"tuntun Alea agar Ayraa keluar dari selimutnya Dengan perasaan enggan,Ayraa terpaksa keluar dari sana.
"Heyy dengarin aku.Aku ngga mahu salahin kamu atau suamimu tetapi di sini salah kaliam berdua.Kaliam sepatutnya saling memahami dan tidak terlalu emosi.Perbincangan dan kejujuran adalah dua hal yang penting dalam sesuatu hubungan"tegur Alea membuat Ayraa menyesal.
"Tapi Leaa aku juga mahu seperti orang lain.Aku mahu bebas"tangis Ayraa.
"Iya sayang.Aku tahu kamu bagaimana tapi di sisi lain kamu harus mengerti keadaan suamimu.Dia ngga mahu bikin kamu sedih dan tidak bermaksud sekalipun.Ini hal di luar jangkaan manusia.Kamu tahu kedudukannya amat bahaya karna kejayaannya sekarang.Karna itu kepercayaan amat penting.Percayalah sama suamimu.Jangan biarkan emosi terus menguasai fikiranmu"pesan Alea.
"Tapi aku buntu Alea.Aku ngga tahu mahu hadap semua ini bagaimana???Aku buntu"tangis Ayraa semakin pecah di pelukan Alea.
"Raa tenang.Semuanya akan baik baik aja.Jangan terlalu fikirkan sesuatu yang kamu sendiri ngga bisa menjangkanya.Terus melangkah bersama suamimu.Jangan pedulikan sesiapun.Berikanlah kepercayaanmu kepadanya sepenuhnya Raa.Jangan terlalu negatif"tegur Alea memeluk Ayraa dengan lembut.
Ayraa diam dan menangis dalam diam.Dia tidak membalas perkataan Alea yang terakhir karna merasakan dia benar benar salah karna telah meragukan suaminya sendiri.
"Maafkan aku hubby"lirih Ayraa sebelum menutup kedua matanya.
"Ayraaa"pekik Alea karna kaget Ayraa yang tiba tiba ngga sadar.
...Bersambungš£...
Harap kalian terus beri dukungan kepada aku ya.Dan jangan lupa vote novelku ini di acara lomba yang tentera di profile novelku.Vote ya jangan lupa.Aku nunggu voting dari kalian.
Dan jangan lupa ngelike episode episode yang baru aku update supaya semangat aku berkobar kobar untuk menulis ya.
Sekali lagi aku tulus mohon maaf atas ketidakhadiran aku di novel ini setiap hari ya.Aku akan usahain updatenya.
Jangan lupa vote juga ya dan rajinkanlah menyumbang hadiah kepada novelku karna giveaway kedua akan dimulai jika novelku meningkat ya.....
Untuk readersku di sana,jagalah kesihatan kalian mumpung sekarang lagi musim covidnya belum berakhir.Jaga kesihatan kalian ya....Hargai oramg disekelilingmu selagi dia ada dan nggak meninggalkan kamuā¤
__ADS_1
Love dari author kesayangan kalian......
syzlnnfzhh:)?