
Skip kepada Ayraa dan Rio yang ada di Maldives🤭
Mereka berdua berbaring di ranjang dengan keringat yang baru dikurasnya.Ayraa terengah engah akibat perbuatan Rio.Rio tersenyum dan mengecupnya sekilas.
"Makasih sayang"tutur Rio dengan perasaan bahagia.
"Aku harap disini udah ada benih cinta kita.Aku nggak sabar untuj dipanggil Daddy kelak"sambungnya mengelus perut datar Ayraa.
"Jangan terlalu berharap hubby.Aku takut kamu kecewa nanti"tutur Ayraa yang takut mengecewakan Rio.
"Gapapa sayang.Aku nggak terlalu inginkan bayi saat ini tetapi jika udah ada rezeki yahh aku nerima.Santai santai aja.Kita baruan nikah nggak usah terburu buru.Dan aku masih imgin melahapmu sepuasnya sebelum sang jabang bayi itu mengambilmu dari ku"goda Rio.Ayraa mencubit pelan dada keras Rio.
"Auchh sayang sakit"Rio berpura pura meringis kesakitan.
"Nggak usah lebayy.Aku tahu nggak sakit malahan nggak terasa cubitannya"gerutu Ayraa memanyunkan bibirnya.Rio yang gemas ******* bibir dengan pelan.Rio terbakar ***** melihat tubuh Ayraa yang polos terlihat di bahagian atas karena dia hanya dibaluti selimut aja.
"Sayang ayo lanjutkan"gumam Rio terus melahap Ayraa tanpa memberi jeda kepadanya.Ayraa hanya pasrah dilahap oleh Rio habis habisan.Dia hanya bisa menikmati sentuhan itu.
...****************...
Sore itu,Rio terjaga duluan.Dia melihat Ayraa yang masih pulas di pelukannya setelah aktivitas panas mereka.Rio tersenyum dan mengelus pipi Ayraa.Hal itu membangunkan Ayraa.
"Hubby??"panggil Ayraa dengan suara seraknya.
"Iya sayang"balaa Rio tersenyum.
"Jam berapa ini??"tanya Ayraa mengalihkan pandangannya mencari ponselnya.
"Udah mahu dekat sore jadi ayo bersiap untuk makan malamnya"ajak Rio.
"Hurmm"balas Ayraa dengan dehemannya.
"Ayo mandi"ajak Rio ingin memgendong Ayraa.
"Nggak ii aku sendiri aja.Kamu mandi duluan"tolak Ayraa yang takut diserang Rio lagi.Tubuhnya seakan remuk dilahap Rio tadi.
"Ayolah jangan menolak"paksa Rio menarik Ayraa dan membawanya ke kamar dengan tubuh polosnya.Mereka berdua sama sama polod membuat Ayraa semakin malu.Karena melihat Ayraa yang polos,Rio tidak bisa menahan lagi.Dia menyerang Ayraa di kmaar mandi.
Setelah dekati sejam diserang Rio di kamar mandi,Ayraa keluar dari kamar mandi dengan bibir yang manyun.Badannya terasa remuk sekali.Rio terkekeh melihatnya.
"Sayang jangan marah.Aku nggak bisa menahannya"pujuk Rio sambil memakai baju yang dipilih Ayraa.
"Badan ku remuk sekali hubby.Kejam kamu"gerutu Ayraa membuat Rio tersenyum.
"Aku kan ketagihan sama kamu"biisik Rio membuat Ayraa merinding.
"Udah udah nanti kamu menyerangku lagi.Ntar aku nggak bisa berjalan lagi"cemberut Ayraa menjauhi Rio dan mulai berdandan selepas siap memakai dressnya.Pakaian mereka senada jadi mereka kelihatan sangat serasi.
"Udah siap??"tanya Rio setelah melihat Ayraa mulai mengemas barangan dandannya.
"Udah hubby"sahut Ayraa mendekati Rio yang masih duduk di kasur menunggu Ayraa.
"Ya udah ayo kita keluar.Pasti mereka nungguin kita"ajak Rio mengandeng Ayraa.Ayraa mengangguk dan mulai mengambil tasnya dan ponselnya.
__ADS_1
Mereka keluar dari kamar dan benar dikatakan Rio,Henri dan yang lain menunggu mereka berdua.
"Alea kamu baik baik aja kan dijaga mereka bertiga??"ragu Ayraa melihat Alea yang berada bersama mereka.
"Tenang kok babe.Mereka jagain aku baik biak aja"santai Alea.Ayraa melepaskan gandengan Rio dan mendekati Ayraa.Rio mengelengkan kepalanya melihat Ayraa melupakan dirinya.
"Kamu nggak diapaim kan sama Henri??"tanya Ayraa berbisik.
"Diapain apa sayang.Jangan ngaco kamu Raaa"gerutu Alea.Ayraa terkekeh mendengarnya.
"Yahh mana tahu kalian sama sama jomblo kok"tawa Ayraa pecah membuat keempat lelaki itu melihatnya.
"Udah udah nanti aja lanjutnya.Sekarang ayo berangkat"ajak Rio menarik Ayraa.
"Erudian kamu sama hyung aja biar Albert dan Henri sama Alea"ajak Rio.
"Oke hyung"balas Erudian mengangguk.
"Sayang bisa aku naik sama Alea??"pinta Ayraa.
"Nggak sayang.Sama aku aja.Nanti aku akan berikan kalian waktu di pantai"tolak Rio.Ayraa pasrah hanya bisa mengangguk tanpa membantah.
"Iya iya aku nurut"pasrah Ayraa.Rio menariknya masuk ke mobil diikuti Erudian.Alea,Albert dan Henri juga masuk ke mobil mereka.
Ayraa cemberut di mobil karena Rio nggak izininnya bersama Alea.Jadi buat apa Alea di sini jika dia hanya bisa bersama Rio.
"Sayang dengarin aku sihh.Aku bukannya nggak izinin kamu hanya aja aku nggak mahu kamu bersamanya sekarang Biarkan aku bersama mu.Please ngerti aku"pujuk Rio.Ayraa mengabaikannya.Rio cuba bertenang agar tidak dibawa emosinya yang masih turun naik.
"Erudian berhenti"perintah Rio membuat Ayraa dan Erudian memandangnya.
"Untuk apa hubby??"tanya Ayraa tidak dibalas Rio.
"Hentikan mobil ini Dian"perintah Rio dengan tegas.Ayraa merasa bersalah sama Rio.Dia mendekati Rio untuk meminta maaf namum diendahkan Rio.Erudian yang terkeput hanya bisa menuruti Hyungnya.
"Kamu di sini.Kau panggil temanmu.Itu yang kamu mahu kan"ketus Rio lalu keluar dari mobil.Hal itu bikin Ayra amerasa bersalah karena marah dengan Rio.Ayraa keluar untuk mengejarnya namun Alea terlebih duluan masuk ke mobil membuat Ayraa terhenti.
"Ada apa Raa.Tuan muda kelihatan marah begitu.Seram tau"takut Alea memegang tsngan Ayraa.
"Dia marah sama aku.Aku marah samanya karena nggak izinin aku bersama kamu.Jadi dia marah aku dan terus keluar dari mobil ini"lirih Ayraa membuat Alea ketakutan.
"Ayraa sayang jangan bawain aku ke masalah kalian.Kamu sihh bisa tenang nggak.Dia hanya ingin bersama kamu.Maklumlah kalian baru nikah.Aduhh ini mana makai nama aku lagi.Kamu bikin aku bersalah Ayraa"keluh Alea menunduk kepalanya.Ayraa hanya diam memikirkan kesalahannya.
"Ayraa kamu mahu ke mana??"tanya Alea melihat Ayraa keluar dari mobil.
"Aku mahu ke mobil suamiku"ujar Ayraa oergi dari sana.
"Huhhh apa salah aku ditarik ke dalam masalah ini"lesu Alea.
"Bakal terjadi perang dingin lagi jika begini"gerutu Erudian melihat masalah Ayraa dan Rio.
Sedangkan Rio mengawal emosinya di mobil Henri.Dia ke situ untuk menenangkan dirinya agar tidak terlalu terbawa emosi yang berimpak buruk kepada hubungan mereka.
Tiba tiba Rio kaget melihat Ayraa membuka pintu mobil dan masuk duduk di sebelahnya.Sebelum Rio memprotes Ayraa mengusir Henri dan Albert yang berada di situ.
__ADS_1
"Henri Albert bisa tinggalkan aku dan Rio di sini???"pinta Ayraa segera diangguki mereka berdua yang tidak menghiraukan Rio menatap tajam ke arah mereka.
"Hubby"panggil Ayraa sambil mendekati Rio selepas Henri dan Albert meninggalkan mereka berdua.
"Hurmm"balas Rio tanpa memandang Ayraa.
"Lihat aku please"pinta Ayraa dengan memelas membuat Rio memandangnya karena nggak tega.
"Hubby maafin aku.Aku tahu aku salah.Tapi jangan diamin dan tinggalkan aku lagi.Hiks hiks aku nggak mahu jauh dari kamu.Maafin aku karena egois.Aku sayang kamu hubby"tangis Ayraa pecah saat bersama Rio.Rio yang turut merasa sakit melihat tangisan Rio segera memeluknya.
"Jangan nangis sayang.Kau bikin aku merasakan kesakitan kamu.Please.Aku nggak marah sama kamu.Dan aku nggak akan ninggalin kamu.Aku sayang kamu juga"balas Rio memgusap air mata Ayraa.
"Kamu boong.Katanya sayang tetapi ninggalin aku"tangis Ayraa mulai mereda.
"Nggak sayang.Aku hanya ingin tenangkan fikiran aku yang kacau.Aku pergi agar kamu nggak terkena tempias emosiku yang tidak stabil"jelas Rio sambil mengusap kepala Ayraa dengan penuh kasih sayang.
"Beneran nggak marah aku??Kamu nggak akan ninggalin aku kan??"tanya Ayraa memandang Rio.
"Kata siapa sayang.Jangan berfikiran nggak nggak"gemas Rio menjitak pelan jidat Ayraa.
"Hubby"adu Ayraa mengusap jidatnya.
"Kamu ke sana aja.Aku di sini.temanmu menunggumu"tegur Rio membuat Ayraa salah faham.
"Kamu mahu mengusirku??"lirih Ayraa berkaca kaca.
"Nggak sayang.Katamu mahu bersama temanmu jadi ya aku izinkan"jelas Rio membuat Ayraa semakin takut.
"Nggak hubby aku di sini temani kamu.Aku nggak mahu Alea lagi.Aku mahu kamu"tutur Ayraa memeluk erat Rio.
"Hurmm baiklah tunggu di sini aku mahu keluar"pamit Rio.
"Jangam salah faham aku mahu memanggil Erudian untuk memandu mobil"tutur Rio yang tidak ingin masalah dipanjangkan.
"Iya aku tunggu.Janji akan kembali ke sini"lirih Ayraa melepaskan pelukannya.
"Iya sayang"balas Rio tersenyum lalu keluar dari mobil.Dia tidak mengambil masa lama karena nggak mahu salah faham lagi.
Sebaik Rio memasuki mobil,Ayraa segera memeluknya dengan erat.Erudian hanya mengelengkan kepalanya melihat kelakuan mereka berdua.
"Dasar bucinnya minta ampun hyung.Kasianlah aku yang masih jomblo ini"gerutu Erudian di dalam hatinya.
Erudian akhirnya memandu mobil dengan hati hati menuju ke pantai mengikuti mobil Henri di depannya.
...Bersambung🐣...
Aku udah triple update hari ini.Jika ada masa terluang lagi aku akan up lagi ya.Jangan lupa tekan jempol di akhir membaca ya.Aku menghargainya❤
Maafin aku udah lama nggak updatenya karena jadualnya aku sedikit sibuk karena ujiannya.Maaf ya.Doakan aku rajin dan semangat ya.Berikan aku dukungan dan semangat juga untuk aku makin bersemangat intuk sentiasa upnya.Kalian yang hanya membaca tanpa meninggalkan jempol dan komen di komentar membuatku sedikit kurang bersemangat.Aku perlukan dukungan dari kalian.
Jangan khawatir aku akan sentiasa up jika kalian bersemangat dan sentiasa mengevote aku.Oh ya jangan lupa berikan like di akhir membaca dan juga hadiah kepadaku ya..Akan ku tunggu dari kalian ya.Semoga kalian menikmati perjalanan ceritanya ini.
Love u alls💜💜
__ADS_1