You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )

You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )
Chapter 68


__ADS_3

Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰


Jangan sinder 😘😘


🌹 Happy Reading 🌹


Teddy hanya tersenyum tipis menanggapi tamparan keras dari Freya, lalu memegang pipinya yang terasa panas.


"Jangan pernah mengatakan bayi ku adalah bayi sialan, jika tidak aku akan-,"


"Uhukk,,uhukkk," Freya terbatuk ketika Teddy memasukan sebuah obat ke dalam mulut Freya. Lalu memaksanya meminum air.


"Obat apa yang kamu berikan kepadaku!" teriak Freya, jelas dia tau bahwa ini bukanlah obat yang beres, karna Teddy langsung memberikanya obat 3 butir sekaligus.


Teddy tersenyum puas ketika berhasil memasukan obat itu ke dalam mulut Freya tanpa ada yang keluar satupun.


"Ini adalah obat penghancur Janin sayang, dalam waktu 1 jam kedepan, obat ini akan bereaksi menghancurkan janin sialan yang tak pantas ada di dalam rahim kamu itu," sahut Teddy, yang membuat Freya langsung replek berusaha memuntahkan obat itu.


"Hueekkk,,hueeekkk," Freya merangsang dirinya sendiri agar segera mengeluarkan obat laknad yang akan membunuh bayinya.


Dengan segera Teddy menghentikan aksi Freya yang akan menggagalkan rencananya itu. "Apa-apaan kamu Freya, hentikan kamu akan menggalkan rencanaku," bentak Teddy,berusaha menggagalkan rencana Freya.


Plaaakkkk,,plaaakkkk,,plaakkkk Freya memukul dan meronta di dalam pelukan Teddy. "Lepaskan aku baji**ngan kamu pembunuh,,kamu adalah pria yang paling breng**sek yang pernah aku kenal, kamu berusaha membunuh bayi yang tidak berdosa Teddy, aarrggghhhh," teriaknya sekuat tenaga berusaha lepas dari kuncian Pria sakit jiwa ini.


"Kamu salah Freya, aku menyelamatkan mu dari jeratan pria yang tak pantas bersama mu, apa kamu tau hanya aku lah yang pantas mendampingi ku, setelah ini kita akan hidup bahagia sayang dengan anak-anak kita, tanpa anak dari pria lain oke, kamu tenang ya," serunya dengan santai.


"Kamu tau Teddy, ketika suamiku mengetahui hal ini, maka dia akan membunuh dan membakarmu hidup-hidup," balas Freya dengan sedikit bangga mempunyai suami yang pasti akan memberikan pelajaran untuk pria ini.

__ADS_1


Freya mulai merasakan nyeri kembali di perutnya, dan sedikit menekannya, agar nyerinya bisa hilang seperti biasanya, "sayang Mamah mohon jangan keluar ya sayang, kamu harus bertahan demi Mamah dan Papah sayang please," batin Freya, mencoba untuk berkontak batin dengan janinya agar mau bertahan sedikit.


Teddy merasa menang ketika melihat wajah Freya yang tengah menahan rasa sakit. "Tenanglah sayang, sakit ini tidak akan lama, dan karna janinnya masih kecil, maka dia akan hancur dengan sendirinya, dan kamu hanya membutuhkan beberapa bulan waktu pemulihan sebelum kamu bisa menerima benih ku di dalam rahim kamu sayang," ucap Teddy tanpa rasa bersalah sedikitpun hatinya.


Freya terus berusaha menahan rasa sakit yang mulai menjalar ke seluruh perut hingga pinggannya, "Jesus, tolong selamatkan bayi ini ku mohon," tangisnya menahan sakit sekuat tenanga.


"Hisskkkk,,hisskkk," tangis Freya merasa sudah tidak mampu menahanya.


"Ikhlaskan lah sayang, kasian janin kamu yang mempunyai Ayah seperti pria breng**sek itu," seru Teddy lagi, yang terus menerus menjelekkan Aiden.


"Setidaknya suamiku tidak seperti kamu yang menghalalkan segala cara untuk menyekap seorang wanita bersuami dan membunuh Janinya," tandas Freya tidak menyukai jika Teddy terus menerus menghina suaminya.


"Aarrrggghhhhh sakiiiittt," jeritan Freya, benar- benar sudah tidak mampu menahan suara kesakitanya.


Teddy tersenyum bahagia, melihat Freya yang sebentar lagi akan mengeluarkan janin laknad milik musuhnya, "terus sayang, terus dorong dia agar cepat keluar, Oh My Godnees, dia sudah akan keluar," serunya yang merasa paling bahagia.


Bruuggggghhhh suara dobrakan pintu yang di tendang dengan satu hentakan oleh Zein yang sangat terlihat santai dengan tanganya yang berada di saku celananya.


"Shittt! mereka sudah datang," gumam Teddy melihat sosok Aiden dan Zein yang berada di hadapanya.


Freya mendapatkan sebuah harapan ketika melihat suaminya kini berhasil menemukanya, "My Dearr aaarrgghhh," jeritnya memanggil suaminya.


"Freyaaa," teriak Aiden, melihat istrinya yang meringsut jatuh ke bawah tempat tidur.


Melihat Aiden yang ingin mendekati Freya, membuat Teddy juga ingin mendekatinya, namun langkahnya berhenti ketika Zein menghalangi jalannya.


"Freya sayang heyyy, apa yang terjadi?" seru Aiden sambil menepuk wajah istrinya yang sangat-sangat pucat, bahkan dengan mata yang nyaris tertutup.

__ADS_1


"Di,,di,,dia pem,,bunuh,,di,,a ka,,ssih, ak,,u,,ob-," Freya langsung menutup matanya tidak sadarkan diri.


"Freyya bangun sayang, Freya," panggil Aiden menepuk lembut wajah istrinya.


Lalu dia melihat darah yang mengalir deraskeluar di sela-sela paha istrinya.


"Shitt!!!" Umpatnya menahan rasa emosi di hatinya.


Dengan segera Aiden menggendong tubuh Freya, "Urus dia! Jangan bunuh! Aku akan menggunakan tanganku sendiri untuk mengajarkanya bagaimana sebuah rasa sakit yang sebenanrnya," bisik Aiden pada Zein sebelum melangkahkan kakiknya.


Zein kembali tersenyum menatap Teddy yang juga sedang menatapnya, "as you want Brother," balas Zein santai.


Setelah itu Aiden langsung berlari menggendong tubuh istrinya untuk segera mendapatkan pertolongan.



To Be Continue.


Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭


Terima kasih🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2