
Sedangkan di luar kamar,Alea cemas dengan kondisi Ayraa yang masih belum keluar dari kamar dari semalam.Dia bolak balik ke sana ke sini dengan cemasnya.
"Alea tenang.Semuanya akan baik baik"tegur Henri santai melanjutkan sarapannya.Rio telah mengirimkan pesan agar mereka sarapan duluan dan nggak usah tungguin mereka tetapi tetap aja Alea cemas dengan sahabatnya itu mengingat keadaannya semalam.
"Nggak bisa.Aku khawatir"ketus Alea.
"Alea lebih baik kamu diam dan jangan tanyakan apa apa pun jika nggak mahu terkena amukan hyungku Nggak usah ingatkan dia tentang kejadian semalam.Santai aja kamu ni kali"cerocos Erudian kesal melihat Alea menganggap Rio nggak bisa menjaga Ayraa dengan baik.
"Iya iya aku diam"kesal Alea duduk di *erusinyanya dan melanjutkan makanannya.
Erudian,Henri dan Albert juga mengabaikan Alea dan melanjutkan sarapan mereka sebelum Rio dan Ayraa keluar.
...****************...
Tidak lama kemudian,Rio dan Ayraa mendekati mereka yang baru aja selesai dengan sarapan.Alea mahu berjalan mendekati Ayraa namun ditahan Henri yang mengancamnya.
"Jangan cari masalah Nona.Ingat Nona Muda masih belum sarapan dan Tuan Muda nggak mahu apa apa pun yang terlewat kepada istri kesayangannya"tegur Henri membuat Alea menghentikan langkahnya.
"Benar kata Henri.Mana lagi Ayraa punya maag"gumam Alea membenarkan ucapan Henri.
"Leaa kamu di sini??Udah sarapan??"tegur Ayraa.
"Uda babe.Kamu sana aja sarapan aku nunggu kamu.Makan biar banyak ya baru bisa keponakanku tumbuh di sana"canda Alea membuat Ayraa bersemu merah malu.
"Ihh Alea apaam sih"malu Ayraa mendekati Rio dan menjauhi Alea yang masih meledeknya.
"Kamu mahu apa??"tanya Rio lemah lembut.
"Apa apa aja.Tapi aku nggak mahu sarapan hubby.Mahu minuman aja"keluh Ayraa yang sedari tadi tidak bernafsu makan.
"Nggak bisa sayang.Kamu harus makan.Masa kamu mahu maag kamu kambuh lagi"tegurbRio membuat Ayraa menunduk.
"Tapi...."lirih Ayraa dipotong oleh tarikan Rio.
"Jadi kamu mahu apa sayangg??"tanya Rio menatap Ayraa yang haampir menangis.
"Aku mahu makan masakan kamu hubby"lirih Ayraa membuat Rio menatap tidak percaya.
"Di sini nggak bisa sayang"tolak Rio membuat Ayraa menangis.
"Ya nggak usah.Aku ke kamar duluan"tunduk Ayraa melangkah kakinya ke kamar.Rio menahan tangannya dan memeluknya.
"Sayang jangan nangis dong.Iya iya aku bikinin kamu sarapan ya"pujuk Rio mengusap air mata Ayraa.
"Nggak usah.Aku udah nggak ***** makan"tolak Ayraa memalingkan mukanya.Sebernanya Ayraa hanya beri alasan karena dia memang nggak mahu makan apa apa dan tahu Rio nggak akan memasak di sini.
"Sayang jangan marah dong.Iya iya aku masakin kamu okay"pujuk Rio.
__ADS_1
"Nggak hubby.Kamu makan aja duluan.Nanti sore aja aku makan"tolak Ayraa.
"Ayraa Adelia dengarin aku.Duduk dan makan sarapanmu.Jangan membantah"tegas Rio yang nggak mahu Ayraa kenapa napa nanti karena mereka akan menaiki pesawat.Khawatir dengan perut kosongnya.
"Nggak mahu hubby.Aku bilang nggak mahu yaa nggak lah"marah Ayraa meninggikan suaranya lalu berlari memasuki kamarnya dan menguncinya.Rio kaget melihat Ayraa membentaknya dan hampir aja terikut emosi jika Albert tidak menahannya.
"Rio jangan pakai emosi.Ingat tingkah nekat kakak ipar.Jika terjadi apa apa awas aja kamu sama Hyung Leon nanti"tegur Albert.
Rio memghelakan nafasnya lalu duduk di kerusinya.Alea yang melihat situasi makim runyam segera menuju untuk memujuk Ayraa dan pamit kepada yang lain.
"Biar saya memujuk Ayraa ya"pamit Alea bangun dari duduknya dan menuju kepada Ayraa di kamar.
"Iya pergi aja"balas Henri.
Sedangkam di kamar,Ayraa menangis di kasur.Dia emosi karena Rio memaksanya makan.Dia memang nggak mahu makan apa apa karena dia nggak *****.
"Apa aku salah membentaknya"batin Ayraa mulai merasa bersalah.
Knock knock pintu kamar Ayraa diketuk dari luar.Ayraa mengendahkannya karena masih takut bertemu Rio.Dia sedikit menyesal dengan membentaki Rio.
"Ayraa ini aku Alea.Bukain pintunya babe"panggil Alea dari luar.Ayraa bangum untuk membukakan pintu untuk Alea.
"Alea kamu di sini??"tegur Ayraa lalu mengajak Alea memasuki kamarnya.
Alea memasuki kamar Ayraa dan duduk di sofa selepas Ayraa kembali dari kamar mandi.Dia menarik untuk duduk di sebelahnya.
"Raa kamu kenapa??"tanya Alea cemas.
"Boong.Aku tahu kamu Ayraa.Pasti ada sesuatu yang kamu sembunyiin dari aku dari suamimu"ketus Alea.Ayraa diam sambil menunduk.
"Raa kamu harus tahu suamimu itu sayang sama kamu.Dia tahu kamu punyaa maag jadi dia nggak mahu kamu sakit.Dia khawatir banget bila kamu sakit.Kamu harus memahaminya dong.Jangan egois.Dia banyak mengalah demimu babe.Please jangan begimi.Apa kamu mahu dia kembali dingin dan nggak peduli sama kamu??Kamu mahu itu terjadi???"ancam Alea.
"Aku hanya nggak mahu makan"lirih Ayraa membayangkan jika hal itu terjadi.
"Kamu nggak makan apa apa dari pagi.Lantas selepas ini kita bakalan naik pesawat.Kmau faham dong.Jangan begini please"tegur Alea membuat Ayraa semakin bersalah kepada Rio snag suami.
"Kamu seharusnya happy babe.Lihat suamimu bahkan membela kamu di depan mommynya sendiri.Bukalah hati kamu untuk lihat keikhlasannya.Jangan terlalu buta yang akan membuat kamu kehilangannya.Ingat kata kata aku.Dia mampu untuk tinggalkan kamu jadi kamu harus nurut dan jangan degil begini.Ya udah aku mahu keluar.Fikirkanlah apa yang aku katakan jika kamu benar benar sayangkan suamimu.Aku jadi ragu kamu menyayanginya"kesal Alea meluahkan isi hatinya lalu meninggalkan Ayraa merenung kesilapannya.
"Apa aku keterlaluan??"gumam Alea yang tidak tega melihat Ayraa menangis dalam diam.Dia akhirnya putusnya untuk meninggalkan Ayraa dan memanggil Rio.
"Tuan Muda Ayraa udah di kamar.Tenang aja dia baik baik aja"jelas Alea lalu pamit ke kamarnya untuk mengemas.
Rio segera meninggalkan Henri dan yang lain lalu menuju ke kamar untuk memeriksa Ayraa.Dia tidak lupa membawakan sarapan untuknya.
"Sayang"panggil Rio.Ayraa yang melihat Rio masuk ke kamar segera berlari ke arahnya dan memeluknya dengan erat.Rio yang kaget hampir aja terjatuh dengan sarapan yang dibawanya.Untung aja dia bisa bertahan.
"Hubby"tangis Ayraa pecah.
__ADS_1
"Lepaskan pelukanmu duluan sayang.Ini sarapan untuk kamu.Bentar aku mahu letakkan makanan di meja agar tidak jatuh"ujar Rio memujuk Ayraa.Ayraa melepaskannya dan membiarkan Rio meletakkan duluan.
"Uda sini"ajak Rio merentangkan kedua tanganya untuk memeluk Ayraa.Ayraa berhampur ke pelukannya.
Rio mendudukkan Ayraa di kasur.Dia mengusap air mata Ayraa di pipinya.
"Jangan menangis sayang"tegur Rio.
"Hiks hiks hubby maafin aku"tangis Ayraa membuat Rio tersenyum.
"Nggak sayang.Nggak usah.Udah udah janhan nangis nanti jelek"goda Rio mengecup pipi Ayraa dengan kasih sayang.
"Maafin aku.Aku udah salah sama kamu.Aku seharusnya nggak marah kamu kayak tadi.Maafin aku hubby.Jangan tinggalin aku ya"sesal Ayraa memeluk erat Rio seakan Rio akan meninggalkannya.
"Nggak sayang.Kata siapa aku ninggalin kamu.Ya udah stop crying okay.Im here for you baby.Lets eat now.You will hurt if you dont eat"pujuk Rio melepaskan pelukannya dan berjalan mengambil sarapan untuk Ayraa.
"Aku suapin atau kamu sendiri??"tanya Rio menatap Ayraa.
"Kamu suapi"manja Ayraa membuat Rio terkekeh.
"Kamu manja sekali"gemas Rio mencubit pelan hidung Ayraa.
"Ya udah buka mulutmu"arah Rio menyuapi Ayraa dengan pelan.Bergantian menyuapi dirinya sendiri karena Ayraa memaksa makan bersama mengingat Rio pasti belum makam apa apa lagi.
Tidak lama kemudian,sarapan mereka selesai dan Rio mengajak Ayraa mengambil barangannya karena mereka akan menuju ke bandara untuk lokasi percutiannya yang seterusnya.
"Emang kita mahu ke mana hubby??"tanya Ayraa.
"Rahsia sayang.Tapi aku jamim kamu bakalan menyukainya"bisik Rio tersenyum lalu membukakan pintu kamar.
"Nyebelin banget pakai acara rahsia lagi"gerutu Ayraa membuat Rio terkekeh.
"Tuan muda"panggil Henri melihat Rio telah siap mengandeng Ayraa disebelahnya.
"Apa semua udah selesai??"tanya Rio menatap sekelilingnya.
"Udah tuan muda.Pesawat udah bersiap untuk berlepas.Hanya aja kita perlu ke sana"jawan Henri menunduk hormat ke arah Ayraa dan Rio.
Ayraa melihat Alea bersama Albert dan Erudian di satu sudut.Apabila Alea melihatnya mengandeng Rio,Ayraa mengucapkan terima kasih tanpa suara kepada Alea.Alea memahaminya mengangguk dan tersenyum indah.
"Ya udah jika nggak ada yang tertinggal kita berangkat aja.Buruan sampai karena lumayan jauh"tutur Rio menatap Ayraa yang tersenyum ke arahnya.
"Baiklah"seru Henri lalu membawa mereka keluar dari cruise itu.Mereka akan menuju ke mobil yang akan membawa mereka ke lapangan terbang untuk penerbangan mereka.
...Bersambung........
Hello semuanya aku udah double update untuk gantian hari hari sebelumnya.Apa kalian sennag??Komentar di bawah ya.Berikan aku dukungan dan semangat juga untuk aku makin bersemangat intuk sentiasa upnya.Kalian yang hanya membaca tanpa meninggalkan jempol dan komen di komentar membuatku sedikit kurang bersemangat.Aku perlukan dukungan dari kalian.
__ADS_1
Jangan khawatir aku akan sentiasa up jika kalian bersemangat dan sentiasa mengevote aku.Oh ya jangan lupa berikan like di akhir membaca dan juga hadiah kepadaku ya..Akan ku tunggu dari kalian ya.Semoga kalian menikmati perjalanan ceritanya ini.
Love u alls💜💜