
"Shush udah sayang nanti aku temanin kamu.Jangan takut baby"pujuk Rio setengah berbisik.
Ayraa mengangguk lalu menunduk tanpa berani menatap mana mana mata yang sedang memperhatikannya.
"Ada apa ya??Apa Kak Leon marah sama aku??"batin Ayraa memikirkannya.
...****************...
Setelah usainya sarapan,mereka segera berkumpul di ruang tamu.Ayraa mengenggam tangan Rio dan meliriknya.
"Jangan kepikiran berat.Gaada apa apa kok"bisik Rio menenangkannya.
"Hyung ada apa??"tanya Rio sebaik aja Leon duduk di tempatnya.
"Ayraa kamu ngga bisa gugurin kandungan kamu.Hyung tahu seberapa nekadmu agar apa yang kamu mahu bisa dicapai.Ingat jika kamu nekad juga hyung ngga akan berdiam diri"ujar Leon dengan tegas.
"Hyung!!"marah Rio karna Leon seakan menyalahkan Ayraa.
Ayraa kaget dan menunduk.Dia mengangguk lalu berdiri dan berlari ke arah kamar tanpa menghiraukan panggilan Rio.
"Aku kecewa sama hyung"lirih Rio sebelum melangkah mengikuti Ayraa.
Leon hanya menghela nafasnya dan menyandarkan belakangnya di sofa.Dia memicit dahinya yang agak pusing.
"Leon kenapa??"soal Ditrain memandang ke arah tangga.Leon hanya diam tanpa berniat untuk menjawabnya.
Skip di kamar
Ayraa menangis memeluk bantal.Menenggelamkan wajahnya di bantal.Dia meluapkan semuanya di sana.
"Hiks hiks aku ngga layak sama Rio"batin Ayraa sakit memikirkan masalah yang tidak henti.
"Sayang?"panggil Rio pelan mendekati Ayraa.
"Tinggalin aku please"pinta Ayraa dengan lirih.
"Ngga sayang.Aku akan sama kamu walau apa yang terjadi.Ayo sini angkat mukanya.Ntar lemas kamu begitu terus"pujuk Rio perlahan menarik Ayraa.
"Ngga hubby.Tinggalin aku sana"tolak Ayraa.
"Sayang??Please ayo jangan begini.Kasian sama bayi kita.Ayolah sayang"pujuk Rio sambil menarik Ayraa dengan sedikit kuat.Rio menjauhkan bantal itu lalu memeluk Ayraa.
"Heyy bumill ngga bisa sedih terus.Ayolah jangan nangis dong.Ntar bayi kita ikutan sedih"Rio tidak berhenti memujuk Ayraa.
"Bisa kamu tunaikan permintaan aku??"tanya Ayraa yang bikin Rio cemas.
__ADS_1
"Permintaan apa??"tanyanya.
"Ceraikan aku.Lepaskan aku dari sisimu"lirih Ayraa yang membuat Rio membeku.
"Sayang??"kaget Rio.
"Iya ceraiin aku Rio Adrian"pinta Ayraa.
"Ngga pernah baby.Lihat aku please"pujuk Rio memandang Ayraa.
"Kenapa kamu gemar sekali ajak cerai sama aku.Apa kamu ngga sayang sama aku??Sama bayi kita??Apa benar kamu hanya terpaksa sayang??Ayraa Adelia Jawabb!!"tegas Rio membuat Ayraa menunduk.
"Ayraa jawab jangan diam aja"ketus Rio membuat Ayraa mendongak.
"Iya aku ngga sayang sama kamu.Aku hanya teroaksa sama kamu.Aku ngga sayang dan cinta atau peduli sama siapapun.Jadi lepaskan aku Tuan Muda"Ayraa meninggikan suaranya dengan air mata yang masih mengalir.
"Boong.Kamu boong sayang.Mulutmu bisa katakan iya tapi matamu sayang.Matamu ngga bisa menutupi kebenarannya baby"lirih Rio kembali memeluk Ayraa.
"Aku ngga mahu jauh dari kamu.Sayang please pahamin aku kali ini.Aku sayang banget sama kamu.Pedulikan orang lain.Aku yang akan jalani hidup aku sayang"sambungnya.
"Tapi aku capek hubby.Ayraa capek dengan semua ini.Semuanya menentang kita hubby.Hyungmu??Apa kamu tega meninggalkannya"lirih Ayraa.
"Aku ngerti kamu kok sayang.Tentang Hyung dia ngga nyuruh kamu ninggalin aku.Dia hanya emosi tentang hal itu aja baby.Ngga usah begini baby.Please senyum demi aku.Please bertahan demi aku juga.Demi keluarga kecil kita baby"pujuk Rio dengan lembut.Dia sebernanya capek dengan masalah yang ngga stopnya.
Ketika ingin turun dari kasur,Ayraa merengek meminta peluk.Rio tersenyum kecil lalu memilih naik kembali dan menyusupkan tangannya di bawah kepala Ayraa lalu menariknya ke dalam dengkapannya.
"Aku tahu kamu udah bergantung sama aku sayang"bisik Rio tersenyum lalu memejamkan matanya.Mereka berdua tertidur akibat pergaduhan kecil mereka sebentar tadi.
Skip ke mansion utama Atmadja
"Tante gimana dong.Mereka malah udah bahagia.Apa ngga ada pilihan lain tante??Apa aku harus mengalah??"kesal Audrey karena satupun rancangannya ngga berhasil sama sekali.
"Jangan giti dong sayang.Tante janji akan misahin mereka berdua.Ini susah sekali tante lacak keberadaan mereka.Kamu juga tahu bagaimana kuasa Rio sayang.Sabar ya.Udah daripada mikirin perempuan ngga tahu diri itu apa kata kita shopping??"Julia coba mengalih topik mereka.
"Hurm ayo.Audrey juga udah lama ngga shopping.Biar kali ini Audrey bayarin ya"setuju Audrey.
"Bentar yaa tante mahu ambilin handbag di kamar.Kamu nunggu bentar ya"ujar Julia lalu bangun dan bergegas dengan segera.
"Awas aja Ayraa aku ngga akan biarin kamu bahagia begitu aja"batin Audrey geram.
Sedangkan di Italy
"Bagaimana apa sudah bisa menjejaki mereka??"tanya Michael.
"Maaf tuan muda.Kemampuan Rio Adrian sama hyungnya ngga bisa ditandingi tuan muda.Saya sudah berusaha maksimal tetapi hasilnya nihil"pasrah Bima sang asisten karna dirinya udah melakukan semaksimal mungkin.
__ADS_1
"Sial.Salah satu caranya aku harus berdepan samanya terus.Aku ngga bisa terus begini.Dia pasti udah tahu tujuanku"kesal Michael.
"Aku pasti akan merebutnya kembali dari kamu Rio Adrian"gumam Michael penuh ambisi.
Skip di kamar Rio dan Ayraa
"Maafkan aku hubby tapi aku harus pergi dari sini"lirih Ayraa dengan pelan melepaskan pelukannya.
"Kamu mahu ke mana sayang??"Rio terjaga karna pergerakan Ayraa.
"Lepaskan aku please.Biarin aku bersendirian hubby"pinta Ayraa.
"Maaf sayang tapi ngga bisa.Kamu istriku dan aku ngga akan lepasin kamu.Kamu tanggungjawab aku sejak aku menikahimu.Please jangan pendam sendirian begini sayang.Aku tahu salah aku.Tapi kamu ngga kesian sama bayi kita??Kasian dia sayang.Please baby"pujuk Rio memandang Ayraa dengan penuh cinta.
"Hubby??Aku ngga mahu lari kok.Aku hanya ingin tenangin hati aku aja.Apa ngga bisa??"pinta Ayraa memelas.
"Ngga sayang.Kamu masih lemas.Aku ngga mahu resikoin mana mana pihak.Kalian cinta hati aku sayang.Please pahamin aku"pujuk Rio.
"Baiklah aku sama kamu.Aku gerah.Bisa aku mandi??"pasrah Ayraa akhirnya mengalah.
"Ayo aku bantuin kamu"setuju Rio lalu mengandeng Ayraa ke kamar mandi.
"Eh eh kamu di luar.Aku bisa sendiri kok.Ntar sama kamu lama lagi.Ngga ya hubby aku capek"tolak Ayraa menjauhkan Rio darinya.
"Iya iya bawel kamu ya.Gemasin banget"tawa Rio pecah.
"Ihh sana aku mahu mandi"usir Ayraa lalu menutup pintu kamar mandi.
Rio terkekeh lalu berjalan menjauhi kamar mandi.Dia mengambil ponselnya dan menelefon Henri.
"Hello Henri.Siapin mobil.Aku mahu bawa Ayraa jalan jalan bentar lagi.Dan kami akan makan siang di luar juga ya"perintah Rio.
"Baiklah tuan muda"sahut Henri dari seberang sana.
Rio meletakkan ponselnya dan duduk di sofa menunggu Ayraa siap mandinya.Dia memicit kepalanya.
"Sebernanya apa yang terjadi??"batin Rio coba untuk memikir hal yang terjadi sebernanya.
"Aku harus lindungin Ayraa sebelum semuanya jelas"gumam Rio pemuh nekad.
...Bersambung...
Jangan lupa untuk like,comment dan share ya..Makasih dukungannya semuanya..
__ADS_1