
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke ๐ฅฐ
Jangan sinder ๐๐
๐น Happy Reading ๐น
Selama perjalanan, Aiden berusaha kerasa menahan sakit di dadanya, wajahnya terlihat sangat pucat serta keringat dingin yang membasahi tubuhnya, menjadi saksi betapa sakit yang dia rasakan saat ini.
Dan tiba-tiba saja, dia mendapatkan sebuah pesan set lokasi tepat istrinya.
"I get you Darling," lirihnya pelan, Dia langsung mengemudikan mobilnya ke arah lokasi tempat di mana istrinya berada.
Sedangkan di dalam kediamanan Teddy, terlihat sang Tuan rumah yang baru saja selesai masak dan menghidangkanya di atas meja.
"Liora, apa kamu tau? Dulu sewaktu kecil, kamu suka banget makan ini, jadi aku buatkan untuk kamu ya," tandasnya pelan, sambil tersenyum manis menatap Freya yang hanya diam tanpa suara.
Bahkan terlihat jelas jika matanya bengkak karna sedari tadi menangis.
"Liora," tegur Teddy lagi ketika Freya tidak menanggapinya.
"Liora," panggilnya lagi, sambil sedikit mengguncang tubuh Freya.
Namun tiba-tiba saja Freya ambruk, dia tidak tahan lagi menahan rasa pusing menyeluruh di kepalanya.
"Liora," seru Teddy, dan dengan segera dia mengangkat tubuh Freya masuk ke dalam kamar.
Ketika Teddy meletakan tubuh Freya secara perlahan di atas tempat tidur, pandanganya terarah pada baju yang sedikit terangkat ke atas dan memperlihatkan perut mulut Freya, namun fokusnya tidak ke situ, namun kepada Tato nama yang berada di perut bawah Freya.
"Aiden," bacanya sambil mengepalkan tanganya kuat.
Dia mengelus tato itu, untuk mengecek apakah itu permanen atau tidak. Karna jika tidak dia ingin menghapusnya dan menggantikan namanya di sana.
Akan tetapi sayang, tato itu benar-benar permanen di tubuh Freya, kalaupun di hapus, tato itu akan tetap membekas di tubuh Freya.
__ADS_1
Setelah puas menatap tato di perut Freya, Teddy segera mengambil alat-alatnya dan memeriksa keadaan Freya.
Tak lama kemuidan Freya terbangun dari pingsanya, dia langsung terkejut melihat Teddy yang masih berada di hapadnya saat ini.
"Kenapa kamu di sini?" tanya Freya pelan, dan sedikit merasa takut ketika melihat Teddy yang menatapnya tajam.
"Kamu tidak amnesia kan, kamu bohong," tegas Teddy sontak membuat Freya terkejut.
Freya menundukan kepalanya takut melihat Teddy yang menatapnya dengan lekat seperti itu, "maaf," hanya itu kata yang bisa dia berikan saat ini.
"Stephy, itu nama asli kamukan," lirihnya pelan, dan di anggukan kepala oleh Freya.
"Dengar, Stephy, aku tau ini salah tapi jika bisa hilangkan janin yang berada di perutmu itu, dan menikalah denganku, lalu kamu boleh mengandung bayi kita, bisakah seperti itu Stephy? Aku mohon," pintanya tidak masuk akal membuat Freya langsung berdiri dari duduknya.
"Kamu sudah gila, ini bayi aku kenapa kamu mau menghilangkanya," teriak Freya, dia tidak percaya dengan kalimat yang baru saja keluar dari mulut pria yang sudah menyelamatkanya.
Teddy ikut berdiri dan berusaha menggengam tangan Freya, namun sayangnya Freya selalu menepisnya dan merasa jijik jika di sentuh oleh Teddy.
"Dengar Stephy, dulu kamu pernah janji akan menikah dengan ku ketika besar nanti. Dan sekarang itu semua sudah terjadi, aku mau kamu menepati janjimu sekarang, tapi aku tidak ingin bagian dari orang lain ada di dirimu sayang, mengertilah," ungkapnya serius.
Dia bukan terkejut karna Teddy adalah teman masa kecilnya, melainkan dia terkejut ketika mengetahui dirinya sedang hamil.
"Aku hamil," lirihnya pelan memegang perutnya yang masih rata.
"Aku hamil lagi," ungkapnya bahagia, bercampur rasa haru, serta takut.
Dan tiba-tiba saja dia mendengar suara sesorang yang berteriak memanggil namanya.
"Aiden," lirih Freya pelan, dia sangat mengenali suara itu, karna dia memang merindukanya.
Mengetahui jika ada sesorang di rumahnya, membuat Teddy langsung keluar dari kamar dan melangkah mendatangi tamu itu dengan Frye yang masih mengikuti di belakangnya.
"Freeeyyaaa, sayang, keluar kamu! aku tau kamu di sini sayang, keluar! Atau aku hancurkan rumah ini," ancamnya tidak tau aturan.
__ADS_1
Teddy dan Freya langsung keluar dan menemukan sosok Aiden di hadapan mereka.
"Aiden," lirihnya pelan, terkejut melihat sosok yang benar-benar nyata di hadapanya.
Aiden terlihat mengepalkan tanganya kuat ketika melihat Freya yang keluar dari kamar bersaamaan dengan seorang laki-laki.
Dia melangkah mendekat ingin menarik Istrinya, namun Teddy menghalanginya.
"Jangan sentuh istri saya, hargai rumah orang lain, bertamu dengan sopan," tegasnya menatap Aiden yang dia ketahui sebagai pasienya.
Aiden tertawa sinis mendengar pria lain yang menyebut istrinya sebagai istrinya juga.
"Jadi dia adalah istrimu?" tanya Aiden pelan, namun mampu membuat Freya berdiri ketakakutan.
"Jelas dia istriku, kenapa kamu tidak terima?" tegas Teddy yang kini membuat Freya ingin membunuh dirinya sendiri saja.
Aiden tersenyum tipis dan menatap Freya yang mulai memundurkan langkahnya.
Dia ingin berbalik untuk meninggalkan Aiden dan Teddy yang membuat suasana semakin panas.
Namun Aiden lebih dulu menahanya dan menghimpitnya ke tembok, Freya terkejut dan berusaha menghindari dan mendorong tubuh Aiden.
"Bagaimana kamu bisa menemukanku?" tanyanya pelan namun terlihat sudah menangis ketakutan.
"Aku tidak menemukan mu, tapi takdir yang mempertemukanya," balas Aiden pelan.
To be continue.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya๐
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal ๐ญ*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**๐๐ *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ๐ญ๐ญ๐ญ
__ADS_1
Terima kasih๐๐ป๐๐ป