When CEO Fall In Love

When CEO Fall In Love
Bilakah ini akan berakhir??


__ADS_3

Sedangkan di tempat lain,Gion,Ditrain,Charles dan Leon sedang sibuk menguruskan sesuatu selama kepergian Rio dan yang lain.


"Apa semuanya udah jelas hyung??"tanya Charles menatap Leon dan Ditrain.


"Tinggal dikit sebelum semuanya jelas.Mita harus menjelaskan sedikit lagi.Pak Tua itu harus dijelaskan dengan lebih detail"kesal Leom karena kesal adiknya dituduh.Rio merupakan adik kesayangan mereka karna itu mereka nggak akan biarkan siapapun yang merusak kebahagiaan adiknya.


"Rilex Leon.Semuanya akan jelas.Aku juga tahu rasa kesal mu"pujuk Ditrain menepuk bahu Leon.


"Kita udah besarkan Albert,Rio dan Erudian hingga kini dan dia pikir dia berkuasa.Untung aja kakek sayang banget sama Rio kalau nggak udah lama aku lempar mereka di jalanan"ketus Leon yang masih kesal.


"Udah stop.Sekarang kita cari penyelesaiannya"cegah Gion.


Semua orang terdiam karna Giom udah buka mulut.Charles kehilangan meneliti sesuatu yang baru aja dikirim anak buahnya.


"Aku udah ketemu"pekik Charles membjat semua mata memandangnya dengan tanda tanya.


...****************...


Kembali kepada Rio dan Ayraa


Ayraa terjaga karna ingin ke kamar mandi.Dia bangun dengan pelan cuba melepaskan pelukannya.Rio terbangun akibat gerakannya.


"Sayang??Kamu mahu ke mana??"tanya Rio dengan suara seraknya.


"Aku kebelet hubby.Ayo lepaskan aku mahu ke kamar mandi"pinta Ayraa.Rio bangun dan membawa Ayraa ke kamar mandi walaupun berkali kali ditolak Ayraa.


"Udah masuk aja.Aku tunggu di sini.Cepatan sebelum aku nyusul kami ke dalam"ancam Rio membuat Ayraa mengerucut sambil memasuki kamar mandi.


Tidak lama kemudian,Ayraa keluar dengan perasaan lega.Dia mendekati Rio.Dia mengajak Rio kembali.


"Ayo makan"ajak Rio mengajak Ayraa ke tempat duduk yang telah dihidang makanan mereka.


"Sejak kapan ini ada??"tanya Ayraa memandamg Rio.


"Ada tadi aku yang nyuruh"balas Rio.


"Ayo makan kek ini.Ini hanya dessert.Nanti malam aja makan yang beratnya"tutur Rio menyuapi Ayraa pudding dan cake coklat.


"Kamu juga makan dong.Jangan hanya aku.Bisa gendut jika aku menghabiskan ini"tegur Ayraa protes.


"Iya iya aku makan"pasrah Rio lalu menyuapi dirinya sendiri beberapa suapan cake.


"Udah hubby aku udah kenyang"tolak Ayraa merasakan perutnya nggak bisa lagi menerima makanan.


"Iya iya bentar aku habisin ini dikit lagi"tutur Rio menyuapkan suapan terakhir ke dalam mulutnya.


Ayraa dan Rio memutuskan untuk menonton filem yang disediakan di pesawat itu.Yaaa pesawat pribadi yaaa bebas mahu bagaimana karna pesawatnya itu direka oleh Rio sendiri.


Berbalik kepada Alea dan yang lain.Alea tersadar daripada tidur panjangnya.Dia merasakan mengantuk selepas melihat keromatisan Ayraa dan Rio.


Sedangkan Erudian,Henri dan Albert tekun melakukan pekerjaan masing masing tanpa berehat sedikit pun.Alea heran melihat mereka kaki bekerja tanpa henti.


Lamunan Alea terhenti apabila seorang pramugari menghantar makanan untuknya dan yang lain.Alea menikmatinya dengan ttjenang sambil menonton drakor favouritnya.


"Apa kalian nggak mahu berhenti??"tegur Alea melihat sekilas ke arah Albert,Erudian dan Henri.


"Nggak"kompak mereka menjawab Alea membuat Alea tergamam.


"Kalian kok kompak begitu.Hahahaha lucu banget"tawa Alea pecah melihat mereka saling memandang.


"Nggak.Dia yang ikutan"lagi lagi mereka mengucap hal yang sama.


"Ihhh stop ikutan aku"kesal Erudian.


"Kamu yang ikutan"ketus Albert memalingkan muka.Henri hanya diam dengan wajah datarnya.


"Udah udah.Kalian nggak lapar??"tanya Alea menegah perdebatan di antara mereka.

__ADS_1


"Nanti aja.Lagi malas"tolak Henri menyambung kerjanya.Erudian dan Albert juga mengangguk dan melanjutkan pekerjaannya.


Alea bengong melihat mereka.Akhirnya dia berinsiatif untuk memesan coffee untuk mereka bertiga khawatir akan kebuluran nanti.


"Ini coffee untuk kalian"seru Alea menyerahkan tiga cangkir coffee buat mereka.


"Repot repot.Btw makasih"tutur Albert mengambil salah satunya.


"Ya udah aku mahu nyambung drakor aku.Kalian makanlah jangan terlalu lelah"pesan Alea sebelum hilang dari pandangan.


"Menarik"batin Henri memandang Alea lalu menyambung kerjanya.


Berbalik kepada Ayraa dan Rio.


Mereka berdua udah berada di kamar pribadi karna sedari tadi Rio merengek inginkan jatahnya.Ayraa dengan malas melayaninya karna kasian dengannya.


"Makasih sayang"ucap Rio mengecup kening Ayraa setelah selesia dengan aktivitasnya.


"Nggak usah dekat dekat hubby.Nanti kamu on lsgi.Aku capek"gerutu Ayraa melihat Rio semakin menghimpitnya.


"Nggak usah khawatir.Tidur aja aku nggak akan ulangin lagi kok.Kecuali kamu yang minta sihh"goda Rio memeluk Ayraa.Tubuh mereka sama sama masih polos karna Ayraa males beranjak dari sana karna lelah melayani Rio.


"Hubby sebernanya kita mahu ke mana sihh??"tanya Ayraa menikmati aroma badan Rio yang menenangkan.


"New Zealand"balas Rio singkat.


"New Zealand??Beneran??"tanya Ayraa antuasis.


"Iya sayang"senyum Rio mekar.


"Seru dech bisa main saljinya"gembira Ayraa membayangkan aktivitasnya di sana.


"Kamu suka??"tanya Rio.


"Sukaa udah lama nggak main saljinya jadi aku pengen banget"gembira Ayraa lalu memberikan kecupan di pipi Rio membuat Rio melayang senang.


"Udah udah.Nggak usah nangis.Jelek"protes Rio mengelap air mata yang sempat jatuh itu.


"Jahat sihh kamu"cemberut Ayraa dengan teresak esak.


"Kok jahat??"bingung Rio.


"Iya kamu bilang aku jelek"gerutu Ayraa melihat Rio yang tidak peka.


"Iya iya aku salah.Kamu cantik kok.Jangan nangis aku sakit dong lihat air mata kamu itu"pujuk Rio mengalah demi kebaikan.


"Ya udah sini aku mahu meluk"manja Ayraa menarik Rio mendekat lalu masuk ke dalam pelukannya.Dia tidak peduli reaksi Rio karna dia perlukan aroma Rio untuk tenang sekarang.


Rio mengelengkan kepalanya melihat tingkah Ayraa.Dia mengelus kepala Ayraa sehingga tidak menyadari Ayraa udah terlelap.


"Sayang aku mahu menyelesaikan masalah kita sama daddy mu nanti balik.Jadi apa yang terjadi tetaplah bersama aku"pinta Rio tanpa tahu Ayraa tidak mendengarnya karna tertidur.Rio pelik karna nggak ada respon dari Ayraa.Dia melonggarkan pelukan dan melihat Ayraa telah tertidur.


"Dasar ini anak.Lagi ngomong dia tidur"gumam Rio gemas dengan Ayraa.


Akhirnya dia memutuskan untuk meninggalkan Ayraa dan menyusul Henri dan yang lain.Dia melepaskan dengan perlahan karna takut Ayraa terjaga lalu menuju ke kamar mandi untuk berganti sebelum keluar meninggalkan Ayraa.


Rio mendekati Erudian dan yang lain yamg sedang berkumpul di tempat berkumpul.Dia duduk di sebelah Albert membuat semua kaget dengan kedatangannya.


"Tuan muda"sapa Henri menunduk.


"Rilex duduk aja.Santai aja Henri kita lagi bercuti bukan bekerja.Panggil seperti biasa aja"kesal Rio melihat Henri yang tidak mengendahkan ucapannya.


"Baiklah"balas Henri lalu duduk kembali.


"Ada apa??"tanya Albert mendapati sesuatu yang tidak baik telah terjadi.


"Nggak ada yang penting hanya aja dia nggak mahu nerima aku karna hal itu"lirih Rio yang sudah pusing dengan masalah yang tidak habis habis itu.Dia merebahkan kepalanya di atas meja.Dia benar benar lelah kali ini.

__ADS_1


"Bilakah ini akan berakhir??"batin Rio memandang langit yang cerah dari jendela pesawat.


"Apa kabar dari hyung??"tanya Albert memandang kasian ke arah Rio karna masalah yang tidak habes itu.


"Katanya hanya bukti dikit lagi dan akan selesai semuanya.Tapi Daddy masih nggak mahu berjumpa dengan istriku jika Ayraa nggak mahu berpisah dengan aku"geram Rio menjelaskan semuanya kepada Albert dan yang lain.


"Apa maksudnya ingin memisahkan kalian berdua hyung??Dasar pak tua nggak tahu diri"Erudian tersulut emosi mendengar penjelasan Rio.


"Tenang aja.Aku akan lakukan sesuatuvjika dia mengapa apakan kalian berdua"ketus Albert yang tidak ingin melihat hyungya tertindas.


"Apa kalian lupa siapa aku??Emang aku mahu ditindas olehnya??Aku bakal kasih pengajaran setimpal jika dia nekat berbuat sesuatu"tenang Rio namun menyorotkan emosinya yang mendalam di dalam matanya.


"Aku juga pasti hyung Leon dan Giom nggak biarkan sesuatu terjadi kepada kamu"tutur Erudian.Henri hanya diam memperhatikan mereka berbinang tanpa bermaksud untuk mencela.


"Jadi apa rancangan kamu??"tanya Albert.


"Jalani aja.Nggak usah bahas ini di depan Ayraa.Aku hanya nggak mahu dia kepikiran.Doa udah terbeban dengan hal emosinya.Kita harus berhati hati menghadapinya.Dia pintar menyembunyikan sesuatu perkara"tutur Rio memandang gambar Ayraa yang berada di wallpaper ponselnya.


"Aku janji akan bahagiakan kamu sayang"gumam Rio memandang foto Ayraa di ponselnya.


Sedangkan di kamar


Ayraa terjaga karna merasakan tempat sebelahnya kosong tanpa suaminya.Dia merengek karna masih mengantuk tetapi nggak bisa meneruskan tidurnya.


Dia bangun sambil menangis dan mula mencari Rio di kamar mandi lalu keluar dari kamar mandi selepas memeriksa tiada Rio di sana.


Tangisnya makin kuat dan teresak esak.Dia cemas Rio meninggalkannya.Dia keluar dari kamar selepas menarik jaket Rio di kasur dan memakainya karna dingin meruak ke badannya.


Dia mencari Rio dengan mata memerah.Ayraa hampir putus asa tetapi seorang pramugari menegurnya dan memaklumkan Rio bersama yang lain sedang berbincang.


Dengan langkah cepat,Ayraa mendekatinya.Rio melihat Ayraa dari kejauhan segera bangun dan mendekatinya.Dia melihat mata Ayraa yang memerah dan air mata di kedua sudut matanya.


"Ada apa??"tanya Rio mengelus lembut rambut Ayraa selepas Ayraa berlari masuk ke pelukannya.


"Kenapa kamu tinggal aku??Aku terbangun karna kamu tiada.Kamu mahu lari dari aku??Hiks hiks kamu jahat"soal Ayraa beruntun dengan tangisannya yang tidak bisa berhenti.


"Sayang jangan banyak dong soalannya.Aku di sini aja bincang sama mereka pekerjaanku.Ini lagi pesawat kamu kira aku akan pergi ke mana.Udah dong nangisnya.Udah udah sini aku peluk"pujuk Rio mengelap air mata Ayraa dipipinya.


"Kenapa kakak ipar jadi cengeng begitu??Omaigodd hyung kamu bakalan dibunuh Hyung Gion jika dia tahu kamu bikin dia nangis segini"batin Erudian mencuak takut membayangkan amarah Gion kepada Rio.


"Benaran aku nggak ninggalin aku hubby??"serak Ayraa menanyakan Rio menatap wajah Rio untuk melihat wajahnya.


"Beneran sayang.Sekarang kamu mahu sambung bobok atau di sini??"tanya Rio pasrag mengalah demi istri munggilnya itu.


"Bobok.Soalnya aku ngantuk lagi"manja Ayraa merentangkan tangannya.Rio memahaminya segera memeluk sebelum macan betina membuat ulah lagi.


"Okay ayo ke kamar"ajak Rio lalu pamit kepada yang lain sebelum mengendong Ayraa ke kamaar mereka.


Henri,Albert dan Erudian mengelengkan kepalanya melihat tingkah Ayraa yang begitu mengemaskan mereka.Tetapi lebih lucu melihat sang mafia kejam itu menurutnya tanpa bantahan.


...Bersambung🐣...


Hallo semuanya.Maaf aku udah lama nggak updatenya soal aku lagi sibuk hal kuliahku sekarang.Harap kalian mengerti ya karna aku bukannya fully author.Ini hanya keisengan aku mencari hobby aku di sini.Tapi jangan khawatir aku selalu usaha updatenya karna setiap hari aku tulis dikit dikit jika ada masa yang luang.Hanya aja aku mendraftnya untuk mengecek semula.


Harap kalian terus beri dukungan kepada aku ya.Dan jangan lupa vote novelku ini di acara lomba yang tentera di profile novelku.Vote ya jangan lupa.Aku nunggu voting dari kalian.


Dan jangan lupa ngelike episode episode yang baru aku update supaya semangat aku berkobar kobar untuk menulis ya.


Sekali lagi aku tulus mohon maaf atas ketidakhadiran aku di novel ini setiap hari ya.Aku akan usahain updatenya.


Jangan lupa vote juga ya dan rajinkanlah menyumbang hadiah kepada novelku karna giveaway kedua akan dimulai jika novelku meningkat ya.....


Untuk readersku di sana,jagalah kesihatan kalian mumpung sekarang lagi musim covidnya belum berakhir.Jaga kesihatan kalian ya....Hargai oramg disekelilingmu selagi dia ada dan nggak meninggalkan kamuā¤


Love dari author kesayangan kalian......


**syazlinnafizah**ā¤

__ADS_1


...Ketemu lagi di lain hari dan lain episodešŸ‚...


__ADS_2