
Ayraa telah siap dan membawa kopernya menuju ke pintu untuk dibawa keluar tetapi dirinya terkejut dengan kehadiran Rio yang seperti menunggu di hadapan pintu.
Rio kelihatan tampan dengan baju yang dipilih Ayraa bersama topinya.Ayraa terpaku dengan ketampanan Rio namum dengan tiba tiba dia cemberut memikirkan tatapan mata di luar nanti.
"Sini aku bawain koper kamu"tawar Rio.Ayraa memberikannya dan berjalan meninggalkan Rio.Rio bingung dengan tingkahnya.
"Ada apa??"tanya Rio terus terang.
"Aku nggak sanggup ketampanan menjadi tatapan liar di luar sana"cemberut Ayraa.
"Hahahah kamu lucu ya.Apa aku pernah layan sama mereka??Nggak usah khawatir kamu lebih baik dari mereka"pujuk Rio sambil tertawa.
"Ya udah ayo"ajak Ayraa mempositifkan dirinya.
"Ayo"balas Rio.
Mereka berjalan turun dan melihat semua orang udah berkumpul di ruang tengah.Ayraa tersenyum melihat itu.
"Apa kalian mahu ikut??"tanya Rio.
"Nggak.Kami akan makan siang sama kalian aja nanti.Sharelock aja ya"tolak Ditrain karena mereka ingin pergi ke markas.
"Baiklah.Kiara kamu ikut kakak ya"ajak Rio.
"Oke"balas Kiara lalu mengandeng tangan Alea.Sedangkan Henri membantu Alea mengangkat kopernya.
"Hyung tunggu!!"cegah Erudian.
"Apa bisa aku ikut???"tanya Erudian.
"Benar??Kalau iya ayo aja"jawab Rio lalu melangkah keluar apartment.Erudian mengangguk lalu mengikuti mereka.Sedangkan yang lain hanya duduk di ruang tengah.
"Ayo kita berangkat ke markas"ajak Albert tidak sabar.
"Oke"jawab Leon lalu bangkit dari duduknya.Mereka akhirnya meninggalkan apartment.
Di mobil
Alea duduk di belakang bersama Kiara dan Erudian karena Rio menyuruh anak buahnya untuk memandu karena lebih mudah jika begitu nanti.Ayraa duduk di sebelah Rio yang sedang memeriksa beberapa laporan.
Ayraa merasakan dirinya diabaikan.Dia melirik ke arah Rio dan cemberut karena tidak dilayam.Rio yang tidak menyadarinya karena dari tadi dia hanya fokus terhadap laporan itu.
Akhirnya Ayraa mendengus sebal.Dia menyuruh Bian untuk berhenti seketika membuat semua menatapnya.
"Bian berhentikan mobil"perintah Ayraa.Bian yang kaget memberhentikan mobil secara mendadak membuat mereka sedikit terpelanting ke hadapan.
"Ada apa??"tanya Rio.Ayraa mengacuhkannya.
"Erudian tukar tempat sama aku"suruh Ayraa membuat semua orang diam membeku bahkan Erudian kaget namanya dipetik.
"Emang kenapa sayang??"bingung Rio.Lagi lagi Ayra hanya diam.Rio tahu bahwa Ayraa mesti marah dengannya tetapi dirinya masih tidak tahu apa kesalahannya.
"Tukar aja Erudian"paksa Ayraa membuat Rio menghelakan nafasnya.
"Bian jalan aja"perintah Rio lalu menarik Ayraa mendekatnya selepas menyimpan semua laporannya.
"Baik tuan muda"sopan Bian lalu menjalankan mobil.
Ayraa melirik ke arah Rio yang menariknya dan coba untuk melepaskannya agar bisa berjauhan dengannya.Rio masih tidak putus asa menarik Ayraa ke arahnya dan mendudukkannya dia pangkuannya.
Sebelum itu,Rio membuka penghalang antara tempat duduk mereka dan pemandu dan tidak lupa memasang alat kedap suara agar mereka dapat berbincang dengan aman.
Bayangkanlah bagaimana bentuk mobil Rio dan isi dalamnya🤭🤭
Ayraa hanya menatap dengan sekejap lalu mengalihkan pandangannya.Rio gemas melihat Ayraa yang ngambek samanya.
"Sayang kamu marah???"tanya Rio.
"Tanya aja diri kamu sendiri"ketus Ayraa membuat Rio menyadari akan sikapnya tadi yang mengacuhkannya.
__ADS_1
"Jadi kamu marah aku abaikan kamu"goda Rio.
"Tahu ahh"ketus Ayraa.
"Heyy sayang ku ini cantik banget bila ngambek"serunya membuat Ayraa blushing.
"Iya iya sini aku sama kamu okay.Maafin dong aku"pujuk Rio nggak mahu Ayraa ngambek lagi.
"Kamu lebih pentingkan kerjamu dari aku"rajuk Ayraa.
"Kata siapa??Semestinya kamu lagi penting"bantah Rio.
"Kamu boong.Jika aku lagi penting kamu nggak akan bersikap acuh sama aku"jelas Ayraa.
"Jadi kamu cemburu sama berkas berkas ini??"tanya Rio.
"Nggak"bantah Ayraa merasakan malu.
"Apa benar??"goda Rio.
"Ihh kamu nyebelin"rajuknya memalingkan wajahnya.
Rio memeluknya dari belakang dan bersandar di bahu Ayraa.Ayraa membiarkannya.
"Nggak usah cemburu sama berkas itu.Tentu aja kamu lebih penting.Tapi tadi aku lihat kamu asyik sama ponselmu jadi aku memerika beberapa berkas.Jangan marah ya"pujuk Rio membuat Ayraa melirik ke arahnya.
"Aku maafin tapi janji kamu nggak akan abaikan aku lagi.Awas aja kalau bikin hal lagi"ancamnya.
"Janji"serius Rio.
"Nggak usah janji aku yakin kamu akan begini lagi"cemberut Ayraa mengingat Rio seorang workaholic.
"Maaf ya"sesal Rio.
"Gapapa kok.Kami kerja untuk aku juga"ucao Ayraa nggak mahu Rio bersalah.
"Apa??"bingung Ayraa.Rio mencium lembut bibir Ayraa membuat Ayraa kaget.Setelah beberapa menit akhirnya Rio melepaskan ciuman mereka karena Ayraa kehabisan nafasnya.
"Huh!Dasar kamu.Kamu mahu bunuh aku"kaget Ayraa bercampur marah.
"Maaf habis bibir kamu bikin aku kecanduan"ucap Rio menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Tapi kamu suka ya"sambung Rio menggoda Ayraa menbuatnya merona malu.
"Apaan kamu"bantah Ayraa.
"Iya iya aku stop.Jangan marah ya.Sini aku peluk"canda Rio.
"Siapa mahu dipeluk kamu??"ketus Ayraa namum dia tidak menolak saat Rio memeluknya.Rio tersenyum apabila tidak menerima sebarang penolakan dari Ayraa.
"Mulut kata nggak tapi badanmu suka sama pelukanku ya"goda Rio.
"Diam berisik"ketus Ayraa.
"Hemmm"ketus Ayraa.
"Sayang aku minta maaf ya"pujuk Rio.
"Udah udah.Aku pusing dengar maaf dari kamu.Aku sudah maafin kamu"balas Ayraa tersenyum.
"Makasih sayang"balas Rio kembali dengan memberikan sebuah kecupan untuk Ayraa.
Rio tersenyum dan membukakan penutup di antara mereka berdua dengan yang lain.Ayraa hanya diam di pelukan Rio.
"Wow kakak sungguh hebat"kagum Kiara.
"Shuttt nanti hyung akan marah nanti"tegur Erudian nggak mahu keributan berlaku.
"hehehehe oke"tawa Alea pelan lalu sambung melihat sosmednya.
__ADS_1
Tidak lama kemudian,mereka tiba di hotel milik Rio.Ayraa penasaran dengan hasilnya namun nggak khawatir karena dia tahu staffnya Rio pasti akan lakukan yang terbaik karena takut akan amukan sang raja.
"Ayo"ajak Rio mengandeng tangan Ayraa.Ayraa menerima dan melangkah keluar dari mobil.Kali ini mereka tidak dikawal karena tidak ada yang tahu akan kedatangan mereka ke sini.
"Alea,Kiara ayo"ajak Erudian melangkah menyusul Rio dan Ayraa.Henri mengikuti mereka berlima dari belakang sambil memberi kode kepada Bian.
"Ada apa??"tanya Bian.
"Apa di dalam semuanya baik baik aja??"tanya balik Henri.
"Setakat ini aku lihat nggak ada masalah.Tapi aku akan ketatkan penjagaan keamanan nanti besok.Aku tetap cemas akan pesta ini"jelas Bian.
"Baiklah.Ya udah mari kita menyusul mereka"balas Henri mengajak Bian mengikuti mereka.
Ayraa melihat kagum dengan hasilnya.Semua pekerja di situ memberi hormat kepada Rio.Mereka kaget dengan kedatangan Rio.Ada yang terpesona melihat ketampanan Rio dan ada juga yang melihat iri ke arah Rio dan Ayraa.
"Selamat siang tuan muda"sapa salah seorang petugas di situ.
Rio hanya mengacuhkannya dan Ayraa tersenyum ke arahnya.Ayraa dan yang lain akhirnya berjalan jalan melihat dekorasi yang disiapkan oleh mereka.
Kiara hanya melihat dan tersenyum ke arah Alea.Mereka seolah memberi kode antara satu sama lain.
"So sweet banget Kak Rio"batin Kiara.
"Semoga Ayraa sentiasa bahagia samanya"gumam Alea.
Setelah puas berkeliling,Rio mengajak Ayraa untuk pulang.Ayraa mengangguk karena ini udah hampir makan siang.Mereka semua meninggalkan hotel itu.
Di dalam perjalanan ke restoran,Rio melihat ke arah belakang mobilnya ada sebuah mobil hitam sedang mengikuti mobilnya.Rio segera meneliti sama ada mobilnya bisa melihat pemandu atau nggak.Namun semuanya nihil karena Rio tidak melihat sebarang muka karena kaca mobilnya terlali gelap.
"Henri telefon Hyung Gion agar menyuruh beberapa anak buahku di sana menyusul kita ke sini"perintah Rio membuat semua mata memandangnya.
"Emang kenapa??"tanya Erudian.
"Lihat di belakang.Ada mobil yang sedang mengikuti kita.Kita nggak tahu sama ada dia musuh atau kawan kita"jawab Rio menatap ke arah belakang.
"Baik tuan muda"balas Henri lalu mengambil ponselnya untuk memberitahu Gion tentabg kejadian ini.
Sedangkan di markas Dragon Night
Gion yang masih asik menyiksa para penjahat merasa terganggu dengan bunyi ponselnya.Dia menghentikannya dan menatap Albert,Leon,Ditrain dan Charles di sana.
"Ada apa??"tanya Ditrain.
"Henri menelefon"jawab Gion lalu segera mengangkatnya.
"Ada apa Henri??"tanya Gion.
"Hyung kami sedang diikuti sebuah mobil dan Tuan Muda menyuruh hyung memerintah sebahagian anak buahnya untuk menyusul kami sebagai langkah pencegahan"jelas Henri.
"Apa???"pekik Gion geram.
"Baiklah kirim lokasi kalian"sambungnya lalu mematikan panggilannya.
"Apa yang terjadi??"tanya Albert.
"Nanti aku terangkan semasa dalam perjalanan"balas Gion mendekati Dion.
"Dion bawa beberapa orang dan ikuti kami.Ini perintah ketuamu"ajak Gion bergegas kelaur dari markas membuat semua di situ mengikutinya.Dion juga membawa beberapa anak buahnya mengikutinya dan tidak lupa membawa beberapa senjata sebagai langkah waspada.
...***BERSAMBUNG🐣...
__ADS_1