
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰
Jangan sinder 😘😘
🌹 Happy Reading 🌹
"Hem, Pah, bisa jaga Freya sebentar kan?" tanya Stella pada Arnon dan Alex.
Di sinilah situasi yang membingungkan, karna keduanya mesti di panggil Papah.
Arnon menoleh sekilas ke arah Freya yang sedang memainkan ikat rambutnya di jari-jari tanganya, "tenang saja sayang, Freya aman bersama kami," seru Arnon yang di setuju oleh Alex.
"Iya benar Nak, kamu pergilah bersiap, dari pada nanti Freya menunggu terlalu lama dan marah lagi bisa bahaya kan," ujar Alex, sambil melirik sekilas ke arah Freya yang masih belum berubah memainkan ikat rambutnya, entah apa yang sedang di pikirkanya sehingga memutar-mutarnya tanpa berhenti.
"Baiklah, aku akan cepat kok," balas Stella, dan segera berlari masuk ke dalam kamarnya untuk bersiap.
Setelah kepergian Stella, Arnon dan Alex kini menjaga Freya dengan sangat hati-hati, takut dia kumat lagi dan menyerang sekelilingnya.
Freya yang tersadar dan mungkin merasa bosan, kini mencari lagi sosok Aiden yang biasanya selalu menemaninya.
"Aiden," lirihnya pelan, membuat Arnon dan Alex saling menatap.
"Gawat," seru mereka berdua, merasa bahwa sebuah alarm kejiwaan mulai kambuh.
Freya tiba-tiba bangkit dari duduknya dan menoleh ke arah sekitarnya mencari sosok Aiden, "gak ada," gumamnya sedih, terus terlihat ingin menangis.
"Freya ken-," ucap Alex terhenti, ketika Freya lebih dulu berlari keluar.
"Aiden,hiskk,,hiskk,Iden," tangisnya mencari Aiden namun tidak menemukanya.
__ADS_1
"Freya tunggu," teriak Arnon dan Alex yang berlari agak lambat ( ya maklum lah orang tuakan )
Freya berlari dengan sangar cepat, meninggalkan Arnon dan Alex di belakang.
"Aiden,,Idenn," teriaknya mencari suaminya yang tak kunjung muncul.
Sampai akhirnya dia sampai di halaman depan, dan jongkok menatap dua pria yang terlihat sangat lelah mengejarnya.
"Aiden," lirihnya lagi, membuat Arnon dan Alex menyumpahi nama itu di dalam hati.
"Anak kurang ajar, sudah tau istrinya seperti ini, masih aja di tinggal-tinggal," umpatnya dalam hati, yang melihat Freya dengan tenangnya menatap mereka tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.
Arnon dan Alex kini duduk menunggui Freya yang kembali duduk di atas rumput taman, sambil mengeker-eker pasir di sebelahnya.
"Oh God Alexsander, Arnon Giovano, bisa-bisanya kalian ya-," bentak Elena yang baru saja muncul dari arah belakang. Membuat kedua pria A kini langsung menoleh ke arahnya.
"Kalian berdua ini di suruh jaga menantu malah seperti ini," tegas Elena, yang membuat keduanya langsung menjadi kikuk.
"Mamah, ini tuh di luar frekuensi kita," balas Arnon.
Dan tak lama kemudian Stella keluar dengan pakaian lengkapnya. Sekrang terlihat para ibu-ibu yang tengah berpenampilan modis, layaknya wanita yang belum menikah kecuali Elena yang terlihat seperti daur muda.
"Apa-apaan kalian, jalan dengan make up seperti ini? Ganti-ganti," perintah Arnon yang paling benci jika Stella di lirik oleh pria di luar sana.
Namun Stella tidak memperdulikanya, dia malah mendekari Arnon dan mencium bibirnya, "aku pergi ya sayang, bye cuppp, sampai jumpa nanti," pamitnya meninggalkan Arnon begitu saja.
Sedangkan Alex udah merasa terbiasa dengan sikap Elena yang kadang cantik, kadang biasa, dan sama sekali tidak memperdulikan larangannya.
__ADS_1
"Pah," panggil Arnon meminta agar Alex yang bicara dengan Stella dan Elena, namun Alex malah memilih untuk masuk ke dalam Mansion.
"Pah," panggilnya lagi.
"Arnon kamu gak capek apa tadi habis lari-lari, mending kamu minum dulu deh," jawab Alex dengan santai, membiarkan Arnon dengan wajah cemberutnya.
Sedangkan ketiga wanita tadi, kini telah berada di dalam mobil menuju kantor Aiden.
Freya yang baru pertama kali keluar rumah, kini menatap takut ke sekelilingnya, "Iden,,hisskk,,hisk," tangisnya lagi, namun kini hanya meneteskan air matanya tanpa histeris seperti biasanya.
"Iden,,Iden,,hiskk,,hiskk," lirihnya lagi, memanggil-manggil nama suaminya.
Elena dan Stella kini langsung menatap satu sama lainya, "Setelah nanti mengantar Freya ke kantor Aiden, temanin Mamah belanjaa ya La, udah lama banget kan Mamah gak ke Indo," ajak Elena pada Stella.
"Iya nih Mah, Stella juga lama banget gak refreshing semenjak Arnon gak bisa di kendalikan," balas Stella lagi.
"Bukanya Arnon memang dari dulu gak bisa di kendalikan ya ?" tanya Elena, membuat Stella yang sedang menyetir mobil kini tersenyum kikuk.
"Ya begitulah Arnon," balasnya pasrah.
Lalu sepanjangan jalan mereka terdiam dengan tangisan Freya yang menjadi musik selama perjalanan mereka.
To Be Continue.
Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *
__ADS_1
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭
Terima kasih🙏🏻🙏🏻