You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )

You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )
Chapter 79


__ADS_3

Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke ๐Ÿฅฐ


Jangan sinder ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


๐ŸŒน Happy Reading ๐ŸŒน


Aiden mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi agar segera dirinya cepat sampai di rumah. Dia melihat istrinya yang masih pingsan tanpa ada tanda-tanda ingin bangun.


"Ahh, ini kenapa jalannya lambat sekali," umpatnya kesal.


Tin,,tinn,tinnn, Aiden yang pusing langsung mengeluarkan kepalanya lewat jendela dan meneriaki sekelilingnya satu perasatu, "woy pinggir woy," teriaknya, namun sayang tidak ada yang mendengarkanya.


"Gak bisa di biarkan ini, belum tau mereka siapa aku,"gumamnya kesal, Sampai akhirnya dia harus menghubungi kantor polisi untuk mengirimkan beberapa mobil patroli untuk mengawalnya.


Dengan kesal dia mengemudikan mobilnya dengan pelan hingga beberapa saat kemudian beberapa mobil patroli datang mengawalnya.


Stelah itu barulah Aiden merasa jalanya lancar kembali, namun tatapannya sesekali fokus pada istrinya yang masih pingsan di sebelahnya, "Sabar ya sayang, sebentar lagi kita akan sampai," lirihnya sambil sebelah tanganya mengelus lembut rambut Freya.


Dan beberapa menit kemudian, dengan di bantu kawalan dari polisi Aiden kini telah sampai di gerbang Mansionnya. Lalu dia segera berlari mengangkat tubuh Freya masuk ke dalam agar cepat mendapatkan sebuah penanganan.


"Mah,Mamah,Mamah," teriaknya memanggil Mamahnya yang entah sedang berada dimana.


Sedangkan di sisi lain, terlihat Airein yang baru saja keluar dari kamarnya dan mendengar adiknya berteriak-teriak seperti di hutan.


"Apaan sih woy, brisik tau gak sih," ketus Airein yang masih menyimpan amarah pada adiknya itu.


Aiden yang melihat jika Jia Jianya sudah pulang dari London, langsung meletakan tubuh Freya dengan perlahan di sofa, lalu dia berlari menghampiri Airein dan menarik tangan Jia Jianya itu.


"Priksa istri ku sekarang," tegasnya menarik paksa Airein.


"Aiden lepas, minta tolong gak gitu caranya bodoh," umpat Airein kesal melihat adiknya yang selalu saja se-enaknya dalam bertindak.


Merasa perdebatan ini bukanlah hal yang penting selain keselamatan istrinya, Aiden mencoba untuk mengabaikanya umpatan kakaknya itu.


"Cepat periksa istriku ! Apa yang telah terjadi kepadanya ? Kenapa bisa dia sampai pingsan seperti ini," perintah Aiden tegas pada Jia-jianya.


"Ya mana aku taulah, kan dia dari tadi bersama dengan kamu, pingsanya karna apa ya hanya kamu dan Tuhan yang tau," sahut Airein, sambil mulai memeriksa denyut nadi Freya yang mulai melemah.

__ADS_1


"Sepertinya dia kecapean deh, dia membutuhkan tambahan cairan, kita harus memasukan cairan infus untuknya," seru Airein setelah yakin dengan hasil pemerikasaanya.


"Baiklah jika begitu aku akan mengambil cairanya di bawah," sahut Aiden, yang terlihat segera berlari ke lantai dasar Mansionya untuk mendapatkan botol infus yang di simpan oleh Mamahnya.


Berbeda dengan Airein yang terus menatap Freya dengan lekat, entah apa yang tengah dia pikirkan sambil terus menatap Freya.


Dan tak lama kemudian, Aiden kembali dengan membawa satu botol infus beserta selang dan jarumnya, "ini," ucapnya menyerahkan cairan itu pada Airein.


"Kita pindahkan dulu dia ke kamar, gak mungkin kan dia mau di sini terus," tandas Airein.


"Baiklah," balas Aiden, dan langsung menggendong tubuh istrinya itu untuk naik ke atas kamarnya.


Akan tetapi, belum sampai Aiden masuk ke dalam lift rumahnya, terlihat Stella yang baru saja keluar dari lift, "Freya kenapa ?" tanya Stella tidak jadi keluar dari lift, dan membantu Aiden untuk menekan tombol pintu terbuka.


"Aku tidak tau Mah, dari gereja tadi hingga sekarang Freya belum bangun-bangun dari pingsanya." jawab Aiden.


Stella yang sudah mengerti kini tidak banyak bertanya lagi, karna dia tau putrinya pasti sudah membantu memeriksa saudara iparnya.


"Aiden, cairan ini sebenarnya sangtlah tidak bagus untuk tubuh, jika bisa hindari pemakaian berlebih untuk Freya, jangan terlalu sering seperti ini, apa kamu mengerti," seru Stella yang di jawab anggukan kepala oleh Aiden.


Sesampainya di lantai 3, Aiden langsung melangkah dengan cepat ke dalam kamarnya dengan di ikuti oleh Airein dan juga Stella yang bertugas memasangkan alat cairan itu dan memeriksa keadaan Freya lebih lanjut.


"Baiklah," jawab Aiden.


"Ya sudah, Mamah dan Jia Jia ke bawah dulu, beristirahatlah, dan jika ada perlu langsung panggil saja ya," ujar Stella, yang hanya di jawab dengan satu gedikan alis yang terangkat.


Stella dan Airen langsung segera melangkahkan kakinya keluar, untuk segera berkumpul di meja makan, karna saat ini memanglah sudah waktunya jam makan malam.


Sedangkan Aiden memilih untuk mandi terlebih dahulu, sebelum dia menggantikan pakaian istrinya.


"Engghhh," leguhan Freya yang terbangun dari pingsanya, dan mulai mengerjapkan matanya melihat sekelilingnya.


"Iden," panggilnya mencari sosok Aiden. Namun tak lama kemudian dia mendengar suara air yang menyala, "Iden," panggilnya lagi.


Lalu dia mencabut infus yang baru saja di pasangkan, dan berjalan melangkah ke dalam kamar mandi menyusul Aiden.


"Iden," panggilnya mengejutkan Aiden yang baru saja menikmati segarnya air dingin di bawah shower.

__ADS_1


"Sayang, kamu ngapain?" tanya Aiden, yang sontak langsung mematikan keran Showernya.


"Iden," panggil Freya lagi, lalu menghidupkan shower dan berputar-putar di bawah air dengan masih menggunakan bajunya.


"Iden," lirihnya sambil tertawa lebar. Aiden yang melihat istrinya tersenyum bahagia sambil bermain air itu mulai terbawa suasana dan ikut bermain air.


Jadilah keduanya mandi bersama dengan Freya yang tidak mau berhenti, membuat mereka menghabiskan waktu di dalam kamar mandi dengan memainkan busa-busa saja, tidak ada yang lain ( jangan mesum ya )


Setelah di rasa cukup, Aiden membawa paksa Freya keluar dari kamar mandi, dan memakainkan baju serta mengeringkan rambutnya.


"Sayang ayo kita turun ke bawah ya, aku lapar sayang," ajaknya pada Freya yang hanya menurut dan mengikutinya.


Namun sesampainya di bawah, mereka sudah tidak melihat siapa-siapa, dan itu membuat Aiden membawa Freya ke dalam dapur untuk mencari pembantunya agar menyediakan dia makanan.


"Bi,,bibi," panggilnya mencari beberapa pembantu yang tidak terlihat di dapur.


Dan ketika Aiden membalikan tubuhnya, betapa terkejutnya dia melihat Freya yang sedang bermain dengan cake.


"Sayang," tergur Aiden, akan tetapi Freya langsung mencoel cake itu dan memperlihatkan tanganya yang kotor pada Aiden, sehingga Aiden tersenyum dan langsung memotrenya.



Dan di saat mereka Freya tengah asik menghancurkan cake itu, tiba-tiba saja dari arah belakang ada seseorang yang mengejutkan mereka.


"Asataaaga naga, apa yang sedang kalian lakukan," bentak suara itu, membuat Freya takut dan bersembunyi di belakang tubuh Aiden.


To Be Continue.


Gengs, maaf ya updatenya 2 hari ini hanya 1, karna kondisi Mimin yang sedang drop total, sebenarnya Mimin pengen libur dulu, tapi karna menghargai dan gak enak sama kalian semua, Mimin mencoba untuk update walaupun hanya 1 saja. Jadi maaf ya ๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป


Jangan lupa yah, dukunganya๐Ÿฅฐ jangan Sinder.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya๐Ÿ˜Ž


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal ๐Ÿ˜ญ*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜ *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

__ADS_1


Terima kasih๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป


__ADS_2