
"Hubby apa aku gemuk sekarang??"tanya Ayraa yang merasakan dirinya makin berisi.
"Ngga sayang.Itu normal kok.Kamu gemuk atau kurus aku akam tetap mencintai kamu setulus hatiku sayangku"tutur Rio.
"Gombal.Aku tahu kok kamu bakalan ninggalin aku jika aku gemuk nanti"lirih Ayraa membuat Rio gemas.
"Kamu sih gemar ya overthinkingnya.Ngga kok sayang"tolak Rio.
"Benaran??"tidak percaya Ayraa.
"Iya sayangnya Rio Adrian"balas Rio lalu mengecup bibir Ayraa singkat.
"I love you hubby"tutur Ayraa.
"I love you more sayang"balas Rio tersenyum.
...****************...
Tidak lama kemudian mereka tiba.Rio menuntun Ayraa memasuki apartment hyungnya.
"Rio kamu udah sampai??"tegur Gion yang baru aja keluar dari kamarnya.
"Iya hyung.Mereka semua ada di luar hyung"balas Rio yang melihat lirikan Gion.
"Iya.Kamu bawain aja istrimu ke kamar sana.Dia pasti capek"perintah Gion diangguki Rio.
"Ayo sayang"ajak Rio.
Mereka berdua memasuki kamar Rio.Rio menuntun Ayraa ke kasur karna dia tahu Ayraa sedikit pusing akibat jetlagnya.
"Hubby aku lapar tapi ngantuk"manja Ayraa membuat Rio terkekeh pelan.
"Jadi sayangnya Rio Adrian mahu apa sekarang??"lembut Rio mengusap pipi Ayraa.
"Makan nanti aja..Sekarang princess ini mahu tiduran..erm tapi..."ucapan Ayraa tertahan.
"Tapi apa sayang??"tanya Rio.
"Hurmm aku mahu kamu meluk...Eh tapi kalau ngga bisa gapapa...aku bisa tidur sendiri"takut takut Ayraa segera merebahkan badannya karna enggan melihat reaksi Rio.
Rio menggelengkan kepalanya.Dia mendekati Ayraa dan ikut merebahkan badannya.
"Kamu takut sama aku??"bukannya memujuk namun Rio bertanya sambil mengalihkan pandangan Ayraa agar melihatnya.
"Maaf..aku tahu kamu pasti sibuk dengan pekerjaanmu"cicit Ayraa.
"Hei sayang...Aku ngga marah kok.Minta aja apa yng kamu mahukan.Aku aja ngga pernah memarahi kamu manja begini.Aku lebih suka aja sama kamu"tutur Rio mengusap pipi Ayraa dengan lembut.
"Benaran??"teruja Ayraa.
Rio mengangguk tanda iya.Ayraa segera memeluk Rio lalu menenggelamkan wajahnya di dada bidang Rio.Bau tubuh badan Rio sungguh menenangkannya.
"Aku sayang kamu sayang.Lihat air matamu aja bikin aku sesak apa lagi mahu memarahimu"bisik Rio membuat Ayraa tersenyum manis.Mereka tidur sambil berpelukan.
Di luar kamar
"Hyung di mana Rio dan Kakak Ipar??"tanya Albert.
"Aku menyuruh mereka berehat.Ayraa kelihatan capek banget.Tambahan dia sedang berbadan dua.Pasti dia ngga mahu jauh dari Rio"jelas Gion sambil menyeruput kopinya.
"Apa semua udah selesai??"tanya Leon yang baru memasuki apartment.
"55% udah selesai.Kita hanya tinggal nunggu arahan Rio"balas Charles dari belakang Gion.
"Apa rancangan Nyonya Besar William kali ini??"tanya Ditrain mendekati meja makan.
"Seperti biasa menyusun trik kotornya sama ****** itu.Aku geram aja ****** itu berlakon seperti gadis polos padahal ******"geram Erudian yang hanya diam dari tadi.
__ADS_1
"Oh ya tentang keluarga kandung Ayraa.Apa yang dilakukan benar.Kalian jangan memaksanya.Aku akan jelasin nanti tapi yang pasti kita harus jauhin Ayraa dari keluarganya untuk kesejahteraan semuanya"ucap Charles tiba tiba.
"Apa maksudmu hyung??Aku masih tidak mengerti.Benar??Dari segi apa hyung!!"tanya Erudian sedikit meninggi suaranya.
"Dian jaga mulutmu.Jangan tinggikan suara pada hyungmu"tegur Ditrain membuat Erudian mendengus kesal lalu masuk ke kamarnya.
"Satu hari kalian akan tahu mengapa Rio melakukannya"lirih Charles lalu menuju ke kamarnya.
"Apa yang terjadi??Aku tertinggal maklumat apa aja..Charles ngga mungkin menyokong Rio jika keputusannya salah??"gumam Gion dalam diam.Leon,Albert dan Ditrain hanya diam lalu melakukan aktivitas mereka.
Skip di mansion William
Julia sedang menunggu kepulangan Rio dari percutiannya.Dia mendengus kesal melihat jam di tangannya karna jika menurutnya seharusnya Rio sudah tiba dari tadi.Tapi ini udah lewat dua jam.
"Hei kamu di mana mereka??Bukannya mereka udah tiba??"jerkah Julia kepada seorang mata matanya.
"Maaf Nyonya.Tuan muda sama temannya udam memblokir semua kerja saya.Dan mereka hanya membenarkan orang kepercayaan mereka untuk menunggu di lapangan terbang.Tapi menurutku,mereka tidak mendarat di airport awam namun di airport pribadi Tuan Muda.Hanya orang tertentu yang bisa mengaksesnya"jawabnya sambil menunduk.
"Dasar kerja ngga becus.Udah sana.Membuang uangku aja"kesal Julia lalu melangkah ke dalam mansion.
...****************...
Skip ke apartment
Setelah beberapa jam,Ayraa mengeliat di pelukan Rio.Dia mengucek matanya dan memandang kawasan tidurnya.
Dia tersenyum melihat suaminya masih tidur di sebelahnya.Dia mengusap kepala Rio dengan lembut.
"Hoamm sayang ada apa??Sini tidur lagi"Rio terusik sama sentuhan Ayraa.Dia menarik Ayraa agar lebih mendekat.
"Hubby aku laper.Ayo turun makan??"ajak Ayraa tersenyum manis dan mengecup pipi Rio.
"Oh jadi princess udah laper ya.Ya udah ayo"Rio membuka matanya mendengar istrinya laper.
"Iya aku udah laper "ujar Ayraa terkekeh.
"Iya iya sana cuci mukamu lalu ayo turun"usir Ayraa lalu mendorong Rio ke kamar mandi.Kemudiannya,dia membenarkan kasur mereka dan megemasnya agar lebih teratur.
"Sayang ayo aku udah siap"ajak Rio bersiap mengandeng Ayraa.Ayraa menerimanya dan tersenyun manis.
Mereka menuruni ke lantai bawah.Terlihat yang lain udah berkumpul di sana.Ayraa terlihat canggung sama mereka.Dia mengenggam tangan Rio lebih erat.
"Kamu takut??"bisik Rio melirik Ayraa menunduk.Ayraa hanya diam.Rio menghela nafasnya lalu memeluk Ayraa dari samping.
"Kalau begitu ayo kita makan di luar aja"cadang Rio membuat Ayraa menoleh.
"Mereka akan melabelku perempuan sombong.Dan Rio akan dimarahi mereka.Ngga aku ngga akan biarin"batin Ayraa bergelojak.
"Nope hubby.Aku gapapa kok.Gabung aja sama mereka"lirih Ayraa menahan Rio.
"Benaran??"tanya Rio memastikan.Ayraa mengangguk menjawabnya.
"Ya udah ayo"ajak Rio mengandeng Ayraa.
"Sini kalian.Hyung udah masakin untuk makan malam kalian"ajak Ditrain.Rio dan Ayraa duduk di tempat mereka.
"Kamu mahu apa sayang??"tanya Rio.
"Aku mahu itu aja"tunjuk omelette yang ada di tengah meja makan itu.
"Lagi???Kamu harus makan banyak sayang"pujuk Rio.
"Ngga tapi maaf sebelumnya bau makanannya bikin aku mual"lirih Ayraa menunduk karna takut dimarahi.
"Ini hormon kehamilannya"lirik mata Rio melirik ke arah yang lain.
"Gapapa kakak ipar.Aku ngga marah kok"senyum Ditrain.
__ADS_1
"Jadi kamu mahu makan apa??Aku masakin"pujuk Rio karna Ayraa benar benar memerlukan asupan untuk dirinya.
"Benaran??Sepertinya aku mahu nasi goreng buatan mu tapi jika ngga bisa gapapa aku makan ini aja udah cukup"ujar Ayraa yang teruja karna membayangkan betapa mengiurkan nasi goreng buatan Rio.
"Iya tunggu sini bentar aku masakin"pasrah Rio lalu bangun dan menuju ke dapur.
Ayraa melirik yang lain sambil menunduk.Ditrain tahu hal iti segera mengobrol samanya.
"Kakak ipar apa kamu udah baikan??"tanya Ditrain coba untuk basa basi sama Ayraa.
"Lebih baik dari semalam.Aku ngga bisa jauh dari Rio karna mungkin ada masalah deria bau aku kok.Hanya Rio bisa meredakan mualku"balas Ayraa tersenyum.
"Apa kakak ipar ngga tahu dia hamil??"batin Charles bertanya memandang yang lain.
"Sayang ini udah siap"panggil Rio dari arah dapur.Ayraa tersenyum memandangnya.
"Ya udah ayo kita makan.Aku masih ada pekerjaan setelah ini"ajak Rio dudum di samping Ayraa dan meletakkan sepinggan nasi goreng di hadapan Ayraa.
"Hubby suapin aku bisa??"bisik Ayraa menbuat Rio menoleh.
"Benaran?"tanya Rio.Ayraa mengangguk.
Rio mendekatkan badannya dan mengambil pinggan Ayraa.Dia menyuapi Ayraa dengan telaten.
Secara bergilir dia juga menyuapi dirimya sendiri.Mereka makan sepiring berdua karna Ayraa memaksanya untuk ikut sertanya.
"Hurm hubby udah aku kenyang"tolak Ayraa ketika Rio mahu menyuapinya lagi..
"Ayo ini yang terakhir"pujuk Rio.Ayraa mengeleng dengan mata berkaca kaca.Akhirnya Rio menyuapi dirinya sendiri.
"Rio setelah ini hyung mahu berbincang sama kamu ya"ujar Gion ketika melihat Rio selesai makan.
"Iya hyung.Aku akan menghantar Ayraa ke kamar duluan.Ntar aku nyusulmu"balas Rio menyetujui.
"Sayang ayo"ajak Rio bangun dari duduknya.Ayraa mengangguk patuh.Mereka berdua menghilang di balik pintu lift yang tertutup.
"Hubby apa hyung marah sama aku??"lirih Ayraa sebaik aja mereka memasuki kamar.
"What do you mean princess??"tanya kembali Rio sambil menarik Ayraa duduk di kasur.
"Hyung bahkan ngga mahu aku ada di sisi kamu semasa dia mahu berbincang sama kamu"lirih Ayraa menjelaskan dirinya sedikit terasa.
"Sayang ayo sini lihat aku.Hyung Gion bukannya marah tapi dia tahu kamu lagi ngga sihat.Jadi karna itu dia mahu aku bawain kamu ke kamar.Jangan sedih sedih ntar aku juga ikutan sedih dong"pujuk Rio mengusap pipi Ayraa dengan penuh kasih sayang.
"Benaran??"tanya Ayraa ngga percaya.
"Sayang aku ngga berbohong.Udah jangan mikirin hal yang tidak tidak"ujar Rio tersenyum lembut.
"Makasih hubby.I love you"tulus Ayraa mencium bibir Ayraa singkat.
"Sama sama sayang"balas Rio lalu mengecup kembali bibir Ayraa dan sedikit **********.
"Ini baru benar ciumannya"goda Rio membuat Ayraa merona.
"Udah aku turun duluan ya.Kamu di sini aja.Tidurlah aku akan menyusul tidak lama lagi"ujar Rio.
"Janji ngga lama lama.Aku ngga bisa todur jika tidak dipelukmu hubby"pinta Ayraa.
"Iya sayang.Janji bakalan bentar aja ya"janji Rio lalu menuntun Ayraa berbaring dan menyelimutinya.
Rio mengecup dahi mulus Ayraa sebelum meninggalkannya di kamar dan turun untum menemui Gion.
...Bersambung🐣...
Hye semuanya.Maafin aku karna kurang update dan lebih kurang sebulan tiada update tentang lanjutannya.
Jika berkesempatan aku akan update lebih dari 2 bab untuk malam ini dan juga esok ya..Tunggu ya udpate dari aku..Dan jangan lupa untuk TEKAN LIKE,COMMENT DAN TINGGALKAN JEJAK KALIAN DI KOMENTAR..
__ADS_1
BERIKAN AKU DUKUNGAN DAN SEMANGAT UNTUK KEKAL AKTIF UPDATENYA YA🐣😍🥰🥰