
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰
Jangan sinder 😘😘
🌹 Happy Reading 🌹
Sesampainya di restoran, Aiden dan Freya terlihat bergandengan tangan masuk ke dalam restoran, seperti di tangan mereka terdapat lem perekat yang tidak bisa terlepaskan.
"My Dear, aku ke toilet bentar ya," pamitnya pada suaminya.
"Oke sayang, jangan lama-lama," jawab Aiden.
Dan setelah itu Freya langsung melangkahkan kakinya pergi ke toilet, dengan Yiyin yang mengikutinya dari belakang.
Freya tidak tergangu dengan itu, karna menurutnya itu lebih baik dari pada Aiden langsung yang mengikutinya, dan bisa menjadi bahaya nantinya.
Sedangkan Aiden, kini memilih untuk duduk di salah satu meja di retoran itu, dia sengaja tidak mengambil ruang private, karna menurutnya saat ini tidak terlalu ramai, dan juga dia ingin Freya kembali merasakan kehangatan dari orang-orang sekitarnya.
Di saat dia sudah duduk nyaman, kemudian Aiden langsung memesan makan siangnya sesuai yang di pesan oleh istrinya tadi.
"Sudah pesan belum?" tanya Freya setelahnya kembali dari toilet, dan melihat suaminya sedang memainkan ponsel miliknya.
Aiden mematikan ponselnya dan kembali memasukanya ke dalam kantung jasnya, "sudah sayang baru saja tadi," jawab Aiden, dan segera berdiri menarikan kursi untuk istrinya duduk.
"Makasih Dear," ucapnya lembut. cuppp Aiden mengecup singkat kening Freya dan tersenyum jahil karna dia tau pasti istrinya ini minta di cium lagi, namun merasa malu dengan orang-orang di sekitarnya.
"Sayang besok lusa kita akan pergi bulan madu ya," ucap Aiden, sambil menggengam tangan Freya.
"Kemana ?" tanya Freya bingung.
"Bali, dan aku sudah mempersiapkan semuanya," balas Aiden lagi.
"Berdua saja kan ?" tanya Freya, lalu menatap ke arah Taro dan Yiyin yang duduk tak jauh dari tempat mereka.
Aiden mengikuti arah pandangan mata istrinya dan mengerti akan maksud itu, "ahh, mereka akan tetap ikut sayang, karna kita membutuhkan pengawalan," ujar Aiden, sontak membuat Freya tersenyum malas.
"Bukan bulan madu itu namanya," batin Freya bermonolog sendiri.
Freya terlihat diam sejenak, lalu mengingat akan sesuatu, "Dear,,Dear, bolekah aku meminta sesuatu?" tanya Freya pelan.
__ADS_1
Aiden menolehkan wajahnya, dan menatap Freya dengan lekat, menunggu apa yang akan di katakan oleh istrinya ini.
"Dear, selama 5 tahun ini, aku selalu menunggu untuk mengetahui dimana makam keluargaku ? Dan karna sekarang kamu ada di jadpanku, bolehkah kamu memberitahuku dimana mereka?" tanya Freya pelan, dia takut jika Aiden akan tersingung karna masalah ini.
Aiden terdiam sejenak lalu menampilkan wajah datarnya, membuat Freya teridiam gugup, karna takut salah bicara.
"Setelah pulang dari kantormu nanti, baru kita akan pergi ke sana," jawab Aiden, seketika membuat Freya menoleh ke arahnya dengan tatapan tak percaya.
"Dear Dear, Are you sure?" tanyanya meyakinkan apa yang dia dengar tadi tidak salah.
Aiden menganggukan kepalnya singkat lalu tersenyum dengan sangat manis, membuat Freya menangis terharu melihat sikap Aiden yang sekarang.
"Why?" Pertanyaan Freya yang membuat Aiden bingung.
"Why what ?" tanya Aiden balik.
"Why you do that to me ?" tanya Freya dengan nada suara yang bergetar.
Aiden terdiam memikirkan arti dari kalimat istrinya, "sayang, semuanya ini sudah lewat ya, please jangan di bahas lagi," ujar Aiden, tersenyum menguatkan istrinya, dan sesekali mencium punggung tangan Freya, "Yang jelas, sekarang aku mencintaimu, selamanya akan selalu berada di sisi kamu, di hati kamu, oke," ucapnya lagi, dan kali ini di respon dengan senyum tipis oleh Freya.
Dan kemudian di saat mereka berdua tengah terdiam saling menatap, tiba-tiba saja pelayan muncul dan mengantarkan makanan mereka.
"Sama-sama Nyonya, selamat menikmati," balaa pelayan itu, dengan menundukan kepalanya hormat.
Aiden mulai menikmati makan siangnya, begitupun dengan Freya, keduanya terlihat saling melemparkan canda tawa yang membuat mereka begitu bahagia.
Bahkan seperti mereka lupa dengan pembicraan yang sempat membuat keduanya canggung.
"Dear, aku udah kenyang," keluhnya pada Aiden, sambil mengacak-acak makanan yang masih tersisah.
Aiden menggelengkan kepalanya pelan, "No sayang, kamu harus habiskan! Kamu hanya makan sedikit dan itu gak baik, jadi sekarang aku mau kamu menghabiskan makanan mu ya," tegas Aiden yang membuat Freya langsung mengerucutkan bibirnya maju.
"Tapi aku kenyang Dear Dear, bungkus aja deh, nanti aku pasti lapar lagi kan," jawab Freya, yang mampu membuat Aiden menghembuskan nafasanya kasar.
"Baiklah, make sure kamu makan ya ! Awas kalau enggak," balas Aiden, sontak di balas senyuman manis oleh Freya.
"Siap komandan," sahut Freya dengan gemasnya, membuat Aiden ingin menggitnya saat ini juga.
Dan benar saja, karna gak tahan melihat tingkat Freya, Aiden langsung menggigit lengan Freya, membuat sang empunya-nya berteriak kesakitan, "arrrrgggghhhh," teriaknya menjerit kesakitan, membuatnya menjadi pusat perhatian dari sekelilingnya.
__ADS_1
"Stttt sayang ih kok teriak sih," tegur Aiden malu.
Plaaakkkk Freya memukul lengan Aiden dengan sangat keras, "awwww yank sakit," keluh Aiden, karna merasa tanganya pedis karna pukulan istrinya.
"Kamu duluan yang gigit aku loh, ngapain coba," emosinya kesal merasa nyeri di lenganya.
"Astaga sayang, pelan loh aku, gak keras," bantah Aiden, membuat orang-orang menoleh ke arahnya dan mengira dia sudah melakukan KDRT.
"Tapi sakit," ketus Freya galak.
"Ya sudah kita impaskan kamu sudah pukul aku juga loh," balas Aiden tak kalah kesal.
Freya hanya diam saja dengam menampilkan wajah kesalnya. Dan tak ingin berlama-lama menjadi bahan tontonan, Aiden memilih untuk segera pergi dari tempat itu, dengan menggendong tubuh istrinya paksa.
"Aaarrggghhhh Iden malu ih, turunin gak!"
"Enggak,"
"Turunin,"
"Enggak,"
"Turunin!"
"Ke hotel neh," ancam Aiden, sontak membuat Freya menutup mulutnya, sebelum acaranya melihat kantor gagal karna suaminya yang memilih pergi ke hotel.
Aiden terkekeh melihat istrinya yang takut di bawa ke hotel saat ini, dia tertawa dengan polosnya membuat Freya menatapnya dengan tajam.
"Dasar mesum," batinya kesal.
To Be Continue.
Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭
__ADS_1
Terima kasih🙏🏻🙏🏻