You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )

You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )
Chapter 96


__ADS_3

Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰


Jangan sinder 😘😘


🌹 Happy Reading 🌹


Setelah melakukan makan malam bersama, kini Aiden kembali ke kamarnya untuk melihat, apakah istrinya sudah bangun atau tidak.


Ckleekk, pintu terbuka dan menampilkan sosok Freya yang baru saja terbangun dari tidurnya.


"Dear,,Dear, kamu dari mana saja ? Aku cariin kamu tadi gak ada," tanyanya dengan mengerucutkan bibirnya.


Aiden tersenyum melihat wajah istrinya yang sangat menggemaskan seperti itu. "Apakah kamu mencari ku? Apakah kamu merindukan ku ?" tanya Aiden sedikit menggoda.


Freya semakin mengerucutkan bibirnya kesal mendengar godaan suaminya seperti itu. "Enggak sih, aku gak kangen sama kamu, untuk apa kangen, kamu loh di sini aja," balasnya ketus.


Aiden yang mendengar itu langsung melangkah mendekati istrinya yang baru saja membuka matanya itu, "really? Apakah kamu tadi memimpikan pangeran mu ini?" tanya Aiden lagi seakan tidak perduli dengan wajah istrinya yang kesal.


Freya yang semakin merasa muak kini mulai bangkit dari tidurnya dan pergi begitu saja keluar dari kamar.


"Sayang kamu mau kemana?" tanya Aiden menahan tangan Freya, dan segera menguncinya. "Mau keluar ih, aku lapar," balas Freya kesal.


"Oh ya, kan kamu tadi belum makan ya, aku lupa sayang, maafkan lah aku ini," ucap Aiden dengan wajah yang ingin menangis.


Cuuppp,,cuupp,,cupp, lagi-lagi Freya terus menciumnya sampai dirinya merasa risih. "Kamu kenapa sih seharian ini ciumin aku seperti itu? Apa ada masalah denganmu ?" tanya Aiden yang merasa risih dengan sikap istrinya yang begini sepanjangan hari.

__ADS_1


"Tadi aku mau pergi gak boleh, sekarang di cium gak boleh, mau mu apa sih ? Aneh banget," sahutnya semakin muak. Dan segera melepaskan pelukan Aiden dari tubuhnya.


Aiden menggelengkan kepalanya pusing melihat istrinya yang seperti itu, "kenapa dia mau cium terus sih?" gumamnya bermonolog sendiri.


Setelah itu dia langsung menyusul istrinya yang katanya ingin kebawah untuk mencari makanan.


Namun sampai di bawah dia malah melihat Freya dengan santainya menonton Tv sambil memakan es krim yang memang tersedia di Mansion itu. "Sayang kamu di sini? Katanya tadi mau makan?" tanya Aiden, sambil melangkah mendekati istrinya dan mengelus lembut rambut Freya dengan gemas.


"Aku loh di marahin Bi Salmah," adunya pada Aiden, dengan melirikan matanya sedikit, lalu kembali fokus menatap layar Tv.


Amarah Aiden seketika langsung memuncak mendengar aduan dari istrinya itu, "Salmaaaahhhh," teriaknya penuh emosi.


Freya yang mendengar itu, kembali melirikan pandanganya sejenak, lalu kembali menatap layar Tv sambil terus menikmati eskrimnya.


"Bi Sal-," teriaknya terhenti ketika melihat apa yang sedang terjadi di dapur.


Aiden mengerjapkan matanya memandang apa yang terjadi, seluruh lantai banjir minyak makan, garam dan gula yang tumpah, wajan yang gosong, sabun cuci piring berceceran dimana-mana, lengkap dengan basin yang banjir dengan air, membuat Aiden menggaruk kepalanya pusing.


"Apakah wanita di luar itu yang melakukan semua ini Bi?" tanyanya pelan, merasa malu dengan kepala pelayanya.


Bi Salmah yang merasa takut kena amarah oleh Aiden, kini hanya bisa menganggukan kepalanya pelan, "alamak, baru 15 menit dia di sini sudah begini dapur ? Kalian yakin istri saya yang melakukan semua ini," tanya Aiden benar-benar meminta kejelasaan.


Melihat Bi Salmah yang kembali menganggukan kembali kepalanya, membuat Aiden mengusap kasar wajahnya, rasa bersalah,malu dan marah bercampur jadi satu saat ini.


"Begini ya Bi, saya bayar kamu dan yang lain semua itu untuk bekerja! Bukan untuk membiarkan istri saya menyentuh peralataan seperti ini, jika kalian lihat istri saya di sini, kalian punya mulut untuk melarangnya, bukan membiarkanya, apa kalian paham?" bentak Aiden kesal, lalu pergi melangkahkan kakinya sebelum mendengar penjelasaan dari para pembantunya.

__ADS_1


"Freyyyaaaa," teriak Aiden memanggil istrinya dari dalam.


Freya yang masih asik menonton Tv, langsung menolehkan kepalanya mendengar suara teriakan suaminya seperti itu, "wahhh gawat," batinya takut.


Seketika dia memilih untuk berpura-pura tidur, agar terhindar dari amukan belanda.


"Freya," panggil Aiden lagi, akan tetapi amarahnya terhenti ketika melihat istrinya tertidur dengan mata yang bergerak-gerak.


"Astaga, pintar sekali dia sekarang buat menghindar," batin Aiden memandang Freya yang sedikit-sedikit mengintip posisi Aiden.


Aiden tidak kehabisan akal untuk membuat istrinya ini bangun dari acting sandiwaranya, dia mulai mengambil sebuah chiki-chiki dari dalam dan memakanya tepat di hadapan Freya.


"Kita lihat saja, siapa yang menang, aku atau kamu," gumamnya lagi, yakin ingin mengerjai istrinya yang sedang mempermainkanya ini.


To Be Continue.


Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭


Terima kasih🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2