
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰
Jangan sinder 😘😘
🌹 Happy Reading 🌹
Selesainya Aiden dari meetingnya, tanpa membuang waktu dia langsung kembali ke dalam ruanganya, dan melihat Tato dan Yiyin yang sedang berjaga di luar.
"Di mana Bu Bos?" tanyanya.
"Siap Pak Bos, ada di dalam sedang tidur," jawab Taro dengan menundukan kepalanya hormat.
"Bagus," balasnya, lalu dia melangkahkan kakinya masuk ke dalam untuk bertemu dengan istri kesayanganya yang sudah sangat dia rindukan.
Sesampainya dia di kamar, dia sama sekali tidak melihat Freya, seketika dia langsung panik dan berubah pucat. "Kemana dia?" gumam Aiden bingung dengan menatap ke sekelilingnya.
Ckleeekkk pintu kamar mandi terbuka dan memperlihatkan sosok yang sedang dia cari. "Sayang,kamu buat aku takut, aku pikir kamu kabur dari aku," ujarnya sambil mengelus lembut rambut istranya.
"Maksudnya ?" tanya Freya tidak mengerti apa yang di katakan oleh suaminya.
Dan karna dia masih merasa ngantuk, dia kembali naik ke tempat tidur dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, "kamu udah selesai meetingnya?" tanya Freya.
Aiden menganggukan kepalanya pelan, lalu membuka jas yang sedang dia pakai, beserta kemejanya, hingga dirinya bertelanjang dada dan memperlihatkan otot-otot tenpacknya itu.
"Mau makan siang dimana ?" tanya Aiden lembut.
Freya yang melihat suaminya naik ke tempat tidur, dan berbaring di sebelahnya langsung memeluk erat dan mendusel di dada bidang suaminya.
__ADS_1
"Ahhhss sayang jangan gitu, kamu mancing namanya," seru Aiden, membuat Freya tertawa dengan tingkahnya.
"Apa loh, aku hanya cium aja gak boleh kah ? Bilang kalau gak boleh," ucap Freya berpura-pura ngambek.
Aiden kembali tekekeh melihat tingkah istrinya yang seperti itu, tanpa izin dia langsung menyambar ke bibir Istrinya dan meluma**atnya dengan lembut, hingga si empunya ikut terbuai dan ikut membalas ciumanya itu.
Tangan Aiden tidak tinggal diam, mengingat istrinya sedang memakai baju mini, dengan melepaskan tali yang di kancing Aiden dengan mudahnya menurukan baju Freya dan menyembulkan gunung kembar itu keluar.
Ciuman Aiden kini turun ke leher, namun dia tidak membuat jejak di sana, karna dia takut nanti Freya akan marah denganya. "Ahhhsss," desah Freya lolos dari mulut kecilnya.
"Do you like baby?" tanya Aiden iseng. "I like you," balas Freya, membuat Aiden tersenyum dan kembali melakukan kegiatanya.
Ciumanya kembali turun menciumi gunung kembar itu, yang merupakan tempat terfavoritenya sedari dulu. Bahkan dia langsung menyusu di sana bahkan tanganya tidak tinggal diam, dia bermain dengan sangat lembut, hingga mampu membawa Freya terbang melayang.
Setelah itu dia mulai menaikan dress istrinya sedikit dan menari segitiga freya hingga terlepas, "Do you love me Baby?" tanyanya lagi pada Freya, sambil ke dua tanganya masuk mengobok-obok apom Freya.
Berbeda dengan Aiden yang hanya diam sambil terus memeluk tubuh ramping istrinya.
"Aku gak pernah tau jika kamulah jodoh yang di kirim Tuhan kepadaku, yang jelasnya aku mencintaimu, cupp,,,cupp," lirih Aiden, terus menerus mencium kening Freya. Setelah dia merasa puas, Aiden segera bangkit dari tidurnya untuk membersihkanya.
Setelah dia selesai membersihkan tubuhnya, Aiden kembali melanjutkan pekerjaanya dan membiarkan istrinya telelap hingga jam makan siang.
"Hitto ke ruanganku sekarang!" Perintah Aidel lewat sambungan telpon-nya.
Dan tak lama kemudian datanglah Hitto dengan menundukan kepalanya Hormat, "permisi Tuan, ada yang bisa saya bantu ?" tanya Hitto hormat.
Aiden terlihat berpikir sejenak, lalu dia menatap Hitto dengan lekat, "berapa usiamu ?" tanya Aiden yang sontak membuat Hitto memandangnya bingung.
__ADS_1
"27 Tuan," jawabnya pelan.
Aiden menganggukan kepalanya pelan, dia teringat akan satu hal bahwa dia paling malas mencampuri kehidupan seseorang.
"Ok, aku mau kamu aturkan liburanku bersama dengan Bu Bos, besok lusa, hemm mungkin kami mau ke Bali," titah Aiden.
"Baik Tuan, akan segera saya aturkan, dan oh iya Tuan, bisa berikan ke saya list apa yang di sukai dan tidak di sukai oleh Bu Bos? Agar saya bisa mengatur sesuai dengan keinginanya," ucap Hitto.
"Segera akan aku kirimkan," sahut Aiden.
"Baik Tuan, jika begitu saya permisi dulu, selamat siang," pamitnya undur diri.
Aiden menganggukan kepalanya pelan, sebelum dia kembali terhanyut oleh pekerjaanya, dan membiarkan istrinya tetap terjaga oleh mimpi-mimpi indahnya.
"Akan ku pastikan setelah ini hanya kebahagiaan yang akan menghampiri keluarga kecil kita sayang, tidak akan ku biarkan air mata itu kembali jatuh menetes, aku akan memberikan mu kebahagiaan yang tidak akan pernah kamu bayangkan sebelumnya, aku akan menjadikan mu wanita yang paling-paling bahagia di dunia ini, dan itu janjiku," batinya terus menatap foto Freya yang berada di laptopnya, padahal yang asli hanya ada di dalam ruanganya saja, namun sedetik saja dia jauh dari Freya, itu rasanya bagaikan setahun ( asli lebay kali kou bang🤦🏼♀️)
To Be Continue.
Chapter selanjutanya akan update 2 jam lagi ya , di tunggu 🥰🥰
Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭
__ADS_1
Terima kasih🙏🏻🙏🏻