
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke ๐ฅฐ
Jangan sinder ๐๐
๐น Happy Reading ๐น
Setelah Aiden selesai mandi, dia melihat kembali Freya yang masih tertidur, namun Mamahnya sudah tidak ada di kamarnya.
"Mamah ini, di minta jagain menantunya, sekarang malah pergi," batin Aiden, yang kesal melihat Mamahnya yang meninggalkan istrinya sendiri.
Aiden melangkahkan kakinya menuju balkon kamarnya, kebetulan kamarnya memang berada di lantai 3 Mansion itu, dan sengaja Stella mendesign kamar putranya yang berhadapan dengan taman rumahnya.
Karna banyaknya pekerjaan yang dia tangguhkan kemarin, membuatnya harus membawa pekerjaan itu ke rumah, dan kembali menyita waktunya bersama dengan istri tercintanya.
Namun, di saat Aiden mencoba fokus dengan laptopnya, terdengar suara Freya yang menjerit ketakutan.
"Tidakk Aiden, sayang jangan ambil baby kita, please," jeritnya dalam alam bawah sadarnya.
"Sssttt, sayang hey, aku di sini, aku gak akan ambil baby kita lagi sayang,oke," bisik Aiden di telinga Freya.
Dan detik selanjutnya, Freya kembali tenang dan melanjutkan tidurnya.
Cuupp,,cuupp,,ccuup, Aiden mencium pipi Freya hingga ke punggung tanganya. Lalu Aiden kembali beralih menatap perut Freya dan menciumnya. "Maafkan Papah ya sayang, Papah gak akan membunuh adik mu lagi jika dia hadir kembali di perut Mamah, but please, Papah mohon, kirimkan lagi ade baby di dalam sini ya sayang, agar Mamah tidak ketakutan terus seperti ini," pintanya tulus, hingga tanpa sadar dia meneteskan air matanya.
"Maafkan aku sayang, aku sadar dulu aku salah karna membunuh baby kita, but now, jika dia hadir lagi, maka aku akan menjaganya seperti aku menjagamu," gumam Aiden mengelus lembut perut istrinya.
Lalu dia kembali bangkit, dan menghembuskan nafasnya kasar, "aku kembali bekerja dulu ya sayang, aku hanya di sini kok," bisiknya lagi, namun Freya malah semakin memeluk tangan Aiden dengan erat, seakan tidak ingin melepaskanya.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan menemanimu sebentar lagi." ucapnya pasrah.
Sudah setengah jam berjalan, namun Freya masih tidak ingin melepaskan tanganya, sehingga Aiden hanya bekerja menggunakan satu tanganya untuk mengutak-atik laptopnya.
"Aiden sayang, ayo makan malam dulu," panggil Stella yang mengetuk pintu kamarnya.
Ckleekkk, Stella membuka pintu kamar Aiden, karna merasa tidak ada sahutan siapapun dari dalam, dan bersamaan dengan Freya yang terbangun dari tidurnya.
"Aahhh Freya sudah bangun sayang?" seru Stella, yang membuat Aiden menoleh untuk memastikanya.
"Sayang kamu sudah bangun? Apa yang kamu rasakan sekarang?" tanya Aiden langsung meletakan laptopnya di atas meja, dan fokus pada istrinya.
Freya menganggukan kepalanya singkat, dan lalu mencoba untuk bangkit, menyenderkan tubuhnya di tubuh Aiden.
"Udah enakan sih, mualnya udah enggak tapi masih sedikit pusing aja Mah, Dear," jawabnya pada Suami dan Martuanya.
Freya menggelengkan kepalanya singkat, tanda dia tidak menginginkan apa-apa.
Stella tersenyum melihat Aiden dan Freya yang sudah kembali mesra, tidak seperti kemarin-kemarin yang kerjanya hanya berantem saja.
"Mamah senang kalian udah baikan," tandas Stella mengutarakan rasa bahagianya.
Freya hanya membalas dengan senyuman canggung, dan kembali memejamkan matanya bersandar di dada bidang suaminya.
"Besok aku akan membawa Freya ke kantor Mah," pintanya pada Stella.
Sontak saja Stella dan Freya langsung menatap Aiden dengan lekat, "kenapa ? Istri kamu sedang sakit loh," seru Stella.
__ADS_1
"Gak papah Mah, hanya saja Aiden merasa aneh kalo Freya gak ada di samping Aiden," balasnya dengan santai.
Freya yang sudah mengerti sikap suaminya itu, kini hanya bisa mencoba untuk menerimanya.
Stella menatap ke arah Freya sekilas, dan di balas senyum tipis oleh menantunya.
"Baiklah, tapi ingat jaga istri kamu baik-baik!!" Peringatan Stella yang sebenarnya rada khawatir melepaskan Freya kembali bersama dengan putranya yang Toxic.
"Ya sudah, kalian makan dulu ya, nanti keburu di panggil Papah." Ucap Stella lagi.
Dengan cepat Aiden menggendong tubuh istrinya, "Dear Dear, aku naik kursi roda aja ya," pinta Freya yang merasa tidak enak karna suaminya harus menggendong tubuhnya turun.
"Selama aku masih bisa berjalan, maka jadikanlah aku sebagai kakimu yang akan membawa kemanapun kamu pergi," bisiknya, membuat Freya tersipu malu.
Stella menggelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat kemesraan putra dan menantunya.
"Udah ah, Mamah jalan duluan, makin panas liat kalian berdua," ketus Stella yang melangkah kakinya lebih dulu, meninggalkan Aiden dan Freya yang sedang bingung melihat ke arah Mamahnya yang pergi begitu saja.
To be continue.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya๐
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal ๐ญ*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**๐๐ *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ๐ญ๐ญ๐ญ
Terima kasih๐๐ป๐๐ป
__ADS_1