You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )

You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )
Chapter 104


__ADS_3

Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰


Jangan sinder 😘😘


🌹 Happy Reading 🌹


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 2 jam lamanya, kini Aiden datang dengan membawa 2 bungkus waffel, dengan rasa yang berbeda.


Dia tidak mau gara-gara ini nanti Freya akan protes dan menyuruhnya kembali ke Singapore karena rasa yang salah.


"Kamu dari mana saja son ?" tanya Stella yang melihat putranya datang dengan wajah yang lelah.


"Dari singapore," jawab Aiden singkat.


"Ngapain?" tanya Stella bingung.


"Mah, Freya hamil," ucap Aiden tanpa menjawab pertanyaan Mamahnya.


Sontak saja Stella terkejut mendengar kalimat Aiden, "kamu serius?" tanya Stella ingin jawaban yang pasti.


"Iya serius Mah, masa kehamilan bisa bohong," jawab Aiden malas. Bisa-bisanya Mamahnya tidak percaya dengan apa yang dia ucapkan.


Dengan rasa yang penuh bahagia, Stella berlari masuk ke dalam lift menuju kamarnya yang berada di lantai 2.


"Pelan-pelan Mah, nanti encok," teriak Aiden, memperingatkan Mamahnya agar tidak berlari.


Dan tak lama kemudian Wepo Elena dan Wekong Alex muncul dari dalam lift dengan memperhatikan Stella yang berlari kegirangan. "Ada apa dengan Mamah kamu itu ?" tanya Elena bingung pada Aiden.


"Mamah kesenengan Po, karena Freya hamil kembali," jawab Zein jujur.


Dan kembali, kali ini Elena yang lompat-lompat kegirangan, dan langsung ikut pergi kamarnya.


"Mana waffle ku?" tanya Freya dengan membawa kripik belut di tanganya, dan ternyata sedari tadi dirinya masih di dapur.


Aiden dan Alex menolehkan pandanganya, menatap Freya yang tengah serius makan.


Lalu tak lama kemudian munculah Airein bersamaan dengan Roger. "Aku pulangg," teriaknya dengan rasa bahagia.


Airein berlari mendekat ke arah Freya yang sedang memakan makanan yang sepertinya enak di pandang. "Minta ya," ucap Airen, meminta makanan milik Freya.

__ADS_1


"Nah,ambil saja di dalam masih banyak banget," sahut Freya dengan senyum manisnya.


Dengan rasa senang Airen mengambil kripik itu dan memperhatikanya dengan bingung, "ini apa?" tanyanya ragu, sebelum memakanya.


"Itu belut, yang biasa hidup di selokan," jawab Aiden jahil pada kakaknya.


Sontak saja Airen langsung merinding mendengarnya, dan tidak jadi memakanya.


"Sudah hampir dua bulan lebih kamu di Russia, dan bagaimana perkembanganya?" tanya Alex yang menuntut jawaban dari cucunya.


Airen dan Roger kini tersenyum bahagia menatap ke arah Alex, dan tak lama muncul Arnon yang baru bangun karena di gangu oleh Stella.


Dia langsung berjalan memeluk menantu kecilnya, "selamat ya sayang, akhirnya setelah penantian panjang baby yang asli ada di perut kamu," ucap Arnon memberikan selamat pada Freya, karena tadi Stella yang mengabarinya.


"Kamu hamil juga?" tanya Airein cepat. Dan di jawab anggukan kepala oleh Freya.


"Wahhh sama dong, aku juga sedang hamil nih, bisa bareng gitu ya," sahut Airein sambil memegangi perutnya.


Sontak saja Arnon membulatkan matanya besar, "operasinya berjalan lancar sayang?" tanyanya pada Airen.


"Iya Pah, operasinya berhasil dan sekarang aku tengah mengandung buah cintaku bersama Roger Pah," ucapnya terharu, dan langsung memeluk Papahnya.


Lalu di saat mereka semua sedang berpelukan menangis haru, tiba-tiba saja Elena dan Stella datang dengan membaw segepok uang tunai. Yang mungkin jika di hitung totalnya ada 500 juta.


"Ayo kita bagi-bagi uang," ajak Stella menarik tangan Arnon.


Begitu pula dengan Elena yang menarik tangan Alex.


"Mah, Stella akan membagi di jalanan, Mamah bagi di sekitaran sini saja ya," ucap Stella yang berniat membaginya di setiap lampu merah.


Elena menganggukan kepalanya pelan, dan kembali menarik tangan Roger dan Aiden, "pegang ini, jangan diam aja," bentak Elena pusing melihat kelakuan dua cucunya.


Sedangkan Freya dan Airen kini tertaw bahagia melihat banyaknya orang yang berdatangan ke Mansion mereka karena adanya berita mulut ke mulut, jika adanya pembagian uang di sana.


Wepo Elena dan Wekong Alex nampak semangat sekekali menyambut kehadiran anggota-anggota baru mereka. Selama ini mereka hanya di tertawakan karena belum mempunyai cicit, dan sekarang Tuhan malah memberikan Cicit sekaligus kepada mereka.


Freya dan Airen semakin bahagia ketika melihat Roger dan Aiden dengan wajah melasnya.


"Ayo masuk yuk, kata dokter ibu hamil seperti kita itu gak boleh kecapean," ajak Freya yang sepertinya lupa jika saudara iparnya itu adalah seorang dokter.

__ADS_1


Airen tersenyum dan mengikuti langkah Freya yang masuk ke dalam rumah, "ehhmm, kok aku tiba-tiba pengen makan cempedak ya ?" gumam Airen sambil mengelus perutnya yang masih datar.


"Tapi inikan bukan musimnya? Dimana mau cari ?" tanya Freya, sambil kembali memakan kripik belutnya.


Dan di saat mereka berdua tengah mengobrol, tiba-tiba saja Alex datang dengan membawa 50 dokter terbaik di kota ini, membuat Freya dan Airen hanya bisa menepuk keningnya pelan, melihat kelakuakan wekongnya. "Ayo cepat periksa kedua cucu ku!" perintahnya pada dokter-dokter itu.


"Baik Tuan besar," jawab mereka serentak.


Sedangkan Elena yang sepertinya sudah kehabisan uang kini berlari lagi mengambil uang dari kamarnya, "ayo-ayo cepat priksa cucu-cucuku ya, jangan sampai ada kesalahan," ucap Elena sebelum berlalu pergi dengan kembali membawa uang segepok.


Aiden dan Roger yang kelelahan berdiri, kini mulai duduk di tangga sambil melihat Weponya yang sangat bersemangat. "Selamat datang di dunia kesensaraan," gumam Aiden pelan, begitu pula dengan Roger, yang mengingat betap menyebalkannya Airen selama masa kehamilan.


Bahkan sangking kesalnya, Roger pernah melakukan sebuah penelitiaan untuk menghilangkan sifat menyebalkan ibu hamil, namun itu tidak berhasil.


Sedangkan di sisi lain, terlihat Stella yang melakukakan serangan fajar di seluruh jalanan, mereka ingin membagi seluruh kebahagiaan mereka kepada siapapun yang ada.


"Doakan ya semua, semoga cucu-cucuku kahir dengan selamat," teriak Stella sambil memberikan satu persatu uang 1 juta untuk yang ada di lampu merah.


"Terima kasih ibu, terima kasih bapak, semoga cucunya lahir dengan selamat," teriak mereka semua mendoakan kemurahaan hati Stella dan Arnon. Karena di tengah masa pendemi seperti ini, masih ada orang dermawan yang ingin berbagi dengan mereka rakyat biasa.


Senyum bahagia terpancar dari wajah mereka semua, atas ucapan syukurnya kepada Tuhan karena masih di beri kesempatan untuk melanjutkan keturunan-keturunan Lesham yang akan terlahir ke dunia ini. Dan berharap jika semuanya akan baik-baik saja nantinya.


To Be Continue.


Note : teman-teman semua mimin mau minta maaf, karena karya Zein dan Dara terpaksa harus Mimin tulis di aplikasi N O V E L M E, jadi yang ingin baca kelanjutan ceritanya bisa langsung mampir ke aplikasi kuning ya dan sudah update 8 chapeter 🙏🏻


Sedangkan karya Married with Mr. Psychopat / Lucas itu Mimin Publish di I N N O V E L/ D R E A M E, jadi jangan di cari aplikasi kuda poni ya karena gak akan dapat.


Untuk Karya Cetak Griffin, yang belum sampai tolong sabar dulu ya, karena proses pengirmannya masih bertahap, dan untuk yang ketinggalan Bisa mengikuti Pre Order tahap ke-dua yang bisa langsung di pesan di Shoppe dengan nama Griffin struggle atau di Instagram pribadi Mimin @andrieta_rendra atau bisa langsung di whatsaap Admin saya di ‪0813‑5238‑1466‬.


Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭


Terima kasih🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2