
Rio diam sambil melihat foto Ayraa yang ada di ponselnya.Dia mengusap gambar itu.Henri dan Albert berada jauh darinya merasakan perasaan sedih Rio.
"Kamu makan duluan Rio.Badan kamu nggak nerima apa apa asupan dari sore semalam.Hyung takut kamu akan sakit lagi"ajak Gion.
"Aku mahu tunggu Ayraa.Istriku akan menyuapiku.Aku nggak mahu yang lain"tolak Rio.
"Ya udah aku nggak maksa kamu.Kamu jika mahu rehat kita rehat di ruangan pribadi kamu di sini"cadang Gion.
"Nggak mahu.Aku hanya mahukan istriku.Please Hyung aku mahu ke sana sekarang"tutur Rio dengan sedih.
"Sabar Rio.Tunggu bentar lagi.Hujan udah mulai surut jadi kita nunggu semuanya baik baik aja baru kits berangkat ke sana"pujuk Gion.
"Baiklah"pasrah Rio.
Di sisi lain,seorang pemuda marah kepada anak buahnya yang dikatakan dibecus menjalankam tugas yang diberikannya.
"Dasar bregsekk!!!Kenapa kamu nggak becus jaga dia?!!!!Awas jika kenapa kenapa samanya"kesal pemuda itu.
"Aku udah samanya tetapi aku nggak sangka hal ini berlaku.Suaminya juga kaget sama ini.Dan hal terkini yang tahu dia kabur karena ancaman orang tua angkat suaminya"bela lelaki yang dimarahi itu.
"Lagipula aku dekay samanya aja dia ketakutan apa lagi kamu.Ingat traumanya yang dulu meninggalkan kesan yang besar untuk hidupnya.Semua ini juga karena kamu"sambung lelaki itu.
Pemuda itu hanya diam dan meratapi kisahnya dan melamun di jendelanya.
"Maafkan kakak"lirih pemuda itu.
...****************...
Ayraa dan Alea turun bersamaan ke meja makan untuk makan siang.Di villa ini sudah ada pembantu yang akan memasak dan mengemasnya.
Ayraa kelihatan khawatir melihat keadaan di luar yang hujan lebat.Alea juga sama khawatir mengingat perkataan Alesya dan Anna bahawa Rio akan menyusul ke sini.
"Aaaa kenapa aku jadi ikutan ketakutan.Ya ampun aku jadi bayangkan naseb aku nanti"batin Alea menjerit ketakutan.
"Raa ayo makan.Kenapa kamu melamun melihat hujan lebat itu???"tanya Alea selepas mendapat kembali keberaniannya.
"Entah kenapa melihat hujan lebat itu bikin aku khawatir"lirih Ayraa.
"Apa maksudmu???"tanya Alea gagal mentafsir perkataan Ayraa.
"Aku merasa khawatir sama seseorang yang aku nggak tahu siapa dia"balas Ayraa lalu memilih duduk.
"Apa maksudnya Rio??Ya ampun ikatan batin mereka sudah sejauh ini???Aku harap Rio baik baik dan cepat ke sini"gumam Alea.
"Nggak usah mikirinnya.Santai aja.Nggak ada yang berlaku.Ya udah ayo makan"tegur Alea.
"Baiklah ayo makan"ajak Ayraa lalu menyantap makanannya walau pikiran masih tidak tenang.
"Apa Rio nggak mencariku??"batin Ayraa tertanya tentang keadaan suaminya saat ini.Dia pasti kepergiaannya udah diketahui sang suami.
"Raa nggak usah mikirin dia.Mommynya nggak restuin kalian.Nggak usah geeran Raa"guma Ayraa tertawa miris dengan keadaannya baru sah harus menjadi janda tidak lama lagi.
"Apa aku nggak layak bahagia???"lirih Ayraa didengari Alea.
"Raa nggak usah bilang begitu.Semuanya telah ditakdirkan sama yang di atas sana.Kita harus menjalaninya dan percayalah kebahagiaan akan datang kepadamu nanti.Jangan terus bersedih dan aku yakin suamimu pasti sedang mencarimu.Apa kamu nggak rasa bersalah Raa"tegur Alea.
"Sakit Alea.Aku terlanjur mencintainya.Aku nggak mahu egois melanjutkan hubungan ini tanpa restu dari mommynya.Lebih baik aku mundur sekarang daripada aku sakit lebih dalam.Aku hanya berharap semuanya akan kembali normal"lirih Ayraa lalu bangkit dari meja makan selepas makan beberapa suap.Dirinya kehilangan ***** makannya beberapa hari ini.
Alea membiarkan Ayraa menenangkan dirinya dan nggak mahu menyusulnya agar Ayraa dapat berfikir lebih rasional dan dapat membuat keputusan sewajarnya.
"Aku harap kamu bisa bahagia sama Rio Raaa"lirih Alea menatap kepergiaan Ayraa.
Ayraa memasuki kamarnya dan mengambil tempat di kerusi piano yang ada di kamarnya itu.Di villa memang nggak ada piano tetapi Ayraa membelinya semalam karena dia mahu menenangkan dirinya dengan bermain piano dan menyanyi.Dirinya telah sebati dengan nyanyian dan alat musik.Dia nggak isa berjauhan sama dua benda itu.
"Lagu apa ya kali ini??"gumam Ayraa memikirkan lagu untuknya kali ini.
"Apa reckless aja??Seingat aku ini lagu yang ramai minta.Ya udah aku coba aja latihannya dan rakam"gumam Ayraa memulakan nyanyiannya selepas meletakkan ponselnya untuk merakam nyanyian.Ponsel iti adalah ponsel kedua yang dibeli sebelum berangkat ke sini.
Reckless-Madison Beer🌸
Hey, this is a story I hate
And telling it might make me break
But I'll tell it anyway
This chapter's about
How you said there was nobody else
Then you got up and went to her house
You guys always left me out
I still have the letter you wrote
When you told me that I was the only girl
You'd ever want in your life
I guess my friends were right
Each day goes by and each night, I cry
Somebody saw you with her last night
You gave me your word, "Don't worry 'bout her"
You might love her now, but you loved me first
Said you'd never hurt me, but here we are
Oh, you swore on every star
How could you be so reckless with my heart?
You check in and out
Of my heart like a hotel
And she must be perfect, oh well
I hope you both go to hell
I still have the letter you wrote
When you told me that I was the only girl
You'd ever want in your life
I guess my friends were right
Each day goes by and each night, I cry
Somebody saw you with her last night
__ADS_1
You gave me your word, "Don't worry 'bout her"
You might love her now, but you loved me first
Said you'd never hurt me, but here we are (here we are)
Oh, you swore on every star
How could you be so reckless with my heart? (Heart)
How could you be so reckless?
How could you be so reckless?
How could you be so reckless with someone's heart?
Hey, this is a story I hate
But I told it to cope with the pain
I'm so sorry if you can relate
Ayraa menyanyikannya dengan menangis tersedu sedu.Dia merasakan kesesakan dalam nyanyian ini.Tanpa dia sedari ada dua mata yang memandanginya dari tadi.
Ya mata itu adalah Rio.Rio yang merasakan kesedihan Ayraa segera memeluknya dari belakang sebaik saja Ayraa menamatkan nyanyiannya.Dia tidak peduli sama bajunya yang basah kuyup.
"Maafkan aku sayang"lirih Rio membuat Ayraa kaget.Dia menoleh dan melihat Rio menangis di pelukannya.
"H-hubby???Kamu di sini??Bagaimana bisa??"kaget Ayraa.
"Jangan pergi dari aku lagi"lirih Rio memeluk Ayraa dalam keadaannya yang masih basah kuyup.
Flashback on...
Hujam udah mulai mereda.Rio segera meminta berangkat segera.Semua hanya bisa mengikutinya.
"Aku udah nggak sabar"cemas Rio.
"Tenang Rio.Ayraa akan baik baik aja"tegur Albert.Rio mengacuhkannya.
Keadaan jalan yang masih dibanjiri Ayraa membuat mobil mereka tidak dalam memasuki kawasan villa di mana Ayraa berada.Rio yang udah nggak sabaran segera keluar dari mobil dan berlari ke arah villa itu tanpa mempedulikan keadaan yang hujan mulai lebat saat itu.
Semua mata kaget dengan tindakannya.Albert,Henri dan Gion mengikutinya menggunakan payung yang sedia ada di mobil itu.Rio berlari ke arah villa dan menerobos masuk ke dalamnya.
Alea yang masih berada di ruang makan kaget dengan keadaan Rio yang berantakan.Rio menatapnya dengan tajam membuat Alea ketakutan.
"Katakan di mana Ayraa???"bentak Rio.
"Di kamarnya"takut Alea.
Rio segera menaiki tangga dan tiba tiba dirinya mendengar suara piano dan nyanyian.Dia mengenali suara itu.Dia segera mengikuti arah suara itu datang.Rio bertahan di hadapan pintu sehingga nyanyian iti selesai.
Henri,Albert dan Gion memberikan ruang kepada Ayraa dan Rio untuk bicara berdua.Alea hanya bisa terduduk tanpa melakukam apa apa agar tidak memancing amarah Rio.
"Hubby kenapa pakaian kamu basah??Kamu demam??"cemas Ayraa mendapati suhu Rio tinggi.
"Hubby kamu dengar aku"cemas Ayraa yang tidak mendapat respon dari Rio.
"Jangan tinggalkan aku.Aku cinta kamu sayang"lirih Rio sebelum jatuh di lantai namun Ayraa menahannya.
"Tolong!!!!Sesiapa tolong.Rio pengsan!!!!??"pekik Ayraa agar mereka yang ada di bawah mendengarinya.Henri yang mendengari teriakan Ayraa segera bergegas ke kamarnya.
"Ya ampun Tuan muda!!"pekik Henri lalu mengangkat Rio ke kasur Ayraa.Ayraa mencoba melepaskan genggaman Rio di tangannya namun nihil karena Rio mengenggam erat tangannya untuk mengambil kompresan di dapur.
"Jangan tinggalkan aku lagi sayang"racau Rio dengan matanya tertutup membuatAyraa terdiam lalu kembali duduk di samping Rio.Albert udah menelefon dokter yang terdekat.
"Jalan di depan ditutup karena air melimpah jadi Rio terus berlari ke villa tanpa payung walaupun hujan lebat.Dia sungguh nggak sabar ketemu kakak ipar"jelaa Gion dengan datar karena merasa kecewa Ayraa nggak percaya sama Rio.Tapi dia nggak bisa salahkan Ayraa karena ini juga salah faham antara mereka.
Tidak lama kemudian,dokter tiba.Dia bukanlah dokter pribadi Rio tetapi dia kenalan rapat Dokter Miko.
"Silahkan masuk dokter"ajak Albert.
"Baiklah"balas Neo sang dokter itu.
"Dokter periksa aja ya suami saya"seru Ayraa mulai melangkah pergi dari Rio untuk memberikan ruang kepada dokter untuk memeriksa namun lagi lagi Rio mengengam erat tangan Ayraa.
"Please jangan pergi.Aku nggak mahu kehilangan kamu lagi"lirih Rio memejamkan matanya.
"Nona di sini aja.Mungkin Tuan Muda mengalami trauma"cadang Neo membuat Ayraa terdiam.
"Apa aku udah bikin dia begini???"sesal Ayraa menatap lirih ke arah Rio yang sedang diperiksa Neo.
Di luar ruangan Alea kelihatan cemas apabila mendapat tatapan datar dari Albert dan Gion.Dia meneutralkan perasaannya agar nggak terlalu kelihatan.
"Apa kamu tahu kesalahan kamu Nona???"tanya Albert membuat Alea keringatan.
"I...iya aku tahu"lirih Alea.
"Tapi aku udah pasti Ayraa nggak pergi dari sini.Dan buktinya dia baik baik aja.Aku nggak tega lihat dia kesedihan.Jadi aku putuskan untuk setuju dengan rencananya daripada aku juga harus kehilangan dirinya"bela Alea.
"Nggak usah menceramahi kami.Sekarang sebagai ganti kamu masakin makanan untuk Tuan Muda sekarang"tutur Henri yang datang dari belakang mereka.
"I...iya baiklah"gugup Alea karena Henri mendekatinya.
"Sekarang Nona Alea"tegas Henri.
"Iya iya aku pergi sekarang.Nggak usah tegas begitu kali"gerutu Alea melangkah pergi dengan menghentakkan kakinya karena kesal.
"Dasar menyebalkan"cemberut Alea tetapi masih pergi untuk memasak.
"Apa semuanya baik baik??"tanya Albert.
"Neo masih memeriksanya"balas Henri.
"Kakak ipar di mana??"tanya Gion.
"Di dalam sama Rio.Dia nggak mahu lepasin genggamannya"balas Henri.
"Aku harap drama ini segera berakhirnya"gumam Gion.
Di kamar
Neo telah selesai memeriksa Rio.Ayraa menatapnya dengan pandangan sulit diartikan.
"Tuan muda baik baik aja.Hanya dia demam panas serta badannya lemah karena nggak menerima apa apa asupan dari semalam.Jadi badannya menjadi automatis nggak ada tenaga.Dan maaf nona muda saya harus mengatakan ini,Tuan Muda mengalami trauma yang mendalam.Jadi saya anjurkan elakkan trauma itu berlaku karena nggak baik kondisin badannya yang sekarang"jelas Neo membuat Ayraa menatap intens Rio yang masih memejamkan matanya.
"Maafkan aku hubby"lirih Ayraa.
"Pastikan Tuan Muda makan dan rehat secukupnya.Elakkan stress dan tekanan.Kawal emosinya agar nggak memperngaruhi sistem badannya.Kalau nggak ada apa apa saya pamit duluan"jelas Neo sebelum pamit keluar.Ayraa mengangguk.
Neo keluar dari kamar itu dan mendekati Henri,Gion dan Albert yang berada di ruang tengah villa itu.Henri berdiri melihat kedatangan Neo.
"Bagaimana??"tanya Henri.
"Tuan muda baik baik aja.Hanya dia demam panas serta badannya lemah karena nggak menerima apa apa asupan dari semalam.Jadi badannya menjadi automatis nggak ada tenaga.Tuan Muda mengalami trauma yang mendalam.Jadi saya anjurkan elakkan trauma itu berlaku karena nggak baik kondisin badannya yang sekarang"jelas Neo.
__ADS_1
"Dan satu lagi,pastikan Tuan Muda nggak terlalu stress dan tertekan.Dan perhatikan asupannya"sambung Neo.
"Makasih Dokter"seru Gion.
Nggak apa apa ini sudah menjadi tugas saya"balas Neo.
"Kalau nggak ada apa apa saya permisi duluan"pamit Neo.
"Mari say aantar ke pintu"ajak Albert.Neo mengangguk lalu mulai melangkah pergi.
Tidak lama kemudian,Alea datang membawa bubur ayam untuk diberikan Rio.Alea sebernanya kurang yakin tetapi mahu bagaimana dia nggak mahu terkena amarah mereka semua.
"Ini makanannya"seru Alea semasa mendekati mereka.
"Bawain aja ke kamarnya"balas Gion membuat Alea menatap Henri.
"Pergi aja dan berikan kepada Ayraa untuk menyuapinya"tambah Albert.Henri mengangguk dan menemani Alea ke atas.
"Ayo"ajak Henri melangkah di hadapan Alea.
Di kamar Ayraa,Ayraa menatap sayu ke arah Rio yang kelihatan tidak terurus.Rio masih tidak membuka matanya dan masih mengenggM tangan Ayraa.
"Maafkan aku hubby"lirih Ayraa.Tiba tiba pintu kamar mereka diketuk.Ayraa menatapnya ingin membukanya tetapi melihat Rio tertidur membuat Ayraa berhenti.
"Masuk aja.Nggak dikunci"seru Ayraa dari dalam membuat Alea dan Henri masuk.
"Ada apa Leaa??"tanya Ayraa.
"Ini bubur untuk Tuan Muda.Henri menyuruhku membuatnya.Katanya Tuan Muda masih nggak makan apa apa dari semalam"jelas Alea.
"Letak di sini aja.Bentar aku kejutinnya"balas Ayraa tersenyum.
"Nona Muda tolong pastikan Rio makan ya.Dari semalam dia nggak nyentuh apa apa termasuklah air walaupun setitis.Kami udah memaksanya namun dia nggak mengendahkannya"pinta Henri.
"Tenang aja.Aku akan coba ya.Makasih Alea.Dan maaf aku susahin kalian semua"lirih Ayraa..
"Gapapa Raa.Aku keluar duluan ya"pamkt Alea diikuti Henri.
Ayraa mengusap rambut Rio dan turun kepada wajahnya.Ayraa mencoba membangunkannya.
"Hubby ayo bangun"kejut Ayraa.
"Hubby bangun atau aku pergi"ancam Ayraa.
"Jangan pergi sayang.Aku nggak sanggup kehilangan kamu lagi"lirib Rio memeluk Ayraa.
"Iya aku nggak akan kemana mana tapi kamu harus bangun makan duluan.Ntar kamu sakit"pujuk Rio.
"Benar kamu nggak akan ninggalin aku???"tanya Rio.
"Iya hubby sayang"gemas Ayraa.Rio bangun dan menatap wajah Ayraa.Ayraa tersenyum lalu mengambil bubur yang diberikan Alea.
"Ayo sini makan.Aku suapi atau kamu makan sendiri???"tanya Ayraa.
"Suapi aku"pinta Rio.
"Baiklah..Sini aku suapi kamu"ajak Ayraa.
"Apa kamu masak bubur ini??"tanya Rio selepas Ayraa menyuapinya.
"Nggak.Temanku masaknya.Aku nggak bisa ke mana mana.Aku hanya temani kamu rehat aja dari tadi"jelas Ayraa.
"Nanti kamu masakin makan malam untuk aku bisa???"tanya Rio.
"Tumben kamu mahu aku masak Mas Rio??"tanya Ayraa yang mulai mengubah nama panggilannya.
"Mas Rio??Nggak jelek aku suka"gumam Rio didengari Ayraa..
"Aku hanya kangen masakan kamu.Apa bisa???"pinta Rio.
"Iya iya bisa.Sebagai permintaan maaf aku kepada kamu"lirih Ayraa.
"Emang kamu salah apa??"tanya Rio.
"Aku salah karena ninggalin kamu jadi kamu sakit begini.Hiks hiks maafin aku hubby"tangis Ayraa membuat Rio merasakan turut sakit.Dengan cepat Rio menarik Ayraa ke pelukannya untuk menenangkannya.
"Shutttt sayang jangan nangis.Ini bukan salah kamu mahupun aku.Ini karena salah faham.Jangan nangis aku juga rasakan sakit lihat air mata kamu cantik"pujuk Rio mengusap air mata Ayraa.
"Maafin aku karena nggak dengarin kamu duluan.Aku janji mulai sekaramg aku akan jujur dengan keluh kesah di fikiran aku.Maafin aku ya hubby"lirih Ayraa memeluk Rio.
"Nggak usah cengeng cantik.Kamu harus oercayakan suamimu ini daripada perusam rumah tangga di luar sana walaupun dia mommyku sendiri"jelas Rio.
"Mommymu nggak suka sama aku"lirih Ayraa menunduk.
"Apa itu alasan yang kukuh untuk jadikan kamu tandantangani surat cerai kita sayang???"tanya Rio membuat Ayraa kaget.
"H...hub...hubby...Maafin aku.Aku nggak bermaksud begitu.Aku hanya nggak mahu kamu berantem sama mommymu karena aku.Aku nggak mahu kamu jadi anak durhaka"lirih Ayraa.
"Sayang dengarin aku please.Sekarang kamu tanggungjawab aku.Jadi jangan pedulikannya lagi.Aku udah muak diatur tanpa perasaan aku dipedulikan.Dia hanya mahu harta keluargaku.Oleh karena itu,dia masih mengaku aku anaknya.Jika aku bukan Rio Adrian William percayalah dia akan membuang aku"jelas Rio membuat Ayraa tersentak.
"Tapi daddyku..."ucapan Ayraa terpotong.
"Jangan khawatir aku udah menyuruh orang menyiasat kenapa daddymu tiba tiba membenciku.Aku juga telah mencari keberadaan keluargamu karena aku yakin keluarga kandungmu telah melindungi kamu dari jauh yang bermaksud keluargamu bukan dari kalangan biasa"terang Rio membhat Ayraa kaget.
"Maksudmu keluargaku kandung masih ada dan mereka adalah berkuasa juga.Begitu???"tanya Ayraa memastikan.
"Jika tekaan aku benar yahh begitu.Tapi itu hanya prediksi aku dan yang lain.Karena jati diri kamu ditutup sangat rapat aku juga jadi kesusahan menerobos maklumat pribadi kamu"balas Rio tersenyum.
"Tapi kamu bagaimana bisa cari maklumat tentang aku??"tanya Ayraa.
"Ada dong.Kepo ya"goda Rio membuat Ayraa tersenyum.
"Ya udah sekarang aku suapi kamu aja ya Hubby.Nanti kamu bisa rehat"tegur Ayraa menhentikan obrolan seru mereka.
"Huurmm baiklah"balas Rio tersenyum.Ayraa mulai menyuapinya dengan telaten.Ayraa tersenyum melihat Rio yang begitu lahap.
"Kata mereka kamu nggak selera.Terus ini sampe habes makanannya"goda Ayraa.
"Aku cuma mahu kamu suapi aku.Selera aku nggak ada tanpa kamu sayang.Tambah lagi kamu ngambek sama aku"lirih Rio.
"Maafin aku hubby.Aku nggak akan pergi lagi dari kamu.Tapi aku penasaran bagaiman kamu tahu aku di sini???"tanya Ayraa.
"Rahsia"bisik Rio.
"Apa Alea yang menberitahu kalian??curiga Ayraa membuat Rio tergelak.
"Nggak sayang.Ada dech.Sambung nyuapiku sayang.Aku lapar"rajuk Rio mengalihkan ucapan mereka.Ayraa mengangguk lalu sambung menyuapinya.Tanpa sadari,bubur itu habes dilahap Rio.Ayraa gembira karena Rio makan demgan lahap.Jadi dirinya nggak terlalu khawatir sama Rio.
Ayraa tersenyum sambil memberikan minuman kepada Rio.Rio menerimanya lalu meneguknya dengan pelan.
Tiba tiba.......
...BERSAMBUNG✨...
__ADS_1
Bayangkan dia adalah Ayraa yang kesedihan bermain pianonya.