When CEO Fall In Love

When CEO Fall In Love
Salah Faham


__ADS_3

"Apa hubby akan ninggalin aku??"takut Ayraa karna dia benar benar menyesal sekarang.Dengan cepat dia menghabiskan sarapannya agar bisa menyusul Rio secepatnya.


"Aku susul suamiku yaa"pamit Ayraa segera berdiri setelah meneguk habis segelas jus di tangannya.Alea mengelengkan kepalanya dan membiarkannnya karna dia tahu Ayraa terlalu berlebihan kali ini kepada Rio.


...****************...


"Hubby??"panggil Ayraa sebaik aja memasuki kamarnya.


"Hubby"panggil Ayraa lagi karna dia tidak mendapatkan sahutan daripada Rio.


"Hubby kamu di mana??Jangan ninggalin aku dongg"lirih Ayraa mulai menangis karna takur Rio benar benar akan meninggalkannya di sini sendirian.


"Hubby pleasr jangan hukum aku begini.Maafin aku"sesal Ayraa terus memanggil Rio.


"Sayang??"seru Rio yang baru memasuki kamarnya itu.Dia bingung melihat Ayraa menangis sambil memanggilnya.


"Hubby hiks hiks"tangis Ayraa pecah di peluakn Rio.


"Maafin aku.Aku ego.Jangan ninggalin aku"esak Ayraa di pelukan Rio.


"Sayangg kata siapa aku ninggalin kamu??Aku nggak ninggalin kamu kok.Aku udah janji sama kamu"tutur Rio mengusap air mata Ayraa yang bercucuran di pipinya.


"Kamu nggak ninggalin aku??Kamu habis dari mana??"tangis Ayraa mulai mereda.Dia melepaskan pelan pelukannya untuk menatap Rio.


"Aku dari kamar mandi di bawah.Yaa awalnya aku mahu ke kamar tapi aku kebelet jadi ke kamar mandi bawah.Habis aku lihat kamu naik aku nyusul kamu.Eh tiba tiba liftnya tertutup sebelum aku masuk.Masuk masuk kamar lihat kamu nangis manggilin aku lagi"jelas Rio.


"Huaaa jadi aku salah faham sama kamu"malu Ayraa menutup wajahnya.


"Salah faham??Emang kenapa??"bingung Rio.


"Awalnya aku kira kamu marah sama sikap aku.Jadi kamu naik tanpa habisin sarapau itu kenapa??"soal Ayraa memincing matanya.


"Aku hanya mahu mengawal emosi aku agar kamu nggak terkena tempiasnya"jujur Rio mengusap pipi Ayraa dengan lembut.


"Kamu pasti stress yaa sama kelakuan kekanakan aku"lirih Ayraa.


"Sayang nggak.Aku hanya sedikit lelah akhir akhir ini karna beberapa masalah yang harus aku tangani dari jauh"terang Rio.


"Kamu sibukk??Kenapa kamu mahu honeymoon beginian jika sibuk??Aku nggak kesah jika nggak honeymoon kok"seru Ayraa.


"Nggak kok.Hyungku telah uruskannya.Lagipula mereka yang nyuruh aku pergi.Jadi jangan khawatir yaaa yangg.Hanya aja aku terpikir masalah pribadiku aja"tutur Rio.


"Soal daddyku??"tanya Ayraa spontan.


"Jangan salah faham.Aku hanya mahu selesaikan semua masalah.Nggak mahu ada masalah di antara kita"terang Rio mggak mahu ada kesalahan fahaman antara mereka.


"Maafin aku hubby"tutur Ayraa menunduk.


"Heyy kamu nggak salah kok.Udah jadi tanggubgjawab aku bahagiain kamu dan utamakan kebahagiaan kita berdua"tutur Rio menyakinkan Ayraa.


"Kamu terlalu baik untuk aku hubby"lirih Ayraa terharu sama pergobanan Rio kepadanya.


"Sayang jangan sedih.Aku udah janji sama diri aku untuk pastiin istri aku sentiasa bahagia tanpa kesedihan dalamnya.Jadi kamu jangan sedih dongg.Aku juga ikutan sedih kalau gitu"pujuk Rio membuat Ayraa sedikit memaksa senyumannya.


"Nahh gitu dong.Jangan cemberut terus"tegur Rio memeluk Ayraa.


"Ya udah sekarang siap siap kita mahu jalan jalan.Kamu udah milih??"tanya Rio menatap Ayraa.


"Nggak.Kamu aja milihnya.Aku pusing mahu cari yang bagus"keluh Ayraa rambang mata sama tempat di negara sejuk ini.


"Asalkan nggak terlalu jauh dan sejuk.Aku nggak tahan sejuk terlampau"tambah Ayraa.Rio mengiyakan dan menyuruhnya segera bersiap agar dapat berangkat sekarang.

__ADS_1


"Hubby ayo"ajak Ayraa setelah mengambil tasnya dan ponselnya.Dia berjalan mendekati Rio dan menariknya bangun dari duduknya.


"Iya iya bentar"tutur Rio apabila ditarik Ayraa tanpa permisi.


Ayraa dan Rio keluar dari kamarnya dan menuju ke lobi hotel karna mereka udah ditunggu sama yang lain di sana.Alea khawatir sama Ayraa karna mereka berantem lagi.


"Kamu baik baik aja kann"bisik Alea di telinga Ayraa sebaik aja Ayraa tiba di sisinya.Ayraa mengangguk dan tersenyum tanda dirinya baik baik aja.


"Sayang apa kamu mahu pake masker??"tanya Rio karna dia nggak mahu ketenangan Ayraa terganggu karna orang di sini.


"Apa perlu??"soal Ayraa.


"Nggak sebernanya tapi jika kamu mahu yaa pake aja"balas Rio.


"Kamu??"tanya Ayraa sebelum memutuskan keputusannya.


"Aku harus pakai karna kebanyakan di sini mengenali aku.Hanya aja aku mahu menghindari camera mereka"jelas Rio memberikan penjelasan tentangnya.


"Aku mahu ikut kamu"putus Ayraa tersenyum.


"Beneran??"tanya Rio memastikan.


"Iya hubby"balas Ayraa dengan yakin.


"Ya udah.Ini masker kamu"tutur Rio menyerahkan masker Ayraa kepadanya.


"Ya udah ayo"ajak Rio selepas menunggu Ayraa memakainya dengan baik.


Henri berada di hadapan mereka dan beberapa bodyguard tampak mengawal Ayraa dan Rio untuk menjamin keselamatan mereka.


"Ayo naik"ajak Rio sambil menghulurkan tangannya sebaik aja tiba di depan mobilnya.


"Alea dan yang lain gimana??"tanya Ayraa karna melihat mobil yang akan dinaikinya nggak bisa muat untuk mereka semua.


"Kita mahu ke mana??"tanya Ayraa karna tadinya dia menyuruh Rio memilih.


"Ada dech.Kamu tunggu aja"balas Rio memberikan teka teki untuk Ayraa.


"Kok rahsia??"keluh Ayraa.


"Ada dech"balas Rio tersenyum misteri.


"Suka hati dech.Nanya juga dikatain rahsia"keluh Ayraa cemberut.


Rio tersenyum mengusap pipi Ayraa lalu kembali menatap ipad di tangannya.Ayraabjuga turut menelusuri dunianya di medsos.


Tidak lama kemudian,mobil mereka berhenti di tempat tujuan.Ayraa coba mencari tahu lokasi tempat ini dengan meneliti kawasan tersebut.


"Apa kita mahu ke Pulau Waiheke??"tanya Ayraa melihat mereka akan menaiki bot.


"Pintat banget sihh kamu.Aku mahu kamu nikmati di pulau itu dan terjamin kamu pasti suka"gemas Rio mengacak rambut Ayraa.


"Waaa benerannn???"Ayraa teruja.


"Iya sayang"balas Rio tersenyum gemas.


"Aku mahu jalan jalan di tepi pantai sama kamu tanpa maskers atau apapun itu"pinta Ayraa membuat Rio terdiam karna tujuannya melakukan ini agar musuhnya di luar sana nggak tahu akan keberadaan mereka.Jika tidak,mereka pasti senang diserang manalagi di negara orang pasti akan sulit untuk melindungi Ayraa.


"Sayang,bukan maksudku nggak mahu turuti kamu tapi aku hanya nggak mahu kita diapa apain sama orang jahat di sini.Kamu tahu kann mereka mengincar kelemahan iaitu terletak pada kamu"jelas Rio membuat senyuman Ayraa kembali memudar.


"Hurm baiklah"lirih Ayraa sedih karna dia hanya meminta hal kecil tetapi tidak bisa dipenuhi.

__ADS_1


"Maaf tuan muda.Kita akan berangkat ke Pulau Waiheke.Boatnya udah siap berlepas"seru Henri menghentikan suasananya dingin.


Rio mengangguk lalu membuka pintunya dan berputar ke arah tempat duduk Ayraa di sebelahnya.Dia membukakan pintunya dan bermaksud menyuruh Ayraa mengandeng tetapi Ayraa lebih dulu keluar dan mengabaikan lalu berjalan ke arah Alea.


Rio hanya bisa menghela nafasnya karma tahu Ayraa kesal dengannya karna permintaannya itu.Alea hanya bisa mengeryit bingung karna melihat suasana canggung dan dingin antara keduanya.Tetapi dia hanya bisa diam karna nggak mahu menimbulkan masalah baru.


"Raa kenapa kamu??Sana sama suamimu"tegur Alea karna Ayraa mengacuhkan Rio yang cuba mendekatinya.


"Maless"dengan enteng Ayraa menjawabnya.


"Putri Ayraa Adelia??"tegur Alea membuat Ayraa cemberut.


"Iya iya"cemberut Ayraa mendekati Rio tanpa mengandengnya.


"Sayangg"panggil Rio melihat Ayraa mendekatinya dengan langkah terpaksa.Ayraa hanya diam tanpa berniat menjawabnya.Dia terus melangkah mengikuti arah jalan yang ditunjukkan Henri.


"Baby?!?!"panggil Rio sekali lagi.


"Hurmm"sahut Ayraa tanpa memandangnya.


"Sayang iya iya aku turuti permintaan kamu"akhirnya Rio memutuskan mengikuti Ayraa karna percuma berantem samanya mulu.


"Beneran?!?!Nggak boong??"tanya Ayraa menghentikan langkahnya.


"Iya iya asalkan kamu gembira dan tidak cuek sama aku"tutur Rio pasrah.


"Kamu nggak ikhlas??Kalau ngga ngga usah"sarkas Ayraa.


"Ikhlas sayang"tutur Rio dengan senyumannya.


"Ya udah ayo kita naik duluan.Nanti aja ributnya"cegah Albert lalu mendahului mereka.


Erudian,Alea dan Henri menyusulnya dan meninggalkan pasangan itu di belakang.


"Kamu marah lagi??"tanya Rio.


"Ngga.Aku hanya ingin seperti orang biasa"tutur Ayraa tersenyum.


"Iya iya aku lakukan apapun untukmu"gombal Rio.


"Hyung cepatan"teriak Erudian karna Rio masih tidak mengikuti mereka.


"Iya iya bentar.Cerewet banget"kesal Rio.


"Sayang ayo"ajak Rio menghulurkan tangannya kepada Ayraa.Ayraa mengandengnya dan mereka memasuki boat private yang disewa.


Tiba tiba.....


...Bersambung💜🐣...


Harap kalian terus beri dukungan kepada aku ya.Dan jangan lupa vote novelku ini di acara lomba yang tentera di profile novelku.Vote ya jangan lupa.Aku nunggu voting dari kalian.


Dan jangan lupa ngelike episode episode yang baru aku update supaya semangat aku berkobar kobar untuk menulis ya.


Sekali lagi aku tulus mohon maaf atas ketidakhadiran aku di novel ini setiap hari ya.Aku akan usahain updatenya.


Jangan lupa vote juga ya dan rajinkanlah menyumbang hadiah kepada novelku karna giveaway kedua akan dimulai jika novelku meningkat ya.....


Untuk readersku di sana,jagalah kesihatan kalian mumpung sekarang lagi musim covidnya belum berakhir.Jaga kesihatan kalian ya....Hargai oramg disekelilingmu selagi dia ada dan nggak meninggalkan kamu❤


Love dari author kesayangan kalian......

__ADS_1


syazlinnafizah❤


Ketemu lagi di lain hari dan lain episode🍂


__ADS_2