
"Yahhh kamu ambil kesempatan dalam kesempitam hubby"pekik Ayraa membuat Rio terkekeh.
"Sayang aku mahu bagaimana??Kamu nggak sadar aku ganti baju kamu.Kamu terlalu lelah jadi aku nggak tega membangunkanmu"balas Rio tersenyum.
"Udah udah marah aku nanti aja.Kamu harus sarapan.Ini udah terlalu telat untuk dipanggil sarapan"cegah Rio nggak mahu Ayraa sakit lagi.
"Salah siapa bikin aku lelah"gerutu Ayraa.
"Hahahah sayang kamu hanya di bawa kukungan aku sambil mendesah Hanya aku mengerjakan semuanya"jahil Rio berucal frontal di hadapan Ayraa membuat Ayraa malu.
"Aaaa hubby udah jangan membahasnya lsgi.Awas aja jika lakukan lagi.Aku nggak kaseh jatah lagi"ancam Ayraa membuat Rio tidak berkutik.
"Masa aku harus puasa selepas baru buka puasanya.No no no"gumam Rio.
"Iya iya aku stop.Sekarang ayo makan"pasrah Rio.Ayraa tersenyum menang.Baru saja hendak mengambil makanannya dia ditahan Rio.
"Aku aja suapi kamu ya sayang"pinta Rio.Ayraa mengangguk dan membiarkannya karena dia juga senang akan perlakuan manis Rio terhadapnya.
Mereka menikmati sarapan yang lewat itu dengan tenang dan juga ditemani dengan gelak tawa mereka akibat candaan yang dilontarkan🐣
****************
Selepas sarapan,Rio mengajak Ayraa untuk bermalas malasan di kasur.Dia menarik Ayraa yang cuba untuk memprotes lalu memeluknya
"Hubby aku nggak mahu diam di sini aja"gerutu Ayraa meronta di pelukan Rio.
"Diam sayang aku masih mahu berduaan sama kamu"lirih Rio.
"Yaaa hubby jika kamu nggak bawa aku jalan jalan sekarang kamu jangan tidur sekamar aku nanti malam"ancam Ayraa membuat Rio khawatir.
"Yahhh mana bisa"protes Rio.
"Apa yang nggak bisa??Salah siapa??"gertak Ayraa.
"Masa aku harus puasa malam ini.No no no no"batin Rio.
"Iya iya kita keluar.Senang??"pasrah Rio bangun dari tidurannya.
"Senang banget.Yukkk keluar ajak Alea sekalian"ajak Ayraa tersenyum lebar.
"Temanmu udah ku buang ke Marikh"canda Rio karena gagal berduaan dengan Ayraa.
"Hubby???"gerutu Ayraa.
"Enak aja mahu buang anak orang ke plante marikh"gumam Ayraa kesal.
"Nggak sayang.Henri udah mengantarnya pulang"jelas Rio.
"Ya udah ayo jalan jalan"ajak Ayraa teruja.
"Hemm aku malas sekali keluarnya.Pastinya paparazi di mana mana"gerutu Rio.
"Haihh kamu sihh siapa suruh terkenal banget"lirih Ayraa.
"Sayang jika aku bukan Rio Adrian William mana mahu kamu sama aku"ujar Rio tersenyum geli karena tingkah Ayraa.
"Iya iya lah.Mana mahu aku sama kamu jika kamu miskin.Lebih baik aku nikah sama lelaki laim aja.Misalnya hyung kamu??"canda Ayraa.
"Ayraa Adelia??"pekik Rio.
"Iya iya aku hanya canda kok"tawa Ayraa puas melihat Rio emosi.
"Hobi kamu selalu bikin aku emosi ya"geram Rio mencubit pelan pipi Ayraa.
"Hahahaha kamu lucu banget bila cemburu gitu"tawa Ayraa tidak terhenti.
"Awas aja kamu sayang"gerutu Rio.
Akhirnya mereka berdua keluar kamar dan menuju ke bawah untuk keluar jalan jalan.Mereka terserempak dengan Albert,Ditrain dan Erudian.
"Hyung kamu mahu ke mana??"tanya Erudian melihat Rio yang bersiap untuk keluar bersama Ayraa.
"Jalan jalan aja"jawab Rio dengan singkat.
"Aku mahu ikut bisa???"tanya Erudian karena dia mahu ikut Rio.Rio yang ingin mengatakan tidak kalah cepat dengan Ayraa.
"Bisa kok.Bosan aja kalau berdua sama Rio"setuju Ayraa membuat Rio ingin protes.
"Sayang??"panggil Rio.
"Apa??Biarkan aja mereka ikut ya hubby"pinta Ayraa membuat Rio menghelakan nafasnya.
"Iya iya.Aku nggak bisa bantah kamu"gerutu Rio.
"Albert dan Erudian aja.Hyung nggak karena hyung harus ke kantormu sama Leon dan Gion"tolak Ditrain.
"Okay"balas Rio.
"Wah wah kalian mahu ke mana???"tanya Charles yang baru bergabung dengan mereka.
"Kami mahu jalan jalan.Apa hyung mahu ikut??"tanya Albert.
"Jalan jalan??Bisa juga.Ya udah aku ikut aja"putus Charles karena dia lagi males l8hatin berkas mulu.
"Kamu mahu lari dari berkas Les??"tanya Ditrain curiga sama Charles yang jarang keluar jalan jalan jika tidak penting.
"Iya iya lah hyung.Masa aku harus hdapa berkasnya 24 jam.Pening tau.Aku bukannya kalian bertiga"gerutu Charles.
"Dasar Hyung sama aja kayak Erudian itu"ejek Rio lalu melangkah pergi bersama Ayraa.Erudian,Albert dan Charles segera mengikuti mereka.
"Hyung apa sekretarismu ikut juga??"tanya Erudian.
__ADS_1
"Mungkin.Tunggu aja.Aku pasti dia akan sampai duluan di mana kita akan pergi"seringai Rio yang mengetahui anak buahnya akan melaporkan semuanya kepada Henri.
"Kok seram Rio"takut Albert.
"Jangan ngaco kamu"geram Rio.
"Hehehehe"cengiran Albert.
Rio dan yang lain tiba di parkiran.Rio memutuskan menaiki mobil sportnya tetiba dia teringat akan temannya yang akan ikutinya.
"Sungguh meresahkan"gumam Rio lalu memilih menaiki mobilnya yang lebih banyak tempat duduknya.
"Albert kamu aja bawain mobilnya.Aku di belakang aja sama Ayraa dan monyet itu.Hyung di depan sama Albert ya"perintah Rio membuat Erudian kesal.
"Enak aja memangilku Monyet"gerutu Erudian sambil memasuki mobil dengan kesal.
"Aku dengar ya Erudian"tutur Rio mengeraskan suaranya.
"Ya dengar ya udah"malas Erudian.
"Hahahahah kamu lucu Erudian bila cemberut begitu"tawa Ayraa pecah melihat Erudian.
"Kakak ipar jangam ketawain aku dong.Lihat nih suami nyebelin kakak ipar"cemberut Erudian melihat Ayraa menertawainya.
"Enak aja kamu.Ayraa pasti akan membelaku"ejek Rio.
"Hubby udah.Kasian samanya"cegah Ayraa membuat Erudian tersenyum menang sedangkan Rio kesal.
"Kamu kenapa belain dia??"ketus Rio.
"Udah ahh Hubby.Nggak usah ribut.Kayak anak kecil aja"protes Ayraa.
"Wlekkk hyung dimarah"ejek Erudian.
"Ehem Erudian stop mancing marahnya"tegur Ayraa membuat Rio tersenyum puas.
"Iya iya aku stop"gerutu Erudian yang akhirnya diam.
Ayraa tersenyum melihat Rio yang mengejek Erudian melalui senyumannya.Ayraa membiarkannya dan memilih memandangi permandangan di jendela mobil itu.Ya Ayraa berada di sebelah kanan Rio sedangkan Erudian berada di sebelah kiri Rio.Rio nggak membiarkan Erudian berada di sebelah Ayraa.Yahhh begitulah posesifnya.
"Kita mahu ke mana Rio??"tanya Albert sambil memandu mobil.
"Mall aja.Aku mahu beliin sesuatu"cadang Rio.
"Bagus tuhh.Aku juga mahu ke taman permainan yang ada di sana.Sudah lama nggak bermain di sana"gembira Erudian membayangkannya.
"Kamu juga bermain di sana??"tanya Ayraa mulai antuasis mendengar perkataan Erudian.
"Suka dong.Dulu semasa remaja aku selalu bermain di sana bersama hyung hyungnya aku.Cuma sekarang sedikit sukar karena ke mana mana aku pergi pasti ada yang mengikutiku.Nggak bebas dan nggak asik"lirih Erudian mengingat dirinya mulai terkurung dan terperangkap demgam paparazi di mana mana.
"Waaa kasian kamu.Aku suka banget ke sana.Tapi kak Rico dan Daddyku selalu melaramg karena kata mereka para lelaki di sana menatapku sampai mata mereka ingin menerkam aku"ucap Ayraa dengan polos yang tidak menyadari menaikkan emosi Rio.
"Erudian,suruh Henri kosongkan tempat itu.aku nggak mahu sesiapa berada di tempat itu"perintah Rio.
Setelah lama mereka menaiki mobil untuk menuju ke destinasi mereka,akhirnya mereka tiba di sana.Kelihatan kedatangan mereka dikawal oleh para anak buah Rio.
"Tenang aja mereka hanya akan jaga keamanan kita karena aku nggak tahu di mana bahaya berada"jelas Rio yang tahu Ayraa ketakutan.
"Mereka seram banget hubby"cemas Ayraa melihat orang orang yang ada di luar.
"Ya iyalah seram sayang.Masa mereka harus kaya barbie doll??Mereka begitu karena mereka harus lindungin kita.Kamu paham kan apa yang aku sampaikan??Bahaya ada di mana mana sahaja jadi be careful for whatever and wherever you know"tegur Rio membuat Ayraa tersenyum.
"Baiklah.Aku ngerti.Jangan ninggalin aku ya.Jangan biarkan mereka mendekatiku"gerum Ayraa melihat muka mereka yang datar.
"Sayang udah.Biarkan aja mereka lakukan pekerjaan mereka"tegur Rio.
"Salah hyung dong.Siapa suruh pilih anak buah begitu.Kenapa nggak milih yang tampan dan baby face seperti aku??"tambah Erudian.
"Benar Erudian.Kayak kamu bisa aku cuci mata juga.Ini kelihatan datar semua.Bikin merinding"setuju Ayraa tanpe sadar membuat Rio menatap tajam Erudian.
"Sayang??Apa ketampanan suamimu nggak dilihat"geram Rio.
"Hehehe sayang kamu juga tampan tapi nggak salah dong jika aku cuci mata melihat pria tampan"ledek Ayraa yang ingat membuat Rio memahami perasaannya sewaktu para wanita melihatnya seolah ingin menerkam.
"Sayang??"panggil Rio dengan suara berat.
"Salah siapa??Di saat wanita wanita itu melihatmu aku nggak protes malah kamu menikmatinya.Hahahaha kamu nggak bisa balas aku Rio Adrian"gumam Ayraa dengan seringai jahat.
"Apa??"acuh Ayraa membuat Rio lagi frustasi.
"Sayang jangan bikin aku bawa kamu pulang dan memakanmu seharian"seringai mesum Rio.
"Enak aja.Emang aku mahu"gerutu Ayraa melangkah pergi dari Rio dan mengandeng tangan Albert membuat Rio meradang.
"Kakak ipar jangan membunuh aku dong"cicit Albert ketakutan karena tatapan membunuh dari Rio.
"Aku hanya mengandeng kamu.Apa salah???"polos Ayraa.Dia tidak mempedulikan Rio yang menatapnya dengan marah.
Erudiam terkekeh melihat Albert yang terbawa bawa dalam masalah Rio dan Ayraa.Dia memilih berjalan sama Charles aja yang menurutnya aman untuk keselamatannya sekarang.
"Albert tampaknya kamu udah puas sama hidup kamu ya"geram Rio membuat Albert ketakutan.
"Kakak ipar lepasin aku sihh.Aku mahu hidup"takut Albert lalu melepaskan genggaman Ayraa lalu lari mendekati Erudian dan Charles
"Huhh aku hampir mati"lirih Albert menarik nafas dengan panjang.
"Dasar.Aku nggak mahu dekat sama nya"kesal Ayraa yang akhirnya memutuskan berjalan menjauhi.Sebelum hal itu terjadi,Rio menarik Ayraa dan memeluknya dengan erat membuat Ayraa memberontak.
"Jangan berontak sayang.Udah aku minta maaf.Jangan marah lagi ya"kalah Rio yang tidak ingin suasana makin rumit.
"Siapa marah sama kamu??Lepaskan hubby aku mahu ikut Albert"kekeh Ayraa yang malas menatap Rio.
__ADS_1
"Sayang"panggil Rio dan memegang kedua pipi Ayraa.
"Aku minta maaf ya.Jangan marah ya"pinta Rio yang benar benar tulus.Ayraa yang kasian mengangguk dan mengandeng Rio karena dia tahu ini yang Rio inginkan sedari tadi.
"Udah ayo kita ke taman permainannya"ajak Ayraa tersenyum bahagia.
"Iya iya ayo.Tapi kita ke sesuatu tempat duluan"balas Rio.
"Kemana??"tanya Ayraa.
"Ikuti aja"sengaja Rio membuat Ayraa berfikiran.
Mereka menuju ke sebuah toko perhiasan.Ayraa dan yang lain hanya diam mengikuti Rio yang menariknya.
"Hubby buat apa ke sini??"tanya Ayraa.
"Ikuti aja.Ayo masuk"ajak Rio menarik Ayraa.Ayraa yang tidak tahu apa apa hanya mengikutinya.
"Kamu pilih ya.Aku mahu beliin untuk kamu"suruh Rio membuat Ayraa bengong.
"Aku???"tanya Ayraa.
"Iya sayang kamu"gemas Rio melihat Ayraa yang bengong.
"Buat apa??Aku lagi nggak mahu apa apa"tolak Ayraa.
"Sayang no protest okay.Pilih aja"tegas Rio.
"Aaaa Rio aku nggak tahu apa apa.Kamu aja milihnya.Aku akan suka sama pilihan kamu"pasrah Ayraa yang nggak mahu memilihnya dan memutuskan Rio aja memilihnya tohh dia yang akan membelinya.
"Beneran??"tanya Rio.Ayraa mengangguk.
"Tuan muda selamat datang.Apa tuan muda mahukan??"sapa manager toko itu dengan mesra karena nggak mahu membuat sebarang kesilapan dengan sang raja bisnis itu.
"Tunjukin aku perhiasan yang paling mahal"perintah Rio dengan dingin.
"Baiklah saya akan mengambilnya"balas sang manager dengan patuh.
"Ini semua keluaran terbaru dan termahal yang ada di toko ini"tunjuk manager itu.




*Antara set perhiasan yang ditunjuk oleh sang manager*
"Sayang benaran aku yang milihnya??"tanya Rio memandang Ayraa dengan penuh cinta.
"Iya kamu milih aja"putus Ayraa yang tidak tahu apa apa.
"Ini semua dibungkus aja"perintah Rio.
"Hubby nggak usah semuanya.Pilih satu aja"tegur Ayraa yang melihat Rio mengambil semuanya.
"Sayang gapapa.Aku nggak pernah beliin kamu perhiasan lagi.Please jangan nolak sayang"tegas Rio.
"Iya iya terserah kamj.Bantah jugs hanya akan sia sia untuk aku"pasrah Ayraa membiarkannya.
Salah satu pengawal yang memgikuti mereka mengambil belanjaan Rio dan membawanya.Rio membawa Ayraa keluar dari sana.Ayraa yang bingung melihat Rio tidak membayarnya segera bertanya.
"Hubby kamu nggak bayar??"tanya Ayraa.
"Toko itu milik aku.Lagipula ini mallnya aku.Jadi apa yang aku beli di mall ini Henri akan menyelesaikannya"jelas Rio.
"Waa kamu memang sangat kaya ya??"kagum Ayraa.
"Apa kamu nggak bangkrut jika aku melihat semua barangan di sini??"sambungnya.
"Sayang jika kamu mahu membina mall juga bisa kok.Jika kamu minta itu aku bisa kabulkannya"tutur Rio tersenyum.
"Sekaya mana kamu??"tanya Ayraa yang benar benar penasaran.
"Nggak usah mikirin sayang.Kamu hanya tinggal menikmatinya"ujar Rio snatai.
"Sultan mah bebas"gumam Ayraa didengari Rio.Rio tersenyum ke arahnya.
"Sekarang mahu ke mana??"tanya Alber dari belakang mereka.
"Arena game yang ada di tingkat bisa??Aku mahu bermain di sana"pinta Ayraa mencadangnya.
"Apa di sana kosong??"tanya Rio kepada salah soerang anak buahnya.
"Kosong tuan muda"balasnya.
"Hurmm baiklah kita ke sana"ajak Rio mengandeng Ayraa ke sana.Albert,Erudian dan Charles mengikuti mereka dari belakang.
"Tumben hyung mahu ke sana??Bukan ka itu tempat memorinya sama Fiola??"tanya Erudian bingung.
"Rio nggak akan mengabaikan permintaan Ayraa.Dia sayang banget sama kakak ipar.Dian jangan menyebutnya di hadapan kakak ipar"tegur Albert.
"Hurmm baiklah"balas Erudian kemudian berjalan bersama.
BERSAMBUNG🐣
Maafin aku udah lama nggak updatenya karena jadualnya aku sedikit sibuk karena ujiannya.Maaf ya.Aku akan double update untuk harini atau selebihnya.Doakan aku rajin dan semangat ya.Berikan aku dukungan dan semangat juga untuk aku makin bersemangat intuk sentiasa upnya.Kalian yang hanya membaca tanpa meninggalkan jempol dan komen di komentar membuatku sedikit kurang bersemangat.Aku perlukan dukungan dari kalian.
Jangan khawatir aku akan sentiasa up jika kalian bersemangat dan sentiasa mengevote aku.Oh ya jangan lupa berikan like di akhir membaca dan juga hadiah kepadaku ya..Akan ku tunggu dari kalian ya.Semoga kalian menikmati perjalanan ceritanya ini.
__ADS_1
Love u alls💜💜