You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )

You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )
Chapter 58


__ADS_3

Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke ๐Ÿฅฐ


Jangan sinder ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


๐ŸŒน Happy Reading ๐ŸŒน


Ke-esokan harinya, di pagi hari terlihat Aiden dengan telaten membantu istrinya mandi, meskipun cukup panjang perdebatan yang di lakukan, karna Freya yang tidak mau di mandikan oleh Aiden.


Saat ini Aiden mulai kembali berlebihan, membuat Freya merasa lebih di tekan lagi olehnya, bagaimana tidak?


Dari pagi, Aiden selalu mengikuti kemanapun Freya pergi, walaupun hanya sakit perut dan ingin nyetor ke kamar mandipun dia mengikutinya. Tapi apalah daya Freya, dia merasa mungkin jika Aiden memang hanyalah mau melindunginya.


"Sayang, aku sudah siap," seru Freya memperlihatkan penampilanya yang sexy dan cantik.


Aiden langsung menolehkan pandanganya melihat istrinya yang begitu antusias mengikutinya pergi ke kantor.


"Sebentar lagi ya sayang, aku masih siap-siap dulu," balas Aiden dengan senyum manisnya. Tak lupa dia memberikan sebuah kecupan singkat di kening istrinya.


Freya mengalihkan pandanganya menatap sekelilingnya mencari sesuatu barang, "Dear, kamu lihat alat yang di kasih sama Mamah semalam, di taruh dimana ya ?" tanya Freya sambil terus menatap sekelilingnya.


"Sepertinya tertinggal di bawah sayang, aku suruh Bi Salmah antar ke atas ya," jawab Aiden. Dan langsung segera memanggil kepala pelayan Mansionya.


Freya menganggukan kepalanya singkat, dan memperhatikan suaminya yang sedang bersiap-siap tanpa bantunya.


Cuupppp, Aiden mencium bibir Freya di saat sudah selesai dengan penampilanya, "apakah aku sudah tampan sayang?" tanyanya menggoda istrinya.


"Ya, kamu memang tampan," jawab Freya.


Dan tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar.


Tokkk,,Took.


"Masuk," sahut Aiden yang tau itu pasti Bi Salmah.


"Permisi Tuan, ini saya mengantarkan alat yang Tuan minta tadi," seru Salmah dengan menundukan kepalanya hormat.

__ADS_1


"Bawakan kemari!" Perintah Aiden yang ingin mengambil langsung alat tersebut.


"Oh ya,Apa Mamah masih di rumah Bi ?" tanya Aiden, sambil berlutut di kaki istrinya dan memasangkan-nya untuk Freya.


"Nyonya besar sudah pergi awal Tuan muda, karna ada jadwal yang harus dia selesaikan hari ini," jawab Salmah lagi.


Aiden menganggukan kepalanya mengerti, "kamu boleh pergi sekarang," ucap Aiden.


"Baik Tuan, saya permisi," pamit Salmah dan langsung melangkahkan kakinya pergi.


Aiden masih sibuk memasangkan alat itu di kaki Freya, sangat terlihat serius, membuat Freya tersenyum lalu mencium kepala Aiden dengan lembut.


"Sudah selesai sayang," ucapnya melihat alat yang terpasang sempurna.


Freya mencobanya dan perlahan mulai berdiri dengan di bantu oleh Aiden, "aku pikir alat ini akan berat loh, tapi ternyata ringan banget sayang, aku seperti tidak mengenakan apapun di kaki aku. Walaupun rasanya agak aneh sih," seru Freya yang merasa bahagia karna bisa kembali berjalan, walaupun dengan bantuan alat.


Aiden langsung memeluk tubuh Freya dari belakang dan mencium aroma tubuh yang sudah berbalut dengan minyak kayu putih.


"Saat di kantor nanti, jangan pernah membuka suara mu untuk siapapun, dan jangan pernah tersenyum kepada siapapun karyawan ku. Apa kamu mengerti sayang," tegasnya yang membuat Freya menghela nafasnya kasar.


"Iya aku mengerti," balasnya lemah.


"Makasih Dear," ucap Freya yang tersenyum melihat Aiden yang tidak malu membawakan tas miliknya.


"As you want baby," balas Aiden dan langsung membuat Freya tersipu malu.


Dan dengan perlahan Aiden dan Freya melangkahkan kakinya keluar, dan segera menuju kantor.


Namun di saat perjalanan menuju kantor, lagi-lagi Freya mendapatkan morning sicknessnya, membuat Aiden sedikit kualahan menghadapinya.


Sampai saat mereka sudah berada di parkiran kantor, Freya merasa dirinya yang lemah, langsung menyenderkan kepalanya di kursi. "Kamu masuk duluan saja Dear, aku akan di sini sebentar lagi," seru Freya yang langsung di tolak oleh Aiden.


"Sebentar saja please," mohon Freya.


Dan karna merasa kasiahan pada istrinya, Aiden langsung memanggil beberapa staf untum menemani istrinya.

__ADS_1


"Aku pergi dulu ya, nanti nyusul," seru Aiden lagi, dan hanya di jawab anggukan kepala oleh Freya.


Setelah memastikan bahwa istrinya gak akan kabur, barulah Aiden melangkahkan kakinya masuk ke dalam kantor,


Aiden terus melangkahkan kakinya masuk ke dalam kantor, dengan gagahhnya dia berjalan masuk ke dalam ruanganya.


Dan tak lama kemudiaan, disaat dirinya baru aja memasuki runganaya, tiba-tiba Vino sang asisten khusus Cyberaya langsung datang menghampirnya.


"Permisi Tuan, ini adalah nona Vika yang kemarin saya bilang akan menjadi sekertaris baru di perusahaan ini." Kata Vino dengan menundukan kepalanya hormat.


Aiden yang baru saja fokus dengan setumpuk kertas kini langsung beralih menatap Wanita yang masuk bersama dengan Vino dengan lekat. "Intro." sahut Aiden yang meminta Vika menjelaskan siapa dirinya.


Wanita itu terlihat melirik ke arah Vino yang juga menatapnya dengan menganggukan kepalanya, membuat Wanita itu terasa tersenyum seperti mendapatkan sebuah semangat baru.


"Nama saya Alvika Nataliea Fortuta, usia saya 25 tahun, saya adalah lulusan dari Institur Bisnis Nusantara ( IBN ) di Jakarta." ucapnya memperkenalkan dirinya.


Hal ini sangat perlu, karna Aiden adalah tipe orang yang tidak mau membuang waktunya untuk membaca data dari karyawan.


"Baik Vika, kamu jelas tau apa saja pekerjaan mu sebagai sekertaris di sini, jika kamu masih belum paham kamu bisa menanyakanya dengan Vino, besok akan ada CEO baru di sini, pemilik asli dari perusahaan ini, karna saya mesti fokus dengan perushaan saya sendiri." seru Aiden dengan suara berat nan tegas, dan itu membuat Vika terpesona akan sikapnya.


Dan di saat mereka tengah serius berbincang, tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka dan menampilkan sosok Freya, yang membuat Vika dan Vino memandang ke arahanya.


Aiden yang melihat istrinya masuk, kini langsung menoleh pada Vika dan Vino. "Jika kalian sudah mengerti kalian bisa keluar dari ruangan ini." Titahhnya yang di ikuti oleh keduanya.


"Baik Tuan kami permisi." Pamit kedunya yang langsung segera melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Aiden.


Penampilan Freya hari ini.



To be continue.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya๐Ÿ˜Ž


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal ๐Ÿ˜ญ*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜ *

__ADS_1


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ


Terima kasih๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป


__ADS_2